Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 59 Ekstra part


__ADS_3

Setelah empat bulan menikah


"Akhirnya kue buatan kita jadi kak!" Kata Elara seraya mengamati kue tart yang siap dihias.


"Iya,akhirnya kita berhasil setelah berapa kali gagal" Jawab Rianti sambil tertawa.


Saat ini mereka tengah berada dapur khusus untuk membuat kue.


"Nanti kak Hendra jemput ya?" Tanya Elara yang mulai menghias kue dengan whipped cream.


"Iya,mungkin sebentar lagi sampai" Jawab Rianti seraya melirik jam di pergelangan tangannya.Saat ini sudah jam lima sore,tadi Mahendra sempat memberi khabar kalau dia akan sampai di rumah ibunya sekitar pukul lima.


"Nanti kak Hendra suruh cobain kue bikinan kita ya.Pasti dia suka."


"Iya pasti dia suka,kakakmu itu memang paling suka sama kue yang manis-manis."


"Tadaaa...,udah jadi" Ucap Elara menunjuk kue tart yang sudah dihiasi dengan whipped cream dan buah ceri.


"Kelihatan cantik dan enak" Kata Rianti senang.


"Sebelum kita potong dan kita bagi,baiknya kita photo dulu ya kak?"


"Iya" Jawab Rianti mengangguk semangat.


Kemudian Elara mulai memotong kue itu menjadi beberapa bagian.Kemudian meletakkan beberapa potong diatas piring ceper.


"Kak,aku antar kue ini dulu kedepan ya,nanti aku bantuin cuci peralatan kuenya" Elara berjalan meninggalkan dapur.


Ketika Rianti hendak mencicipi kue tart yang di tangannya,tiba-tiba saja tangannya disambar dari arah samping,yang membuat potongan kue itu masuk ke mulut seseorang.


"Hendra!" Tegur Rianti kaget dengan kehadiran suaminya secara tiba-tiba.


"Enak" Komentar Mahendra ringan seraya mengunyah kue yang baru saja masuk ke mulutnya.


"Iyalah" Balas Rianti menyombongkan diri.


Mahendra tersenyum lalu memeluk Rianti dari samping.Pria itu mencium sisi kepala Rianti,menghirup aroma wangi sampo rambut istrinya.


"Capek nggak?" Tanya Rianti,di jawab Mahendra dengan gelengan.


"Mau ngajak kemana?" Mahendra balik tanya


"Nonton bioskop,ada film bagus.Tapi film romance."


"Jangan deh,aku nggak begitu suka film romance,bawaannya ngantuk.Memang nggak ada film action?"

__ADS_1


Jawaban Mahendra itu membuat Rianti mengerucutkan bibir."Tapi kan filmnya bagus."


"Genre yang lain deh,asal jangan romance" Balas Mahendra seraya memeluk tubuh Rianti dari belakang,tangannya berada tepat di perut Rianti."Kamu kayaknya agak gendutan?"


Mendengar itu membuat Rianti melepaskan dirinya dari pelukan Mahendra."Agak gendutan?" Tanya Rianti tidak percaya.


"Maksud saya---"


"Kalau memang nggak mau nonton ya udah.Nggak perlu bilang saya gendutan!" Potong Rianti kesal.


"Nyebelin banget" Omel Rianti berjalan menjauh dari Mahendra.


"Nggak gitu sayang" Ucap Mahendra,mendekat pada Rianti."Ayo nonton film yang kamu mau."


"Nonton aja sendiri!' Rianti melangkah keluar dari dapur.


Mahendra menghela nafas dalam sambil geleng-geleng kepala.


***


Rianti terbangun ditengah malam.Ditatapnya langit-langit kamar yang tampak gelap.Lalu menoleh pada suaminya yang tertidur pulas di sampingnya.Rianti masih kesal dengan komentar Mahendra tadi sore.Tapi ketika melihat wajah Mahendra yang begitu polos dan tampan ketika tidur,entah kenapa rasa kesal itu tiba-tiba luruh.Meski begitu,dirinya tetap saja kehilangan rasa percaya karna dibilang gendut oleh suaminya sendiri.


Rianti menyingkap selimut lalu perlahan bangkit dari kasur menuju kamar mandi.Ia berdiri di depan cermin besar yang ada didalam kamar mandi,yang menampilkan pantulan dirinya dari kaki sampai kepala.Kalau dilihat,Rianti memang tampak lebih gemuk.Memang belakangan Rianti jadi punya hobi makan.Habis dirinya tidak punya kegiatan selain makan dan tidur,karna Mahendra melarangnya untuk bekerja.


Lalu tiba-tiba Rianti teringat sesuatu,sepertinya bulan ini dia belum datang bulan.Apa jangan-jangan,perutnya kelihatan gendut bukan karena lemak tapi karena sedang hamil.


