
Cessa turun dari mobil bersama Angel mereka akan makan siang bersama. Mereka masuk ke dalam restoran.
"Mama!" teriak Cessa ketika masuk ia langsung melihat Eleanor yang sedang rapat dengan klien. Eleanor merasa dirinya dipanggil langsung melihat Cessa yang sedang berlari kearah nya.
"Cessa jangan berlari, sayang." Angel mencoba menghentikan Cessa namun Cessa tetap berlari.
Eleanor langsung berlari kearah Cessa ketika Cessa akan menabrak pelayan yang sedang membawa pesanan.
Prang!
Eleanor melindungi Cessa sehingga makanan yang masih panas mengenai belakang Eleanor.
"Cessa!" Teriak Angel lalu menghampiri Cessa.
Panas sekali, tapi Eleanor masih bisa menahan nya.
"Sayang, kau terluka? Bagian mana yang sakit?" tanya Eleanor memeriksa badan Cessa terlebih dahulu.
"Mama maaf, hiks. Gara-gara Cessa mama jadi seperti ini." Cessa menangis kencang membuat Eleanor langsung memeluk Cessa.
"Sudah tidak apa-apa, anak manis jangan menangis." Eleanor mencium kening Cessa.
"Tapi mama terluka."
"Aunty tidak apa-apa, lain kali Cessa harus berhati-hati. Mengerti," ujar Eleanor membuat Cessa menganggukan kepala nya.
"Maaf kan atas kecerobohan yang terjadi, Cessa ayo minta maaf pada paman pelayan." Eleanor meminta Cessa untuk meminta maaf pada pelayan.
"Maafkan Cessa paman," ujar Cessa sambil mendukan kepala nya.
"Tidak apa-apa Nona kecil, lain kali harus berhati-hati ya," jawab Pelayan sambil membawa pecahan kaca kebelakang.
"Cessa, kemari sayang. Apa kau terluka?" tanya Angel khawatir.
"Cessa tidak apa-apa tapi mama terluka," jawab Cessa membuat Angel mengerutkan kening nya. Siapa wanita yang Cessa panggil mama? Wanita didepan nya ini?
"Aunty tidak apa sayang, sekarang seperti nya aunty akan mengganti pakaian terlebih dahulu," ujae Eleanor tersenyum lembut pada Cess.
"Terima kasih karena telah menolong keponakan saya Nona," ujar Angel tulus walaupun ia tidak suka pada Eleanor tetap saja Angel berterima kasih karena telah menyelamatkan Cessa. Jika bukan karena Eleanor mungkin kulit Cessa sudah terbakar dan terluka karena kulit nya masih rentah.
"Sama-sama, Cessa aunty pulang ya."
"Tidak bisa kah Cessa ikut?" tanya Cessa hampir menangis.
"Bagaimana jika begini saja, Cessa harus makan siang terlebih dahulu baru menemui aunty setelah makan siang."
"Cessa setuju, see you mama."
Eleanor meminta maaf pada klien nya karena ia harus pulang dan mengobati belakang nya yang sekarang terasa sedikit nyeri.
"Aunty Angel, bisa minta tolong telpon papa," pinta Cessa membuat Angel langsung menelpon Liam setelah memesan makan siang untuk mereka.
__ADS_1
"Papa, bisakah papa menemui mama? Mama terluka karena aku," ujar Cessa menangis.
"Tuan putri jangan menangis, jelaskan pelan-pelan papa akan mendengarkanmu," jawab Liam panik ketika mendengar putri nya menangis.
"Tadi mama menolong Cessa dan mama jadi terluka, papa tolong mama."
"Baiklah sayang, sekarang jangan menangis. Papa akan segera mengobati mama." Liam segera bangkit dari duduk nya dan segera menuju rumah Eleanor.
"Terima kasih papa."
Cessa memberikan ponsel pada Angel setelah berbicara pada Liam.
"Terima kasih aunty," ujar Cessa membuat Angel menganggukan kepala nya.
"Sama-sama sayang, omong-omong aunty tadi bukan mama Cessa." Angel mulai menjelaskan bahwa Eleanor bukan lah ibu Cessa.
"Tidak aunty salah, mama adalah mama Cessa."
"Mama Cessa sekarang sudah berada di surga jadi tidak mungkin aunty tadi adalah mama Cessa," ujar Angel membuat mata Cessa mulai berkata-kata.
"Aunty jahat, kenapa aunty bilang kalau mama bukan mama Cessa."
"Bukan begitu sayang, baik lah aunty menyerah sekarang ayo makan siang terlebih dahulu."
