
Akhirnya proses sidang cerai Eleanor berjalan dengan lancar, hari ini ia sudah resmi menjadi janda. Berkat Sean yang tidak hadir di hari persidangan semuanya berjalan dengan lancar. Ada keluarga yang mendukung semua keputusan Eleanor dan jangan lupakan Leon pengacara sekaligus sahabat.
“El, aku akan ke rumah sakit. Lia akan segera melahirkan,” ujar Leon panik.
“Aku yang menyetir,” ujar Eleanor lalu mengambil alih kunci mobil Leon.
Usia kandungan Lia memang sudah waktunya untuk melahirkan, Leon sudah bekerja keras membagi waktunya untuk persidangan cerainya dan juga persalinan Lia.
Eleanor dan Leon sudah sampai di rumah sakit, Leon langsung masuk ke ruang persalinan sedangkan Eleanor menunggu diluar bersama keluarga Leon. Keluaga Lia sedang dalam perjalanan kemari, karena keluarga Lia tinggal di Luar negri.
Empat jam berlalu dan bayi Lia sudah lahir, Lia melahirkan bayi laki-laki. Sangat tampan seperti Leon. Leon terus menjaga Lia, karena selama empat jam ia menemani Lia ia jadi tahu perjuangan Lia melahirkan putra mereka. Perjuangan yang mempertaruhkan nyawa.
“Selamat Li, kau memiliki putra yang tampan,” ujar Eleanor mengucpakan selamat dengan tulus pada Lia.
“Terima kasih El, selamat padamu juga.” Lia masih lemas dan mengambil alih bayinya yang menangis.
“Anak ganteng Ibu, selamat datang sayang,” ujar Lia mencium kening bayinya.
“Sepertinya putra kita mengenali ibu,” ujar Leon menghampiri Lia.
Eleanor turut bahagia atas kelahiran baby L, ia pamit pulang karena Eleanor ingin menyediakan ruang untuk keluarga Lia dan Leon.
Sesampainya di rumah Eleanor disambut oleh kakeknya, Eleanor tahu kakeknya sangat marah padanya sekarang.
“Apa kau benar tidak ingin melanjutkan perusahaan El?” tanya Kakeknya membuat Eleanor menganggukan kepalanya.
“Dan menyerahkan pada pamanmu itu bukan pilihan yang tepat El, kau sudah mendapat banyak pendidikan untuk menjadi penerus.”
“Aku lelah kek, El mohon biarkan paman yang mengurus perusahaan,” ujar Eleanor lemah, kakek menghela nafas pelan. Jarvis sangat ingin Eleanor menjadi pewaris perusahaan tapi Jarvis tidak ingin memaksa kehendak cucu nya.
“Baiklah, dengan syarat kau harus mencari kebahagianmu sendiri.” Jarvis menyerah yang terpenting adalah kebahagian cucunya.
“Terima kasih kakek.”
Sekarang Eleanor akan membuka lembaran baru, ia tidak bisa melupakan masa lalu namun bukannya ia harus terus maju agar ia bisa menemukan kebahagian.
Eleanor berencana untuk berlibur ke Australia, Eleanor ingin pergi ke pantai whitehaven disana ia bisa berlibur dan menghilangkan penat.
Rencana liburan ini sudah Eleanor rancang sebelum sidang perceraian berakhir, atas saran Leon sementara waktu ia akan berlibur.
__ADS_1
*
Hari ini Eleanor ada janji dengan Cessa mereka akan pergi ke kebun binatang bersama. Tanpa rencana Eleanor, Liam, dan Cessa memakai pakaian yang sewarna. Itu membuat mereka seperti keluarga yang sedang liburan.
“Mama, Cessa ingin melihat panda,” ujar Cessa sangat senang ketika mereka baru saja sampai di kebun binantang.
Liam membeli tiket dan topi untuk Cessa dan Eleanor.
“Terima kasih Liam.”
Eleanor memasakan topi pada Cessa lalu mereka masuk kedalam kebun binatang. Cessa sangat senang ia terus bercerita sepanjang perjalanan melihat banyak binatang.
“Mama, lihat bayi pandanya sangat lucu,” ujar Cessa sambil memberi makanan pada panda.
“Kau mau panda sayang, kita bisa memeliharanya di rumah.” Cessa menggelengkan kepalanya.
“Cessa sudah ada Ceez, nanti Cessa tidak bisa mengurus panda bagaimana? Lalu Ceez?”
