
"Rian,kamu sudah dapat surat undangan reuni alumni sma kita dulu?" Tanya Sania lewat telepon.
"Sudah San,tapi sepertinya aku ga hadir.Aku malas keluar,aku sudah ga minat ngapa ngapain" Rianti terkesan malas menjawab panggilan dari Sania.Rianti merasa tidak tertarik dengan dunia luar,dia hanya keluar untuk mengantar jemput Andre sekolah.Selebihnya dia lebih suka mengurung diri di kamar merenungi nasib pernikahannya.
"Ya ampun Rian...seandainya juga pernikahan kamu harus berakhir,hidup terus berlanjut.Dunia belum kiamat.Harusnya kamu itu harus lebih banyak keluar untuk rumah untuk menghibur diri.Bukannya mengurung diri di rumah,nanti kamu bisa stress lho,pokoknya kamu harus datang!"
"Iya San,tapi aku ga janji ya"
"Ayolah Rian...please...aku tunggu ya malam minggu ya"Sania merengek,dia paling bisa membuat Rianti luluh.Tanpa menunggu jawaban Rianti,Sania mematikan sambungan teleponnya.
Waktu reuni pun tiba,dari sore Rianti telah siap siap.Andre juga ikut serta,Rianti mendandaninya seganteng mungkin.
Sebelum berangkat Rianti mengirimkan pesan pada Andika,biar bagaimana pun Andika masih suaminya.Seperti biasa pesan dari Rianti lama baru di baca,bahkan pernah sampai berhari hari.Itu pun tidak pernah di balas.
"Riantiii...! Sudah kuduga kamu pasti datang"Sania berlari lari kecil menghampiri Rianti yang baru sampai.
"Banyak yang datang San?" Rianti dan Andre masuk ke dalam di gandeng Sania.
"Banyak,hampir semua kayanya...ayo kita sapa semua yang sudah datang"Rianti kagum sama semua teman teman satu kelasnya dulu.Semua terlihat keren keren dan sukses.
"Oiya tadi ada seseorang yang nanyain kamu lho Rian"Sania celingak celinguk mencari seseorang.
"Siapa San?"Rianti jadi ikutan celinguk celinguk juga.
"Nah itu dia orangnya"Sania menarik tangan Rianti mendekat pada seseorang yang sedang menerima telepon.
"Hendra,ini gue bawa orang yang tadi lo cari"Rianti kaget dan merasa surprise ketika orang itu membalikkan badannya menghadap Rianti.
"Mahendra...!Ya ampun kamu beda banget sekarang,sudah kaya bos besar!"Rianti menerima uluran tangan Mahendra.
"Hai Rianti apa khabar?"Mahendra masih saja menatap kagum pada Rianti dari dulu.
"Baik"Jawab Rianti singkat.Mahendra mengalihkan pandangannya pada Andre.
"Ini anak kamu ya...hai ganteng siapa nama kamu?"Mahendra agak membungkukkan badannya untuk berkenalan dengan Andre.
__ADS_1
"Aku Andre om"Dengan malu malu Andre tersenyum.
"Yaudah kalian ngobrol dulu ya aku mau cari es krim dulu...eh Andre suka es krim ga,ayo ikut sama tante,kita cari es krim"Sania yang memang dari tadi ngincar es krim sudah tak sabaran.
"Mau,mau tante...asiik makan eskrim!"Andre lompat lompatan kegirangan.Sania langsung menggandeng tangan Andre meninggalkan Rianti dan Mahendra.
"Ri,anak kamu sudah besar ya?"
"Iya Hen,sudah tujuh tahun.Dulu waktu kuliah suami aku bucin,dia ketakutan aku di ambil orang.Jadi kami menikah sambil kuliah dan langsung punya anak"Rianti tertawa ringan.
"Suami kamu ga ikut Ri?aku penasaran siapa sih laki laki yang berhasil merebut hati kamu".
"Sedang ada kerjaan dead line katanya"Sahut Rianti asal.
'Kamu sendiri sudah nikah,Hen? Terus kamu masih tinggal di Australia? Sejak lulus sma kita putus pertemanan dan komunikasi.Apalagi kamu waktu itu langsung berangkat ke Australia".
"Aku belum nikah Ri,belum ketemu yang cocok.Aku bolak balik Jakarta Australia untuk mengurus perusahaan keluarga"Jawaban Mahendra praktis membuat Rianti tertawa lepas.Mahendra masih sangat menyukai cara Rianti tertawa.
"Ah masa sih dari sekian juta wanita di dunia ini tidak ada satu pun yang cocok.Kamunya aja mungkin yang terlalu pilih pilih.Apalagi kamu sekarang tambah keren dan kaya,pasti banyak yang mau sama kamu"
"Sudah apa Hen,kamu bikin penasaran aja"
"Sudah itu...apa...aku sudah tak menyukainya lagi,yaitu tadi karna ga ada kecocokan" Mahendra mendadak gugup.
