Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 57


__ADS_3

Ada rasa kuatir mendera di lubuk hati Mahendra,kuatir akan ada sesuatu rencana Andika, dibalik hilangnya Andre dan Andika secara bersamaan.


Dengan terpaksa Mahendra membangunkan Rianti."Rianti,bangun" Mahendra mengusap dengan lembut pipi Rianti.


Rianti mulai membuka dan mengucek matanya perlahan,dan menggeliatkan badannya yang terasa kaku.


Matanya mulai meraba-raba dia berada dimana,ketika ingatannya pulih,matanya menatap Mahendra yang juga sedang menatapnya.


"Andre...saya mau mencari Andre" Rianti berusaha bangkit dari tempat tidur,tapi terjatuh lagi,karna kepalanya terasa berat dan pusing.


"Rianti,kamu istirahat kalau masih pusing" Mahendra membantu merebahkan tubuh Rianti.


"Tapi---"


"Kita akan cari Andre bersama,tapi kamu harus makan dulu biar ada tenaga.Saya kuatir kamu jatuh pingsan.Bagaimana kamu mau mencari Andre kalau pingsan lagi' Mahendra berusaha untuk meyakinkan Rianti.


Rianti terdiam sebentar kemudian mengangguk.Mahendra mengambil makanan yang telah tersedia dan menyuapi Rianti dengan telaten sampai habis tak bersisa.


"Hendra,terimakasih ya....sepertinya aku perlu mandi" Ucap Rianti.


Mahendra merasa senang Rianti sudah mulai tenang dan menunggunya sampai selesai mandi.


"Ini ponsel kamu" Mahendra menyerahkan ponsel Rianti,begitu Rianti keluar dari kamar mandi.


"Kenapa ada sama kamu?" Terima Rianti sambil mendudukkan tubuhnya disebelah Mahendra.


"Tadi ibunya Andika telepon kamu terus,karena kamu sedang tidur jadi saya jawab teleponnya" Jawab Mahendra.


"Begini Rianti...tadi kata ibunya Andika...Andika menghilang dari kemarin siang" Sambung Mahendra.


"Menghilang? Bagaimana mas Andika bisa menghilang,padahal dia sedang dirawat dirumah sakit?" Rianti menatap Mahendra dengan mata menyipit dan kening berkerut.


"Itulah yang sedang diselidiki,kita tunggu saja khabarnya.Menurut saya kemungkinan besar hilangnya Andre ada hubungannya dengan hilangnya Andika."


"Jadi...menurut kamu, mas Andika yang menculik Andre?"


"Bisa jadi...tapi saya sudah melihat rekaman cctv,Andre memang benar telah diculik.Yang terlihat di cctv...penculik Andre itu seorang wanita.Wajahnya tidak jelas terlihat karna memakai masker dan topi.Apakah Andika telah menyuruh wanita itu untuk menculik Andre?" Mahendra mulai berpikir keras.


"Ya Tuhan,jadi Andre beneran diculik?" Wajah Rianti kembali terlihat panik dan sedih.


Ponsel Rianti yang berada di genggamannya berdering,Rianti melihat nama yang meneleponnya,ternyata bu Halimah mamanya Andika.


"Halo ma" Dengan cepat Rianti menjawabnya.


"Rianti,ini mama sayang" Suara bu Halimah terdengar bergetar disertai isak tangis.


"Iya ma,bagaimana mas Andika bisa hilang ma? Padahal dia sedang sakit."


"Andika menghilang dari rumah sakit dengan dibantu seorang wanita yang bernama Anita.Setelah diselidiki pihak berwajib,mereka pergi ke Bali,berdasarkan transaksi lewat mobile banking,Andika memesan tiket untuk dia dan wanita yang bernama Anita itu" Terang bu Halimah.

__ADS_1


"Jadi,kemungkinan besar Andika lah yang menculik Andre.Mama dan papa akan segera berangkat ke Bali,nanti kita bahas di sana masalah ini" Sambung bu Halimah.


"Baik ma,terimakasih ya ma,Rianti merasa agak lega sekarang,Andre ada sama papanya. Tapi Rianti tetap kuatir,apa maksud mas Andika mengambil Andre secara diam-diam" Rianti menarik nafas panjang dan dalam.


