
Setelah mengantar Rianti dan Andre kerumah orang tuanya,Andika langsung ketemuan dengan seorang wanita di suatu tempat.
"Saya minta seratus juta,kalau bisa pak Andika kasih DP lima puluh juta dulu,saya sangat membutuhkan uang sekarang" Kata wanita yang di temui Andika.
"Baik,saya akan transfer lima puluh juta,sisanya akan saya transfer setelah anda berhasil melakukan apa yang saya mau.Ingat! Saya tidak akan transfer sisanya kalau anda sampai gagal!" Ancam Andika pada wanita itu.
"Pak Andika tenang saja,saya sudah berpengalaman"Wanita itu meninggalkan Andika setelah dapat transferan.
"Uang tabungan sudah habis...dari mana bisa dapat seratus juta.Pinjam kekantor nggak mungkin dikasih karna pinjaman waktu nikah sama Siska belum selesai cicilannya" Pikiran Andika sungguh ruwet.Sejak berpisah dari Rianti hidupnya tak bahagia,utangnya tambah banyak.
Andika berjalan menuju sebuah kafe untuk bertemu besti nya dikantor yaitu Irawan.
"Wan,gua butuh uang yang banyak nih" Andika menyesap asal minumannya setelah sampai di kafe.
"Perasaan lo kehabisan uang terus,dulu waktu lo masih sama Rianti lo ga pernah kek gini."
"Nggak tau dah,lo punya ide ga dari mana gua harus dapatkan uang seratus juta dalam waktu yang cepat."
"Buat apa lo uang segitu banyak...lo udah coba ajukan pinjaman kekantor Dik?"
"Yang dulu aja yang gua pinjam waktu gua nikah sama Siska belum lunas,pastilah ga di acc."
"Lo pakai aja dulu uang perusahaan secara diam diam."
"Gua korupsi dong kalau gitu,nggak ah,kalau ketahuan bisa di pecat gua."
"Kalau lo kembalikan dengan cepat ga bakalan ketahuan,ya...itu gimana lo ngaturnya biar ga ketahuan."
"Gua pikirkan dulu deh."
"Emang bua apa sih Dik? Gua jadi curiga."
" Lo ga usah tau Wan,rahasia."
"Sama sohib sendiri pakai rahasia rahasia segala,nggak asik lo ah."
Andika dan Irawan menghabiskan waktu mereka di kafe sampai malam.Sampai akhirnya mereka pulang kerumah masing masing.
Andika melangkah dengan gontai memasuki rumahnya.Pikirannya tambah pusing setelah bertemu dengan Irawan.
Baru akan membuka pintu rumah,lampu sebuah mobil menyilaukan matanya.Sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah.
Andika berhenti dan melihat siapa gerangan orang yang turun dari mobil itu.
__ADS_1
Tampak seorang laki laki membawa Siska keluar dari mobil dengan merangkulnya.Laki laki itu menyuruh satpam yang sedang berjaga membuka pintu gerbang.
Karna mengenal Siska satpam itu membuka pintu gerbang dan menuntun Siska yang dalam keadaan setengah mabuk masuk kedalam.Sementara laki laki itu pergi begitu saja.
Andika berjalan dengan cepat mendekat pada Siska.Wajahnya kelihatan marah melihat istrinya pulang malam diantar seorang laki laki.
"Siska! Dari mana saja kamu?!" Hebat kamu ya,pulang malam diantar laki laki yang bukan suami kamu!" Andika berdiri tepat dihadapan Siska yang jalan sempoyongan.
"Oh mas Andika...? Saya habis bersenang senang mas...mencari mangsa...siapa tau dapat laki laki yang lebih kaya dari kamu...ha...ha...ha!" Siska mulai ngelantur.
"Kurang ajar kamu ya,dasar perempuan ******!" Andika melayangkan sebuah tamparan kewajah Siska.
"Plak!'
Siska memegang pipinya yang terasa sakit dan perih kemudian menatap Andika dengan tajam.
"Oh...kalau aku perempuan ******...lalu apa sebutan untuk laki laki yang menikahi perempuan ******?" Siska tersenyum sinis.
"Gigolo...ah bukan,gigolo masing menghargai pasangannya.Mungkin mas lebih tepat di sebut binatang...tapi...binatang pun masih menghargai pasangannya.Oiya...mas Andika lebih pantas disebut iblis" Sambung Siska kembali tertawa.
