Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 37


__ADS_3

"Ayo pak Mahendra dan bu Rianti,ambil posisi di garis start!" Teriak host acara, karna Peserta lain sudah siap di garisnya masing masing hanya Mahendra dan Rianti yang belum.


"Ah bagaimana ini,masa saya harus digendong pak Mahendra" Gumam Rianti,dia merasa tidak nyaman,apalagi baru kemarin Mahendra menyatakan cintanya.


"Ayo Rianti,perlombaan akan di mulai" Panggil Mahendra melihat Rianti diam saja.


"Baiklah,ini demi console game,semangat!" Rianti berlari ambil posisi disebelah Mahendra.


"Baiklah peserta siap siap menggendong pasangan teamnya!"


"Ayo Rianti naik!"


"Maaf ya pak,bukan saya tidak sopan" Rianti naik ke gendongan Mahendra dengan ragu ragu.


"Oh Tuhan,semoga ini cepat berlalu" Rianti merasa wajahnya memanas,tubuhnya menegang.Aroma tubuh Mahendra membuat jantungnya berdegup.


"Siap...satu...dua...tigaaa...!"


Peserta lain sudah berlari menggendong pasangan teamnya,Mahendra masih diam di tempat.


"Ya Tuhan...bagaimana ini,belum juga lari,jantung saya sudah berdetak dengan kencang,bagaimana bisa menang ini"Bathin Mahendra.Seketika tubuh Mahendra menegang dan kaku, seperti ada aliran listrik yang menyengat seluruh tubuhnya.


"Pak Mahendra cepat lari!" Teriak Rianti.


"Ah iya" Mahendra tersentak dan mulai berlari.


"Cepat pak! Lebih kencang pak!" Teriak Rianti tepat di telinga Mahendra untuk menyemangati Mahendra.


Mahendra merasa kakinya mulai gemetaran,saat nafas Rianti menggelitik di telinganya.Tubuhnya mulai goyah dan akhirnya terjatuh.


Mahendra merutuki dirinya sendiri,biasanya mengangkat barbel seberat seratus kilo dia sanggup.Masa menggendong Rianti saja tidak kuat.


Rianti agak kesal,padahal dia sangat ingin memenangkan hadiah console game.


"Ah bagaimana ini" Rianti memikirkan cara bagaimana supaya bisa menang.


"Rianti,mari kita coba lagi" Mahendra membungkukkan badannya,Rianti kembali naik ke gendongan Mahendra.


Melihat peserta lain sudah hampir setengah jalan" Pak Mahendra...kalau kita menang,saya akan menjawab pernyataan cinta bapak nanti pas sampai di garis finish" Seru Rianti.


"Benarkah?!" Tanya Mahendra di sela sela larinya.


"Benar"


"Tapi apakah jawabannya membuat saya senang atau membuat saya jantungan?!"


"Akan membuat bapak senang."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu...! Pegangan yang kencang...!" Mahendra berlari menyusul semua peserta dan sampai di garis finish sebagai pemenang pertama.


"Yeeee...kita menang...!" Rianti bersorak kegirangan.


"Pak tolong turunkan saya sekarang!'


"Kamu lupa,mau mengatakan jawaban mu kalau kita menang,Jadi kamu harus jawab dulu" Mahendra tidak mau menurunkan Rianti.


"Akan saya jawab setelah bapak turunkan saya."


"Tidak,jawab dulu dan jawabannya harus membuat saya merasa senang.Kalau tidak, saya tidak akan turunkan."


"Tapi semua orang melihat pada kita."


"Saya tidak perduli,jawab dulu."


"Baik...saya terima cinta bapak...."


"Kamu harus bilang nama saya,jangan bapak."


"Yang penting sudah saya jawab."


"Saya maunya kamu menyebut nama saya."


"Baik...baik...saya terima cinta kamu Mahendra..." Rianti menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna merasa malu.


"Kamu harus ulangi lagi,karena saya ingin melihat wajah kamu saat menerima cinta saya" Mahendra tersenyum menggoda.