"Kamu mau es krim juga,ayo kita susul Sania dan anak kamu"Mahendra berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
"Ok,lagipula aku dan Andre harus pulang sebelum jam sembilan,takut suamiku nunggu lama di rumah".
Selesai menikmati hidangan,sebelum jam sembilan Rianti dan Andre diantar oleh Mahendra dan Sania.
Dalam perjalanan pulang,Andre ketiduran di pangkuan Rianti.Saat sampai di depan rumah Rianti bingung bagaimana cara mengangkat Andre ke dalam.
Untung Mahendra cepat tanggap,segera turun untuk mengangkat Andre dari pangkuan Rianti yang duduk di bangku belakang.
Jarak yang sangat dekat antara Mahendra dan Rianti,membuat Mahendra susah bernafas.Entah kenapa degup jantungnya masih sama seperti dulu saat berdekatan dengan Rianti.Berdegup lebih cepat dan susah di kontrol.
__ADS_1
"Hen,hati hati Andre berat lho"Rianti agak grogi juga mereka begitu dekat.Mahendra hanya tersenyum dan tetap menggendong Andre.
Setelah Andre di gendong oleh Mahendra,Rianti turun dan mengambil tasnya.
"Sania,aku duluan ya,terimakasih sudah ikut ngantar"Sania yang duduk di bangku depan hanya mengacungkan jempolnya karna sedang menerima telepon dari seseorang.
Andika yang dari tadi menunggu kepulangan Rianti dan Andre,berdiri mematung di samping tembok pilar rumah menyaksikan interaksi Rianti dan Mahendra.Perasaan marah dan cemburu menghentak hentak di dada Andika.Terlebih melihat perawakan Mahendra yang tinggi,tampan dan parlente.Belum lagi mobil Alphard yang di pakai Mahendra mengantar Rianti.
Andika tidak menyangka,istrinya ternyata punya teman setajir itu.Andika benar benar tidak terima.Dia kira selama ini hanya dialah orang yang paling ganteng dan kaya yang dikenal Rianti.
Mahendra menyerahkan Andre ke gendongan Rianti.Andika sangat cemburu melihat saat tangan Rianti dan Mahendra saling bersentuhan.
"Plak!' Tiba tiba Andika mendekat dan menampar Rianti dengan keras,hampir saja Rianti terjatuh kalau tidak di tahan Mahendra.Untung saja Andre tidak terbangun hingga tidak menyaksikan papanya melakukan kekerasan terhadap mamanya.
Mahendra terkejut dengan kelakuan suami Rianti,ada perasaan marah dan tak terima Rianti diperlakukan dengan kasar.
"Dasar istri murahan...! Ternyata begini kelakuan kamu di belakang aku ya...! Sekarang aku tahu kenapa kamu menolak di madu dan memilih bercerai,ternyata diam diam juga selingkuh!" Nafas Andika naik turun menahan emosi.
"Mas Andika! Kamu menampar aku mas"Rianti memegang pipinya yang panas dan perih akibat tamparan suaminya.Air matanya bercucuran dengan deras.Tidak menyangka Andika melakukan kdrt terhadapnya dan menuduh balik dirinya berselingkuh.
"Kamu pantas mendapatkannya Rianti...! Kamu sok suci mengatakan Siska perempuan murahan,tapi ternyata kamu jauh lebih murahan" Cibir Andika.
"Sembarangan kamu bilang aku murahan mas,aku bukan wanita seperti itu!" Teriak Rianti merasa di rendahkan oleh suaminya sendiri.
"Lalu apa namanya,kamu berdua duaan dengan laki laki yang bukan suami kamu ha!"
Tiba tiba saja Sania turun dari mobil" Rianti tidak berdua duaan,ada saya juga dan Andre.Rianti bukan wanita murahan! Dia adalah wanita bermartabat dan setia,tidak seperti lo yang jelas sudah terbukti selingkuh.Sekarang lo juga terbukti melakukan kdrt terhadap istri lo sendiri!'
Semua terkejut dengan pembelaan Sania terhadap Rianti.Terutama Andika,karna Andika mengenal Sania sejak dia menjalin hubungan dengan Rianti.Dia tau Sania sahabatan dengan Rianti sejak masih sekolah.Sania lah yang paling mengenal Rianti.
"Jangan sembarangan menuduh kamu,mana buktinya saya selingkuh,apa pernah kamu melihat saya selingkuh?!"Andika tidak terima dengan tuduhan Sania.
"Yang di kafe waktu itu apa?! Gue yang memergoki lo dan selingkuhan lo sedang bermesraan waktu itu,terus gue telepon Rianti untuk menyaksikan kebusukan suaminya" Sania tertawa sinis.
Andika tak berkutik merasa di kuliti hidup hidup.
__ADS_1