
Rianti berteriak,tak terima dirinya dilecehkan Andika.Rianti memukuli memukuli Andika" Brengsek kamu mas...aku akan membunuhmu sekarang juga!"
"Mama...sakit!" Teriak Andre terkejut bangun dari tidurnya.
Rianti tersadar mendengar suara teriakan Andre dan membuka matanya lebar lebar.Rianti menarik nafas lega ternyata hanya mimpi." Andre...kamu tidur disini sayang...maaf ya mama tadi bermimpi buruk"Rianti menangkup kedua pipi Andre.
"Iya ma,Andre tidak bisa tidur dikamar Daffa,jadi Andre pindah ke sini.Mama tadi mimpi seram ya?"
"Iya sayang maaf ya,mama sampai memukul kamu" Rianti memeluk Andre,bersyukur dia terselamatkan dari Andika.
Rianti melihat Andika masih tidur nyenyak di sebelah Andre.
"Ayo sayang kita siap siap,hari sudah jam sembilan,akad nikahnya di mulai jam sepuluh.Kita masih punya waktu sejam untuk siap siap."
Kedua mempelai beserta keluarga besar telah hadir semua di gedung pesta pernikahan.Rianti berusaha untuk selalu dekat ibu mertuanya biar Andika tidak punya kesempatan untuk mendekatinya.Dari awal acara dimulai perhatian Andika hanya fokus pada Rianti.Dia sangat mengagumi kecantikan Rianti memakai kebaya.Setiap ada teman satu sekolahnya dulu yang menemuinya,Andika selalu dengan bangga memperkenalkan Rianti sebagai istrinya.
"Andika apa khabar...lama tak bertemu, tambah tampan aja kau kawan" Sapa salah satu teman alumni sma Andika.
" Pastilah kawan" Andika menyalami temannya itu.
"Ngomong ngomong mana istrimu yang kamu bangga banggakan itu."
Andika membawa temannya itu kehadapan Rianti." Sayang,ini ada temanku ada yang mau kenalan sama kamu."
Mau tidak mau Rianti menerima uluran tangan teman Andika itu." Bagaimana,cantik kan istriku?" Andika menggunakan kesempatan ini untuk memeluk Rianti dari belakang.
"Cantik banget kawan,cocoklah dengan mu yang tampan ini,kalian pasangan serasi."
Andika semakin mengeratkan pelukannya,sesekali mencium pipi Rianti.Sepanjang acara,kerjaan Andika hanya mengintil Rianti.
Akhirnya pesta usai sampai jam sepuluh malam.Satu satu mulai kembali kerumah eyang untuk istirahat di kamar masing masing.
Malam ini Andre kembali ingin tidur di kamar Daffa,Rianti tidak bisa mencegahnya karna ini malam terakhir mereka tidur disini.Besok mereka sudah kembali lagi ke Jakarta.
__ADS_1
Selesai bersih bersih Rianti membaringkan tubuhnya dikasur disebelah Andika yang sudah dibatasi tas dan koper.
Malam ini Andika sangat menginginkan Rianti.Hasratnya begitu menggebu gebu akibat seharian memeluk Rianti.
Andika memandangi tubuh Rianti yang tidur membelakanginya.Menit demi menit berlalu,Andika mulai gelisah.Sebelumnya berkali kali dia ingin menarik bahu Rianti,apakah istrinya itu tidur atau tidak tapi selalu diurungkannya.
"Rianti,apakah kamu sudah tidur?" Akhirnya Andika buka suara.
"Belum" Jawab Rianti agar suaminya itu tau kalau dirinya masih sadar.
"Wah kita samaan ya...sama sama tidak bisa tidur.Kamu sulit tidur karena apa? Apa mungkin merasakan apa yang aku rasakan?"
"Sepertinya lain,aku sulit tidur karna harus menjaga diri."
Kening Andika mengerut" Maksudnya?"
"Apa mesti harus ku jelaskan secara gamblang,mas tentu tau maksud dari ucapanku."
"Ah baiklah...tapi apa salah kalau aku...menginginkan kamu malam ini."
"Jelas salah,kita sedang dalam proses perceraian.Jadi aku tidak mau gagal hanya karna ada hubungan intim diantara kita."
