Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 54


__ADS_3

"Ma,Sabtu depan kami mau ke Bali.Mahendra berencana membuat acara pertunangan kami disana.Rianti merasa nggak enak sama mama dan papa.Mas Andika sedang dirawat di rumah sakit,tapi Rianti malah pergi ke Bali" Ucap Rianti saat menemui bu Halimah di rumah sakit.


"Jangan begitu sayang,hidup terus berlanjut,kamu harus meraih kebahagiaan kamu.Oiya,pak de dan bu de kamu jadi datang?"


"Jadi ma,bahkan cucu mereka,si kembar Nayla dan Kayla ikut juga.Mereka semua sudah datang dari kampung,sekarang dirumah kontrakan Rianti."


"Syukur deh,mama senang mendengarnya.Jadi ada yang mendampingi kamu nanti di Bali.Salam ya buat pak de dan bu de."


"Iya ma" Rianti berdiri dan mengintip kekamar perawatan Andika dari balik kaca pembatas ruangan.Keadaan Andika begitu mengenaskan,ada beberapa selang yang di hubungkan ketubuhnya.Wajahnya kelihatan menguning,tubuhnya pun agak membengkak.


Tanpa sadar air mata Rianti menetes melihat keadaan orang yang dulu pernah mengisi hati dan hari-harinya.


Rianti takut untuk masuk kedalam,Andika akan marah dan tersinggung jika Rianti datang menjenguknya.


"Ma,Rianti pulang dulu ya,maaf nggak bisa sering-sering temani mama disini, Dirumah kan sedang ada pak de dan bu de,nggak enak ninggalin mereka lama-lama."


***


Selepas pulang dari kantor Mahendra berkunjung kerumah Rianti.Sekalian mau berkenalan dengan keluarga Rianti yang datang dari kampung.


Rianti memperkenalkan pak de dan budenya pada Mahendra,tak ketinggalan juga si kembar dan mamanya.


"Salam kenal pak de,bu de...saya Mahendra,calonnya Rianti" Mahendra menyalami mereka dengan ramah.


Terlihat Andre sedang bermain dengan si kembar yang berusia lima tahun.Tingkah lucu mereka di rekam Mahendra pakai ponselnya.Kemudian mengirimkannya ke ponsel Elara.


Elara yang sedang online langsung memutar video itu.Tidak lupa Elara memperlihatkan video itu pada nenek dan kedua orang tuanya yang sedang ngobrol di ruang keluarga.


Mereka sangat senang dan terharu melihat keramaian di rumah Rianti.


Bu Widya menghubungi Mahendra,"Hendra,bilang sama Rianti,supaya mereka semua nginap di rumah kita.Ibu gemas banget lihat Andre bermain sama anak kembar itu.Kamu bujuk biar Rianti mau."

__ADS_1


"Iya bu" Mahendra tersenyum senang ibunya kini telah mau menerima Rianti,bahkan sangat perhatian.


Rianti sebenarnya keberatan dia dan keluarganya nginap di rumah Mahendra.Berhubung rumahnya sempit dan hanya ada dua kamar,akhirnya dia setuju juga demi kenyamanan.


Mahendra membawa Rianti dan keluarganya dengan naik mobil pribadinya.Didalam mobil, Andre dan si kembar tidak berhentinya tertawa,bercanda dan bernyanyi.Mahendra sangat senang melihat pemandangan luar biasa itu.Seumur hidupnya baru kali ini isi mobilnya berantakan,biasanya rapih.


Sampai di depan rumah,nenek,Elara,bu Widya dan pak Heriawan menyambut kedatangan Rianti dan keluarganya.


Andre dan si kembar keluar dari mobil dengan semangat dan ceria.Mereka memberi salam kepada penghuni rumah dengan ramah gaya khas anak-anak.


"Wah,rumah nenek besar dan bagus" Mata Nayla berkelana memandang sekeliling rumah.


"Bukan nenek Nay,tapi oma.Kalau ini opa" Andre menunjuk pada bu Widya dan pak Heriawan bergantian.


Semua tertawa mendengar celotehan Nayla dan Andre.


"Oh oma...oma,di rumah oma ada mainannya nggak?" Tanya Nayla lagi.


"Nggak ada Nayla,karna di ruma oma tidak ada anak kecil" Bu Widya dengan gemas menarik Nayla ke pangkuannya.


"Ada di samping,besok kita berenang ya.Kayla dan Nayla suka berenang?" Elara ikutan bergabung.


"Suka Tante,tapi kami nggak bawa baju renang sama ban renangnya" Kata Kayla dan Nayla bersamaan.


"Oh nggak apa-apa,besok kita beli ya" Nayla dan Kayla bersorak kegirangan.


Nenek yang merasa dianggurin mengeluarkan jurus andalannya untuk mencuri perhatian Nayla,Kayla dan Andre.Nenek kedapur untuk mengambil beberapa bungkus es krim.


"Siapa yang mau es kriiim...!" Teriakan nenek membuat bocil-bocil itu berlari menghampirinya.


"Kayla mau nek"

__ADS_1


"Nayla mau nek"


"Ini bukan nenek,ini nek uyut" Lagi-lagi Andre interupsi.


"Nek uyut mau es krim!" Nayla dan Kayla kembali bersorak kegirangan.


"Iya yang mau es krim sini duduk dekat nek uyut" Tingkah nenek merebut perhatian bocil-bocil itu praktis membuat semua tertawa.


Hati Rianti terasa menghangat melihat pemandangan itu.


Dalam sekejap rumah itu ramai dan riuh oleh suara canda,tangis dan teriakan Andre dan sikembar.Bu Widya terlihat sangat bahagia,sampai-sampai matanya berkaca-kaca menahan haru.


Setelah bertahun-tahun setelah Mahendra dan Elara dewasa,rumah besar itu lebih sering sepi.


***


"Pokoknya kau harus temui Andika di rumahnya,sudah hampir sebulan dia tidak pulang dan tidak memberi jatah bulanan buat kita" Pak Emir mencegat Siska di depan pintu saat Siska kembali dari kantor.Siska memang selalu menghindar untuk ketemu bapaknya.Setiap ketemu pasti urusannya uang.


"Bapak temui aja sendiri,Siska sudah tidak peduli,dia mau pulang atau tidak" Siska berusaha melepaskan lengannya yang di tahan bapaknya.


"Kau mikir nggak sih,sebentar lagi kau akan melahirkan,akan butuh uang banyak untuk biaya melahirkan.Siapa nanti yang akan menghidupi kita kalau kau nanti berhenti bekerja setelah melahirkan" Pak Emir semakin kencang menahan lengan Siska.


"Aduh sakit pak,lepas!" Siska meringis kesakitan.


"Pak,lepaskan!" Ibu Siska menarik tangan suaminya agar melepaskan Siska.


"Kau jangan ikut campur,memangnya kau mau mati kelaparan" Pak Emir mendorong tubuh istrinya hingga membentur tembok.


"Pak,jangan sakiti ibu!" Siska merasa tidak tega melihat ibunya meringis kesakitan.Siska mendorong bapaknya dengan keras hingga sampai terjatuh kelantai.


Dengan penuh emosi,pak Emir mengabaikan rasa sakit pada bokongnya dan langsung menyelengkat kaki Siska hingga terjatuh.

__ADS_1


"Bug!"


Siska jatuh terlentang di lantai,tak terdengar suara jeritan kesakitan,tubuhnya diam tak bergerak.


__ADS_2