Aku Memilih Berpisah

Aku Memilih Berpisah
Episode 25


__ADS_3

Andika merasa senang bisa duduk bertiga di pesawat terbang dengan Rianti dan Andre.Andika dengan sengaja mendudukkan Andre di paling pinggir supaya dia bisa duduk bersebelahan dengan Rianti.


Rianti melirik sinis pada Andika yang dari tadi memandangnya sambil tersenyum senyum.Dulu senyum Andika selalu membuat dadanya berdetak lebih kencang tapi sekarang senyum itu begitu menjijikkan,serasa ingin muntah melihatnya.


Rianti pura pura tidur untuk menghindari berinteraksi dengan Andika.Ternyata Andika semakin gencar mengganggu dan menggodanya.Andika pun pura pura tidur kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rianti sementara tangannya seakan jatuh tidak sengaja di paha Rianti.


Rianti mendorong kepala Andika dengan kasar dan memindahkan tangan Andika dengan mengibasnya.Andika pura pura masih tidur nyenyak dan kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Rianti.


Bu Ratih dari tadi memperhatikan kelakuan Andika dan Rianti terlihat tidak nyaman duduk disebelah Andika.


Bu Ratih menyuruh suaminya bertukar tempat dengan Rianti.Jadinya Andika duduk bersebelahan dengan papanya.Rianti dengan ibu mertuanya.


Setelah menempuh perjalanan udara satu jam lebih dan perjalan darat hampir dua jam,mereka sampai dikediaman eyang kakung.


Rumah itu tampak begitu besar,dikelilingi persawahan.Keluarga pak Arman di sambut dengan hangat oleh eyang kakung dan semua keluarga besar yang telah hadir.


"Mana nih pasangan paling ideal di keluarga kita?" Tanya salah satu sepupu laki laki Andika.


Andika tersenyum lebar mengangkat kepalanya dengan bangga sementara Rianti hanya menarik sudut bibirnya.


"Wah kak Rianti sekarang tambah cantik ya,wajahnya semakin glowing.Tubuhnya juga tetap bagus padahal sudah punya anak.Apa karna sekarang kak Rianti bekerja ya?" Timpal sepupu Andika yang cewek.


"Masa iya sih? Perasaan tetap sama seperti dulu"Rianti memegang wajahnya tersipu malu.


Semua mata tertuju pada Rianti termasuk Andika,dalam hatinya dia semakin bersemangat untuk mendapatkan Rianti kembali walau harus mengorbankan Siska.


"Oh sekarang kamu kerja Rianti,baguslah supaya bisa mandiri.Kita kan tidak tau kedepannya apa yang terjadi.Contohnya seperti teman satu kantor tante.Suaminya selingkuh dan menikah lagi.Karna dia sudah biasa kerja jadi tidak kaget saat suaminya pergi meninggalkan dia dan anak anaknya.Dia sudah punya pegangan" Kata tante Melati adik pak Arman.


"Itu benar tante.Suami tidak selamanya bisa bersama kita,kalau tidak di ambil Tuhan...diambil sama pelakor" Sahut Rianti sambil melirik Andika.Yang dilirik tetap cuek seperti tidak punya perasaan.


Setelah kenyang makan dan minum jamuan yang dihidangkan semua keluarga dipersilahkan istirahat dikamar yang telah disediakan.Eyang kakung sengaja membangun rumah yang besar dan banyak kamarnya.Supaya saat berkumpul semua bisa kebagian kamar.


Hati Rianti berdebar karna dia akan satu kamar dengan Andika.Kamar itu akan ditiduri dia,Andika dan Andre.


Dia rasanya ingin protes tapi ingat pesan ibu mertuanya untuk menghargai kelurga yang sedang bahagia karna ada salah satu cucu eyang yang akan menikah.Satu rumah akan heboh jika mereka tidur terpisah.


Rianti tidak tega membuat keributan dirumah ini sebelum pernikahan dilaksankan.Dia akan menunggu esok hari sampai acara pernikahan selesai untuk mengungkap tabir dibalik pernikahannya.

__ADS_1


Beda halnya dengan Andika,dia terlihat bahagia.Sekamar berdua dengan Rianti adalah hal yang ditunggu tunggunya.Dia akan punya kesempatan untuk merayu dan mendekati Rianti.Dirumah orang,Rianti tidak mungkin berteriak dan meninggalkannya sendirian dikamar.Otaknya sudah merencanakan banyak hal nanti malam.


Rianti menarik nafas panjang untuk menghilangkan gundah dalam dirinya.Ini memang menjijikkan tapi dia harus bersabar demi menghormati keluarga ini.


Andika dan Andre telah lebih dulu masuk kamar.Rianti masih berdiri di depan pintu sibuk berperang dengan pikirannya.


"Kenapa berdiri saja diluar? Ayo masuk sayang!" Kata kata Andika dengan gayanya yang penuh kemenangan.


Rianti melirik Andika,"Ih ini sangat menjijikkan!" Umpatnya dalam hati.Ingin rasanya dia memukul kepala pria itu dengan tas ditangannya biar tau kalau dia sangat membencinya.


Rianti masuk dengan menggenggam erat tali tasnya kemudian menuju koper untuk mengambil pakaian salin Andre.


"Sayang mandi yuk,badan kamu sudah pada lengket" Rianti menghampiri Andre yang sedang asik menyusun lego.


