
"Hemm." Eleanor bangun dari tidur nya lalu meregangkan kedua tangan nya. Hari ini Eleanor bangun lebih pagi dari biasa nya. Dan hari ini Eleanor akan mengunjungi makan kedua orang tua nya, sekarang adalah hari kematian kedua orang tua Eleanor.
Eleanor segera mandi dan bersiap-siap karena perjalanan ke makan kedua orang tua nya membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.
Eleanor sengaja berangkat pagi agar ia bisa menjemput Cessa dari sekolah, karena Cessa sekarang hanya ingin Eleanor yang menjemputnya pulang sekolah.
"Nona, bunga pesanan Nona sudah sampai," ujar Amel membawa buket bunga kedalam kamar Eleanor.
"Terima kasih Mel," ujar Eleanor melihat bunga mawar putih kesukaan ibu nya.
Setelah selesai bersiap Eleanor segera berangkat. Perjalanan begitu jauh akhir nya Eleanor sampai di makam kedua orang tua nya. Eleanor menaburkan bunga lalu meletakan buket mawar putih diatas kuburan kedua orang tua nya.
"Hallo Mom, Dad, bagaimana kabar kalian?"
"Kalau kabar El baik-baik saja. Mom, Dad maaf membuat kalian kecewa. Aku dan Nora seperti nya tidak akan akur untuk waktu yang El sendiri tidak tahu hingga kapan." Eleanor mulai bercerita didepan makan kedua orang tua nya.
"Ini seperti alasan saja, tapi El melakukan ini agar El hidup. El hanya melakukan untuk menyelamatkan hidup El. Atas kasih sayang Tuhan dan pasti berkat Mommy dan Daddy, El masih bisa bernafas hingga sekarang. Mom, Dad tolong jangan kecewa dengan apa pilihan El." Eleanor memegang batu nisa kedua orang tua nya, seakan ia sekarang sedang bicara dengan kedua orang tua nya.
Eleanor mengecek jam tangan nya, sudah hampir 30 menit ia mengobrol dengan orang tua nya. Sekarang waktu nya Eleanor pamit untuk pulang.
"Mom, Dad, El akan pulang sekarang. Dan El janji akan sering berkunjung kemari."
Eleanor bangkit dari duduk nya lalu berjalan meninggalkan makam kedua orang tua nya.
Eleanor tidak langsung ke sekolah Cessa, ia kembali ke rumah untuk membersihkan diri. Setelah itu barulah Eleanor menjemput Cessa pulang.
Eleanor sudah selsai mandi lalu langsung menjemput Cessa. Rambut Eleanor bahkan belum kering sepenuh nya dan ia tidak ingin Cessa menunggu nya terlalu lama.
Eleanor sampai pas ketika Cessa keluar dari kelas nya. Cessa yang melihat Eleanor langsung melambaikan tangan nya.
"Mama!" panggil Cessa sambil berlari ke arah Eleanor.
"Stop sweety, Aunty akan kesana!" Eleanor menyebrang jalan dan menghampiri Cessa. Eleanor sangat cemas melihat Cessa menyebrang jalan, apalagi Cessa sangat ceroboh.
__ADS_1
Cessa menganggukan kepala nya lalu menunggu Eleanor menghampiri nya.
"Jangan berlari tanpa melihat kondisi jalan, kebiasaan sekali," ujar Eleanor sambil menyentil pelan hidung Cessa.
"Maaf mama, Cessa tidak akan ceroboh lagi." Cessa menundukan kepala nya.
"Baiklah, sekarang ayo kita pulang. Tapi sebelum itu kita akan makan es krim terlebih dahulu."
"Asik! Ayo ma, Cessa tidak sabar ingin makan es krim," ujar Cessa sudah mengilir mendengar nama es krim disebut.
Cessa dan Eleanor makan es krim bersama setelah itu Eleanor mengantar Cessa ke kantor Liam.
*
Eleanor tidak langsung pulang setelah mengantar Cessa ke kantor Liam, Eleanor mampir ke cafe nya untuk mengambil laporan bulan lalu. Eleanor harus memeriksa nya lalu menandatangani nya.
