AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 20 : Janda


__ADS_3

Angel melihat hasil penyelidikan orang nya tengang Eleanor. Angel sangat tercengang karena mengetahui fakta bahwa Eleanor adalah seorang janda. Angel merasa diatas angin karena saingan nya adalah seorang janda. Tentu saja status Eleanor akan sulit diterima oleh keluarga Liam. Dahulu Mia kakak Angel harus lah perawan agar bisa menikah dengan Liam, itulah mengapa Mia yang menikah bukan diri nya.


"Hahaha, hampir saja aku tertipu," ujar Angel sambil tersenyum jahat.


Sekarang Angel tidak akan takut bersaing dengan Eleanor karena ia akan memberi perhatian penuh pada Cessa dan Liam. Selama ini ia berada di luar negri mungkin karena itu Cessa bisa dekat dengan Eleanor. Cessa butuh sosok ibu disamping nya, karena diri nya sudah ada disini maka Angel akan memberi semua perhatian nya untuk Cessa. Lalu dengan perlahan Eleanor akan menghilang dengan perlahan.


Huff, akhir nya Angel bisa tidur dengan nyenyak. Tidak ada yang perlu Angel pikirkan lagi.


Sedangkan itu Cessa dan Eleanor baru saja membeli maianan baru. Cessa sangat senang karena Eleanor membelikan diri nya berbie keluaran terbaru.


"Terima kasih mama," ujar Cessa sambil tersenyum senang.


"Sama-sama sayang, Cessa mau makan siang apa? Mau Aunty buatkan?" tanya Eleanor membuat mata Cessa berbinar.


"Cessa mau sup jamur buatan mama, Cessa sudah mengilir sekarang. Ayo mama kita harus pulang sekarang," ujar Cessa menarik Eleanor. Eleanor hanya tertawa senang dan mengikuti Cessa.


Kurang lebih 10 menit mereka sudah sampai di rumah Eleanor. Eleanor langsung ke dapur sementara Cessa sedang membongkar mainan nya diruang keluarga.


Eleanor mulai menyiapkan bahan masakan nya. Cessa sangat menyukai sup jamur buatan nya.


"Mama, ada yang bisa Cessa bantu?" tanya Cessa datang menghampiri Eleanor yang sedang memasak.


"Hm, tidak ada sayang. Aunty sudah hampir selesai," jawab Eleanor membuat Cessa cemberut.


"Bagaimana jika Cessa membantu Aunty mencicipi sup jamur nya?" tanya Eleanor membuat Cessa mengangguk senang.


"Oke mama," jawab Cessa kembali senang. Cessa mencicipi sup jamur buatan Eleanor, mata nya berbinar senang.


"Sangat lezat mama, Cessa jadi sangat lapar sekarang," ujar Cessa membuat Eleanor tersenyum.


"Baiklah, anak manis tolong siapkan piring di meja makan ya. Aunty akan membawa sup."


"Siap laksanakan mama."


Cessa meletakan piring diatas meja makan dibantu oleh Amel.


"Terima kasih bibi," ujar Cessa berterima kasih karena telah dibantu.


"Sama-sama Nona kecil."


Di tempat lain Liam sedang bergegas menuju rumah Eleanor karena ia mendapatkan pesan dari Cessa bahwa mereka akan makan siang sup jamur buatan Eleanor.


Liam segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah Eleanor.


"Nona, Tuan Liam datang berkunjuny," ujar Amel masuk keruang makan.

__ADS_1


"Tolong persilah kan kemari," jawab Eleanor membuat Amel mengangguk mengerti.


"Baik Nona."


Tidak lama kemudia Liam datang masih dengan setelan kerja nya.


"Boleh kan aku makan siang bersama?" tanya Liam membuat Eleanor memutar bola mata nya dengan malas.


"Silahkan Liam," jawab Eleanor kemudian.


Liam ikut serta dalam makan siang bersama Eleanor dan Cessa.


"Terima kasih Tuan putri," ujar Liam mencium kening Cessa setelah mereka selesai makan siang.


Setelah makan siang Eleanor bersiap mencuci piring namun Liam mencegah nya.


"Biar aku saja El," ujar Liam membuat Eleanor mengerutkan kening.


"Karena kau sudah mengizinkanku makan siang disini, maka aku akan mencuci pirinh," ujar Liam sambil tersenyum sangat manis.