Rianti mendekat pada Mahendra dan memeluknya,tentu Mahendra sangat bahagia dan merasa surprise mendapat pelukan secara mendadak dari kekasih hatinya.


Keesokan harinya,bu Halimah dan pak Heriawan sampai di Bali,mereka langsung menuju Resort tempat Rianti dan Mahendra menginap.


Ketika sedang mengobrol bersama ada pesan yang masuk ke ponsel Rianti dari Andika yang berbunyi,"Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Mahendra,saya hanya tak ingin Andre punya papa lain selain saya.Kamu sudah menemukan kebahagiaan dengan pria lain.Biarkan saya bahagia bersama anak kita.Saya janji akan menjaga dan membuat Andre bahagia,jadi jangan cari kami."


Setelah membaca pesan itu dengan bersuara agar bisa didengar oleh keluarga yang hadir,Rianti langsung menghubungi Andika.Tapi ponsel Andika sudah tidak aktif.


"Bagaimana ini ma,pa...ponsel mas Andika tidak aktif.Biarpun Andre ada sama papanya tapi saya tetap merasa kuatir" Rianti memeluk bu Halimah.


"Kamu tenang Rianti,pihak yang berwajib sedang melacak keberadaan Andika,semoga mereka baik-baik saja" Mahendra mengusap pundak Rianti yang sedang dalam pelukan bu Halimah.


"Tapi ini sudah dua hari Andre menghilang,bagaimana saya bisa tenang" Rianti mulai terisak,berat rasanya terpisah dari anak sendiri.


Bu Halimah mengusap usap punggung Rianti dan mengeratkan pelukannya.Dia juga merasakan hal yang sama.Merasa kuatir pada Andika,walau sudah dewasa tapi sedang dalam keadaan sakit.Begitu juga terhadap Andre cucunya.Bu Halimah sangat dekat dengan Andre.


"Kita berdoa ya,semoga Andika dan Andre sehat-sehat saja."


***


Setelah tiga hari hilangnya Andre.Polisi menemukan titik terang.Telah ditemukan sebuah mobil mini bus hasil rental terjatuh di sebuah jurang,sekitar tiga puluh kilometer dari pantai seminyak,tempat resort Rianti dan Mahendra menginap.Di pastikan telah terjadi kecelakaan tunggal.


Pihak yang berwajib telah mengevakuasi mobil tersebut,bersama seorang mayat laki-laki dewasa dan seorang mayat anak laki-laki.


"Rianti,korban itu belum tentu Andre dan Andika" Mahendra memeluk tubuh Rianti yang menangis histeris.


"Ya Allah...tolong lindungi anak hamba,tolong selamatkan Andre...!"


"Hendra...tolong katakan bahwa Andre baik-baik saja.Andre tidak akan meninggalkan saya kan?" Rianti menatap Mahendra dengan air mata bercucuran.


"Sayang...kamu harus kuat ya,saya akan selalu ada di samping kamu.Kalau kamu tidak sanggup untuk datang ke lokasi,lebih baik kita disini saja" Mahendra mengusap air mata Rianti dengan tangannya.


Rianti menggeleng,"Aku harus melihat langsung ke sana untuk memastikan."


Mereka berempat,Rianti,Mahendra,bu Halimah dan pak Heriawan,ikut bersama pihak berwajib berangkat ke lokasi kejadian.


Kurang lebih satu jam perjalanan mereka sampai di lokasi.Terlihat ada beberapa mobil polisi dan ambulan terparkir.Beberapa polisi dan tim dokter otopsi telah siap siaga ditempat.Ada juga beberapa wartawan yang akan meliput.


Bu Halimah dan Rianti saling berpegangan turun dari mobil.Diikuti Mahendra dan pak Heriawan dari belakang.Kedatangan mereka di sambut pihak kepolisian dan tim dokter.


Ternyata kedua korban yang diduga adalah Andika dan Andre telah di evakuasi dari dasar jurang beserta bangkai mobilnya.Mereka telah masukkan kedalam kantung jenazah.


Rianti berusaha untuk kuat dan tegar agar bisa memastikan kedua korban itu apakah benar Andika dan Andre.


Rianti dipeluk oleh Mahendra dan bu Halimah dipeluk oleh suaminya.Mereka berbarengan melihat jenazah yang sudah dibuka lagi kantungnya.

