Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 35


__ADS_3

Mahendra dan Ardi mengantarkan Rianti kerumah kontrakannya.Sampai didepan pintu disambut Andre dan pengasuhnya.


Mahendra memutuskan untuk menghubungi Sania lewat ponselnya agar bisa menemani Rianti.


"San,pulang kerja lo bisa datang ke kontrakan Rianti?"


"Rianti kenapa Hen? Jangan bilang mantan suaminya yang stres itu mengganggu dia lagi?"


"Iya San" Mahendra menceritakan kejadian tadi.


"Benar benar gila ya itu si Andika...yaudah Hen,nanti pulang kerja gua mampir ke kontrakan Rianti.Menurut gua nih ya Hen...lo ungkapkan saja perasaan lo pada Rianti.Dia butuh seseorang yang spesial untuk memberinya support.Dan lo orang yang tepat untuk Rianti."


"Itu menurut lo,belum tentu Rianti mau."


"Lo tenang aja Hen,nanti gua bantu yakinkan Rianti."


"Ok San,terima kasih lo sudah dukung gua" Mahendra mengakhiri pembicaraannya.


Jam tujuh malam Sania datang ke rumah kontrakan Rianti.Dua sahabat itu saling berpelukan.


"Rian,kamu butuh seseorang yang akan melindungi kamu dari Andika...semacam seorang kekasih gitu..." Kata Sania ragu ragu saat mereka sudah berada di ruang tamu.


"Aku belum siap San...aku masih trauma untuk menjalin hubungan dengan pria lain" Mata Rianti menatap Sania dengan sendu.


"Setidaknya untuk dekat dengan seseorang mungkin bisa membuat Andika berhenti mengganggu kamu" Sania terus memberi semangat.


Rianti terdiam sebentar" Apa ada pria yang mau mendekati seorang janda seperti saya?"


"Pasti adalah...salah satunya...Mahendra" Sania menangkap keterkejutan di wajah Rianti.


"Mahendra...? Kamu jangan bercanda ah" Rianti menepuk pelan punggung tangan Sania sambil tertawa kecil.


"Benar Rian,Menurut pandangan aku nih ya sepertinya Mahendra suka sama kamu...kamu nya nya aja yang ga peka."


"Tapi aku belum kepikiran untuk menjalin hubungan dengan pria mana pun San" Rianti menggeleng minta pengertian Sania.


"Aku hanya menyarankan...ada pria baik,tampan menunggu kamu,dan kamu harus tau..." Sania membisikkan sesuatu ke telinga Rianti.

__ADS_1


Mata Rianti terbelalak tidak percaya mendengar apa yang baru saja di bisikkan Sania ke telinganya.


"Kamu serius San?" Rianti masih tidak percaya.


"Sumpah deh Rian,aku ga ngarang ngarang" Sahut Sania.


"Jadi Mahendra suka sama aku sejah kita duduk di bangku SMU?"


Akhirnya Sania membocorkan rahasia terbesar yang disimpan Mahendra selama puluhan tahun.Agar Rianti memikirkan dan memikirkan perasaan Mahendra padanya.


"Coba kamu bayangkan Rian,jarang ada laki laki di dunia ini yang setia menunggu cinta pertamanya,jadi apa yang membuat kamu ragu untuk membalas cinta Mahendra" Sania terus mempromosikan Mahendra.


"Biarkan berjalan apa adanya lah San,kalau memang aku dan Mahendra berjodoh pasti berjodoh tanpa diatur atau direncanakan."


"Tapi setelah ini kamu jangan sampai jaga jarak dengan Mahendra,kamu jangan mencoba menutup pintu hati kamu untuk dia" Sania mengusap bahu Rianti pelan.


"Ok" Rianti manggut manggut.


"Gitu dong...hidup terus berlanjut,kamu harus tetap semangat menata hati dan hidup kamu" Sania memeluk bahu Rianti.


***


Karna kelamaan menunggu Siska pulang kerja,akhirnya Andika mengompres dan mengobati lukanya sendiri.


