Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 38


__ADS_3

Rianti merebahkan dirinya diatas tempat tidur tapi dia tidak mengantuk karna pikirannya tertuju pada Mahendra.Dia telah menerima pernyataan cinta pria itu.Entah bagaimana besok menghadapi pria yang menjadi kekasih sekaligus atasannya itu.


Bohong jika dirinya tidak menyukai Mahendra,wanita mana yang tidak bahagia jika disukai oleh pria seperti Mahendra yang tampan,kaya,sukses dan baik hati.


Tapi disisi hatinya yang lain ada rasa tidak percaya diri dan takut yang sama besarnya dengan ketertarikannya pada Mahendra.


Sebenarnya waktu SMA dia sudah mengagumi Mahendra.Dia juga merasa nyaman dekat dengan pria itu.Sayangnya dia hanya bisa kagum tanpa berani mengembangkan rasa itu menjadi rasa suka kepada lawan jenis.Dia terlalu minder dan tak percaya diri.Gadis yatim piatu dan miskin seperti dirinya tidak pantas memiliki rasa suka pada Mahendra.Untuk sekolah dan kuliah saja Rianti harus kerja keras dan mengandalkan bea siswa.


Akhirnya rasa itu tetap hanya menjadi kekaguman sampai mereka berpisah setelah lulus SMA.Mahendra melanjutkan pendidikan keluar negri.Dan Rianti melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang sama dengan Andika.Di situlah awal pertemuannya dengan mantan suaminya itu.Rianti menerima lamaran Andika karna Andika memang pria yang baik,lembut dan perhatian.Dia berubah sejak mendapat posisi sebagai manajer di kantornya.Dan semakin sering pulang malam,awalnya Rianti menganggap wajar seorang manajer pulang malam karna pekerjaan dan tanggung jawabnya semain bertambah.Sampai akhirnya dia menyaksikan sendiri Andika sedang bermesraan dengan seorang wanita di sebuah kafe.


Sakit rasanya hati Rianti mengingat penghianatan Andika.Hal itulah yang membuat Rianti ragu ragu untuk memulai hubungan yang baru dengan pria lain.Ah,tapi dia terlanjur menerima cinta Mahendra.


Di Kamarnya pun Mahendra tidak bisa tidur karna memikirkan Rianti.Peristiwa perlombaan kemarin terus menari nari di pikirannya.Senyum bahagia terus terukir di bibirnya.


"Ah sepertinya saya harus bawa Rianti kerumah untuk memperkenalkan pada mama dan papa,semoga mereka bisa menerima kehadiran Rianti" Mahendra kembali tersenyum.


Andika ternyata juga sedang memikirkan Rianti,terlalu besar penyesalan yang dia rasakan telah kehilangan Rianti akibat penghianatan yang dia lakukan.Berbagaicara yang akan dia lakukan untuk mendapatkan Rianti kembali.


Andika mengambil ponselnya yang tergolek di sampingnya diatas kasur.Membuka akun sosmed berlabel warna miliknya dan menstalking akun sosmed milik Rianti.Ada notif yang menandai Rianti,ternyata Ardi.


Ada banyak foto foto acara family gathering perusahaan yang di upload oleh Ardi.Mata Andika terbelalak melihat banyak foto foto Rianti dan Mahendra.Foto perlombaan saat Mahendra menggendong Rianti.Ada lagi saat tangan Rianti memeluk pinggang Mahendra dan foto yang membuat Andika panas.Foto saat lomba makan kerupuk.


"Tidak bisa di biarkan ini" Andika buru buru menutup akun miliknya dan memikirkan cara bagaimana Rianti menjadi miliknya kembali.Atau paling tidak menjauhkan Rianti dari Mahendra.


***


Pagi harinya di kantor,Rianti berusaha bersikap seperti biasa pada Mahendra.


Rianti berdiri dan menyapa Mahendra yang baru sampai dikantor."Selamat pagi pak" Rianti membungkukkan sedikit badannya.


"Selamat pagi" Mahendra menyahut sapaan Rianti dan langsung masuk kedalam ruangannya.


Rianti merasa lega tapi tetap ada perasaan deg degan dalam hatinya.Rianti masuk kedalam ruangan Mahendra dan menyediakan minuman dan memberikan schedule nya seperti biasa.Rianti keluar dari ruangan Mahendra dengan menarik nafas panjang.


"Syukurlah pak Mahendra bersikap profesional" Rianti kembali ke balik meja kerjanya.

