
Angel memerintahkan seorang agent nya untuk menyabotase mobil Eleanor, Angel ingin Eleanor celaka akan lebih baik jika Eleanor mati. Angel ingin bermain cerdas ia menyewa agent yang sangat berpengalaman agar nanti nama nya tidak akan disebut jika ketahuan.
“Tugas telah diselesaikan.”
“Kerja bagus.”
Angel membuang ponsel sekali pakai nya kedalam danau, sekarang ia sedang berada di Paris agar ia tidak di curigai atas kecelakaan mobil yang akan segera dialami oleh Eleanor.
Sedangkan itu Eleanor hari ini tidak menjemput Cessa pulang sekolah karena ada rapat mengenai pembukaan cafe baru nya. Hari ini Cessa di jemput oleh Liam.
Eleanor mendengarkan hasil rapat dengan saksama, tidak terasa rapat selesai. Eleanor bersiap untuk pulang.
Ini adalah proyek terakhir nya karena Eleanor akan menyerahkan kepengurusan cafe pada Dewi dan rekan nya yang lain. Sudah saat nya Eleanor menikmati uang nya dengan bersantai dan melakukan apa yang ia ingin kan.
Eleanor masuk kedalam mobil nya lalu keluar dari parkiran, ia harus pulang sekarang. Mata nya berat ia sangat mengantuk. Mendangarkan rapat seharian sangatlah melelahkan.
Eleanor sangat lelah, kemudian Eleanor memutar lagu One Direction dan ikut bernyanyi. Energi Eleanor meningkat karena mendengar lagu kesukaan nya.
Eleanor mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil menyanyi Eleanor juga menggerakan tangan nya.
“Apa yang terjadi?” tanya Eleanor pada dirinya sendiri karena ia tidak bisa menggunakan rem nya.
“Sial!” umpat Eleanor ketika mobil nya melaju tidak beraturan, Eleanor juga mendapatkan banyak klakson karena mengendarai mobil ugal-ugalan.
“Tuhan, maafkan aku. Ada apa dengan mobil ini.”
Eleanor melajukan mobilnya dengan kencang dan menuju jalanan sepi. Pikiran gila Eleanor sekarang adalah ia akan melompat dari mobil, tapi akal sehat nya melarang.
TIN! TIN!
Eleanor menghidup kan klakson dengan kencang karena mobil mendadak menyalib nya.
“TIDAK!” teriak Eleanor kencang karena ia akan menabrak mobil disebelah nya.
BRUK!
Benturan kencang terjadi, mobil Eleanor menabrak tortoar jalan yang membuat nya hampir kehilangan kesadaran.
Eleanor mengambil ponsel nya lalu menghubungi awal panggilan di ponsel nya.
“Hallo El, ada apa?” tanya Liam ramah membuat Eleanor tersenyum lemah mendengar Liam lah yang ia telpon.
“Liam..Tolong aku..Uhh.” akhir nya Eleanor kehilangan kesadaran nya. Semua pandangannya menjadi gelap.
Jantung Liam berhenti berdetak karena panggilan dari Eleanor tiba-tiba berhenti.
__ADS_1
“El apa yang terjadi? Katakan kau dimana. EL!” teriak Liam putus asa.
“NIAL! LACAK ELEANOR SEKARANG JUGA!” perintah Liam membuat Nial langsung bekerja. Liam memberikan ponsel nya yang masih terhubung dengan Eleanor.
“Kenapa lama sekali! Nial!” teriak Liam frustasi.
“Tuan, saya telah menemukan lokasi nona Eleanor. Nona Eleanor sekarang berada dirumah sakit Media Ibu.” Tidak lama kemudian Nial memberitahu Liam lokasi Eleanor.
“Katakan pada ku sebenarnya Eleanor kenapa?” tanya Liam sambil berjalan menuju lift.
“Nona Eleanor mengalami kecelakaan mobil, Nona Eleanor dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar.
“Selidiki kasus ini.”
“Baik Tuan.”
Liam tampak tenang di luar tapi sebenar nya sekarang ia sangat cemas dan frustasi dan ingin segera bertemu dengan Eleanor.
Sesampainya dirumah sakit Liam bertemu dengan Jarvis, kakek Eleanor.
“Bagaimana keadaan Eleanor Tuan?” tanya Liam sopan.
“Kau siapa cucu ku Liam Keith?” tanya Jarvis curiga.
“Saya teman Eleanor, Tuan,” jawab Liam membuat Jarvis menganggukan kepalanya.
