
Rianti berjalan tergesa gesa tak memperdulikan tatapan aneh dan penuh tanya orang orang pengunjung dan karyawan hotel.Sampai diluar gerbang Rianti naik taxi yang mangkal dipinggir jalan.Pulang menuju rumah mertuanya.
Sampai dirumah bu Ratih terkejut dan kuatir melihat penampilan Rianti.
"Rianti,ada apa sayang,kenapa kamu berantakan begini?"
Rianti memeluk ibu mertuanya" Ma...mas Andika berusaha melecehkan Rianti" Rianti menumpahkan tangis dan sesak didada yang dari tadi dia tahan.
Bu Ratih membalas memeluk Rianti dan membiarkan menantunya itu menangis dalam pelukannya.
Setelah cukup dan merasa lega,Rianti menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.
Bu Ratih merasa syok,mengapa Andika putranya sendiri bisa jadi tak beradab.
"Ma,Andre sudah pulang sekolah,dia baik baik saja kan?"
"Andre ada dikamar,baru aja mama habis jemput dia pulang sekolah."
"Ma,Rianti dan Andre sepertinya tidak bisa tinggal disini lagi,kami akan pindah kerumah kontrakan.Rianti merasa sudah tidak nyaman disini,bisa saja suatu saat tiba tiba mas Andika muncul dan berniat jahat pada Rianti ." Rianti berjalan kekamar untuk mengganti pakaiannya dan menemui Andre.Bu Ratih mengikuti langkah Rianti menuju kamar.
"Bila itu yang terbaik menurut kamu,mama tidak bisa mencegah.Nanti Andika biar papa yang mengurus dia." Bu Ratih membantu Rianti memasukan pakaian mereka kedalam koper.
"Maaf ya ma,Rianti tidak bisa menunggu papa sampai pulang,salam buat papa.Nanti akan Rianti hubungi kalau kami sudah dapat rumah kontrakan" Rianti kembali memeluk bu Ratih.
Sebelum masuk kedalam taxi,Andre memeluk neneknya.Mata bu Ratih berkaca kaca,dia sudah terbiasa sehari harinya dengan Andre.
***
Andika menghubungi Irawan untuk membantunya kerumah sakit."Wan,lo kehotel ini sekarang,tolong bantu gua!" Kata Andika terbata bata sambil menahan rasa sakit di kepala dan keningnya.
"Ngapain lo jam kantor ada di hotel,siang siang bolong lagi?"
"Lo jangan banyak tanya...lo kesini sekarang!"
"Iya iya,gua izin dulu sama bos."
Sampai di hotel"Dika,siapa yang bikin lo sampai begini?" Irawan menuntun Andika keluar dari kamar hotel.
"Ini gara gara lo,tau nggak?!"
"Kok gara gara gua!"
__ADS_1
"Lo jangan banyak ngomong,cepat jalannya sakit nih!"
"Iya iya,dasar teman ga punya akhlak! Lo yang minta tolong tapi lo yang marah marah!"
Irawan mengantarkan Andika sampai rumah sakit.
"Ini lukanya kenapa?" Tanya dokter sambil membersihkan luka Andika.
"Kecelakaan dokter,jatuh dari motor" Jawab Andika sambil meringis menahan perih.
"Oh,sepertinya luka di kening ini agak menganga jadi harus dijahit."
"Lakukan yang terbaik dokter."
"Mungkin nanti ketampanan bapak akan sedikit berkurang akibat bekas luka jahitan.Kalau bapak banyak uang bisa dihilangkan dengan operasi plastik."
"Baik dokter,saya akan ke Korea untuk melakukan operasi plastik dengan dokter yang terbaik."
Sekeluar dari rumah sakit"Wan,gimana nih besok kalau gua ngantor,kan malu gua ada perban di jidat dan kepala gua."
"Baguslah,tadi gua izin sama bos dengan alasan lo kecelakaan,jadi ada buktinya.Siapa tau nanti biaya berobat lo dicover sama perusahaan."
"Benar juga ya,lo memang teman gua yang paling ngertiin gua" Andika menepuk nepuk punggung Irawan.
***
"Iya sayang,tapi untuk malam ini saja ya,besok mama cari rumah kontrakan untuk kita tinggal" Rianti tersenyum senang melihat Andre bahagia.
Rianti memutuskan untuk tinggal dirumah kontrakan di dekat daerah rumah Sania sahabatnya.Sekolah Andre pun ia pindahkan di dekat daerah itu.