"Baiklah, terserahmu saja." Eleanor pergi meningalkan Liam yang sedang mencuci piring. Eleanor sengaja pergi karena jantung Eleanor rasa nya akan copot dari tempat nya karena senyum manis Liam. Apakah Eleanor jatuh cinta pada Liam? Setiap melihat Liam jantung Eleanor berdetak tidak beraturan. Eleanor bukan gadis remaja belia lagi yang sedang dimabuk cinta. Tapi Eleanor tidak bisa mempungkiri perasaan nya. Siapa yang akan mengira bahwa ia akan jatuh cinta pada Liam layak nya remaja yang baru saja menemukan cinta pertama.


Plak!


'Sadarlah El, kau tidak mungkin jatuh cinta. Jantungmu berdetak karena jantung mu sekarang adalah jantung istri Liam. Jadi wajar saja jika berdetak kencang ketika melihat Liam. Cinta istri ke suami nya tidak pernah berbohong."


"Mama," panggil Cessa membuat Eleanor sadar dari lamunan nya.


"Iya sayang?"


"Papa dimana?" tanya Cessa membuat Elenaor menunjuk Liam yang sedang mencuci piring.


"Mama, ayo lihat mainan Cessa yang baru," ujar Cessa membuat Eleanor mengikuti Cessa ke ruang keluarga.


Eleanor membantu Cessa menyusun badan-banda boneka yang terpisah tak lama kemudian Liam datang.


"Sudah selesai?" tanya Eleanor membuat Liam menganggukan kepala nya.


"El, aku akan kembali ke kantor. Tuan putri jangan menyusahkan mama oke?"


"Oke papa."


"Hati-hati Liam," ujar Eleanor membuat Liam mencium kening Eleanor kemudian kening Cessa.


Lagi, detak jantung Eleanor berdegup kencang. Ya Tuhan tolong Eleanor.

__ADS_1


Seperti nya Liam, Eleanor dan Cessa kembali menyusun mainan Cessa menjadi berbir yang utuh.


"Selasai," ujar Cessa berteriak senang.


"Cessa!" panggil Angel membuat Cessa menoleh ke asal suara.


"Nona, Nona ini ingin menjemput Nona Cessa." Amel datang serempak dengan Angel.


"Selamat siang Eleanor, maaf aku datang mendadak. Aku kemari ingin menjemput Cessa pulang." Angel duduk disamping Cessa.


"Sayang, ayo pulang bersama Aunty," ujar Angel membuat Cessa menggelengkan kepala nya.


"Aunty, Cessa masih ingin bersama mama."


"Aunty akan membelikan Cessa lego dan berbir jika Cessa mau pulang bersama Aunty."


"Tidak, Cessa sudah punya lego dan berbie."


Angel menghela nafas pelan, lalu ia melirik Eleanor yang sedang bermain ponsel.


"Baiklah, Aunty akan pulang. Nanti jika Cessa ingin pulang hubungi Aunty ya," ujar Angel menyerah. Ia tidak bisa memaksa Cessa sekarang.


"Ya Aunty," jawab Cessa melihat Angel yang bersiap untuk pulang.


"Eleanor, aku permisi."


"Ya silahkan."


"Mama, Cessa mengantuk." Cessa menguap lebar membuat Eleanor langsung menghampiri dan menggendong Cessa.


"Aunty akan membacakan dongeng untuk mu," ujar Eleanor membuat Cessa mengangguk senang.


"Terima kasih mama."


Eleanor membacakan dongeng sampai Cessa terlelap tidur.


Setelah memastikan Cessa tidur, Eleanor mengambil ipad nya dan melanjutkan pekerjaan nya.


Sambil bekerja Eleanor mengingat-ngingat Angel, dimasa lalu ia pernah bertemu dengan Angel.


Ah, Eleanor ingat. Di kehidupan dahulu Angel menikah dengan Liam setelah setahun kematian Cessa. Apakah nasib akan berubah? Di kehidupan ini Cessa masih hidup, akan kah Liam dan Angel menikah tahun depan? Hubungan mereka sangat dekat, tentu saja seperti nya Liam akan menikahi Angel.


Apa yang kau harapkan Eleanor, Liam menikah dengan mu? Oh, kau hanya mempunyai jantung istri nya. Tidak ada yang istimewa dari Eleanor sehingga Liam memiliki perasaan terhadap Eleanor.


Eleanor menggelengkan kepala nya lalu kembali melanjutka pekerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2