Buru-buru Rianti menelepon pak satpam yang sedang berjaga didepan rumah,dan memintanya untuk membeli beberapa alat test kehamilan di apotik yang buka dua puluh empat jam.Tak peduli pak satpam itu akan merasa malu disuruh beli alat test kehamilan.Sambil menunggu pesanannya datang,Rianti hanya bisa mondar-mandir dikamarnya sambil membayangkan kemungkinan apa saja yang ada di dalam perutnya.


Lalu sekitar tiga puluh menit pesanannya datang,buru-buru dia keluar rumah untuk mengambil pesanannya.


Sampai dikamar,Rianti terdiam seperti sedang berpikir.Berdasarkan pengalamannya,memeriksa kehamilan lebih akurat di pagi hari setelah bangun tidur,sebelum makan dan minum apapun.Akhirnya Rianti menunggu sampai pagi tiba,dia tidak dapat memejamkan matanya sampai pagi.


Saat azan berkumandang,Rianti dengan cepat bangkit dari tempat tidur.Saat akan masuk kamar mandi,Rianti mendapat Mahendra sudah bangun dan bersiap masuk kedalam kamar mandi.


"Aku duluan" Seru Rianti,bergegas memasuki kamar mandi.


Mahendra yang berdiri di depan kamar mandi menatapnya kebingungan.


Dikamar mandi,Rianti mencoba testpack yang telah dibelinya.Rianti merasa jantungnya berdegup lebih cepat.Dia merasa bersemangat sekaligus takut.Dengan perasaan campur aduk Rianti melihat hasil testpack.


"Dua garis" Gumamnya menatap dua garis merah yang ada di testpack.Kini jantungnya seakan mau meledak karena luapan emosi.Karna takut salah,Rianti mencoba dua alat test yang lain yang dia beli.Kedua hasil testpack itu pun sama,dua garis merah muncul.


"Sayang" Panggil Mahendra dari luar pintu kamar mandi."Kamu nggak apa-apa kan?"


Rianti terisak menatap ketiga testpack yang ada di tangannya.Dirinya akan menjadi seorang ibu lagi.

__ADS_1


"Sayang" Panggil Mahendra lagi terdengar kuatir.


"Kamu nangis? Kamu kenapa?"


Rianti hanya menatap daun pintu kamar mandi tanpa punya tenaga untuk bangkit.Kakinya terasa lemas tak bertenaga.Dengan susah payah Rianti bangkit dan berjalan dengan pelan keluar dari kamar mandi.


"Ya Tuhan,Rianti,kamu kenapa?!" Suara Mahendra terdengar frustasi.


"Aku nggak gendut" Jawab Rianti disela tangisnya.


"Ya Tuhan,Rianti,kamu sedih gara-gara omongan saya kemarin? Saya nggak bermaksud ngatain kamu gendut.Saya nggak masalah dengan perubahan fisik kamu Rianti."


Rianti menarik nafas dalam mencoba menenangkan diri.


"Sayang,saya minta maaf kalau saya nyakitin hati kamu" Mahendra menarik Rianti kedalam pelukannya.


"Perasaan saya nggak akan berubah kalaupun nanti fisik kamu berubah.Saya cinta kamu dan cinta saya nggak sesempit itu."


Rianti mendorong tubuh Mahendra dan melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Aku nggak gendut,yang ada di dalam perutku ini bukan lemak."


"Saya tau,saya nggak perduli.Saya---"


"Ada dedek bayi."


"Hah? Ada dedek bayi.Dimana dedek bayi?" Tanya Mahendra bingung.


Rianti meyerahkan testpack yang dia pegang kepada Mahendra.Suaminya itu tampak begitu terkejut.


"Ada bayi kita diperut " Rianti tersenyum bahagia sambil mengusap perutnya.


Mahendra seakan menjadi patung untuk sesat.Pria itu terdiam menatap test pack dan Rianti secara bergantian.


"Kamu hamil?" Tanyanya dengan sedikit gemetar,Rianti mengangguk.


"Kamu akan jadi ayah" Rianti merasa bahagia melihat reaksi Mahendra.


Mahendra mengangguk senang,dan menatap Rianti dengan sorot penuh cinta dan kasih sayang.Membuat Rianti merasa sangat berharga begitu dicintai Mahendra.


"Terimakasih,sayang" Kata Mahendra kembali memeluk Rianti.


"Terimakasih juga,Hendra" Rianti menyandarkan kepalanya dengan nyaman didada suaminya.


Mahendra melepaskan pelukannya dan beralih mengecup dengan lembut bibir Rianti.Dalam hatinya,bersyukur atas kehadiran Rianti dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2