Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 36


__ADS_3

Mahendra datang pagi pagi sekali kekantor,karna dia tau hari ini Rianti berulangtahun.Mahendra ingin memberi kejutan untuk Rianti dengan meletakkan buket bunga anggrek kesukaan Rianti dan sebuah kado yang di bungkus dengan kertas kado berwarna biru mengkilap.


Saat akan meletakkan bunga dan kado itu diatas meja Rianti ternyata ada yang sudah mendahuluinya.Mahendra penasaran ingin melihat siapa pengirim yang mendahului dia.Tapi Rianti keburu datang,cepat cepat Mahendra kembali keruangannya.Dia memutuskan untuk memberinya langsung pada Rianti.


Mahendra menelepon bagian resepsionis dan menanyakan siapa yang mengirimkan bunga dan kado untuk Rianti.Hatinya tidak tenang begitu mengetahui bahwa yang mengirim bunga dan kado buat Rianti adalah Andika.


Mahendra mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit apa yang di lakukan Rianti terhadap kado dari Andika.


Ternyata Rianti hanya membaca nama si pengirim kemudian meletakkan bunga dan kado itu di bawah meja kerjanya.Hati Mahendra lega dan tenang.


"Saya harus bergerak cepat nih,sebelum Ardi datang" Gumam Mahendra Melihat Ardi belum ada di balik meja kerjanya.


"Ehem-ehem...selamat pagi Rianti" Sapa Mahendra sambil menyembunyikan bunga dan kado di belakangnya punggunggnya.


"Eh pak Mahendra...selamat pagi juga...maaf pak,kenapa bapak masih pagi sekali sudah ada dikantor.Saya belum merapihkan meja kerja bapak" Rianti berdiri agak menunduk tidak enak di dahului datang oleh atasannya.


"Nggak apa apa...saya sengaja datang lebih awal karna mau memberikan kejutan untuk seseorang yang sedang berulang tahun hari ini" Mahendra tersenyum dan mendekat pada Rianti.


Rianti paham maksud Mahendra bahwa yang di maksudnya adalah dirinya.


"Selamat ulang tahun Rianti..." Mahendra celingukan takut Ardi keburu datang.


"Terimakasih pak" Rianti heran dengan sikap bosnya itu,mengucapkan ulang tahun padanya tapi mata Mahendra mengarah entah kemana.


"Rianti...izinkan saya mengungkapkan apa yang saya rasakan...Ehem ehem...Telah lama saya memendam cinta untukmu Rianti...Pada awalnya cinta itu bisa melihat...tapi menjadi buta karna masuk kedalam lubuk hati yang paling dalam...aku mencintaimu...dan itulah awal harapanku dan akhir hidupku.Kuharap kau tidak mengakhiri harapanku apalagi hidupku"Mahendra membungkukkan sedikit badannya dihadapan Rianti sambil memberikan bunga anggrek yang dipegangnya.


Rianti tidak merasa terkejut dengan ungkapan cinta Mahendra karna dia telah mengetahuinya dari Sania.Tapi Rianti bingung harus menjawab apa.Rianti hanya diam menunduk.


"Kamu tidak harus menjawabnya sekarang" Mahendra menangkap keraguan pada diri Rianti.


"Terimakasih pak Mahendra telah mencintai saya...beri saya waktu untuk memikirkannya" Rianti mengambil bunga yang dari tadi disodorkan Mahendra padanya.

__ADS_1


"Oiya ini ada hadiah ulang tahun dari saya,mohon diterima" Mahendra menyerahkan kado kecil sekecil kotak pensil,dibungkus kertas kado berwarna biru mengkilap.


Rianti menerima kado itu" Apa boleh saya buka sekarang pak?" Rianti penasaran juga apa isinya.


"Silahkan."


Rianti terkejut isi kado tersebut sebuah jam tangan wanita dengan merek terkenal.


"Maaf pak,bukan saya menolak rezeki tapi ini terlalu mahal,saya tidak bisa menerimanya" Rianti menyerahkan kembali jam tangan itu pada Mahendra.


Mahendra kelihatan kecewa terlihat dari wajahnya.Rianti merasa tidak enak dan serba salah.


"Saya tulus dan ikhlas memberikannya untuk kamu" Mahendra meletakkan jam tangan itu diatas meja kerja Rianti,dadanya terasa sesak.


"Ah begini aja pak...kalau saya pakai jam ini berarti saya terima cinta bapak tapi kalau saya pulangkan jam ini berarti saya menolak cinta bapak" Kata Rianti saat Mahendra akan meninggalkan tempat itu.


Mahendra berhenti dan memutar badannya menghadap Rianti.


