Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 27


__ADS_3

Azan subuh yang berkumandang membangunkan Rianti dari tidurnya.Wanita itu mengucek matanya beberapa kali sebelum akhirnya bangun.Tapi dirinya tercenung sesaat mendapati dirinya berada dikamar mandi.Rianti terdiam sesaat sebelum akhirnya mengingat kejadian semalam.


Rianti mengambil selimut dan bantal,membawanya keluar dari kamar mandi dan meletakkannya di atas tempat tidur.Rianti bersyukur Andika masih tidur dengan nyenyak.Kemudian mengambil pakaian salinnya dari koper dan membawanya ke kamar mandi.Selesai mandi dan sholat subuh,Rianti berniat membangunkan Andre ke kamar Daffa.


Saat akan membuka pintu kamar,pintu itu terkunci dan kuncinya tidak ada pada tempatnya.Rianti mencarinya keseluruh ruangan,di laci,lemari dan meja tapi tidak menemukannya.Rianti mulai panik dan putus asa,tiba tiba matanya melihat kunci itu menyembul dari kantong celana Andika.


"Jadi semalam kamu sudah berniat berbuat sesuatu yang tidak baik padaku mas?" Tanya Rianti lirih pada dirinya sendiri.


Rianti menggigit bibir bawahnya mulai berpikir bagaimana cara mengambil kunci itu dari kantong Andika tanpa menyentuh tubuhnya.Dia tidak sudi menyentuh tubuh Andika,bisa jadi dia berpura pura tidur dan ketika dirinya sedang berusaha mengambil kunci itu,Andika langsung menangkapnya.


Semenit dua menit berpikir,Rianti tidak menemukan cara bagaimana menemukan ide bagaimana cara mengambil kunci itu.Sampai akhirnya ide itu dia dapatkan juga.Hanya butuh keberanian saja melakukannya.


Brak! Brak! Brak!


Rianti menggedor gedor pintu" Tolong! Tolong! Apakah ada orang diluar?!"


Suara gebrakan pintu dan teriakan Rianti membangunkan Andika dari tidurnya" Kamu kenapa menjerit jerit seperti itu?!" Kamu sudah gila ya ?!"


Rianti tersenyum penuh arti dan siap berakting" Kunci kamar ini hilang,aku sudah mencarinya di seluruh kamar tapi tidak menemukannya.Rasanya tidak mungkin kalau tikus yang mengambilnya dari lubang kunci dan membawanya ke plafon."


"Harusnya kamu tanya aku dulu,jangan asal main gedor dan teriak,kuncinya aku kantongi."


Andika mengambil kunci dari saku celananya dan menyodorkannya pada Rianti.


Rianti tidak langsung menerimanya tapi menatap lekat Andika" Apa maksud mas mengantongi kunci ini?"


Deg!


Andika tersadar dari kesalahan yang baru saja dia lakukan"Eee...itu...karena...ini..."


"Mas bermaksud jahat sama aku ya?"


"Bagaimana kamu bisa berpikiran begitu?'


"Buktinya kuncinya mas kantongi.Aku tidak menyangka selain pintar berselingkuh,mas juga pintar bersiasat."

__ADS_1


"Jaga mulut kamu,kita sedang di rumah orang!"


"Sudah tau dirumah orang tapi bisa bisanya berulah" Gumam Rianti lirih sambil mengambil kunci dari tangan Andika kemudian pergi membangunkan Andre untuk rapih rapih karna nanti siang mereka akan kembali ke Jakarta.


***


"Pak,Siska ga mau turun,Siska malu" Siska menolak turun dari mobil sewaan.


"Sudah kepalang tanggung,kita sudah didepan rumahnya" Pak Emir menarik tangan Siska keluar dari mobil.


"Pak,sama kedua orang tua mas Andika aja Siska tidak diakui apalagi oleh eyang kakungnya" Siska tetap bertahan di mobil yang mereka sewa dari Jakarta ke Yogya.


"Kamu lihat itu rumah eyang kakungnya sangat besar sudah pasti eyangnya orang kaya.Andika itu anak tunggal,harta warisan papanya pasti jatuh ke tangan Andika.Sebentar lagi dia akan resmi bercerai dari istri pertamanya,dan hanya kamu satu satunya istri Andika.Itu artinya kamu akan kebagian harta warisan Andika" Terang pak Emir.