"Kamu benar benar membenciku ya?"
"Tentang itu kamu jangan tanya berulang ulang mas.Semua sudah jelas,kamu yang memulai semuanya.Jangan berlagak kamu adalah korban,aku adalah pelaku."
Andika menggigit bibir bawahnya" Seandainya aku benar benar menceraikan Siska apa kamu mau kembali lagi padaku?"
Rianti tehenyak mendengarnya,dia kemudian duduk menghadap Andika.
"Bagaimana kamu bisa berpikiran untuk menceraikan Siska? Kamu pacari dia.Kamu nikahi dia.Kamu pakai dia.Sekarang kamu mau menceraikan dia.Kamu pikir wanita itu permainan yang bisa kamu pakai dan kamu lepas dengan mudah?!"
Andika meletakkan jari telunjuk di bibirnya "Huss! Jangan kencang kencang suaranya nanti di dengar orang" Bisik Andika.
__ADS_1
Rianti menarik nafas untuk meredam emosinya yang mulai naik." Kalau tidak mau aku teriak kamu jangan ngomong yang tidak tidak" kata Rianti sinis.
"Kamu nya saja yang berlebihan Rian,aku hanya mengungkapkan isi hati ku.Aku ingin memperbaiki hubungan denganmu."
"Dengan menceraikan Siska?!"
"Ya terpaksa itu ku lakukan kalau kamu tidak bisa menerima Siska sebagai istri keduaku."
"Meskipun kamu menceraikan Siska aku tidak akan pernah lagi kembali padamu mas."
"Kenapa begitu? Bukankah kalau aku menceraikan Siska masalah diantara kita selasai.Masalah kita itu Siska bukan?"
"Masalahnya itu kamu mas! Bukan Siska! Jika kamu tidak mengulurkan tangan padanya,dia tidak akan memegang tanganmu.Pada saat kamu melakukan itu,pada saat kamu tergila gila pada Siska,kamu lupa dengan aku kan? Lebih tepatnya kamu lupa kalau aku ini punya perasaan kan? Dan satu hal lagi,aku ga akan sudi memakai barang yang sama dengan orang lain,apalagi barang bekas orang lain!"
"Aku tidak pernah melupakanmu sampai sekarang.Makanya aku tidak mau menceraikan kamu meskipun aku menikahi Siska.Kamunya aja yang merasa dilupakan."
Rianti meremas rambutnya,setiap kali dia berbicara pada Andika,dia seperti akan menjadi gila.Rianti kehilangan akal,dia mengambil bantal dan selimutnya lalu turun dari tempat tidur.
Andika melihat hal itu tersentak kaget dan mendekat pada Rianti.
"Kamu mau kemana bawa selimut dan bantal,jangan bilang kamu mau tidur diluar.Apa nanti kata orang orang."
Rianti melirik Andika kesal" Tenang mas aku ga akan buat ulah.Tapi karna aku sudah tak tahan dekat kamu,lebih baik aku tidur dikamar mandi saja."
"Lho kok tidur dikamar mandi Rian?"
"Ya,karena selain membuat stress,kamu itu menakutkan mas.Aku akan menyelamatkan diri dari kamu" Kata Rianti penuh penekanan.
Saat akan membuka pintu kamar mandi,tangan Andika menarik tangan Rianti."Aku Tidak mengizinkan kamu tidur dikamar mandi,sekarang kembali ketempat tidur!" Ucap Andika dengan nada setengah mengancam.
"Mas lepaskan! Aku sedang tidak bercanda, kalau tidak aku akan berteriak biar orang orang mendengar dan tau kalau rumah tangga kita sedang bermasalah!" Ancaman Rianti membuat Andika takut dan melepaskan tangan Rianti.
Ditempat lain Mahendra gelisah memikirkan Rianti.Padahal besok adalah hari operasi kakinya.Seharusnya dia harus dalam keadaan fit menjalani operasi.Tapi kebersamaan Rianti dan Andika di Yogya membuat pikirannya kalaut.Mahendra takut kalau Rianti dan Andika tidur satu kamar dan terjadi hubungan suami istri diantara mereka.Ingin rasanya dia menelepon Rianti tapi rasanya tidak sopan dan tidak pantas.
__ADS_1