"Nggak mau,yang tadi sudah cukup" Rianti hendak berjalan meninggalkan Mahendra untuk bergabung dengan yang lain.


"Rianti" panggil Mahendra pelan tapi masih bisa di dengar Rianti.


"Iya pak" Rianti berhenti dan menoleh.


"Aku jadi ingin menggendong mu tiap hari' Mahendra tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


Rianti kelabakan,tidak menyangka Mahendra bisa berkata begitu.Dengan menggeleng geleng kan kepalanya Rianti meninggalkan Mahendra.


Mahendra menarik nafas lega,semoga kedepannya hubungannya dengan Rianti ada progres.


"Selanjutnya perlombaan makan kerupuk...pemenangnya akan mendapatkan sebuah Laptop...!"


"Yeee...Laptop...!" Kembali terdengar euforia peserta.


Rianti kembali bersemangat dan ingin mendapatkan Laptop." Kebenaran Laptop yang di rumah sudah lumayan lama sepertinya perlu diganti."


" Untuk permainan lomba kerupuk,salah satu kaki kalian diikatkan pada kaki temannya.Jadi kalian harus kerja sama agar bisa sampa ke tempat kerupuk di gantung!"

__ADS_1


Mahendra mengikat sebelah kakinya pada kaki Rianti.


"Siaapp...satu...dua...tiga...!"


Karna ingin cepat sampai Rianti dengan cepat melangkahkan kakinya duluan,membuat mereka berdua terjatuh.


"Rianti kita harus kerja sama,langkah kita harus selaras,tidak bisa sendiri sendiri" Mahendra mengingatkan Rianti.


"Ah iya pak."


"Tangan kamu berpegangan pada pinggang saya" Mahendra mengambil tangan Rianti dan melingkarkan pada pinggangnya.


Rianti menatap Mahendra yang juga sedang menatapnya.


"Kita hitung satu sampai dua berulang kali,dimulai kaki yang diikat dulu,ok!" Mahendra memberi aba aba,Rianti hanya mengangguk.


"Ayo kita mulai...!"


"Satu dua"


"Satu dua"


"Satu dua" Ucap Mahendra dan Rianti bersamaan.


Dan sampai di tempat kerupuk tanpa terjatuh,dengan cepat Mahendra menghabiskan kerupuknya.Rianti tampak kesusahan memakan kerupuknya yang posisinya agak ketinggian.


Mahendra membantu menghabiskan kerupuk Rianti,tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan.Tubuh mereka berdua tiba tiba mematung dan mata saling tatap.Rianti dengan cepat tersadar mengalihkan wajahnya.Wajahnya sampai merona merah menahan malu.Mahendra tersenyum senang dan sangat bersyukur ada perlombaan ini.Walau akhirnya mereka kalah dalam perlombaan kerupuk tapi Mahendra Untung banyak.


Untuk lomba selanjutnya Rianti tidak mau ikut,berdekatan dan saling bersentuhan dengan Mahendra membuatnya tidak nyaman.


Didalam bus saat akan kembali ke Jakarta,Rianti dikejutkan dengan Mahendra tiba tiba ada duduk disebelahnya.


"Pak Mahendra kenapa ada disini?"


"Sepertinya lebih enak naik bus bergabung dengan banyak karyawan,lebih seru."


"Tapi pak,bangku disebelah saya ini sudah ada orangnya."


"Dia bisa cari bangku yang lain" Mahendra mengambil posisi nyaman.


Rianti memilih untuk diam,dan...


"Rianti,sekarang kita telah resmi pacaran,berarti kita adalah sepasang kekasih" Bisik Mahendra ke telinga Rianti.


"Ah maaf pak,saya lupa."


Jawaban Rianti membuat mata Mahendra terbelalak tak percaya.

__ADS_1


"Ya Tuhan...Rianti,kamu melupakan hal terpenting dalam hidup saya."


__ADS_2