AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 43 : Merindukan baby Bear


__ADS_3

Eleanor berada di atas ranjang nya sedangkan Liam, pria itu sedang mengupas buah apel, karena Eleanor ingin makan buah apel. Sembari menunggu Liam menyelesaikan tugas nya, Eleanor ingin menonton berita atau gosip yang muncul pagi hari ini.


Eleanor fokus menatap televisi dan Liam yang masih fokus memotong apel.


“Liam bukankah itu kita, pembawa acara itu sedang membicarakan kita Liam.” Teriak Eleanor ketika melihat sebuah acara gosip yang sedang membicarakan dirinya dengan Liam, di dalam layar televisi itu terlihat foto dan video pendek mereka, ketika Liam yang mendorong kursi roda Eleanor di taman beberapa menit yang lalu.


“Oh sial.” Liam menghentikan kegiatan memotong apel nya, ia menancapkan pisau yang ada di tangan nya pada buah apel yang masih utuh.


“Aku akan menelpon Nial sebentar.” Sebelum ia mencari ponsel nya Liam terlebih dahulu menghampiri Eleanor, mencium puncak kepala nya sebentar agar Eleanor merasa tenang, karena Liam tahu, Eleanor tidak menyukai hal semacam ini.


“Tidak perlu memakai emosi,” ucap Eleanor dengan mengelus lengan kekar, ia sudah paham betul sifat Liam juga sedang seperti ini, ia bisa meledak kapan dan dimana saja ia mau.


Liam berjalan mendekat ke arah jendela kaca, ia dapat melihat lalu lintar kendaraan yang masih sepi karena ini masih terbilang pagi untuk berangkat bekerja.


Tangan nya bergerak menyentuh layar ponsel nya, mencari nama kontak Nial.


“Segera bereskan itu, jangan biarkan semakin banyak gosip yang akan keluar hari ini, dan kau beri penjelasan pada awak media jika Eleanor hanya sedang kelelahan saja, mereka harus menayangkan berita itu, dan setelah nya jangan sampai ada pihak manapun yang kembali membuat berita tentang pagi ini,” ucap Liam tanpa berbasa basi kepada Nial.


“Baik Tuan,” balas Nial di seberang sana, sebelum mengangkat telpon dari Liam ia sudah bersiap siap terlebih dahulu jika akan mendapat amukan pagi dari Tuan nya, beruntung nya Nial karena penjinak Liam sudah kembali berada di sisi Tuan nya.


Setelah selesai menelpon Nial ia kembali mendekati Eleanor.


“Siang nanti berita ini akan hilang, tak perlu khawatir,” ucap Liam dengan menyerahkan sepiring potongan apel yang belum sempat ia berikan pada Eleanor.


“Ini menjadi resiko ku jika memiliki hubungan dengan seorang Crazy Rich dan billionaire muda nan tampan ini.” Goda Eleanor, ia hanya cemas jika berita mengenai keguguran nya akan tersebar ke awak media, itu hanya akan kembali membuatnya merasa sedih.


“Dan banyak wanita di luaran sana yang iri kepada mu, menjadi tunangan seorang billionaire muda dan tampan.” Ucap Liam menyombongkan diri nya, tingkat kepercayaan diri Liam sangat lah tinggi.


“Tidak ada yang salah dengan ucapan mu, tapi kau terlalu percaya diri, sombong sekali.” Cibir Eleanor sembari memakan buah apel nya.


“Setelah ini dokter akan datang memeriksa mu” Liam mengambil satu potongan apel, lalu mengunyah nya.

__ADS_1


“Bisakah aku pulang hari ini, aku sudah cukup sehat untuk kembali beraktivitas seperti sebelum nya.” Eleanor memang sudah merasa sehat, ia akan meminta pulanh pada dokter yang akan memeriksa nya.


“Kita harus tahu apa kata dokter, jika kau memang sudah sepenuh nya sehat, dokter pasti akan memperbolehkan mu untuk pulang,” jawab Liam.


“Baiklah, perintahkan dokter agar segera memeriksa keadaan ku.”


*


Eleanor merasa sangat senang karena di perbolehkan untuk pulang hari ini, tentu nya setelah ia di periksa oleh dokter disini, dokter itu tidak asing bagi Eleanor karena ia sudah bertemu sebelum nya. Liam juga memberi kabar pada para orangtua agar tidak usah datang ke rumah sakit, karena sebentar lagi Eleanor akan keluar dari sini.


“Apa kau sangat senang hmm?” Tanya Liam yang bisa melihat rona bahagia Eleanor.


