AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 24 : Rencana jahat


__ADS_3

"ARGGHHHH!" Angel berteriak kencang dan menghancurkan kamar nya. Kamar nya yang semula rapi menjadi sangat berantakan.


"Karena mu Eleanor, aku akan menghancurkanmu. Akan ku buat kau tidak ada didunia lagi." Angel berteriak kencang didalam kamar nya.


Semua ini lagi-lagi karena Eleanor, bisa-bisa nya Eleanor membuat Liam si gila kerja libur satu minggu dan pergi liburan bersama Eleanor. Jangab lupakan mereka berlibur mengajak Cessa.


Angel benar-benar kesal dan marah, Eleanor telah melangkah terlalu jauh. Dan Angel tidak akan membiarkan nya.


"Astaga Angel, ada apa ini?" tanya Jill masuk kekamar dan menemukan kamar Angel sangat berantakan.


"Mam, aku mau Liam." Angel menatap lurus kearah Jill.


"Apa maksudmu? Kau ingin menikah dengan Liam?" tanya Jill membuat Angel mengangguk lemah.


"Iya mam, aku sangat mencintai Liam bahkan sebelum Liam menikah dengan Mia. Mama tahu itu bukan?"


"Mama tahu, apakah Liam ingin menikah denganmu? Masihkan ada cinta diantara kalian?" tanya Jill ragu karena setahu nya sekarang Liam tidak ingin menikah lagi dan ingin fokus membesarkan Cessa.


"AKU MAU LIAM MAM, APAPUN CARA NYA POKOKNYA LIAM HARUS MENIKAH DENGAN KU!" teriak Angel membuat Jill terkejut.


"Mama akan berbicara dengan ayahmu," ujar Jill pada akhir nya.


"Segera mam karena ada wanita yang sedang mendekati Liam," ujar Angel lemah karena suara nya serak dan tenggorokan nya sakit.


"Ada wanita lain yang sedang mendekati Liam?"


"Iya mam, jadi tolong lah bantu aku. Mama ingin Cessa diurus oleh orang yang tidak dikenal?" tanya Angel membuat Jill langsung menggelengkan kepala nya.


"Mama dan papa akan segera mengunjungi rumah orang tua Liam dan membicarakan ini. Mama tidak ingin Cessa diurus oleh wanita lain yang belum tahu asal usul nya," jawab Jill dengan mantap membuat Angel tersenyum evil.


"Dia janda mam," ujar Angel membuat Jill betambah tidak suka pada Eleanor.


"Apalagi dia janda, kau cepat bereskan ini. Mama akan berkunjung hari ini juga," ujar Jill lalu keluar dari kamar Angel.


"Terima kasih mam, sekarang waktu nya aku merencanakan hal baik untuk Eleanor." Angel tersenyum dengan senyum sangat jahat.


Sementara itu Liam, Cessa dan Eleanor sudah sampai di Bali. Mereka akan liburan karena sekolah Cessa libur seminggu penuh karena ada perbaikan besar-besaran.


"Mama, apakah kita akan mandi di pantai?" tanya Cessa membuat Eleanor menganggukan kepala nya.


"Tentu saja sayang, tapi sekarang ayo kita istirahat dulu. Sore hari baru kita bermain air," ujar Eleanor berjongkok didepan Cessa.


"Oke mama."

__ADS_1


Setelah mandi, Cessa telah tertidur pulas diatas kasur. Anak itu pasti sangat kelelahan, Cessa dan Eleanor mereka tinggal di kamar yang sama. Sementara Liam menginap di kamar sebelah.


Setelah mengeringkan rambut Eleanor keluar untuk menghirup udara pantai. Ia tidak sengaja bertemu dengan Liam di depan pintu.


"Mau melihat pantai bersama ku?" tanya Liam membuat Eleanor menganggukan kepala nya. Sekarang hubungan Liam dan Eleanor sudah semakin dekat, bahkan Eleanor dan Liam sama-sama sudah membuka hati mereka.


Liam memegang tangan Eleanor mereka berjalan mengitari pantai yang sangat banyak pengunjung.


Liam melepaskan kemeja nya dan bertelanjang dada, Liam mempersilahkan Eleanor duduk diatas kemeja nya.


"Terima kasih Liam," ujar Eleanor lalu duduk. Pemandangan pantai sangat indah apalagi hari semakin sore hingga menampakan matahari orange yang cantik. Eleanor menyukai sunset.


