AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 48 : Memang pantas


__ADS_3

“Apakah kau tahu siapa orang yang telah menculik mu dan berusaha menggugurkan kandungan mu?” Tanya Liam tanpa mengalihkan pandangan nya dari gelap nya malam di luar sana.


“Ti-tidak.” Entah mengapa mendengar Liam menanyakan itu membuat jantung Eleanor berdegup dengan cepat, Eleanor bahkan sudah melupakan kejadian itu dan tidak berusaha mencari tahu siapa di balik dalang penculikan nya.


“Angel dan Sean, mereka dalang dari penculikan mu. Dan dia dengan sengaja membuatmu agar keguguran.”


“Angel tidak menyukai dirimu, dan dia berusaha menggugurkan kandungan mu, agar kau tidak memiliki keturunan dari ku,” ucap Liam, ini adalah salah satu rahasia yang tidak Eleanor ketahui, Liam berusaha menutupi rapat rapat agar Eleanor tidak tahu, namun kini Liam justru memberitahu Eleanor.


“Angel?” Eleanor tidak salah mendengar apa yang di ucapkan Liam bukan, pendengaran nya masih sangat bagus. Angel yang telah menculik dan membuat kandungan Eleanor keguguran.


“Sean, pria itu seperti nya sudah menjadi gila karena kau menikah dengan ku.”


“Benar, wanita dan pria itu yang telah membuat kita kehilangan baby bear.” Mengingat hal itu membuat Liam harus mengeratkan rahang nya dan mengepal kuat hingga memperlihatkan urat urat tangan nya.


Eleanor benar benar di buat tidak percaya dengan ucapan Liam, ia menatap punggung Liam yang menegang karena kembali mengingat kejadian ini, yang mengakibatkan Eleanor harus mengalami koma selama berhari hari.

__ADS_1


“Tapi kenapa kau menyembunyikan ini dari ku Liam,” ujar Eleanor, seharus nya Liam memberitahu Eleanor mengenai hal ini bukan malah menyembunyikan nya. Dada Eleanor kembali terasa sesak, bukan karena Liam yang baru saja memberitahu jika Angel adalah pelaku nya, melainkan rasa sakit yang harus Eleanor rasakan akibat keegoisan Angel dan Sean.


“Aku tidak ingin kau sedih, dan memikirkan Angel dan Sean secara terus menerus jadi aku merahasiakan ini. Aku merahasiakan ini juga bukan tanpa alasan El,” jawab Liam dengan memandang Eleanor yang tengah menatap dari atas ranjang, sangat terlihat jelas jika wajah Eleanor menunjukan rasa kaget dan syok nya, Eleanor tidak pandai menutupi ekspresi wajah nya.


“Lalu dimana keberadaanmereka saat ini, apa ia berada di dalam penjara?” Tanya Eleanor lagi, meski Angel dan Sean telah berbuat jahat kepada dirinya, namun Eleanor tidak merasa dendam dan benci pada Angel, ia justru merasa penasaran dengan keberadaan Angel saat ini. Meski dada nya terasa sesak dan hati nya terasa sakit, Eleanor masih bisa menanyakan keberadaan Angel dan Sean dengan tenang.


“Aku telah membunuh mereka,” ucap Liam dengan lantang, sudah tidak ada guna nya lagi menutupi rahasia yang ia sembunyikan dari Eleanor. Lebih baik Liam membuka nya saat ini juga, daripada Eleanor mendengar nya dari orang lain. Meski Liam tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, apakah Eleanor akan menjauhi nya atau justru menerima kekurangan Liam.


“Jangan bercanda Liam. Kau tidak mungkin membunuh mereka,” ucap Eleanor dengan terbata bata, tidak mungkin jika Liam membunuh seorang wanita dengan tangan nya sendiri bukan. Eleanor yakin jika Liam sedang bermain main, tidak mungkin jika Liam melakukan hal keji seperti itu.


“Ka-kau, tidak Liam. Kau tidak mungkin melakukan nya.” Eleanor dapat merasakan aura Liam yang berubah dengan tiba tiba, aura yang menyeram kan, dan suasana kamar ini yang juga berubah menjadi mencekam serta menjadi lebih dingin. Mungkin Eleanor pernah melihat Liam ketika sedang marah dengan emosi yang meluap luap, namun Eleanor belum pernah melihat aura menyeramkan Liam, dan itu membuat bulu kuduk Eleanor berdiri seketika.


Entah mengapa dengan aura yang menyeramkan saat ini, membuat Eleanor menjadi takut kepada Liam, ia tidak pernah menyangka jika Liam memiliki sisi yang kejam, yang baru Eleanor ketahui. Liam menutupi nya dengan sangat rapi hingga tidak membuat Eleanor merasa curiga sedikit pun. Liam yang terlalu pandai menutupi rahasia nya atau Eleanor yang terlalu bodoh hingga tidak menyadari sesuatu yang terjadi di sekitar nya.


“Aku membakar mereka hidup-hidup di gedung tua.” Lanjut Liam lagi mengabaikan rasa syok dan ketidak percayaan Eleanor.

__ADS_1


“Gedung itu adalah tempat dimana Angel menculik dan menyiksa mu, dan di tempat itu pula aku membunuh Angel dan Sean.” Sambung Liam, ia bisa melihat Eleanor yang berusaha menahan air mata nya yang mulai menggenang di kelopak mata nya.


“Jika kau berpikir aku sangat keji, jahat, dan tak berperikemanusiaan, aku akan menerima nya. Karena itu semua adalah diriku, sisi gelap yang baru saja aku ceritakan padamu.”


“Aku ingin kau tahu bagaimana sisi gelap ku El. Namun yang perlu kau tahu, aku tidak berbuat dengan sesuka hati ku. Aku hanya menghukum orang orang yang berusaha mengkhianati ku ataupun orang orang yang menyakiti ku, dan yang paling penting adalah musuhku dalam berbisnis.”


“Kau tentu tahu bagaimana kejam dan licik nya dunia bisnis. Bisnis tidak bisa di lakukan dengan tangan bersih El.”


“Jika aku tidak menyingkirkan mereka, maka mereka yang akan menyingkirkan ku lebih dulu.” Liam berusaha menjelaskan kepada Eleanor, agar wanita itu mengerti posisi nya. Liam tidak membenarkan sifat keji nya, namun Liam berharap Eleanor mengerti akan posisi dirinya. Tanggung jawab Liam sangatlah besar, ia tidak membiarkan para hama yang berusaha menjatuhkan perusahaan yang ia bangun hidup dengan aman dan tenang, meski mereka hidup tenanh dan aman di dunia, namun Liam tidak akan membiarkan mereka hidup aman dan tenang di dalam neraka.


Eleanor tertegun mendengar apa yang di ucapkan Liam, dan Liam berusaha mencerna nya dengan baik. Meski Eleanor merasa kecewa dengan Liam, ia merasa tertipu, Liam tidak sebaik yang ia pikirkan selama ini. Namun yang di katakan Liam memang benar adanya, dunia bisnis sangat lah kejam dan juga sangat licik.


Namun tetap saja apa yang di lakukan Liam adalah salah, salah di mata hukum maupun di mata Tuhan.


Eleanor tidak bisa menghentikkan rasa kecewa nya yang terus membesar, Eleanor membutuhkan waktu untuk menerima ini semua. Tapi Eleanor juga tidak bisa menutup mata karena Liam melakukan nya untuk diri nya. Eleanor rasa itu hukuman yang pantas untuk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2