"Iya ma" Sahut Andre.


"Mama mandikan saja ya,biar cepat,sudah mau malam" Andre mengangguk sambil membuka bajunya.


Selesai memandikan Andre,Rianti mengambil baju,dia juga ingin mandi.Rasanya badannya begitu penat di tambah hati dan pikirannya ikut penat.


"Sayang aku juga mau dong dimandikan atau sekalian kita mandi bareng" Kata Andika sambil mengedipkan sebelah matanya,sementara kakinya menahan daun pintu yang hendak ditutup Rianti.


Setelah makan malam semua berkumpul di teras depan.Laki laki dengan para lelaki,wanita dengan dengan para wanita,anak anak dengan para anak.


Tiba tiba Andre menghampiri Rianti" Ma...Andre boleh ga tidur bareng Daffa.Kata Daffa di kamarnya banyak mainan" Andre bergelayut manja pada mamanya.


"Tidak boleh sayang,takutnya Daffa kesempitan nanti di kasurnya.Andre tidur sama mama aja ya."


"Tempat tidur Daffa besar kok,pasti muat" Daffa anak tante Melati datang menyusul Andre.


"Tuh kan ma" Andre memandang mamanya penuh harap.


Rianti jadi tidak tega" Baiklah sayang mama izinkan,nanti sebelum tidur jangan lupa baca doa ya" Rianti mentoel pelan hidung Andre.Andre dan Daffa lari kegirangan.


Rianti tersenyum bahagia melihat Andre senang tapi tiba tiba senyum lenyap seketika mengingat dia akan tidur berdua dengan Andika.


Hari semakin larut,Rianti tidak masuk kamar untuk menghindari Andika.Dia memilih ikut berbenah membantu para asisten rumah tangga.

__ADS_1


Andika melihat jarum jam di pergelangan tangannya,waktu hampir menunjukkan pukul dua belas malam.Tapi Rianti tidak masuk juga kedalam kamar.Apa dia tidur di tempat lain,tapi tidak mungkin semua kamar telah terisi.


Akhirnya Andika berinisiatif mencari Rianti.Semua lampu telah padam kecuali lampu dapur.Benar saja dia menemukan Rianti sedang mencuci piring dan para asisten rumah tangga yang lain ada yang menghangatkan makanan dan ada yang sedang menyapu.


Melihat Andika datang para asisten rumah tangga ketakutan."Maaf pak,tadi bu Rianti yang maksa mau mencuci piring" Andika tidak menyahut dia hanya berdiri di depan pintu dengan melipat kedua tangannya di dada.


" Nggak apa apa mba,saya sudah biasa berbenah.Tanggung ini tinggal sedikit lagi" Tolak Rianti ketika salah satu art itu mau mengambil alih mencuci piring.


Setelah selesai Rianti berjalan keluar dari dapur tanpa memperdulikan Andika.


"Sayang,aku dari tadi sudah menunggu kamu,mas sudah ngantuk banget nih" Andika mengikuti dari belakang.Rianti mendengus kesal.


Rianti masuk kamar dan langsung masuk kamar mandi hendak cuci muka dan sikat gigi.Andika menunggu di atas kasur dengan senyam senyum.


Lima belas menit menunggu,Rianti tidak keluar keluar dari kamar mandi,Andika masih sabar menunggu.Sampai setengah jam,Rianti belum keluar juga.Andika mengetuk pintu kamar mandi.


"Rianti...sayang...kamu sedang apa didalam,kenapa lama sekali?"


"Suka suka sayalah!" Teriak Rianti dari dalam.


"Aku tau sayang,kamu pasti sedang luluran di dalam biar badan kamu wangi.Nggak apa apa selama apapun akan mas tunggu" Andika tertawa menggoda.


Rianti keluar dari kamar mandi,mengambil guling,tas,koper dan meletakkannya ditengah tengah atas tempat tidur.


"Awas kamu mas melewati batas ini!" Kata Rianti dengan mata melotot.


"Sayang,kita masih sah suami istri,apa salahnya kita tidur berdekat dekatan."


"Salah,kita sebentar lagi hanya mantan suami istri.Jadi mas jangan macam macam,tolong hormati aku" Rianti tidur membelakangi Andika.


Andika tersenyum gemas" Ah baru guling dan koper yang jadi pembatas kita,sekalipun gunung akan mas lewati asal bisa memeluk mu" Bathin Andika.


Rianti berusaha agar tidak tertidur sampai saat subuh tiba.Walau sebenarnya matanya sangat mengantuk dan tubuhnya lelah.Dia bertekad akan terus terjaga sebab ada buaya berwujud manusia disampingnya yang siap menerkamnya saat lengah.


Sementara Andika terus mengoceh merayu Rianti,tapi Rianti tidak menanggapinya sama sekali.Capek mengoceh tidak ditanggapi,Andika diam sendiri sambil memandangi punggung Rianti.


Akhirnya Rianti kalah dengan rasa kantuknya,kira kira jam tiga Rianti pasrah ruhnya pindah ke alam mimpi.

__ADS_1


Sampai akhirnya Rianti bangun kesiangan dan menemukan tubuhnya tidak memakai pakaian sehelai benang pun.Tubuhnya hanya ditutupi sehelai selimut.


__ADS_2