Liam duduk disebelah Eleanor.


"Kau terlihat sangat jantan sekarang," ujar Eleanor terkekeh pelan.


"Aku memang jantan El, kau ingin melihat nya?" tanya Liam sambil menggoda Eleanor.


"Hentikan Liam!" teriak Eleanor ketika Liam ingin membuka celana nya.


"Aku percaya." Eleanor menyerah, Liam sering bercanda seperti ini membuat pipi Eleanor menjadi merah.


Kedua nya diam sambil menatap langit sore, lalu kedua nya saling pandang. Liam menatap wajah Eleanor yang sangat cantik tanpa make up. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan Eleanor dengan sangat sempurna, dari wajah Eleanor semua nya Liam suka apalagi bagian bibir. Sekarang Liam bahkan ingin mencium kembali bibir manis itu.


Liam tidak bisa mempungkiri ini, seperti nya ia sudah jatuh cinta sangat dalam pada Eleanor. Liam ingin segera memiliki Eleanor seutuh nya.


Tangan Liam mencoba menerobos masuk namun Eleanor teringat sesuatu.


"Astaga Liam, kita lupa mengajak Cessa." Eleanor baru teringat janji nya pada Cessa untuk bermain pantai sore ini.


Liam tidak bisa berkata-kata, sekarang ia telah kalah pada anak nya sendiri.


"Liam, cepatlah berdiri. Cessa pasti mencari kita." Eleanor mengajak Liam kembali ke hotel.


Bagaimana bisa Eleanor melupakan janji nya pada Cessa, niat awal Eleanor ingin menghirup udara pantai malah keenakan bersama Liam sehingga ia lupa Cessa sejenak.


"Cessa tidak akan mencari El, ada pengasuh bersama nya," ujar Liam membuat nya mendapat pelototan dari Eleanor.


"Ya, ayo kembali dan menemui Cessa," ujar Liam pada akhir nya.


"Tuan, Nona, Nona Cessa mencari anda berdua." Cessa segera menghampiri Liam dan Eleanor.


"Mama, papa jahat pergi ke pantai tidak mengajak Cessa," ujar Cessa merajuk karena tidak diajak.

__ADS_1


"Sayang maafkan aunty ya, aunty tidak tega membangunkan Cessa." Eleanor berjongkok didepan Cessa.


"Baiklah, kali ini Cessa maafkan. Tapi mama lain kali harus mengajak Cessa ya," ujar Cessa memeluk Eleanor.


"Tentu saja anak manis." Eleanor mencium kedua pipi Cessa.


"Papa gendong, Cessa lapar." Cessa meminta gendong pada Liam.


"Tuan putri sudah kelaparan, sudah saat nya kita makan malam sekarang."


"Terima kasih sudah menjaga Cessa," ujar Eleanor pada pengasuh Cessa.


"Sudah tugas saya Nona."


"Ayo sekalian kita makan malam bersama, tolong panggilkan Nial." Eleanor mengajak makan malam bersama.


"Baik Nona."


Setelah makan malam bersama, Cessa dan Eleanor sedang bermain game di ponsel mereka. Game membangun rumah dan mereka saling terhubung satu sama lain didalam game.


"Mama, mengantuk." Cessa meletakan ponsel nya membuat Eleanor langsung memetikan game nya.


"Aunty membawa buku dongeng, akan aunty bacakan." Eleanor mengambil buku dongeng yang ia bawa.


Tok! Tok!


Eleanor membuka pintu dan menemukan Liam di depan kamar.


"Ada apa Liam?" tanya Eleanor namun Liam tidak menjawab ia langsung masuk begitu saja.


"Boleh kah aku menginap?" tanya Liam membuat Eleanor mengerutkan kening nya.


"Papa boleh menginap," ujar Cessa senang dan mempersilahkan Liam tidur disamping nya.


Eleanor tidak bisa menolak dan membiarkan Liam tidur bersama mereka.


Sekarang Eleanor sudah seperti ibu dua anak yang sedang membacakan dongeng tidur.


Liam dan Cessa kompak tidur setelah Eleanor membaca dongeng.


Eleanor meletakan buku dongeng lalu ikut tidur bersama.


"Selamat malam," ujar Eleanor mencium kening Cessa.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2