"Selamat datang bu," sapa Dewi sambil tersenyum menyambut kedatangan Eleanor.
"Siang Dew, bagaimana kabarmu?" tanya Eleanor lalu duduk di kursi nya.
"Terima kasih Dew, tolong buatkan kopi dan cake seperti biasa Dew."
"Baik bu."
Eleanor memeriksa dengan teliti berkas yang akan ia tandatangani, tidak lama kemudian Dewi masuk membawa teh dan cake kesukaan Eleanor.
"Terima kasih Dew," ujar Eleanor membuat Dewi menganggukan kepala nya.
"Sama-sama bu." Dewi kembali ke meja nya dan melanjutkan kepekerjaan nya.
Sementara itu Cessa sudah tertidur pulas di kantor Liam. Liam memindahkan Cessa kedalam kamar yang ada didalam kantor nya.
"Tidur nyenyak Tuan putri," ujar Liam sambil mencium kening Cessa sayang.
__ADS_1
Setelah itu Liam kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Tol! Tok!
"Tuan, Nona Angel datang berkunjung." Nial masuk memberikan informasi pada Liam.
"Katakan pada nya aku sedang tidak ada di kantor."
"Kau ketahuan bohong Liam," ujar Angel menerobos masuk begitu saja.
"Lanjutkan pekerjaan mu," perintah Liam pada Nial dan meninggalkan Liam dan Angel.
"Katakan apa yang ingin kau bicarakan? Aku sibuk," ujar Liam melanjutkan pekerjaan nya tampat melihat Angel. Angel merasa kesal karena diabaikan oleh Liam.
"Jauhkan Cessa dari Eleanor," ujar Angel membuat Liam mengeritkan kening nya.
"Kenapa harus?" tanya Liam menatap tajam Angel.
"Eleanor akan membawa pengaruh buruk untuk Cessa, dia bukan wanita baik-baik." Angel memberanikan diri untuk menatap mata Liam yang sedang menatap nya dengan tatapan membunuh.
"Atas dasar apa kau mengatakan itu, An? Ah, sudahlah. Pergilah An, aku tidak ingin mendengar apapun dari mulut mu itu," ujar Liam mengusir Angel. Angel mengepalkan kedua tangan nya, ia sudah sampai di tahap ini maka ia harus menyelesaikannya.
"Eleanor, wanita itu janda Liam. Dia baru saja bercerai beberapa bulan yang lalu, dan aku sangat yakin dia mendekati Cessa agar bisa mendekatimu Liam. Dia hanya akan membawa pengaruh buruk untuk Cessa." Angel akhir nya menyelesaikan perkataan nya.
"Janda atau bukan? Baik atau buruk? Tidak ada urusan dengan mu An, sekarang pergilah sementara aku masih berkata baik-baik. Pergilah sebelum kau di seret keluar oleh satpam." Liam sangat muak mendengar perkataan Angel.
"Kau akan menyesal Liam, dengarkan kataku. Kau harus menjauhkan dia dari Cessa," teriak Angel membuat Liam menulikan telinga nya.
Memang nya siapa Angel berani sekali mengatakan hal buruk tentang Eleanor, Liam hanya mencoba bersikap baik karena Angel adalah adik dari Mia istrinya yang sudah meninggal. Lebih dari ini Liam tidak akan tinggal diam jika Angel menghina Eleanor lagi. Liam kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Sementara itu Angel merasa sangat kesal, ia memukul stir mobil nya. Untung saja ia belum menghidupkan mobil sehingga tidak ada bunyi klakson. Lagi, sehebat apa Eleanor sampai Liam tidak ingin mendengar hal buruk yang ia katakan tentang EleanorS
Liam seperti nya sudah di guna-guna oleh Eleanor, mana mungkin Liam yang dingin itu membela Eleanor yang status nya adalah janda. Seharusnya janda tidak boleh begaul didekat Liam dan Cessa.
__ADS_1
Ini semua karena Eleanor, Angel akan menyusun rencana agar Eleanor dijauhi oleh Liam dan Cessa. Apapun akan ia lakukan asal ia dan Liam bisa kembali seperti dulu.
Angel melajukan mobilnya sambil merencanakan apa yang akan ia lakukan di kemudian hari.