“Baik kakek.”
Liam dan Jarvis menunggu Eleanor di luar. Tidak ada oborolan diantara mereka.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari IGD membuat Liam dan Jarvis langsung berdiri menghampiri dokter.
“Bagaimana keadaan cucuku?”
“Bagaimana keadaan El, dok?”
Ujar Jarvis dan Liam secara bersamaan. Dokter mulai menjelaskan bahwa Eleanor sekarang masih belum sadar, cidera luka yang dialami Eleanor sangat parah namun tidak membahayakan nyawa nya.
Liam menghubungi Leon dan Lia, mereka juga harus tahu keadaan Eleanor.
“Ada apa Liam?” Lia yang mengangkat panggilan dari Liam
“Eleanor kecelakaan.” Lia berhenti sepenuhnya dari gerakannya. Ia sekarang duduk di sebelah Leon yang masih berbaring bersama baby R.
“Apa? Katakan Bagaimana keadaannya sekarang?”
__ADS_1
“Dia luka parah. Saat ini dia sedang di ruang UGD.”
“Aku dan Leon akan segera kesana.” Lia memutuskan panggilan itu.
“Apa yang terjadi, sayang?” Leon sudah duduk di sebelah Lia.
“Eleanor kecelakaan.”
Eleanor berhasil diselamatkan tapi kondisinya juga tidak baik. Dokter mengatakan kepala Eleanor terbentur keras hingga menyebabkan ia tidak sadar kan diri entah untuk berapa lama. Kakek Eleanor sudah memenuhi tempat rawat Eleanor. Mereka diam memperhatikan Eleanor yang tergeletak di ranjang dengan bantuan alat-alat asing. Diantara semua orang itu jelas Liam yang paling sedih.
Pria ini sampai tak berkata-kata, ia diam setelah mendengarkan apa yang dokter katakan. Isak tangis masih terdengar dari kakek yang telah mengurus Eleanor dari kecil. Gadis manisnya yang selalu ia sayangi kini terbaring tidak sadar kan diri. Hatinya hancur berkeping-keping. Kenapa cucunya bisa mengalami kejadian ini? Kenapa?
“Kakek, bagaimana dengan mobil Eleanor?” Liam bertanya pada Jarvis kakek Eleanor.
“Siapapun yang menyebabkan kecelakaan ini pasti akan aku dapatkan. Mereka tak akan lepas setelah berani membuat cucuku seperti ini.” Jarvis mungkin tak menangis tapi ia menyayangi Eleanor. Ia tak akan membiarkan orang yang telah membuat cucunya seperti ini lolos begitu saja.
“Aku akan membantu kakek. Lebih banyak orang akan lebih cepat menemukan orang itu. Kakek tenang saja, orangorangku tidak akan menghambat kerja orang-orang kakek.”
Sama halnya dengan Jarvis, Liam tidak akan membiarkan orang yang telah mencelakai Eleanor hidup. Liam menelpon Drex untuk mencaritahu bagaimana Eleanor bisa celaka. Jantung Liam rasa nya akan lepas ketika mendengar kabar bahwa Eleanor kecelakaan.
“Bagaimana Cessa ma?” tanya Liam menelpon ibu nya.
“Cessa sudah tidur, omong-omong apakah kau pulang malam ini Liam?” tanya Anna
“Tidak ma, tolong titip Cessa.”
“Baiklah.”
“Terima kasih ma.”
Liam menununggu kabar dari Nial dan anak buah nya yang lain, siapa yang berani mencelakai Eleanor calon ibu dari anak nya.
“Mau merokok?” tawar Jarvis membuat Liam menggelengkan kepala nya.
“Saya sudah berhenti merokok kek,” jawab Liam sopan.
“Hahaha, kau masih muda kenapa berhenti merokok?” tanya Jarvis
“Entahlah kek, mau saya temani ke atap?” tawar Liam membuat Jarvis menganggukan kepala nya.
“Boleh, ayo.”
Disinilah mereka sekarang diatas atap rumah sakit, Liam menemani Jarvis merokok.
“Apa kau menyukai cucu ku?” tanya Jarvis membuat Liam terdiam sejenak.
__ADS_1
“Itu benar saya menyukai cucu kakek,” jawab Liam membuat Jarvis kembali tertawa.
“Aku tidak melarang, kau tahu sendiri kondisi cucu ku. Kalau kalian sama-sama suka kenapa kau harus menolak.”