Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 50


__ADS_3

"Ma,Rianti izin pamit,titip Andre ya ma" Rianti merasa tidak perlu berlama lama lagi,apalagi ponselnya dari tadi terus berdering.


"Iya sayang,kamu hati-hati ya."


Sampai di luar gerbang rumah,Rianti memeriksa ponselnya dan lagi nama Mahendra yang tertera.


Dengan ragu Rianti mengangkatnya karna memang merasa tidak punya urusan lagi.Akan tetapi disudut hatinya yang paling rahasia memang mau mengangkat.


"Halo" Suara Rianti terdengar pelan.


"Rianti,kita harus bertemu,ini penting" Mahendra bersyukur akhirnya Rianti mau menerima panggilannya.


"Setelah putus,tidak ada lagi yang penting diantara kita."


"Iya buat kamu.Buat saya,menyangkut kamu semuanya penting.Saya mohon sama kamu untuk bertemu kali ini saja,saya ingin menjelaskan sesuatu.Setelah itu saya berjanji tidak akan mengganggu hidup kamu lagi" Mahendra berusaha meyakinkan Rianti.


Rianti menarik nafasnya yang terasa berat berkumpul didada.


"Baik,mau bertemu dimana?"


"Saya jemput kamu"


"Saya bisa sendri,katakan saja dimana kita bertemu."


"Di dekat danau buatan waktu itu" Rianti segera mensan ojek online menuju kesana.

__ADS_1


Rianti sampai terlebih dulu karna menggunakan motor jadi lebih cepat.Rianti memandang sekeliling mencari tempat untuk duduk sambil menunggu Mahendra.Akhirnya mobil Mahendra kelihatan memasuki parkiran.


Pandangan Rianti tertuju pada mobil Mahendra,terlihat tubuh tinggi atletisnya turun dari dalam mobil.Ah pria yang seharusnya dia hindari,nyatanya dia saat ini ada didepan matanya.Hanya dengan melihat dari jauh,jantung Rianti berdebar lebih cepat.Tidak bisa dipungkiri dia memang merindukan pria itu.Mahendra semakin mendekat,Rianti berusaha keras menahan apapun reaksi yang tubuhnya ingin lakukan.Menahan mimik wajah sedatar mungkin,menahan degup jantung agar detaknya tidak menggila.Menahan kakinya agar tidak berlari menerjang pria yang sangat dirindukannya itu.Menahan untuk tak memeluknya erat dan mencium puas aroma tubuhnya.Rianti menelan ludah untuk menghalau pikiran kotornya.


Kini Mahendra ada tepat didepannya.Rianti berdiri menatap Mahendra tanpa ekspresi.Mereka saling tatap tanpa berkata sepatah katapun.


"Rianti,Mengapa kamu tidak pernah cerita bahwa ibu saya pernah menemui mu,menyuruh untuk memutuskan hubungan kita dan menjauhi saya" Akhirnya Mahendra membuka pembicaraan mereka.


"Aku hanya tidak ingin merusak hubungan ibu dan anak.Lagi pula,apa dengan memberitahu kamu akan merubah keadaan? Tidak kan? Ibu mu tetap tidak merestui hubungan kita."


"Rianti,saya sudah pernah bilang,saya akan selalu ada disamping kamu dan kita akan hadapi bersama apapun yang terjadi."


"Jika kamu mengajak bertemu hanya untuk mengatakan itu,percuma.Memang benar tante Widya menemui saya untuk menyuruh menjauhi kamu.Tetapi bukan hanya itu alasan saya memutuskan hubungan kita...saya...tidak pernah menyukaimu seperti yang pernah saya katakan" Rianti menggigit bibirnya yang bergetar.Rianti terpaksa mengatakannya,walau hatinya sakit,demi hubungan baik Mahendra dan ibunya


Wajah Mahendra memerah,matanya pun turut memerah.Sama merahnya dengan hati Mahendra yang berdarah karena luka.Tidak menyangka Rianti kembali mengucapkan kata tidak pernah menyukainya.


Tiba-tiba Mahendra menahan lengan Rianti," Katakan bahwa tidak ada rasa sedikitpun di hatimu untuk,aku akan pergi selamanya dari hidupmu."


Rianti terdiam,memang dia berharap Mahendra menahannya.Hatinya terasa sakit, ada rasa tak rela dihatinya,Mahendra akan pergi meninggalkan dirinya.


"Baik,diam mu jawabannya" Mahendra melepaskan tangannya dari lengan Rianti dan melangkah pergi.


Suara hati Rianti berperang,mengakui perasaannya pada Mahendra atau menuruti apa kata bu Widya.


"Aku menyukaimu!" Suara Rianti menghentikan langkah Mahendra.

__ADS_1


"Aku menyukaimu Mahendra!" Ulang Rianti.


Mahendra memutar badannya,menatap tak percaya pada Rianti.


"Aku menyukaimu,jangan pergi" Mata Rianti mulai mengembun.


Mahendra melangkah mendekat penuh keraguan," Kamu jangan bercanda untuk menghiburku."


"Apa air mata ini bisa diajak bercanda" Kini mata itu tidak hanya berembun tapi ada air yang mengalir.


"Ingin rasanya saya percaya" Mahendra semakin mengikis jarak diantara mereka.


"Mungkin kata-kata ini akan membuatmu percaya,aku juga menyukaimu sejak dibangku SMA,perasaan itu masih ada disini" Rianti meletakkan tangannya didada.


Mahendra meraih kedua tangan Rianti dan menggenggamnya."Aku percaya" Kemudian mengecup lembut tangan itu.


"Kamu harus cerita,bagaimana kamu bisa menyukai ku.Dan saya begitu marah,mengapa saya harus baru tau sekarang.Kamu benar-benar membuatku gila Rianti" Mahendra mengusap air mata Rianti dengan tangannya.


"Delapan tahun kita berdua memendam rasa yang sama,mulai saat ini kita harus membayar waktu yang hilang itu" Kini Mahendra menangkup kedua pipi Rianti yang masih terus dibasahi air mata.Rianti tak sanggup berkata dia hanya bisa menangis dan mengangguk.


"Mulai saat ini mari berjanji untuk tidak berpisah lagi,rasanya saya mati jika kita harus berpisah lagi.Menikahkah denganku Rianti" Tiba-tiba Rianti menghempaskan tangan Mahendra yang masih menangkup wajahnya dengan kesal dan membuat Mahendra terkejut dan panik.


"Mau dipeluk" Rengek Rianti manja.


"Ya ampun Rianti,kamu hampir saja membuat saya mati kena serangan jantung" Mahendra mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Habisnya dari tadi kamu bicara terus" Rajuk Rianti membuat Mahendra tertawa.


"Sini sayang"Mahendra membawa Rianti kedalam pelukannya.


__ADS_2