"Pak,Siska minta tolong kali ini saja jangan paksa Siska.Terserah bapak mau marahi atau pukul Siska.Tapi jangan paksa Siska untuk mengaku sebagai menantu di depan eyang dan keluarga mas Andika,Siska tidak berani" Mata Siska mulai berkaca kaca.


"Baik,kalau kamu tidak mau.Ayo kita kembali lagi ke Jakarta tapi lihat saja apa yang akan bapak lakukan pada ibu kamu.Bapak akan siksa ibu kamu" Pak Emir hendak naik ke mobil.


"Iya pak iya,Siska mau,ayo kita turun" Siska menahan tangan bapaknya.


Pak Emir tersenyum penuh kemenangan membayangkan akan dapat jatah warisan Andika.


"Assalamualaikum" Sapa pak Emir.


"Waalaikumsalam" Semua mata tertuju pada Siska dan bapaknya.


Rianti,Andika dan kedua orang tuanya sangat terkejut dengan kehadiran mereka berdua.Andika yang paling terkejut kemudian bangkit dari duduknya menghampiri Siska dan bapaknya.


"Siska,mau apa kalian berdua kesini?" Tanya Andika setengah berbisik.


"Siapa itu Dika...ajak mereka masuk dan makan siang disini" Kata Eyang kakung.


"Bukan siapa siapa eyang,hanya teman lama" Jawab Andika.


Mendengar jawaban Andika,pak Emir menarik tangan Siska dan membawanya kedepan eyang.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya eyang dan semuanya,saya datang kesini membawa anak saya Siska untuk minta pengakuan sebagai mantu dirumah ini."


Semua kembali terkejut mendengar perkataan pak Emir.Andika mendengus kesal sembari mengusap dengan kasar wajahnya.


Rianti tersenyum simpul,merasa tidak perlu buang buang tenaga untuk memberitahukan kemelut dalam rumah tangganya.Ada pemerannya yang langsung memberitahu.


"Apa maksudnya ini?" Tanya eyang penuh kebingungan.


"Eyang tanya saja langsung sama Andika" Pak Emir memandang Andika dengan tajam.


Eyang mengalihkan pandangannya pada Andika minta penjelasan.Eyang dan pak Emir sama sama menatap tajam pada Andika.


"Eh anu...eyang...iya benar,Andika sudah menikah lagi" Andika kelabakan.Semua mata menatapnya keheranan.


"Jadi wanita ini istri kedua kamu Andika?" Tanya eyang sambil menunjuk pada Siska.Siska hanya menunduk.


"Iya eyang" Andika menggaruk kepalanya yang tiba tiba gatal.


"Nggak salah kamu Andika?"


"Memang kenapa eyang" Andika mengira eyang akan marah besar tapi kenyataannya tidak.


"Dibanding Rianti dia ga ada apa apanya.Dia lebih cocok jadi pembantu kalian.Atau jangan jangan dia tadinya pembantu,terus kamu selingkuh sama dia.Kan lagi ngetren pembantu menikah dengan majikan" Kata eyang pada Andika.


"Dia itu pelakor eyang" Kata bu Ratih dari tadi ingin menghujat Siska.


"Apa itu pelakor?" Eyang menatap bu Ratih.


"Perebut laki orang eyang" Bu Ratih menatap sinis pada Siska.


"Dika-Dika...tak ada sejarahnya dalam keluarga kita yang selingkuh apalagi sampai poligami.Dulu eyang sangat menyayangi eyang putri,eyang cinta mati sama eyang putri.Eyang sangat menyanjungnya" Eyang tersenyum mengingat sang istri yang telah almarhumah.


"Eyang bucin dong" Kata salah satu cucu eyang yang remaja.


"Apa lagi itu bucin?" Eyang mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Budak cinta eyang" Jawab semua cucu eyang bersamaan.Eyang tersenyum malu.


"Sudah sudah...kenapa jadi membicarakan eyang.Begini ya Andika,setahu eyang istri kamu Rianti.Jadi kalau kamu sampai bercerai sama Rianti,kamu ga akan dapat warisan.Eyang dan kedua orang tua mu sangat menyayangi Rianti.Dan kami mempunyai hubungan yang baik dengan kedua mendiang orang tua Rianti."


__ADS_2