Ketika hampir ketiduran,Andika mendengar suara motor berhenti di depan gerbang rumah.Andika tau itu pasti Siska pulang di antar ojek online.


Mendengar pintu kamar dibuka,Andika langsung bangun dan duduk diatas kasur.


"Assalamualaikum" Siska mengucapkan salam,bukannya disahut Andika tapi Andika siap siap untuk memarahi Siska.


"Dari mana saja kamu ha?!" Teriak Andika dengan mata melotot.


"Aku pulang kerja mas" Jawab Siska sambil mengambil handuk dari lemari.


"Mana ada orang pulang kerja jam segini,bilang aja kamu kelayapan dengan laki laki lain!"


Siska menghentikan langkahnya yang hendak masuk kamar mandi." Mas! Aku ini istri kamu,tega kamu menuduh aku begitu" Sahut Siska dengan bibir gemetar.

__ADS_1


"Bagaimana saya tidak menuduh kamu,buktinya kamu pulang malam.Ngapain coba kamu di luaran sana kalau bukan cari mangsa."


"Mas...selama kita menikah kamu sibuk memikirkan mba Rianti...dan setelah kalian bercerai pun mas tetap sibuk mencari perhatian mba Rianti.Tidak sedikit pun mas memperhatikan aku,tapi aku tidak pernah protes.Tapi sekarang mas menuduh aku yang bukan bukan tanpa bukti.Aku juga butuh hiburan mas,aku butuh teman untuk berbagi cerita.Aku hanya nongkrong dengan teman teman ku di kafe.Seharusnya mas Andika ngaca sebelum menuduh orang.Sudah jelas mas dan mba Rianti bercerai tapi mas masih saja mengejar ngejar mba Rianti!" Teriak Siska terbata bata dan bibir berkedut.


"Sekarang kamu sudah berani melawan ya...Dasar istri durhaka!" Andika bangkit dari tempat tidur dan...


"Plak! Plak!"


Kedua pipi Siska kena tamparan Andika.Siska terkejut sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas dan perih akibat tamparan Andika.


"Kamu berani menampar saya mas" Kedua pipi Siska mulai basah dengan air mata.


"Itu akibatnya jadi istri pembangkang!" Andika bukannya menyesal tapi merasa apa yang dilakukannya benar.


"Menyesal saya menikah denganmu mas! Lebih baik saya pergi dari rumah ini!" Jerit Siska.


"Pergi saja! Jangan pernah kembali lagi!"


"Oh baik!" Siska mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar sambil menangis.


Andika membanting pintu kamar dengan keras setelah Siska keluar."Sialan...!"


Sampai diruang tamu pak Emir menghalangi langkah Siska.


"Mau pergi kemana kamu?!"


"Siska mau pergi dari rumah ini pak,Siska sudah tidak tahan hidup dengan mas Andika."


"Baru berantem saja kamu sudah mau pergi dari rumah.Kalau kamu pergi dari rumah ini terus kami mau tinggal dimana ha?!"


"Terserah bapak...kalau bapak masih punya otak berpikirlah jangan mengandalkan Siska terus pak Siska capek" Jawab Siska dengan nada agak tinggi membuat pak Emir tersinggung dan marah.


"Kurang ajar kamu ya!' Tangan pak Emir terangkat mau memukul Siska tapi keburu ditahan oleh istrinya.


"Berhenti pak! Cukup ibu saja yang jadi korban pemukulan bapak! Jangan pukul anak kita pak,kasihan dia sudah banyak berkorban untuk kita!" Istri pak Emir menahan tangan suaminya.Pak Emir dan istrinya jadi bertengkar,Siska histeris melihat ibunya jadi sasaran amarah bapaknya.


"Pak berhenti...jangan sakiti ibu...!" Siska menarik bapaknya agar menjauh dari ibunya.

__ADS_1


"Pak...jangan pernah lagi sakiti ibu...Siska janji akan mencari laki laki yang lebih kaya dari mas Andika...Siska akan kasih bapak uang yang banyak" Ucap Siska lirih dengan air mata bercucuran.


__ADS_2