“Tentu saja aku senang, lebih baik berada di tempat tinggal sendiri bukan, meskipun disini juga terasa nyaman,” jawab Eleanor, ia kini sudah berganti pakaian menggunakan dress.


“Aku juga merasa senang karena keadaan mu sudah kembali sehat.” Liam mendekat ke arah Eleanor, membawa Eleanor ke dalam dekapan nya.


Cup


“Aku merindukan bibir manis ini.” Jari Liam mengusap bibir Eleanor yang basah akibat kecupan Liam, mata nya tak sekalipun berkedip memandang wajah Eleanor.


“Mama!” panggil Cessa langsung menghampiri Eleanor.


“Mama sangat merindukan Cessa, bagaimana kabarmu hm?” tanya Eleanor membuat Cessa menangis.


“Terima kasih telah kembali mama, selamat datang dirumah,” ujar Cessa membuat Eleanor langsung memeluk Cessa. Eleanor beruntung masih memiliki Cessa, anak manis yang sangat ia cintai.


*


“Argh, Mama merindukan mu, hikss.”


“Mama belum bisa mengiklaskan mu.” Badan Eleanor luruh di lantai, kaki nya terasa sangat lemah. Kejadian tadi seakan akan mengingatkan nya dengan baby bear, saat saat ia dan Liam melakukan hubungan badan, hingga di dalam perut Eleanor ada makhluk kecil yang akan hadir ke dunia ini.

__ADS_1


“El, maafkan aku.” Liam membawa Eleanor ke dalam pelukan nya, mereka berpelukan di atas dingin nya lantai marmer yang harga nya sangat fantastis ini.


“Aku merindukan nya, hiksss.” Eleanor memukul mukul dada kekar Liam, kulit mereka saling bersentuhan, payudara Eleanor menyentuh permukaan dada Liam, serta air mata Eleanor yang turun mengenai dada bidang Liam.


“Maafkan aku.” Liam merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Eleanor, jika saja tadi ia dapat menahan diri, mungkin keadaan nya tidak seperti sekarang ini.


“A-aku belum bisa melakukan itu Liam, maafkan aku.” Eleanor masih bisa berpikir dengan normal, mungkin Liam menginginkan nya dari Eleanor, namun Eleanor masih belum bisa memberikan nya pada Liam.


“Kau tidak salah El, ini adalah salah ku.”


“Jangan menangis.” Liam menghapus air mata Eleanor yang terjatuh di pipi nya.


“Kau juga membuat ku merasa sedih, aku takut jika baby bear akan marah padaku karena sudah membuat Mama nya yang cantik ini menangis.” Liam mencoba menghibur Eleanor, meskipun Liam sangat menginginkan kehadiran seorang anak di dalam kehidupan nya bersama Eleanor.


“Liam.” Eleanor menatap mata Liam dengan masih meneteskan air mata nya, Liam mengangkat kedua alis nya memberi kode pada Eleanor untuk mengutarakan apa yang ingin ia katakan.


“Bukan kah kau berjanji akan membawa ku menjenguk baby bear setelah keluar dari rumah sakit?” Eleanor benar benar merindukan nya, meskipun hanya bisa bertemu di sebuah pemakaman. Setidak nya ia masih bisa mengunjungi nya.


“Aku tidak melupakan janji itu El, besok kita akan mengunjungi baby bear. Tidak mungkin untuk pergi sekarang, karena hari sudah malam.” Ia melihat ke arah luar, dan langit sore yang indah tadi sudah berganti dengan gelap nya malam.


“Maafkan aku, karena belum bisa melakukan nya dengan mu.” Eleanor kembali mengucapkan kata maaf, ia takut jika Liam akan marah pada dirinya.


“Kau tidak perlu minta maaf El, sebaiknya kau memakai kembali pakaian mu, ah tidak sebaiknya kau tunggu saja di atas ranjang, aku akan mengambilkan pakaian untuk mu.” Liam membawa Eleanor ke atas ranjang dengan cara menggendong nya ala bridal style. Kemudian menutupi badan Eleanor dengan selimut tebal yang menghangatkan badan nya.


“Tunggu sebentar.” Eleanor hanya diam menuruti perkataan Liam.


Liam masuk ke dalam walk in closet mencari baju untuk Eleanor, ia mengambil sweater berwarna hitam lalu memakaikan nya untuk Eleanor.


“Terimakasih Liam.” Eleanor memeluk Liam, ia tidak ingin melepaskan pelukan nya, hati nya kembali tenang ketika ia dapat memeluk Liam seperti ini.


“Tidurlah.” Liam bergerak untuk berbaring di samping Eleanor, kemudian memeluk wanita nya hingga tertidur lelap.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2