Angel tidak tahu apa yang telah terjadi selama ia tidak berada disisi Cessa. Tapi Angel dapat mengambil kesimpulan bahwa Eleanor pasti mendekati Cessa dengan dalih agar bisa mendekati Liam.
*
"Dimana Eleanor?" tanya Liam pada pelayan.
"Nona ada dikamar," jawab pelayan membuat Liam langsung masuk kedalam kamar Eleanor. Liam berhenti di depan pintu karena sekarang Eleanor sedang mengobati luka nya dibantu oleh Amel.
Yang lebih mengejutkan Liam, Eleanor mengenakan bra ketika diobati.
"Liam, ada apa?" tanya Eleanoe dengan santai nya, toh Liam sudah melihat nya jadi dia tidak bisa menutupi nya lagi.
"Bagaimana? Apakah lukamu parah?" tanya Liam menghampiri Eleanor dan melihat belakang Eleanor yang memerah dan sedikit melepuh.
"Tidak, ini akan segera sembuh setelah diobati," jawab Eleanor santai.
Liam tidak bisa berkata-kata ia sangat khawatir pada Eleanor tapo seperti nya Eleanor tidak tahu ini, tapi bukan nya itu bagus.
"Bagaimana jika meninggalkan bekas?"
"Liam, jaman sudah canggih bekar seperti ini bisa hilang jika diobati," jawab Eleanor tetap saja membuat Liam merasa nyeri karena melihat belakang Eleanor yang terluka.
"Dimana Cessa? Apakah dia tidak bersamamu?" tanya Eleanor sambil memakai kembali pakaian nya setelah diobati oleh Amel.
"Cessa akan segera menyusul, omong-omong El apakah tidak apa kau sudah memakai baju?"
"Hm, ini akan baik-baik saja."
__ADS_1
Sekarang Eleanor dan Liam sudah berada di ruang tamu. Amel datang membawa kopi dan cemilan untuk Liam dan Eleanor.
"Omong-omong Liam, apa kau tidak ada pekerjaan lagi?" tanya Eleanor membuat Liam menggelengkan kepala nya.
"Pekerjaanku sudah selesai," jawab Liam jelas sekali bahwa diri nya sedang berbohong karena pekerjaan Liam sangat menumpuk.
"El, aku sedikit khawatir bagaimana kalau kita kerumah sakit dan memastikan luka mu baik-baik saja," ujar Liam membuat Eleanor langsung menggelengkan kepala nya.
"Aku baik-baik saja Liam, jadi tidak perlu ke rumah sakit." Eleanor menjawab sambil menyesap kopi nya.
"Tapi El," ujar Liam namun dengan cepat dihentikan oleh Eleanor.
"Sstt, Liam kau ini cerewet sekali."
"Cerewet tapi tampan bukan?"
"Ah sial, aku mengakui jika dirimu tampan Liam," jawab Eleanor membuat kedua nya terkekeh.
"Mama!" panggil Cessa membuat Eleanor berdiri menyambut Cessa.
"Sayang, jangan berlari!" teriak Eleanor membuat Cessa berhenti berlari dan berjalan dengan normal.
"Anak pintar," puji Eleanor mencium kedua pipi Cessa yang sangat menggemaskan.
"Omong-omong tadi aku lupa mengenalkan diri. Aku Angel, adik ipar dari Liam," ujar Angel memperkenalkan diri nya.
"Eleanor, salam kenal Angel."
"Mama apakah sudah diobati?" tanya Cessa membuat Eleanor menganggukan kepala nya.
"Sudah sayang, Cessa mau apa? Jus melon atau jus tomat?"
"Jus melon, Cessa sangat haus."
"Angel, kau mau minum apa?" tanya Eleanor pada Angel yang sekarang sudah duduk disamping Liam. Eleanor menggelengkan kepala nya ketika ia terpikir tidak suka pada Angel yang duduk disebelah Liam.
"Air putih saja."
Eleanor memanggil Amel dan memintanya untuk membuatkan minuman untuk tamu.
"Mama, Cessa ingin mama melihat ini," ujar Cessa mengeluarkan buku gambar nya.
Eleanor dapat melihat Cessa mendapatkan nilai A plus atas gambar nya. Cessa menggambar seorang wanita dewasa dan gadis kecil yang sedang memberi makan kelinci.
"Ini mama dan Cessa, bu guru bilang mama sangat cantik," ujar Cessa menjelaskan dengan senang.
"Ini aunty?" tanya Eleanor tidak percaya bahwa Cessa menggambar diri nya dan Cessa.
"Hm, cantik kan mama?"
"Cantik sekali."
__ADS_1
Lagi dan lagi hati Eleanor menghangat melihat hasil gambar Cessa.