Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 29


__ADS_3

Sekitar jam sebelas,Andika izin pada atasannya untuk pulang lebih awal karena ada urusan keluarga yang urgent.Dia mengarahkan mobilnya menuju kantor Rianti.Lima belas menit kemudian mobilnya sudah ada di pelataran gedung perkantoran tempat Rianti bekerja.


Andika menelepon Rianti dan mengatakan Andre telah diculik saat sedang jam istirahat disekolah.Dengan jiwa seorang ibu menyangkut keselamatan anaknya tanpa berpikir lagi Rianti izin pada Ardi dan mengatakan kalau anaknya diculik.


Ardi menghubungi Mahendra dan memberitahu kalau anaknya Rianti di culik.


Rianti berlari sambil menangis menuju mobil Andika. Tanpa menaruh curiga sedikitpun pada Andika Rianti masuk mobil.


"Mas,bagaimana keadaan Andre...siapa yang menculiknya,dimana Andre sekarang?!" Tanya Rianti begitu didalam mobil.Rianti begitu kuatir,tubuhnya sampai gemetaran.


"Mas ga tau siapa yang menculiknya,penculiknya menyuruh datang ke tempat dia menyembunyikan Andre" Jawab Andika pura pura kuatir.


"Ayo mas cepat! Lebih ngebut lagi,pasti Andre ketakutan!"


"Iya Rianti,ini mas sudah ngebut.Kamu yang sabar ya...banyak berdoa biar Andre selamat."


"Ayo mas cepat...!" Ya Allah lindungilah Andre,selamatkan dia dari orang jahat.


Andika melirik pada Rianti yang duduk disebelahnya,ada senyum kemenangan di bibirnya.


Badan Rianti semakin gemetaran,kedua tangannya saling bertaut dengan kencang,air matanya semakin deras.


"Mas,apa penculiknya minta uang tebusan?" Rianti teringat kebanyakan penculik motifnya uang.

__ADS_1


"Iya,kamu tenang saja,mas sudah menyiapkan uang tebusannya."


Tak lama kemudian mobil masuk ke area perhotelan." Mas,penculiknya menyembunyikan Andre di dalam hotel?" Rianti tidak curiga sedikitpun,dia hanya ingin anaknya selamat.


"Iya,penculiknya menyekap Andre di kamar hotel." Andika telah menyewa sebuah kamar hotel terlebih dahulu untuk melancarkan aksinya.


Saat mobil telah sampai diparkiran,dengan cepat Andika turun,membuka pintu untuk Rianti.


Rianti merasa tubuhnya tidak bertenaga,kepalanya pusing akibat terlalu lama menangis.Pandangan matanya pun mulai blur.Rianti hampir jatuh saat menapakkan kakinya ketanah.


Dengan sigap Andika membopong Rianti kemudian membawanya ke kamar hotel.Rianti hanya bisa pasrah,yang penting bisa ketemu Andre.


Rianti mulai curiga waktu Andika menempelkan kartu akses masuk kamar.Tapi terlambat,Andika telah membawanya kekamar dan melemparkannya ketempat tidur.


Andika berjalan ketempat tidur mendekat pada Rianti dan menyeringai penuh kemenangan dan nafsu.


"Iya,aku menjebak istriku sendiri.Ternyata kamu lebih bodoh dari yang aku kira Rianti" Andika terus mendekat.


"Mau apa kamu mas!" Rianti mulai ketakutan,mengambil bantal yang ada didekatnya dan melemparkan pada Andika.


"Brengsek kamu mas,kamu manfaatkan Andre untuk menjebak aku...! Teriak Rianti.


"Hanya ini cara agar aku bisa dekat dengan kamu istriku...aku sangat merindukan mu sayang...terutama tubuhmu" Andika kembali menyeringai.

__ADS_1


Rianti kembali meraih bantal dan melemparkannya ke wajah Andika.Rianti berdiri dan melompat dari atas tempat tidur untuk melarikan diri.Dengan cepat Andika menangkap Rianti dan kembali melemparnya keatas tempat tidur.Andika langsung menindih tubuh Rianti.Menekan kedua tangan dan menjepit kaki Rianti agar leluasa menciumnya.


Merasa jijik dengan aroma mulut Andika,Rianti mengigit bibir Andika dengan sekuat tenaganya.Andika reflek melepaskan ciumannya dan turun dari badan Rianti.Kesempatan itu digunakan Rianti untuk kabur,tapi Andika dengan cepat menarik kemeja Rianti dengan keras hingga kemeja itu sobek.Rianti jatuh tertelungkup dikasur,dan langsung di tindih lagi oleh Andika.Karna posisi Rianti telungkup dia agak susah untuk melawan Andika,tubuhnya seakan terkunci.


Tak ada perlawanan dari Rianti,Andika menarik kemeja Rianti sampai terlepas dan melorotkan rok beserta dalaman Rianti sekaligus.


Saat Andika berusaha membuka pakaiannya,tenaga Andika agak berkurang menindih tubuh Rianti, kesempatan itu digunakan Rianti untuk membalikkan badannya.Andika kewalahan saat akan membuka celana panjangnya,karna tangan dan kaki Rianti meronta ronta.


Andika akhirnya berhasil membuka **********,hasratnya telah menggebu gebu.Wajahnya merah dan tubuhnya menggigil menahan nafsu yang telah mencapai ubun ubun.Andika mulai menggesek gesekkan benda pusakanya pada area sensitif Rianti.


Gesekan gesekan itu membuat Rianti berubah menjadi beringas.Lampu meja yang ada di meja sisi tempat tidur berusaha dia gapai.Andika yang fokus dengan birahinya tidak menyadari Rianti berhasil menggapai lampu meja.Dengan sekuat tenaga Rianti memukulkannya ke kepala Andika.


"Brak!"


"Akkhh!"


Andika menjerit kesakitan memegang keningnya.Rianti kembali memukulkan ke kepala Andika lebih keras dengan segenap tenaga dan emosinya.


"Akkhh!"


Andika kembali menjerit kesakitan memegang kepalanya yang mengeluarkan darah.Andika terjatuh dari tubuh Rianti keatas kasur sambil memegang kepalanya.


Rianti bangkit dari tempat tidur,mengambil dalaman dan roknya dan memakainya dengan tergesa gesa.Karna kemejanya sudah sobek tak karuan,Rianti mengambil bathrope dari lemari dan memakainya.Tak perduli nanti bagaimana pandangan orang dan apa kata orang melihatnya memakai bathrope keluar.Yang penting tubuhnya tertutupi.

__ADS_1


Rianti langsung berlari keluar dari kamar hotel tanpa memperdulikan Andika menjerit minta tolong.


__ADS_2