__ADS_1


Bu Halimah seketika langsung pingsan begitu mengenali jenazah Andika.Pak Heriawan segera mengangkat dan membawa istrinya kedalam mobil.


Tak lama kemudian Rianti pun ikut pingsan setelah tau bahwa jenazah anak kecil itu adalah Andre putranya.Rianti sangat mengenal jenazah itu,diperkuat juga dengan pakaian yang terakhir di gunakan Andre.


Pak Hariawan dan Mahendra segera mengurus kepulangan jenazah ke Jakarta agar lebih cepat di kebumikan.


Selama proses pemakaman Mahendra selalu berada disisi Rianti.Setelah selesai,Rianti lebih memilih kembali kerumah kontrakannya.Beruntung masih ada pak de dan bude nya yang menemani.


Hari-hari dilalui Rianti dengan menangis meratapi kepergian Andre.Tak sedikitpun kehadiran Mahendra di gubrisnya.


"Rianti,kamu harus makan,nanti kamu bisa sakit" Mahendra menyempatkan diri untuk melihat keadaan Rianti selepas pulang dari kantor.


Rianti hanya terdiam,pandangannya jauh dan kosong.


"Bude,apa tadi siang Rianti juga tidak mau makan?" Tanya Mahendra pada bude Rianti.


"Iya pak Mahendra,bagaimana ini? Sudah dua hari Rianti begini terus" Bude kelihatan begitu kuatir.


"Sebaiknya Rianti di infus,saya akan panggil dokter untuk merawat Rianti dirumah."


"Benar pak Mahendra,bisa berbahaya kalau Rianti sampai tidak mau makan dan minum" Sahut pak de.


"Tolong jaga Rianti,ya pak de,bude,saya keluar dulu" Mahendra berangkat menuju rumah temannya yang berprofesi sebagai dokter,siapa tau dia punya teman sesama dokter yang bisa membantunya.


Tidak butuh waktu lama,Mahendra mendapatkan dokter yang dia butuhkan,lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan.


Rianti segera di infus oleh dokter,berhubung kondisinya semakin melemah.Yang di kuatir kan dokter,respon Rianti saat di ajak bicara.Rianti hanya diam,atau menangis,terkadang mengamuk sendiri.


"Bu Rianti mengalami kesedihan dan depresi mendalam" Terang dokter setelah melakukan pemeriksan dan observasi.


Hari demi hari berlalu,keadaan Rianti tidak mengalami perubahan hingga membuat Mahendra nyaris frustasi.


Dengan hati yang terasa teriris-iris,Mahendra memandang wajah Rianti yang semakin tirus,dan tubuhnya pun semakin kurus.


Mahendra menggenggam jari jemari wanita yang akan selalu ada dihatinya itu,dan mengecupnya dengan lembut.Tanpa terasa air matanya mengalir sampai mengenai tangan Rianti.Semua yang dilakukan Mahendra tidak direspon Rianti,seolah-olah Mahendra tidak ada didekatnya.


Tiba-tiba Rianti menarik tangannya dari genggaman Mahendra dan menatapnya dengan tajam.Kemudian mendorong tubuh Mahendra sampai terjatuh.


"Pergi...pergi...!" Teriak Rianti sambil menangis.


Mahendra bangkit dan bejalan keluar dari kamar Rianti dengan hati hancur.


"Pak Mahendra,bukannya saya mau mengatur.Sudah hampir sebulan Rianti begini terus.Lebih baik Rianti kami bawa pulang ke kampung,kami akan merawatnya disana" Kata pak de yang duduk disebelah Mahendra diteras rumah.


Mahendra hanya diam sembari memikirkan perkataan pak de.


"Pak Mahendra bisa datang sesekali melihat Rianti nanti kalau sudah dikampung,kami akan selalu memberikan khabar" Sambung pak de.


"Baik pak de,kalau ini yang terbaik menurut pak de,saya akan terima" Mahendra pergi meninggalkan kediaman Rianti menuju apartemennya.Dikamar apartemennya,Mahendra melepaskan tangis dan kesedihan yang dari tadi dia tahan.Seumur hidupnya baru kali ini Mahendra bisa menangis sampai berlinang air mata.

__ADS_1


Keesokan harinya,Mahendra ikut mengantarkan Rianti ke kampung,sebelum dia kembali lagi ke Amerika demi menata hatinya untuk waktu yang tidak ditentukan.


__ADS_2