Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 24


__ADS_3

Siska tiba tiba berdiri didepan Andika yang masih berlutut.Andika kaget dengan kehadirannya yang tiba tiba.Ternyata Siska tau kalau hari ini ada sidang pertama mediasi antara Andika dan Rianti.


Dengan mata berkaca kaca Siska memandang Andika penuh kekecewaan.


"Mas Andika...mau menceraikan aku? Ternyata cintamu palsu mas" Bibir Siska tampak bergetar mengucapkannya.


Andika berdiri dan menggenggam tangan Siska" Siska sayang,tadi mas mengatakan itu bercanda,jangan dimasukkan kehati.Mana mungkin mas akan menceraikan kamu."


"Kamu manusia munafik mas,manusia bermuka dua,aku benci sama kamu!" Siska menghempaskan tangan Andika dengan kasar dan bergegas meninggalkan Andika.


Dengan cepat Andika menyusul,sampai di pelataran kantor pengadilan agama Siska berhenti karna tasnya ditarik Andika.


"Kamu mau apalagi mas,kalau mau cerai,cerai aja,aku sudah tidak perduli."


"Oh kamu menantang aku ya? Kamu pikir kamu siapa? Sadar diri dong! Kalau bukan karna aku,kamu dan kedua orang tuamu sudah hidup di jalanan" Kata Andika sinis.


Tangis Siska pecah mendengar perkataan Andika yang begitu menyakitkan.Dia berlari meninggalkan Andika.


Sampai dirumah Siska langsung masuk kamar dan menguncinya. Pak Emir keheranan lihat sikap putrinya dan mendatangi Siska kekamarnya.


"Siska buka pintunya!" Pak Emir menggedor gedor pintu kamar Siska.Pak Emir terus menggedor gedor sampai Siska membuka pintunya.


"Pasti kamu menangis karna si Andika itu kan?! Hanya dia manusia di dunia ini yang sering bikin kamu menangis. Cepat katakan diapakan kamu sama si Andika itu,biar bapak bejek bejek dia!" Teriak pak Emir.


Siska menceritakan kejadian tadi pada bapaknya.


"Ada benarnya juga apa yang dikatakan si Andika.Jadi kamu jangan sok sok an mau minta cerai sama si Andika.Lagi pula bapak sedang menyusun rencana untuk mengambil rumah ini dari Andika.Kalau di jual rumah ini bisa laku miliyaran " Pak Emir bukannya membela anaknya tapi justru berpihak pada Andika.Selama Andika masih mau memberinya uang,Andika harus dipertahankan.


Hati Siska semakin hancur oleh perkataan bapaknya yang tak sedikitpun memikirkan perasaan nya.

__ADS_1


"Pak...kasihan Siska.Bapak jangan terus menekan dia,biarkan dia mengikuti kata hatinya jangan kata bapak terus" Ibunya Siska berdiri belakang pak Emir,merasa tidak tega Siska ditekan terus.


"Ah kau jangan banyak cing cong...mana kopi bapak,sudah dibikin belum?" Lagi lagi ibunya Siska tak berdaya.


***


"Pak Mahendra,berdasarkan rekaman cctv kecelakaan yang terjadi pada bapak ada unsur kesengajaan.Sebuah mobil yang ada di belakang bapak tiba tiba menyalip dan tiba tiba berhenti mendadak didepan mobil bapak.Nama pemilik mobil sudah diketahui dari plat mobilnya" Lapor Ardi pada Mahendra saat dia menjenguk atasannya itu.


"Saya sudah duga,tapi apa motifnya dia mencoba mencelakakan saya,apa dia mengenal saya dan punya dendam pribadi pada saya?"


"Setelah bapak mengetahui siapa pemilik mobil tersebut mungkin bapak baru paham" Ardi menyerahkan berkas pemilik mobil tersebut.


"Andika Putra Setyawan" Mahendra kaget dan langsung paham apa motif Andika mencelakakannya.


"Cemburu" Motifnya cemburu,pak Andika sepertinya sudah mengetahui kalau pak Mahendra menyukai bu Rianti."


Bola mata Ardi membulat sempurna mendengar pengakuan Mahendra tapi dia tidak mau komentar takut salah dan takut gajinya dipotong.


"Oiya besok Rianti sudah mulai kembali bekerja,tolong jangan memberi pekerjaan yang banyak buat dia.Kamu jaga dia,jangan sampai ada karyawan karyawan lain menggodanya" Mahendra mulai posesif.


"Siap bos,bu Rianti akan saya perlakukan seperti seorang permaisuri" Ardi berlagak membungkukkan badannya seperti seorang pelayan.


***


Bu Ratih menelepon Andika untuk memberitahukan bahwa Sabtu depan mereka harus ke Yogyakarta.


"Dika,eyang kakung kamu tadi telepon katanya hari Sabtu depan kita harus ke Yogyakarta.Kamu siap siap ya,kita berangkat bersama."


"Iya ma,Rianti ikut juga kan ke Yogya?" Andika berharap nanti di Yogyakarta bisa mengambil hati Rianti kembali.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau dia ikut?" Tanya bu Ratih ketus.


"Wajarlah Andika nanya,Rianti Kan masih istri Andika ma" Sahut Andika dengan wajah sumringah.


Bu Ratih langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Mau ngapain ke Yogya mas?" Tanya Siska merasa curiga Andika menyebut nama Rianti.


"Eyang kakung menyuruh seluruh keluarga pulang ke Yogya,tapi belum tau ada hal apa."


"Aku ikut juga kan? Aku istri kamu,berarti aku juga bagian keluarga eyang kamu."


"Ya tidaklah,semua anggota keluarga besar eyang belum ada yang tau kalau aku sudah menikah lagi."


"Justru itu,aku harus ikut supaya kamu memperkenalkan aku sebagai istri barumu.Lagi pula sebentar lagi mas dan mba Rianti akan bercerai."


"Tidak,jangan sampai keluarga yang di Yogya tahu masalah aku dan Rianti terutama eyang.Siapa tau eyang menyuruh pulang karna akan membagi bagi harta warisan.Kalau eyang tau,bisa bisa aku ga kebagian,apalagi eyang sangat menyayangi Rianti."


Mendengar Andika mengatakan kalau eyangnya sangat menyayangi Rianti,semakin susah baginya untuk masuk ke keluarga itu.


"Tapi nanti disana kamu jangan dekat dekat sama mba Rianti ya mas.Jangan tidur sekamar dengannya!"


"Ih apaan sih ngatur ngatur,udah tidur lagi sana!"


Siska memejamkan matanya untuk meredam rasa sakit yang dia rasakan sebagai istri dan menantu yang tak dianggap.


"Ah ini kesempatan buat mendekati Rianti,memang Tuhan itu baik" Andika membaringkan tubuhnya dengan senyuman.


Andika memikirkan berbagai cara untuk menaklukkan Rianti nanti di Yogya.Karna ini kesempatan emas,tidak boleh disia siaka.Rianti tidak akan bisa menolaknya di depan keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2