
Andika terus berlari sambil menggendong Andre tak memperdulikan teriak histeris Rianti.Orang orang yang berusaha menghalangi jalannya di tendang oleh Andika.
Naluri keibuan Rianti berontak.Rianti melepas kedua sepatu high heelsnya dan mengejar Andika.Saat Andika telah sampai di pelataran gedung pengadilan agama,Rianti mempercepat larinya.
Melihat Andika telah sampai didekat mobilnya,Rianti melemparkan salah satu sepatu high heelsnya.Sepatu itu mengenai punggung Andika tapi Andika tetap jalan menuju mobil.Rianti tidak putus asa,dia melemparkan sepatunya yang satu lagi dengan segenap tenaganya.
"Tuk!"
Sepatu itu tepat mengenai kepala bagian belakang Andika.Kerasnya lemparan Rianti membuat Andika kesakitan dan terhuyung huyung.Andre terlepas dari gendongannya.Kesempatan itu digunakan Rianti untuk menyelamatkan Andre dari bapak kandungnya sendiri.Bapak yang berubah menakutkan seperti monster atau lebih tepatnya dajjal yang penuh tipu daya.
Rianti memberikan Andre pada kedua mertuanya yang sudah berada didekat mereka.
"Ma,tolong jaga Andre! Rianti mau kasih pelajaran buat mas Andika" Bu Ratih membawa Andre masuk kedalam mobil suaminya. Rianti menghampiri Andika yang berjongkok di lantai parkiran sambil memegang kepalanya karna kesakitan.Tumit sepatu Rianti mengenai kepala balakangnya.Belum juga sembuh luka yang disebabkan Rianti sewaktu insiden di hotel,kini tambah satu luka lagi.
Rianti menendang dada Andika hingga terjengkang.Andika kaget Rianti tiba tiba menyerangnya.
"Rianti...apa yang kamu lakukan!" Andika berusaha bangun.
Dengan cepat Rianti menduduki perut Andika dan memukulkan kembali kedua sepatu high heelsnya secara membabi buta ke wajah dan kepala Andika.
Melihat Andika babak belur dan menjerit kesakitan,pak Arman yang dari tadi ikut menyaksikan Andika di eksekusi oleh Rianti, segera menghentikan Rianti.
"Rianti,sudah cukup! Nanti Andika bisa mati kamu hajar terus!" Teriak pak Arman.
Spontan Rianti berhenti menghajar Andika,karna dia tau banyak orang yang menonton mereka.Rianti turun dari badan Andika dan merapihkan pakaian serta rambutnya yang berantakan.
Dengan nafas terengah engah Rianti berdiri menghadap beberapa orang laki laki yang ikut jadi penonton.
"Lihat ini! Ini pelajaran bagi orang tukang selingkuh!" Sebelum Rianti meninggalkan Andika,Rianti menendang area sensitif Andika.
__ADS_1
"Dugh"
"Aww!"
Andika kembali menjerit kesakitan sambil memegang area sensitifnya yang teras sakit dan ngilu.Rianti dan pak Arman berlalu meninggalkan Andika.
Semua yang melihat ikut menjerit terutama kaum laki laki dan mereka langsung kabur.Sementara kaum wanita menyoraki Andika.
"Huuh...istri sudah cantik dan kinclong gitu masih aja selingkuh.Dasar buaya darat!" Teriak salah satu ibu ibu.
Setelah semua orang pergi,mata Andika mencari keberadaan Siska untuk minta pertolongannya.Kehadiran Siska tidak dia temukan.Ternyata saat Andika membawa Andre pergi,Siska juga pergi.Dia merasa kecewa dengan sikap Andika yang masih mengharapkan Rianti kembali.
Harusnya Siska merasa senang Andika dan Rianti resmi bercerai,karna dialah yang menjadi istri Andika satu satunya.Akan tetapi setelah keinginannya tercapai tidak ada rasa bahagia yang dia rasakan.Yang ada justru rasa kekuatiran Andika semakin pemarah karna Rianti telah terlepas darinya.
Siska melangkahkan kakinya menuju sebuah taman,dia butuh waktu untuk menyendiri memikirkan bagaimana hubungannya dengan Andika kedepannya.
Andika jalan terseok seok menuju mobilnya.Kepalanya terasa pusing dan berat,pandangannya terasa agak buram.Karna merasa tidak memungkinkan untuk menyetir sendiri,dia memutuskan untuk menghubungi Irawan.
"Wan,lo datang kesini diparkiran pengadilan agama" Ucap Andika lirih dan terbata bata.
"Ngapain gua kesana?" Tanya Irawan di sebrang telepon.
"Pokoknya lo kesini" Andika langsung mematikan sambungan telepon.
"Dasar teman gila!" Teriak Irawan kesal tapi tetap berangkat menuju pengadilan agama.
Sampai di parkiran pengadilan Irawan langsung mengenali mobil Andika.Irawan mengetuk kaca pintu mobil.Irawan terkejut saat pintu kaca mobil turun,tampak wajah Andika bonyok,lebam,persis zombie.
"Astagfirullah! Itu lo Dik?!" Irawan mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Lo jangan lebay deh,ini gua...cepat masuk! Lo yang nyetir,antar gua kerumah!"
Irawan masuk kedalam mobil dan terus menatap wajah Andika penuh tanya.Karna penasaran Irawan pun bertanya.
"Dika,kenapa wajah lo bisa ancur gitu,lo abis tawuran?"
"Tawuran pala lo! Gua habis dihajar Rianti,heran gua kenapa Rianti bisa jadi bar bar gitu" Jawab Andika sambil mengaca wajahnya di kamera ponselnya.
Irawan ketawa ngakak mendengarnya" Andika,seorang manager perusahaan di hajar istrinya,apa kata dunia?"
"Mantan istri" Timpal Andika lesu.
"Lo resmi cerai dari Rianti?" Mata Irawan membulat tak percaya.
Andika mengangguk lesu.
"Selamat ya Dik,lo resmi menyandang status duda sekarang."
"Mata lo duda! Lo lupa gua punya istri dua."
"Oiya,si Siskamling itu ya,sorry gua lupa."
"Seenak jidat lo ganti nama orang" Andika melirik sadis pada Irawan yang fokus nyetir.
"Btw,kenapa Rianti sampai menghajar lo Dik?"
"Gua tadi mau bawa Andre kabur.Andre mau gua jadikan senjata pamungkas biar Rianti mau balikan lagi sama gua.Rianti marah dan menghajar gua habis habisan."
"Dika-Dika...apa yang lo tabur itu yang lo tuai" Kata Irawan geleng geleng kepala.
__ADS_1