Andika semakin naik pitam dan menjambak rambut Siska."Dasar istri kurang ajar! Menyesal aku menikahi kamu.Ki kira aku akan bahagia menikah kamu ternyata aku salah besar!"
"Lepaskan mas,sakit!" Pekik Siska berusaha menjauhkan tangan Andika dari rambutnya.
Seketika hasrat Andika muncul,apalagi Andika telah lama tidak menyentuh Siska.Karna hari hari mereka selalu di penuhi pertengkaran.
"Kamu mau apa mas?" Siska menatap curiga pada wajah Andika yang dipenuhi birahi.
"Aku mau,kamu layani aku!" Andika menarik kasar tangan Siska.
"Nggak mau mas...kamu jahat mas...lepaskan...!"
Melihat Siska mempersulitnya,Andika mengangkat tubuh Siska dan menaikkan keatas bahunya.Dengan cepat berjalan menuju kamar dan melemparkan tubuh Siska keatas kasur.
***
Selesai menemani Andre tidur,Rianti iseng iseng berselancar dengan ponselnya dan membuka akun sejuta umat berlabel warna biru
Matanya terbelalak melihat Ardi menandai dirinya dan memposting foto dirinya bersama Mahendra saat lomba di Lembang.
Rianti langsung menelepon Mahendra untuk menyuruh supaya Ardi menghapus postingan itu.
Baru saja Mahendra memejamkan matanya,terbangun mendengar ponselnya berbunyi.Dengan rasa enggan dan mata agak merem,Mahendra mengambil ponselnya di atas nakas.
__ADS_1
Ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya adalah Rianti,mata Mahendra langsung terbuka lebar.Dengan cepat dia mengangkatnya.
"Halo sayang" Sapa Mahendra mesra dan hangat.
"Pak Mahendra,gawat pak,tolong saya pak!" Cerocos Rianti panik.
"Ya ampun sayang...ada apa sih...sampai panik gitu.Aku kira kamu telepon malam-malam gini karna kangen."
"Pak,bapak coba lihat akunya pak Ardi,dia memposting foto foto kita saat perlombaan di Lembang pak.Saya minta tolong supaya bapak menyuruh pak Ardi menghapus foto foto itu!"
"Rianti...kita tidak sedang dikantor,bisa tidak kamu jangan memanggil aku bapak.Panggil sayang atau mas atau babe atau apalah yang penting jangan bapak.Lagi pula nggak ada yang salah dengan foto foto itu."
"Iiihh...kamu apaan sih Hen,aku serius nih.Aku nggak mau nenek dan kakek Andre sampai melihat foto itu,apa kata mereka nanti.Kamu harus ngerti perasaan aku" Rianti merungut.
"Aku juga serius,kalau kamu nggak mau panggil aku sayang,aku nggak mau bantu kamu" Terdengar tawa ringan Mahendra.
"Nggak mau" celetuk Rianti.
"Ya sudah,kalau kamu nggak mau,aku tutup teleponnya."
"Iya iya...sa-yang" Rianti menggigit bibirnya merasa malu,terdengar suara ketawa senang Mahendra dari ujung telepon.
"Tapi kalau aku berhasil menyuruh Ardi menghapusnya,kamu harus mau aku ajak kencan ya?!"
"Ih kamu nggak ikhlas banget sih bantu aku,ini kan foto kita berdua."
"Sejak kita resmi jadi sepasang kekasih,kita belum pernah kencan."
"Iya,malam Minggu nanti kita kencan,tapi kamu harus suruh pak Ardi hapus foto foto itu sekarang juga."
"Nunggu malam minggu kelamaan,aku maunya besok setelah pulang kantor."
"Besok hari Senin Hendra,mana ada orang kencan malam Selasa."
"Biar ada,jadi kita kencan besok malam ya?!
"Iya,tapi kamu janji akan menyuruh pak Ardi hapus postingannya,aku tunggu loh!"
" Siap sayang,apapun akan ku lakukan untuk kamu."
"Yasudah,aku tidur dulu ya."
"Mimpikan aku ya..." Belum selesai Mahendra bicara,Rianti langsung memutus sambungan teleponnya.Dia merasa grogi dan mati kata.
__ADS_1
Rianti tidak menyangka Mahendra yang biasanya pendiam,cool,bisa berubah jadi cerewet dan bucin gitu.