“Harimau dan panda sangat tidak cocok ya, tapi kalau putri papa ingin memelihara panda katakan pada papa. Papa akan membelinya untukmu,” ujar Liam membuat Cessa menganggukan kepalanya.
“Cessa memelihara harimau?” tanya Eleanor tidak percaya.
“Iya mama Ceez sangat besar dan Ceez sangat lucu. Cessa lupa mengenalkan pada mama, nanti Cessa kenalkan.”
Setelah puas melihat banyak hewan, sekarang Eleanor, Cessa dan Liam sedang duduk beralasan karpet kecil. Eleanor membuat bekal makan siang untuk mereka dan sekarang adalah waktunya makan siang.
“Asik dimasakan mama makan siang,” teriak Cessa senang membuat hati Eleanor menghangat.
“Terima kasih El, rencananya mendadak tapi kau menyiapkan makan siang untuk kita,” ujar Liam membuat Eleanor tersenyum.
“Sama-sama Liam, sekarang mari mencicipi masakan aunty.”
“Uwaa, masakan mama sangat, sangat lezat sekali,” puji Cessa dengan jujur.
“Manis sekali, sekarang habiskan makan siangmu,” ujar Eleanor gemas pada Cessa. Tidak bisa dipungkiri masakan Eleanor memang sangat lezat dan Liam mengakui nya.
"Cessa akan menulis ini dalam buku harian, karena hari ini Cessa sangat bahagia."
Lagi-lagi perasaan Eleanor menghangat dan Cessa sangat menggemaskan sekali, bagaimana bisa Cessa semenggemaskan ini. Ingin rasanya Eleanor mengarungi Cessa karena Cessa sangat imut dan menggemaskan.
__ADS_1
Liam mengantar Eleanor sampai rumah, Cessa sudah tidur nyenyak di kursi belakang. Anak itu pasti kelelahan karena berkeliling kebun binatang dan pasti energinya habis karena menghabiskan hari ini dengan sangat bersemangat.
"Terima kasih El," ujar Liam ketika Eleanor akan keluar dari mobil.
"Sama-sama Liam, terima kasih karena telah mengajaku juga," jawab Eleanor tersenyum.
"Kami pamit El."
"Hati-hati Liam."
Sesampainya di rumah Eleanor langsung mandi dan menyiapkan kebutuhan liburannya karena besok pagi-pagi sekali Eleanor akan terbang ke Australia.
Sedangkan di rumah Liam sekarang Cessa menangis kencang karena tidak dibangunkan ketika Eleanor pulang.
"Papa jahat, Cessa kan ingin mampir ke rumah mama kenapa papa tidak membangunkan Cessa, hiks, hiks." Cessa menangis kencang.
"Maafkan papa sayang, besok papa janji akan mengantar Cessa ke rumah mama."
"Janji, papa tidak bohongkan?"
"Papa tidak pernah bohong, papa janji."
Cessa memeluk Liam ia sudah tidak lagi menangis.
"Terima kasih papa, Cessa mencintai papa."
"Papa lebih mencintai Cessa."
"Sebanyak mana?"
"Sebanyak langit dan bumi."
Setelah mandi Liam dan Cessa makan malam bersama, Cessa cemburut membuat Liam khawatir.
"Kenapa sayang? Makannya tidak enak?" tanya Liam membuat Cessa menggelengkan kepalanya.
"Cessa ingin makan masakan mama lagi, papa bisa kah papa bilang pada mama besok untuk memasakan makanan yang lezat seperti hari ini," pinta Cessa membuat Liam menganggukan kepalanya.
"Siap laksanakan Princess."
__ADS_1
Eleanor merasakan telinganya gatal sepertinya ada yang sedang membicarakannya. Lupankan itu Eleanor sudah selesai bersiap besok ia hanya tinggal berangkat saja. Karena sudah malam Eleanor memutuskan untuk perawatan, ia harus menjaga kerutan diwajahnya. Umurnya semakin tua dan keriput sudah muncul diwajah nya. Umur Eleanor sekarang sudah 28 tahun dan ia harus memperhatikan aset nya.
Setelah memakai masker Eleanor menghidupkan televisi, ia menonton film horor kesukaanya. Karena lelah Eleanor tertidur ia bahkan belum mencuci masker diwajah nya. Sekarang bukan Eleanor yang menonton televisi tapi hantu di televisilah yang sedang menonton Eleanor yang ketiduran.