Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 56


__ADS_3

"A-Andre...hi-hilang?" Rianti merasakan detak jantungnya seakan berhenti,nafasnya terasa sesak.Wajahnya pucat pasi,tubuhnya mulai gemetar,tubuhnya tiba-tiba lemah seakan tak bertulang.


Mahendra yang berada disebelahnya juga merasakan hal yang sama dengan Rianti.Dengan kekuatannya yang masih tersisa,Mahendra menopang tubuh Rianti agar tidak terjatuh.


"Bagaimana bisa sampai hilang mba? Hilangnya dimana?" Tanya Rianti dengan tersendat-sendat.


"Di situ bu" Mba pengasuh Andre menunjuk tempat dekat tangga resort dengan mata berkaca-kaca.


"Tadi habis makan,saya mau ambilkan minum,pas saya balik Andre nya sudah nggak ada.Sudah saya cari kemana-mana nggak ketemu" Kini tangis mba itu pecah.


Mendengar suara rame,bu Widya dan pak Heriawan yang sedang ngobrol dengan koleganya datang.


"Ada apa Rianti?" Bu Widya terlihat cemas.


"Kata si mba,Andre hilang bu" Mahendra yang jawab.


"Ya Allah hilang dimana?!" Bu Widya pun tampak mulai histeris.


"Semua tenang,kita cari bersama.Semoga Andre ada di dekat-dekat sini.Saya akan meminta pihak resort untuk mengerahkan bagian keamanan untuk membantu mencari Andre" Ucap pak Heriawan


Seketika suasana yang tadinya penuh canda dan tawa berubah menjadi riuh dan gaduh.Semua tamu yang masih hadir ikut membantu mencari Andre.


"Sayang kamu harus tenang,biar kita bisa mencari Andre" Mahendra berusaha membuat Rianti tenang.


Mereka berdua berlari mengelilingi dan memeriksa setiap sisi dan sudut resort.Pantai di dekat resort pun di telusuri.


"Andreee...!" Teriak Rianti merasa putus asa,setelah hampir dua jam bolak balik menyusuri dan memeriksa tempat yang sama,keberadaan Andre tidak ditemukan.

__ADS_1


"Andreee...dimana kamu nak...!" Rianti terus berteriak histeris.Mahendra sampai kewalahan menenangkan Rianti.


Tubuh Rianti benar-benar melemah,kepalanya pun berasa berat dan pusing.Rianti pingsan di pelukan Mahendra.


Mahendra dengan cepat menggendong tubuh Rianti dan membawanya ke kamar.Dikamar itu sudah ada pak de,bu de dan juga si kembar.


"Rianti pingsan" Mahendra meletakkan tubuh Rianti keatas tempat tidur.


"Ya Allah,Rianti...kasihan sekali kamu nduk,semoga Andre cepat ditemukan.Bu de mengambil minyak angin yang ada di dalam tasnya dan mengoleskan minyak angin ke tengkuk,pelipis Rianti sambil memijatnya perlahan.Tidak lupa juga mengoleskan minyak angin di bawah hidung Rianti agar cepat siuman.


Benar saja tak lama kemudian Rianti sadar dari pingsannya.Ingatannya langsung tertuju pada Andre yang hilang.


"Andre,mana Andre,kasihan dia sendirian diluar sana,hari sudah malam" Dengan cepat Rianti bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar tanpa memperdulikan orang di sekelilingnya.


"Andre...dimana kamu nak!"


"Rianti...tunggu...!" Mahendra mengejar Rianti yang terus berlari dan berteriak memanggil Andre.Kekuarga yang lain semua ikut menyusul mengejar Rianti.


Mahendra mempercepat larinya,saat Rianti berlari menuju arah pantai."Rianti,tunggu!" Mahendra menangkap dan memeluk tubuh Rianti dengan kencang.


"Lepaskan...saya mau mencari anak saya!" Rianti berontak dan memukuli tubuh Mahendra.


"Ini sudah malam Rianti,saya sudah mengerahkan polisi untuk mencari Andre."


"Justru karna ini sudah malam,saya harus menemukan Andre.Kasihan dia,pasti dia ketakutan...pasti dia kedinginan...kelaparan...lepaskan...saya mau mencari anak saya!" Suara jeritan histeris Rianti begitu menyayat hati.


"Rianti,jangan begini sayang,saya ngerti perasaan kamu" Tubuh Mahendra terlihat berguncang menahan tangis.Hatinya begitu sedih dan hancur.

__ADS_1


"Kamu nggak akan pernah ngerti perasaan aku,karna Andre bukan anak mu.Lepasss!" Rianti menggigit tangan Mahendra.


"Aww!" Mahendra mengaduh kesakitan,reflek tubuh Rianti terlepas dari pelukannya.


Kesempatan itu di gunakan Rianti untuk lari,tapi baru beberapa langkah dia terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Tolong hubungi dokter terdekat ayah!" Pinta Mahendra pada ayahnya. Mahendra mengangkat tubuh Rianti dan membawanya kembali ke dalam kamar.


Setelah dokter datang,dengan terpaksa Mahendra meminta dokter untuk menyuntik bius Rianti.


Sampai keesokan pagi,keberadaan Andre belum ditemukan.


Ponsel Rianti yang berada di dalam tasnya berdering.Mahendra meraih tas itu yang berada di samping Rianti yang masih tertidur nyenyak.Karna ponsel itu terus berdering tak berhenti,Mahendra mengambilnya.Ternyata yang menghubungi Rianti adalah bu Halimah mamanya Andika.


Karna tidak ingin mengganggu tidur Rianti,Mahendra berinisiatif mengangkat panggilan dari bu Halimah.


"Halo bu,selamat pagi"


"Pagi,ini dengan nak Mahendra ya,maaf mengganggu...bisa ibu bicara dengan Rianti" Suara bu Ratih terdengar cemas.


"Tapi bu...Rianti nya sedang tidur" Ucap Mahendra ragu.


"Apa nggak bisa di bangunkan,ini penting sekali nak Mahendra."


Mahendra benar-benar tidak tega membangunkan Rianti."Begini bu...Andre...tadi malam...hi-hilang.Jadi Rianti---"


"Apa...??? Andre hilang....??? Ya Allah...!" Bu Halimah terdengar menjerit histeris dari sebrang telepon.

__ADS_1


"Nak Mahendra...Andika pun menghilang dari kemarin siang...!" Kini yang terdengar tangis bu Halimah.


__ADS_2