Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 46


__ADS_3

Rianti melangkahkan kakinya menuju stasiun trans Jakarta yang letaknya tidak begitu jauh dari kantornya.Mendudukkan tubuhnya di bangku stasiun.Tanpa memperdulikan orang yang lalu lalang.Pikirannya mulai melayang memikirkan perkataanya tadi pada Mahendra.


Rasa bersalah menyelimuti dirinya.Menerima cinta Mahendra dan memutuskannya dalam waktu singkat.Rianti tau dia bersalah tapi itu lebih baik dari pada merusak hubungan ibu dan anak.


Tapi sudahlah,ini sudah takdirnya,lebih baik memikirkan bagaimana untuk mendapat pekerjaan secepat mungkin.Rianti menaiki bis trans Jakarta yang berhenti.Entah jurusan kemana terserah,dia hanya ingin menghilangkan suntuknya untuk saat ini.


Mahendra menaiki lift untuk sampai ke ruangannya kembali.Langkahnya serasa melayang,tubuhnya lemah seakan tak bertulang.Tapi dia berusaha untuk kuat,jangan sampai ketahuan kalau sedang patah hati.Mahendra berjalan memasuki ruangannya dan mengambil jasnya yang tadi dia letak di sandaran kursi kerjanya.Kemudian berjalan kemeja Ardi.


"Ardi,gua nggak bisa ngantor hari ini,lo handle semua pekerjaan kantor.Malamnya lo datang ke apartemen gua!" Mahendra jalan tanpa menunggu jawaban Ardi.


Ardi memandang punggung Mahendra dengan melotot" Parah lo Hen,ngasih kerjaan semaunya,malamnya gua di suruh ke apartemen lo lagi.Emangnya gua robot?!"


Mahendra masuk kedalam apartemennya,dia butuh waktu untuk sendiri.Merbahkan tubuhnya diatas kasur nan empuk tidak membuatnya nyaman.Kata-kata Rianti terus terngiang ngiang ditelinga nya.


Mahendra bangkit dari tempat tidur,membuka pakaian kantornya,mengganti dengan kaos oblong dan celana training.


Mahendra mengambil gitarnya yang ada dipojok kamarnya.Membawanya ke kasur dan mulai memainkannya.


Mahendra menyanyikan lagu patah hati yang mewakilkan suasana hatinya saat ini.Dengan penuh penghayatan dia menyanyikan lagu dari grup mudik Dewa yang berjudul Pupus sambil membayangkan wajah Rianti.


Lagu kedua yaitu dari grup musik Samsons yang berjudul Kenangan Terindah.Semua kenangan saat bersama Rianti menari nari didepan matanya. Mahendra sangat mahir bermain gitar.Suaranya pun lumayan bagus.Dia adalah seorang sosok yang romantis.Kaum hawa yang melihat Mahendra bernyanyi sambil memetik gitar di jamin tergila gila,mengingatkan kita dengan sosok penyanyi dari Amerika Tomy Page.


Lagu ketiga berjudul Paintings In My Mind-nya Tomy Page.Belum selesai menyanyikan lagu tersebut,Mahendra tiba-tiba terdiam.Hatinya terasa hancur dan sakit.


Malam harinya Ardi datang ke apartemen Mahendra,dia tahu Mahendra sedang membutuhkan dirinya untuk curhat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi antara lo dengan Rianti bro?" Tanya Ardi sambil membuka lemari pendingin untuk mencari cemilan.


"Rianti mutusin gua."


"Serius lo Hen?' Ardi melihat kearah Mahendra.Niatnya mengambil cemilan jadi batal.


"Alasannya kenapa,dan kenapa tiba-tiba? Bukannya lo baru kemarin ngajak dia kerumah orang tua lo?" Kini Ardi duduk di sofa disebelah Mahendra.


"Rianti bilang dia hanya pura-pura suka sama gua,dia terima gua karna rasa kasihan."


"Dan lo percaya begitu saja Hen? Menurut yang gua lihat nih ya,Rianti juga suka sama lo.Itu terlihat dari cara dia memandang lo.Jadi lo harus cari tau apa penyebab sebenarnya."


"Lo yakin Di?"


"Yakinlah! Gua aja yakin masa lo yang ngerasain sendiri nggak yakin" Ardi menyemangati Mahendra.


"Gua Bukan bodoh,gua cuma sedang nggak bisa mikir" Mahendra balik memukul Ardi.


"Itu sama aja dodol.Memang sih biasanya orang yang sedang jatuh cinta dan putus cinta sama-sama nggak bisa mikir,persis kaya lo ini" Ardi berlari sambil tertawa menghindar saat Mahendra mau memukulnya lagi.


***


Keesokan paginya sebelum berangkat kekantor,Mahendra mampir ke rumah Rianti.


Rianti terkejut saat membuka pintu tiba-tiba Mahendra ada di teras rumahnya.Mahendra begitu gagah dengan pakaian kantornya.Tubuhnya yang tinggi atletis sangat keren menggunakan stelan jas berwarna sbu muda.Rianti sungguh terpesona.Niat hatinya ingin keluar untuk melamar pekerjaan jadi batal.

__ADS_1


"Hendra,kenapa kamu pagi-pagi ada di depan rumah saya?"


"Rianti,saya mau bicara."


"Tidak ada lagi yang mau dibicarakan antara kita,sebaiknya kamu pulang"Sahut Rianti ketus.


Mahendra memandang Rianti tanpa berkedip,terlihat jelas berjuta kerinduan ada dimatanya.Dan tiba-tiba Mahendra memeluk Rianti.


"Sayang,aku sangat merindukanmu,aku tak bisa hidup tanpa kamu."


Rianti kaget dan dengan cepat mendorong tubuh Mahebdra.Takut ada tetangga yang melihat,terutama para ibu-ibu tukang gosip.


"Hendra,tolong jangan begini,tolong jangan menyusahkan saya.Lebih baik kamu pulang sekarang,nggak enak dilihat orang!"


"Rianti...aku mencintai kamu dengan seluruh jiwa ragaku,kumohon kembalilah padaku."


"Tapi aku tidak mencintaimu Mahendra...aku minta maaf telah membuatmu kecewa."


"Tidak mengapa kamu tidak mencintai aku,cukup aku saja yang mencintai kamu.Yang penting kamu selalu ada di sisiku."


"Tapi aku tidak bisa Hendra,aku tidak bisa menjalin hubungan tanpa cinta."


"Apa tidak ada sedikit pun rasa cinta atau suka di hatimu untukku?"


"Tidak ada,jadi pulanglah dan jangan pernah temui saya lagi!" Kata Rianti penuh penekanan.

__ADS_1


Hati Mahendra benar-benar terluka" Baik...baiklah...kita putus...maaf sudah mengganggu pagi mu" Ucap Mahendra terbata bata sambil melangkah mundur.Kemudian memutar badannya dan berjalan dengan cepat menuju mobilnya.


__ADS_2