Setelah dua hari tidak masuk kerja karna mengurus kepindahan sekolah dan mencari pengasuh untuk Andre,pagi ini Rianti kembali bekerja seperti biasa.
"Bu Rianti,saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa ibu.Pesan pak Mahendra kalau ibu butuh bantuan jangan sungkan sungkan mengatakannya" Sapa Ardi begitu Rianti ada dimeja kerjanya.
"Terimakasih pak Ardi,oiya bagaimana keadaan pak Mahendra?"
"Keadaan pak Mahendra membaik,mungkin dua hari lagi sudah boleh pulang."
***
Pak Arman dan bu Ratih menemui Andika dirumahnya,dengan langkah penuh emosi pak Arman memasuki rumah Andika.Tanpa permisi pak Arman langsung masuk.Kebenaran Andika sedang santai bersama Siska di ruang tamu.
__ADS_1
"Andika...! Teriak pak Arman geram.
"Plak"
Pak Arman menampar Andika sekuat tenaganya sampai tubuh Andika sempoyongan.
"Pa...apa yang papa lakukan! Datang datang bukannya salam dulu tapi malah menampar Andika!" Andika kaget tak terima ditampar di depan Siska.
"Dosa apa yang saya perbuat hingga punya anak sebejat kamu Andika! Kenapa kamu menyakiti Rianti lagi!" Wajah pak Arman memerah menahan amarahnya.
"Papa jangan hanya membela Rianti.Papa tidak lihat kepala dan jidat Andika bocor karna perbuatan Rianti" Andika berusaha membela dirinya sambil memegang kepalanya yang diperban.
"Itu dia lakukan untuk membela diri dari laki laki bejat seperti kamu bodoh!" Pak Arman kembali berteriak.
Bu Ratih berusaha menenangkan suaminya dengan mengusap usap punggungnya.
"Andika,sekarang mama tanya,apa maksud kamu menjebak Rianti di kamar hotel dengan mengatakan Andre di culik.Kamu mau Rianti kembali lagi sama kamu?"
Siska terkejut mendengar pengakuan Andika dan perkataan bu Ratih,sepengetahuannya luka di kepala Andika karna mengalami kecelakaan.Siska memandang Andika penuh kekecewaan,diapun berlari meninggalkan Andika bersama kedua orang tuanya.
"Ma,semua itu Andika lakukan karna masih mencintai Rianti."
"Mama ga habis pikir sama kamu Andika,kamu yang memulai semuanya,kamu yang menyakiti Rianti.Tapi seolah olah kamulah yang tersakiti disini.Seharusnya Rianti membiarkan kamu masuk penjara waktu itu."
"Papa dan mama malu punya anak seperti kamu Andika.Kami tidak mau lagi melihat wajah kamu mulai saat ini" Pak Arman menarik tangan istrinya untuk pergi.
***
Hari yang ditunggu tunggu Rianti akhirnya tiba.Hari yang menentukan status resminya.Sidang putusan gugat cerai Rianti terhadap Andika dihadiri kedua belah pihak dan juga keluarga.
Rianti dan Andre hadir ditemani Sania.Pak Arman dan bu Ratih yang juga hadir langsung memeluk Andre,sudah beberapa hari tidak bertemu pada cucu semata wayang mereka.
Andika hadir bersama Siska.Andika memandangi wajah putranya.Sebenarnya Andika kangen pada Andre tapi dia tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya.
Hakim memutuskan mengabulkan gugat cerai Rianti dengan dengan bukti perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga beserta pernyataan para saksi saksi yang memberatkan Andika.Hakim ketuk palu,Andika dan Rianti resmi bercerai.
Rianti menangis antara bahagia dan sedih.Bahagia dia bisa terlepas dari Andika.Sedih karna tidak menyangka pernikahannya berakhir dengan perceraian yang menyakitkan.
Rianti memeluk Sania dan kedua mertuanya bergantian yang banyak memberi dukungan buat dia.Beda dengan Andika,wajahnya memerah menahan amarah dengan keputusan hakim.Pupus sudah harapannya untuk memiliki Rianti kembali.
Andika kembali bikin ulah,dengan emosi yang meluap luap dia mengangkat kursi yang dia duduki dan yang ada didekatnya kemudian melemparkannya sembarangan.
__ADS_1
Orang orang yang hadir menjerit dan mulai berhamburan keluar ruang sidang.Di tengah kegaduhan yang dia ciptakan di gunakan Andika untuk mengambil Andre yang berdiri di apit kakek dan neneknya.Kemudian menggendong Andre dan membawanya kabur dari ruang sidang.