Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 34


__ADS_3

Ternyata diam diam Mahendra mengikuti Rianti saat ke toilet.Dia kuatir Andika melihat Rianti dan melakukan sesuatu yang buruk padanya.


Kekuatirannya terbukti,Mahendra menemukan Andika sedang berusaha mencumbu Rianti.Rianti tampak meronta ronta dalam kungkungan Andika.


Dengan emosi yang meluap luap Mahendra menarik dengan keras krah kemeja Andika dari belakang hingga leher Andika nyaris tercekik.


"Aagg...Aaggg..."Andika memegang lehernya.


Mahendra memutar badan Andika menghadapnya dan memberikan pukulan bertubi tubi kewajah Andika.


"Bug...bug...bug!" Badan Andika terhuyung kebelakang karna kerasnya pukulan Mahendra.


Andika mengerjap kerjapkan matanya yang terasa perih.Ketika tau yang memukulnya adalah Mahendra,Andika berniat balas memukul Mahendra.Belum sempat Andika membalas,Mahendra kembali memukul Andika tepat mengenai tulang selangkanya.


"Bug!"


Tubuh Andika sempoyongan dan jatuh terduduk dilantai.

__ADS_1


"Akkhhh...!'Andika menjerit kesakitan sambil memegang tulang selangkanya.


Mahendra menghampiri Rianti yang sedang menangis,dengan duduk jongkok dilantai.Mahendra membantu Rianti berdiri,membawa Rianti sebentar dalam pelukannya.Kemudian Mahendra membawa Rianti pergi meninggalkan tempat itu sebelum Andika bangkit dan membalas memukulnya.


Sampai di restoran,Ardi bingung penuh tanya melihat Mahendra memeluk bahu Rianti yang masih menangis.Tapi dia tidak berani bertanya sebelum Mahendra sendiri yang cerita.


"Ardi,lo yang nyetir mobil gua,kita antar Rianti pulang!" Mahendra melempar kunci mobilnya pada Ardi.


Ardi menangkap kuncinya dan berjalan menuju parkiran.Mahendra mengikuti dari belakang bersama Rianti.


Mahendra menuntun Rianti masuk kedalam mobil dan..."


Andika tiba tiba datang dan menendang pintu mobil,Mahendra menjerit kesakitan,kepalanya terbentur atap mobil dengan keras.Rianti menangis dengan histeris sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Andika menahan pintu mobil dengan kakinya,Mahendra berusaha mendorong pintu dengan badannya.


Melihat atasannya tak berdaya,Ardi keluar dari mobil untuk memberi bantuan.Dan menendang punggung Andika dengan sepatu pantofel nya.

__ADS_1


"Aaahhh...!" Andika merasakan sakit dan perih pada tulang punggungnya.


Dengan cepat Mahendra mendorong pintu mobil yang menyebabkan Andika jatuh terlentang dilantai.


Mahendra menarik dasi Andika" Pak Andika! Saya akan melaporkan dan menyeret anda kekantor polisi bila anda masih berani mengganggu bu Rianti!" Ancam Mahendra sambil mengencangkan tarikannya pada dasi Andika.


"Atas dasar apa anda melaporkan saya ke polisi,saya tidak pernah buat masalah dengan anda pak Mahendra.Anda saja yang selalu ikut campur dengan urusan saya dengan Rianti" Andika menahan dasinya yang ditarik Mahendra.


"Oh baiklah...apa anda pura pura lupa pernah membuat saya kecelakaan dengan berhenti mendadak didepan mobil saya?!" Andika terdiam.


"Kecelakaan yang menyebabkan tulang kaki saya retak dan saya harus menjalani operasi" Sambung Mahendra.


Wajah Andika memucat mengingat kejadian itu,tidak menyangka Mahendra masih mengingatnya.


"Saya tidak main main dengan perkataan saya!" Mahendra melepaskan dasi Andika dan berdiri kembali masuk ke dalam mobil.Didalam mobil,Mahendra membawa kepala Rianti kedalam dadanya. Mahendra melakukannya semata mata karna iba pada Rianti.Sungguh malang nasibnya setelah bercerai masih saja diganggu oleh mantan suaminya.Rianti menumpahkan tangis dan kesedihannya didada Mahendra,dia butuh seseorang tempat untuk bersandar.


Ardi melihat Mahendra memeluk Rianti,dia juga merasa iba melihat Rianti,isak tangisnya begitu menyayat hati.Rianti terlihat begitu rapuh.

__ADS_1


"Aaarrggg...sialan...!" Andika bangkit dengan susah payah.Andika masuk kedalam mobil dan mengarahkannya menuju pulang kerumah.


"Hari ini terpaksalah pulang kerumah,nginap dihotel terus bisa bangkrut gua.Mana tabungan sudah habis" Andika merebahkan kepalanya diatas stir mobil dengan frustasi.


__ADS_2