Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 9


__ADS_3

"Andika sudah kelewat batas pa"Bu Halimah terkejut dan marah waktu Andre menceritakan pipi mamanya di pukul oleh papanya.


Bu Halimah mengecek dari dekat wajah Rianti"Bibir kamu pecah Rianti,kelewatan sekali kamu Andika,mama seperti tidak mengenal mu lagi!"


Pak Arman memfoto wajah Rianti dengan kamera hpnya.


"Ini bisa di jadikan bukti bila kamu ingin menggugat cerai Andika ke pengadilan.Sebaikya kita ke dokter untuk melakukan visum."


"Baik pa,Rianti akan menggugat cerai mas Andika karna ini yang kedua kali dia melakukannya" Sahut Rianti.


"Apa...?!" Pak Arman dan bu Halimah sama sama terkejut.


"Besok pagi papa dan mama antar kamu kerumah sakit,setelah itu kita langsung ke pengadilan" Kata pak Arman.


Rianti hanya mengangguk,dia masih bersyukur punya mertua yang begitu baik dan menyayanginya.


Keesokan harinya setelah kerumah sakit dan pengadilan agama,Rianti janjian ketemu dengan Sania di kafe dekat kantor Sania saat istirahat makan siang.


"San,aku sudah melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama.Setelah resmi pisah dari mas Andika,aku harus mulai bekerja.Mungkin di perusahaan tempat kamu kerja ada lowongan San."


"Syukurlah kalau begitu,untuk sementara belum ada Rian,tapi kamu tenang aja.Kata Mahendra,suatu saat kalau kamu benar benar pisah dari Andika,dan membutuhkan pekerjaan,dia siap memberikan pekerjaan buat kamu."


"Memangnya Mahendra blm kembali ke Aussie San?" Rianti menyesap minumannya.


"Auh"


Rianti meringis kesakitan sambil memegang sudut bibirnya.


"Kenapa Rian?" Sania mendekat dan kelihatan kuatir.


"Pasti si Andika itu tampar kamu lagi kan?" Rianti hanya mengangguk.


"Prak!"


Karna geramnya Sania sampai menggebrak meja membuat kaget pengunjung yang lain.


"Laki laki paket brengsek tuh si Andika,sudah selingkuh kdrt lagi Aku sarankan lebih baik kamu jangan tinggal serumah lagi dengan dia.Bisa bisa nanti wajah kamu bonyok di tampar terus!"


"Iya San,aku juga berpikir begitu.Makanya aku harus segera dapat pekerjaan supaya bisa langsung jauh dari dia."

__ADS_1


"Yaudah Rian,waktu istirahat makan siang sudah habis,aku cabut dulu.Nanti aku kabari ya,kamu hati hati di jalan."


"Ok San,thank you ya."


***


Sore hari selesai mengantarkan Andre ke tempat les,Rianti bergegas mandi.Saat sedang memilih milih baju yang akan dia kenakan,terdengar suara Andika berteriak memanggil manggil Rianti.


Derap sepatunya yang belum sempat dia buka terdengar sampai ke kamar Andre.


Andika membuka pintu kamar Andre dengan kasar.Rianti yang masih belum sempat memakai pakaiannya dan hanya memakai handuk di badannya merasa menyesal tidak mengunci pintu dari dalam.


Rianti memandang Andika dengan ketakutan sambil memegang handuknya dengan erat agar tidak terlepas dari tubuhnya.


Wajah Andika penuh kemarahan akibat menerima surat panggilan dari pengadilan agama terkait gugatan cerai yang Rianti layangkan,yang dikirim ke alamat kantor Andika.


"Mas Andika keluar...!" Teriak Rianti tidak suka dengan kehadiran Andika.


"Kamu menggugat cerai saya...kamu benar benar istri pembangkang...istri kurang ajar!" Andika maju mendekat pada Rianti.


Rianti merasa takut,baru kali ini dia merasa takut terhadap suaminya sendiri.


Ada hasrat yang timbul dalam diri Andika melihat tubuh Rianti yang hanya berbalut sehelai handuk.Terlebih sejak perselingkuhannya di ketahui Rianti,mereka mulai jarang melakukan ritual di atas ranjang.


Dengan sekali tarik handuk itu langsung lepas .Wajah Andika di penuhi gairah bercampur amarah.Wajahnya terlihat merah padam.


Seketika Andika meraih tubuh Rianti kedalam pelukannya dengan kasar.


"Mas Andika lepaskan...!"Rianti berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuh Andika.


"Kamu mau ha...kamu itu istri aku...sudah kewajiban kamu melayani aku" Suara Andika terdengar berat dan serak.


Bagi Rianti saat ini Andika tidak terlihat seperti suaminya.Tetapi terlihat seperti seekor binatang buas yang akan menyantap mangsanya.


"Aku tidak akan pernah mau lagi di sentuh oleh mu mas Andika...!" Rianti terus berontak.


"Kamu itu istri aku Rianti! Dosa kamu menolak melayani suami kamu!"Andika mulai terpancing emosinya akibat penolakan Rianti.


"Suami macam kamu tak akan berdosa menolaknya,Allah juga tau alasan aku menolak suami bejat seperti kamu!"

__ADS_1


Andika mengeratkan pelukannya dan mencium bibir Rianti dengan rakus.


Rianti merasa kesakitan bibirnya di cium dengan kasar, kemudian menendang kaki Andika tepat di tulang keringnya.


"Akh!"


Andika menjerit kesakitan dan terjatuh di lantai.


Rianti menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.


Melihat Rianti berusaha kabur darinya,Andika langsung bangkit dan menyergap tubuh Rianti.Kemudian melemparkannya keatas kasur dengan sekuat tenaga.


"Ahh!"


Rianti merasa sakit sekujur tubuhnya tapi terap berusaha bangkit dari tempat tidur.


Tidak mau membuang kesempatan,Andika langsung menindih tubuh Rianti.Dan mencumbunya dengan buas.


Bayangan saat Andika berpelukan mesra dengan Fransiska di kafe,menari nari dalam ingatan Rianti.Rasa benci dan jijik membuat Rianti mempunyai kekuatan untuk melawan Andika.


Dengan sekuat tenaga Rianti mengangkat lututnya dan mengarahkan pada harta tersembunyi Andika yang menduduki pahanya.


Andika terjungkal dari tempat tidur dan meringis kesakitan memegangi harta tersembunyi itu.


Rianti berusaha bangun untuk melarikan diri.Lagi lagi Rianti gagal.


Andika dengan cepat bangun,walau menahan sakit,kemudian mengunci kamar dan kuncinya di lempar ke atas lemari.


Rianti menghindar dari Andika yang berusaha menangkapnya dengan bersembunyi di kamar mandi.


Andika menggedor gedor pintu kamar mandi sambil berteriak memanggil Rianti.


Merasa kesal tidak di bukakan pintu,Andika mendobrak pintu kamar mandi.Tiga kali dobrak pintu terbuka.


Tampak Rianti berjongkok memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil ketakutan.


Andika menggendong tubuh Rianti,kemudian mengikatnya kedua tangan dan kakinya dengan menggunakan dasinya.


Merasa tidak punya kekuatan untuk melawan lagi,Rianti pasrah.Hanya air matanya yang terus mengalir.

__ADS_1


Tanpa mengenal kasihan,Andika menggauli Rianti yang tidak berdaya.


__ADS_2