"Baiklah tapi jangan lama lama ya?" Ada setitik harapan yang Mahendra rasakan.


Suasana di ruang rapat sore itu terdengar riuh,para karyawan dan staf yang bekerja di perusahaan yang Mahendra pimpin menyambut bahagia acara Family Gathering perusaan yang akan diadakan lusa.Family gathering adalah agenda tahunan yang ditunggu tunggu para karyawan dan keluarganya.Selain untuk mempererat tali kekeluargaan dan pastinya mengharapkan berbagai macam door prize dan hadiah hadiah lainnya yang nilainya cukup fantastis.


Dua hari kemudian semua karyawan dan keluarga besarnya telah sampai di kawasan Lembang Bandung.


Setelah mengisi perut dan istirahat sejenak acara pun dimulai.Acara yang paling ditunggu tunggu yaitu game.


Game yang di mainkan per kelompok,setiap kelompok ada tiga orang.Mehendra sengaja meminta pada PJ game agar dia,Rianti dan Ardi satu kelompok.


Pandangan Mahendra selalu mengarah pada Rianti.Menurutnya Rianti tampak cantik dan menggemaskan menggunakan kaos berwarna biru navy dan celana jeans berwarna hitam.Ditambah memakai sepatu sneakers berwarna putih.Rianti kelihatan seperti anak gadis remaja.


Sang host game mulai memberi petunjuk cara bermain.

__ADS_1


"Permainan kali ini,peserta laki laki menggendong peserta wanita dari garis start sampai finish dan...penenangnya akan mendapatkan sebuah console game seharga sepuluh juta...!" Semua peserta bersorak kegirangan.


"Huuh...!" Console game seharga sepuluh juta...mantap...!" Terdengar teriakan salah satu peserta.


Tidak ketinggalan Rianti pun ikut bersorak kegirangan bahkan dia sampai melompat melompat bersemangat untuk mendapatkan console game itu.Rianti teringat Andre,dia bertekad akan memenangkan perlombaan dan hadiahnya dia berikan kepada Andre.


Mahendra terus memperhatikan Rianti yang terus melompat lompat dan bersorak kegirangan.Rianti begitu cantik,lucu dan menggemaskan.Ingin rasanya dia ikut melompat kegirangan bersama Rianti tapi Mahendra harus menahan diri mengingat posisinya sebagai seorang pimpinan.


Tiba tiba Mahendra dibikin iri oleh Ardi karna Rianti memegang kedua tangan Ardi mengajaknya ikut melompat kegirangan.


Mendapat lirikan sadis dari bosnya,Ardi cepat cepat melepaskan tangannya dari pegangan Rianti." Bu Rianti,maaf ya tali sepatu saya lepas" Ardi berlagak jongkok mau mengikat tali sepatunya.


Kembali terdengar suara host acara" Untuk Kelompok pak Mahendra...pak Ardi yang menggendong bu Rianti...silahkan ambil posisi digaris start!" Ternyata hostnya merasa ga enak memerintah atasannya makanya menyuruh Ardi.


"Siap pak!" Teriak Ardi dan Rianti bersamaan.


"Ayo bu Rianti kita ambil posisi!" Ardi menarik tangan Rianti.


"Uhuk-uhuk...!" Mahendra pura pura batuk dan diam diam menginjak kaki Ardi.


"Aww!" Teriak Ardi kesakitan,hampir saja dia marah tapi begitu sadar yang menginjak kakinya Mahendra,Ardi langsung paham.


"Aww-aww sakit!" Ardi melepaskan tangan Rianti dan kembali berjongkok memegang kakinya.


"Kenapa pak Ardi?!" Tanya Rianti cemas ikut berjongkok disebelah Ardi.


"Ini bu Rianti...anu...jempol kaki saya cantengan,tiba tiba sakit" Ardi terus pura pura meringis kesakitan.


"Ih pak Ardi pasti jorok,cantengan itu kan karna kuman...pasti pak Ardi malas cuci kaki habis dari luar" Omel Rianti.


"Yaudah pak Ardi cuci kaki dulu sana! Habis itu jempolnya yang cantengan olesi obat antiseptik" Rianti membantu Ardi berdiri.

__ADS_1


"Baik bu Rianti terimakasih...maaf ya saya jadi tidak bisa ikut main" Kata Ardi sambil melirik kesal pada Mahendra.Yang di lirik cengar cengir baek.


Ardi dengan wajah sewot meninggalkan arena lomba."Dasar bos stres,ketakutan amat wanita pujaan hatinya dekat dengan gua.Mana gua dibilang jorok lagi sama Rianti,nggak tau apa dia gua sering pedicure medicure.Mandi aja tiga kali sehari" Ardi terus ngedumel.


__ADS_2