Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Maju kena mundur kena


__ADS_3

"Mas, kamu bau alkohol, dari mana kamu sebenarnya semalam?" Selidik Jessika mengurai pelukan erat pria yang semalaman dia khawatirkan itu, pandangannya penuh keingin tahuan dan sangat berharap kejujuran Niko saat ini.


Niko menghela nafas dalam sambil memejamkan matanya, sungguh dirinya kini tak tau harus menjawab apa, dia seakan tak punya jawaban atas pertanyaan yang diberikan Jessika padanya.


Sungguh untuk saat ini rasanya Niko berada dalam posisi maju kena mundur juga kena, berbohong salah, jujur juga bisa makin tambah salah.


Namun Niko tak ingin memulai hubungan dengan kebohongan sedikit pun, sudah cukup rumah tangganya bersama Rossa yang carut ,marut akibat terlalu banyak dusta yang mereka berdua sama sama sembunyikan, kali ini Niko ingin mengawali semuanya dengan kejujuran.


"Aku-aku kemarin siang menemui Rossa di rumah, mengikuti saran mu untuk bicara baik-baik dengannya mengenai perceraian kami, hanya saja Rossa meminta ku untuk makan malam bersamanya untuk yang terakhir kalinya sebagai syarat dia memenuhi permintaan ku untuk pisah, tapi--- tapi dia menjebak ku, lalu---" rasanya Niko tak kuasa untuk melanjutkan ceritanya tentang apa yang terjadi tadi malam antara dirinya dan Rossa.


"Mas,aku menyarankan mu untuk duduk bersama membicarakan masalah kalian secara baik-baik, bukan tidur bersama dan menuntaskan hasrat kalian di atas ranjang!" Kesal Jessika seolah tau kemana arah pembicaraan yang akan di sampaikan Niko padanya.

__ADS_1


Entah mengapa membayangkan Niko dan Rossa bermesraan semalam, membuat semua darahnya seakan naik ke kepala, hatinya terasa panas dan nyeri bagai di remas, Jesika seakan lupa kalau tujuannya mendekati Niko hanya untuk berpura-pura dan membalas dendam pada Rossa, namun kenapa rasa cemburu itu justru terasa sangat nyata dia rasakan.


"Jess, itu tak seperti yang ada dalam pikiran mu, aku di jebak, sungguh aku tak ingat apa pun yang terjadi antara aku dan dia semalam, demi Tuhan!" Niko bahkan sampai menyakinkan Jessika dengan sumpah membawa nama Tuhan.


Namun hati Jessika kini sedang terluka, semalaman dia tak tidur menghawatirkan keadaan Niko, namun kenyataannya, Niko justru sedang berasik masyuk dengan Rossa.


Tak ada yang salah dengan itu, karena memang mereka suami istri, yang salah itu perasaan Jessika yang seharusnya tak melibatkan rasa dalam permainannya, sehingga dia tak melukai dirinya sendiri.


Namun terkadang manusia hanya bisa berencana, karena pada kenyataanya Jessika benar-benar rak bisa menghindar dan telah jatuh dalam pesona cinta pria yang merupakan suami orang itu.


"Aku pulang ke apartemen ku, dan langsung berangkat ke butik, sarapan mu sudah ku siapkan," Jessika berlalu pergi meninggalkan Niko yang tak berdaya dan tak dapat mencegah kepergian kekasihnya itu, sepertinya akan ssia-sia jika dirinya bersikukuh menahan kepergian Jessika, karena suasana yang sudah kondusif ini akan membuat kekasihnya itu semakin tidak nyaman dan tidak menutup kemungkinan hubungan mereka akan memburuk.

__ADS_1


Baik Jessika maupun dirinya saat ini butuh waktu untuk berdiskusi dengan dirinya masing-masing, menenangkan diri agar saat bertemu kembali mereka sudah dalam keadaan siap untuk berbicara dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di antara mereka.


Niko mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh dia tak menyangka jika niatnya menyelesaikan masalah dengan Rossa untuk agar bisa lebih cepat bersama dengan Jessika justru malah menimbulkan masalah barubagi dirinya maupun Jessika.


**


Di kantor, siang ini Niko sudah memanggil pengacaranya untuk datang menemuinya guna membicarakan masalah perceraian dengan istrinya agar bisa di percepat, sungguh dirinya tak ingin lagi berurusan dengan Rossa yang belakangan di ketahui ternyata sangat licik.


Niko sedikit bisa bernafas lega saat pengacaranya mengatakan kalau semua bisa di urusnya dengan cepat, yah,,, beginilah negeri kita, dimana ada uang, semua perkara bisa di selesaikan dengan kilat, bahkan sang pengacara menjamin tak sampai 1 bulan perceraian akan segera di putuskan, entah bagaimana caranya dan pakai ilmu apa, Niko hanya terima beres dan bayar saja.


Niko pun segera menyampaikan kabar baik itu pada Jessika, berharap kabar baik yang di sampaikan Niko pada kekasihnya itu dapat meluluhkan hati kekasihnya yang kini sedang merajuk akibat kejadian semalam.

__ADS_1


Benar saja, Jessika ternyata langsung merespon kabar baik itu dengan mengajak Niko untuk makan siang bersama di restaurant Jepang dekat butiknya, karena saat itu Jessika sedang makan siang di tempat itu.


Saking bahagianya, Niko langsung mengiyakan ajakan Jessika itu dan bergegas menuju restaurant yang di tuju, sampai-sampai Niko lupa kalau resto Jepang itu milik teman Rossa dan merupakan tempat biasa nongkrong Rossa bersama teman-teman sosialitanya, saat ini yang ada di kepala Niko hanya Jessika dan tak memperdulikan yang lainnya.


__ADS_2