__ADS_1


Di jam makan siang Rianti tergesa gesa mengambil dompet dari dalam tasnya.Jangan sampai pak Mahendra keluar dan mengajaknya makan siang bersama.Benar saja baru saja Rianti melangkahkan kakinya keluar,Mahendra memanggilnya.


"Bu Rianti mau makan siang...ayo kita turun kebawah bersama,saya juga mau makan siang" Mahendra menghampiri Rianti.Di tempatnya Rianti berhenti dan tarik nafas.


Mahendra dan Rianti berjalan berdampingan turun ke kantin.


Sambil menunggu makanan datang Rianti menyeruput minumannya yang lebih dulu di hidangkan.


Mahendra memandang Rianti tanpa berkedip,merasa di perhatikan Rianti mengangkat kepalanya.


"Pak Mahendra jangan menatap saya seperti itu,nggak enak di lihat karyawan yang lain."


"Kamu sangat cantik" Mahendra terus memandang Rianti sambil tersenyum.


"Pak,saya mohon jangan seperti ini."


"Siapa suruh kamu cantik" Mahendra menggoda Rianti.


Wajah Rianti merona" Kalau bapak tidak berhenti menggoda dan meledek saya,saya lebih baik pindah ke meja lain!" Mulut Rianti menggembung karena kesal.


"Ah Manisnya" Mahendra semakin semangat menggoda Rianti.


"Baik baik...maaf saya akan berhenti" Mahendra menahan tangan Rianti.


Rianti tiba tiba jadi jaim makan di depan Mahendra,yang biasanya dia cuek.Entah kenapa nafsu makannya tiba tiba hilang.


"Makanannya kenapa tidak di habiskan?" Tanya Mahendra melihat Rianti berhenti menyuapkan makanannya.


"Maaf pak,tiba tiba saya mau ke toilet" Rianti berdiri.


"Saya tau kamu mau ngapain ke toilet" Mahendra kembali berniat menggoda Rianti.


"Semua orang tau kalau ke toilet mau ngapain pak" Rianti melangkahkan kakinya.


"Kali ini kamu pasti mau menghentikan jantung kamu yang berdebar dan mencuci wajah kamu yang merona."

__ADS_1


Rianti berhenti dan mencebikkan bibirnya dan berjalan dengan cepat menuju toilet.


Mahendra tertawa gemas,melihat wajah Rianti merona merah.


Rianti berdiri di depan kaca toilet dan menatap wajahnya." Ya ampun,kenapa pak Mahendra tau" Rianti memegang jantungnya yang berdebar.


" Kenapa jantung ku berdebar begini mendengar gombalan pak Mahendra..." Rianti memegang dadanya kemudian membasuh wajahnya.


***


Mahendra merebahkan rubuhnya keatas tempat tidur setelah bersih bersih.Pikirinnya mengingat kejadian sewaktu makan siang tadi.Memandang langit langit kamarnya dengan tersenyum senyum.


Tiba tiba dia dikagetkan suara ibunya" Hendra ,ibu punya sesuatu mau di tunjukkan buat kamu" Bu Mariana masuk dengan tangan kirinya disembunyikan di belakang.


Mahendra tau apa yang akan di tunjukkan mamanya.


"Ta daa..." Bu Mariana mengeluarkan foto seorang wanita yang disembunyikannya.


"Ini sayang,foto anak gadis kolega ayah kamu,cantik kan?"


"Namanya Caroline...cantik,langsing,pintar,dari keluarga kaya raya."


"Ma,berhenti menjodoh jodohkan Mahendra...Hendra bisa cari sendiri" Mahendra mengambil foto itu dan meletakkannya asal.


"Mana...sampai sekarang kamu belum pernah membawa anak gadis kerumah ini?"


"Sabar dong ma,akan ada saatnya Hendra akan kenalkan."


"Kapan? Umur kamu sudah dua puluh delapan tahun...adek kamu sudah menikah duluan.Semua anak teman teman mama sudah menikah dan punya anak yang seumuran dengan kamu."


"Mama tenang aja,Hendra sudah punya calon istri...dia adalah wanita yang Hendra cintai."


"Benar?" Mata bu Mariana berbinar binar bahagia.


Mahendra mengangguk.

__ADS_1


"Kamu bawa dia secepatnya ke rumah,kenalkan sama mama dan papa."


Mahendra kembali mengangguk.


__ADS_2