Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 40


__ADS_3

"Ma,besok kan libur...kita jalan-jalan yok! Ajak papa,Andre mau main tembak tembakan sama papa" Pinta Andre pada mamanya setelah Rianti diantar pulang oleh Mahendra.


Rianti tercenung sejenak dengan permintaan Andre.Biar bagaimana pun,Andika adalah ayah kandung Andre.Mereka tidak boleh di pisahkan.Rianti harus berlaku adil dan tidak boleh egois.


"Iya sayang,mama telepon papa dulu ya?" Dengan terpaksa Rianti menghubungi Andika.Walau sebenarnya mendengar suara Andika saja Rianti sudah tidak sudi.Apalagi harus bertemu.


"Mas,besok Andre mau ngajak jalan jalan,kamu ada waktu nggak?" Tanya Rianti begitu teleponnya diangkat Andika.


"Ada dong,besok pagi mas jemput kalian ya?"


"Jemputnya di rumah mama aja mas,kita ketemuan di sana" Rianti tidak ingin Andika datang kerumah kontrakannya.


"Oh ok" Jawab Andika begitu bersemangat.


***


Sampai di tempat permainan Andre dengan antusias menarik tangan papanya ke tempat permainan tembak tembakan.


"Pa,kita main tembak tembakan ya" Andre dan Andika main perang melawan zombie.


"Pa,tembak zombie nya!" Andre melihat papanya dari tadi menembak zombie tidak tepat sasaran.


Ternyata mata Andika dari tadi melirik lirik Rianti yang berdiri di samping Andre.Andika penasaran dengan Rianti yang tersenyum senyum sambil membalas chat dari seseorang.


"Yah...kita kalah deh...papa sih,tembak zombie nya ga tepat" Andre merungut.


"Iya maaf,karna sudah lama tidak main,papa jadi ga jago lagi.Gesek lagi aja kartunya ya,kita main lagi.Kali ini papa janji akan lebih fokus."


"Nggak ah pa,Andre bosan.Kita main bola basket aja yok pa!" Andre berlari menuju tempat permainan lempar bola basket.Andika dan Rianti bergegas mengikuti Andre.


"Lebih cepat lagi pa,biar dapat banyak tikcetnya!" Andre tampak bersemangat sekali.


"Iya sayang,ini juga papa sudah cepat."


"Ma,ayo bantu masukkan bolanya!" Teriak Andre di sela sela permainannya.


"Ah iya sayang" Rianti memasukkan ponselnya kedalam tas dan bergabung ikut memasukkan bola.


Andika sangat senang Rianti ikutan bermain,dia tersenyum licik.Andika pura pura tanpa sengaja terpeleset mengambil bola,dan tubuhnya menabrak tubuh Rianti dan memeluknya.


"Aduh maaf Rianti,karna terlalu bersemangat mas sampai terpeleset" Andika tersenyum senang dapat memeluk tubuh Rianti.

__ADS_1


Dengan wajah masam Rianti mendorong tubuh Andika yang memeluknya.


"Mas berdirinya di sebelah Andre sana,jangan dekat dekat!"


"Yah...namanya juga sedang bermain,kita ga bisa mengatur posisi kita berdiri" Andika masih tetap berusaha untuk mendekati Rianti.


"Andre,mama nggak ikut main lagi ya,mama sudah capek" Kata Rianti melirik kesal pada Andika.


"Iya ma" Andre tetap fokus bermain.


Rianti memilih duduk dan kembali membuka ponselnya,ada chat yang masuk dari Mahendra.


"Kamu ada dirumah nggak?" Tanya Mahendra.


"Aku sedang menemani Andre main di wahana permainan di mall."


"Cuma berdua kan? Aku menyusul ya kesana."


"Mas Andika ikut juga,Andre kangen main sama papanya."


Mahendra mengirim emoticon kecewa.


"Sayang,kamu jangan dekat dekat sama Andika ya,membayangkannya saja aku sudah cemburu" Mahendra sudah mulai berani memanggil sayang pada Rianti.


"Iya deh,aku percaya sama kamu sayang."


"Hendra,sudah dulu ya,Andre datang tuh,sepertinya dia sudah selesai main."


"Ok sayangku" Mahendra mengirim emoticon kiss.


Rianti hanya tersenyum,dia belum berani mengeksplor perasaannya pada Mahendra.


"Mama,Andre haus" Andre memeluk pinggang Rianti.


"Ayo kita beli minuman disana!" Rianti membawa Andre berjalan menuju gerai menjual minuman yang sedang viral,Andika mengikuti dari belakang.


"Tanya sama papa,papa mau nggak" Bisik Rianti ke telinga Andre.


"Papa mau nggak pa?" Andre menoleh pada Andika yang bersandar didinding toko sambil memainkan ponselnya.


"Nggak,buat kamu dan mama aja" Jawab Andika kembali fokus pada ponselnya.

__ADS_1


Mereka kembali ke tempat permainan,sambil meminum minumannya.


Tiba tiba Andika meminta minuman Andre."Andre,papa minta dikit minuman kamu,papa jadi haus nih."


"Yah...habis pa,tinggal es batunya" Andre menunjukkan gelas minumannya.


"Minta punya mama aja pa,punya mama masih banyak."


"Pu-punya mama..." Dengan cepat Andika mengambil minuman Rianti dan langsung menyeruputnya.


"Ahhh...segarnya..." Andika tersenyum senang bisa minum dari bekas mulut Rianti.


Rianti menatap sinis pada Andika dan menolak saat Andika mengembalikan gelas minumannya.Dengan bergidik geli Rianti berjalan ke tempat permainan mandi bola.Andika sangat kesal di perlakukan begitu oleh Rianti.


"Andre...ayo main mandi bola sama mama!" Rianti melambaikan tangannya pada Andre yang sedang memperhatikan dua orang anak laki laki remaja sedang bermain pancing ikan.


"Asiik...mandi bola!" Andre berlari riang.


"Papa...! Tolong videokan ya...!" Teriak Andre pada papanya.


"Iya sebentar...yah batere ponsel papa sudah mau habis.Sepertinya nggak bisa buat merekam" Andika hanya pura pura.


"Pinjam ponsel mama aja pa."


Dengan terpaksa Rianti memberikan ponselnya pada Andika.


"Kata sandinya apa?"


"Masih tetap yang dulu" Jawab Rianti malas.Dulu memang Andika yang membelikan ponsel itu buat Rianti dan dia juga yang membuat kata sandinya.Sampai sekarang Rianti belum mengganti kata sandinya,lebih tepatnya tidak kepikiran.


Andika mulai merekam Andre dan Rianti bermain mandi bola.Andre sangat gembira bisa bermain mandi bola seperti dulu lagi.


Karna asik main mandi bola dengan Andre,Rianti sampai melupakan ponselnya ada pada Andika.


Andika mulai mengutak atik isi ponsel Rianti,dengan leluasa dia membuka dan membaca pesan pesan yang masuk.


Ada pesan terbaru dari Mahendra,dengan cepat Andika membuka dan membacanya.Andika men scrolling dari atas dan membaca semuanya.Amarah memenuhi dada Andika ketika tahu bahwa Rianti dan Mahendra telah menjalin hubungan spesial.Terlebih lagi Mahendra memanggil Rianti dengan kata sayang.


"Kurang ajar,brengsek...! Aku tidak akan biarkan kalian berdua bahagia!" Gumam Andika geram.


Andika mengeluarkan ponselnya dari saku depan celana panjangnya untuk menelepon seseorang.

__ADS_1


"Halo,saya jadi pakai jasa anda,saya akan bayar berapapun biayanya!"


__ADS_2