Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 58 Ekstra part


__ADS_3

"Akkhh...Bugh!"


Mahendra berteriak frustasi dan menonjok tembok di depan meja kerjanya.


"Lo kenapa lagi bro,teringat Rianti lagi?" Ardi mengalihkan pandangannya dari layar laptop pada Mahendra yang sedang menyandarkan kepalanya pada dinding.


"Sudah hampir tiga bulan sejak gua ninggalin Rianti,pikiran dan hati gua selalu tertuju pada dia.Bagaimana gua mau fokus kerja Di? Gua nggak bisa begini terus" Mahendra mengusap kasar wajahnya.


"Mendingan lo balik ke Indonesia,nikahi Rianti,lo jadi bisa leluasa ngurusin dia karna udah halal,siapa tau dengan begitu dia bisa sembuh" Ucapan Ardi membuat Mahendra terharu.


"Ide brilian! Kenapa lo nggak bilang dari awal sih Di!" Mahendra mengguncang-guncang bahu Ardi dengan mata berbinar bahagia.


"Mana gua tau,ini juga gua nggak ngerti kenapa gua bisa bilang gitu sama lo" Ardi nyengir sambil menggaruk kepalanya.


"Terima kasih ya Di,gua janji,nanti kalau lo nikah gua yang akan tanggung semua biaya pernikahan lo" Mahendra menagkup kedua pipi Ardi.


"Jangan lebay deh lo" Ardi melepaskan tangan Mahendra dengan ekspresi pura-pura jijik.


"Dah telat,mendingan lo kasih gua mentahnya aja."


"Jangan bilang lo sama Marni udah putus."


"Marina Hen,bukan Marni" Ardi memandang malas pada Mahendra.


"Bukan Putus lagi...Marina menikah dengan pria lain" Tiba-tiba Ardi memeluk Mahendra.


"Di,lo apaan sih...lepas nggak" Mahendra merasa risih dan mendorong tubuh Ardi.


Tapi Mahendra kaget melihat tubuh Ardi yang berguncang,Ardi beneran menangis.


"Ardi" Mahendra balas memeluk tubuh asisten sekaligus sahabatnya itu.

__ADS_1


"Gua turut prihatin dengan kisah cinta lo" Mahendra menepuk-nepuk punggung Ardi.


"Tapi kenapa gua nggak tau" Mahendra melepaskan dirinya dari Ardi.


"Gimana lo mau tau,lo sibuk sama pujaan hati lo" Ardi kembali kemeja kerjanya.


"Kalau boleh tau,kenapa Marina sampai menikah dengan pria lain" Mahendra mendekat ke meja kerja Ardi.


"Gua kurang kaya,lo sih pelit,ngasih gua gaji kecil."


"Pelit apanya,gua udah beliin lo rumah,mobil,gua kira gaji lo itu cukup untuk menghidupi seorang istri dan lima orang anak."


"Marina ketemu dengan pria yang bisa membelikannya rumah sekompleks,mobil Rubicon.Dan bisa menghidupi selusin anak.Gua dimatanya hanyalah pinggiran roti yang tak di anggap" Ucap Ardi dengan melow.


"Gua doakan semoga lu dapat penggantinya dengan cepat."


Ardi menatap Mahendra,"Gua sealiran sama lo bro,pecinta satu wanita seumur hidup" Ardi mengaku dengan bangga.


"Iyalah gua nunggu jandanya.Semoga dia cepat janda."


"Kalau dia jandanya setelah tua?"


"Gua kan tua juga."


"Kalau dia meninggal sebelum menjanda?"


"Gua melajang seumur hidup."


"Tragis banget hidup lo Di" Mahendra memandang pura-pura iba pada Ardi.


"Ngapain jadi ngomongin gua sama Marina sih,lo jadi ga mau pulang ke Indonesia?"

__ADS_1


"Jadilah,sekarang cepat pesan tiket penerbangan yang tercepat ke Indonesia."


"Buat lo doang ya,gua mau stay di sini dulu,untuk menata hatiku yang hancur."


***


"Kami semua setuju dengan rencana kamu untuk menikahi Rianti.Semoga dengan dikelilingi orang yang mencintainya Rianti bisa sembuh dari depresinya" Tanggap pak Heriawan mengenai rencana Mahendra.


"Sebelumnya, Hendra sudah berkonsultasi dengan seorang ustadz,katanya ada baiknya Rianti di ruqyah dan harus sering-sering di dengarkan ayat-ayat suci Al Qur'an biar pikirannya tidak kosong" Ucap Mahendra.


"Kita harus berangkat besok pagi-pagi sekali ke kampung Rianti.Kamu hubungi pak de dan bude Rianti,untuk mencari orang yang bisa meruqyah di sana " Nenek menimpali.


'Iya sudah nek" Sahut Mahendra.


"Baiklah,kita siap-siap yuk" Bu Widya mengajak Elara untuk berkemas.


Sampai dikampung Rianti,mereka disambut oleh pak de,bude,si kembar dan para tetangga.


"Bagaimana keadaan Rianti pek de?" Tanya Mahendra,duduk di samping pak de,sambil memperhatikan wajah Rianti yang sedang melamun.


"Banyak kemajuan nak Hendra,sekarang sudah mau makan minum dan sudah tidak marah tiba-tiba.Tapi masih suka menangis sendiri" Sahut pak de.


Setelah di ruqyah selama hampir dua minggu kesehatan mental Rianti berangsur-angsur mulai pulih.Mahendra juga mendatangkan seorang dokter psikologi untuk memantau perkembangan kesehatan pisik dan mental Rianti.Rianti sudah mau tersenyum,bahkan tidak marah jika Mahendra menyentuh tangannya.Tertawa melihat tingkah lucu si kembar.


Ketika dokter menyatakan Rianti telah sembuh,pak de dan bude mengadakan acara syukuran dengan mengundang semua tetangga dan anak yatim.


Rianti melakukan mandi hadast besar sebelum dia mulai sholat kembali.Semua menangis terharu melihat Rianti sudah menjalani hidup normal kembali.


Seminggu kemudian Mahendra dan Rianti menikah secara sederhana.


"Andre pasti bahagia,bila mamanya bahagia.Andre adalah bekal dan tabungan kamu di akhirat kelak.Dan kita akan menambah lagi anak yang akan menjadi investasi kita di dunia dan akhirat" Bisik Mahendra dengan mesra dan lembut ke telinga Rianti.

__ADS_1


__ADS_2