AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 18 : Siapa dia?


__ADS_3

Liam meletakan Cessa ke atas ranjang dengan perlahan,mereka baru pulang dari rumah Eleanor setelah makan malam bersama. Cessa sangat menyukai masakan Eleanor begitu pun dengan Liam, ayah dan anak sama-sama menyukai masakan Eleanor.


"Liam siapa itu Eleanor? Mengapa Cessa memanggil nya dengan sebutan mama?" tanya Angel ketika mereka sudah keluar dari kamar Cessa.


"Cessa menyukai nya," jawab Liam singkat.


"Menyukai bukan berarti wanita itu menjadi mama nya kan?"


"An, aku lelah. Cessa menyukai El itu saja," jawab Liam sambil mengehela nafas berat.


"El? Kau bahkan memanggil nya begitu dekat. Apa yang sedang kau pikirkan Liam, apakah kau sudah melupakan kakak ku?" tanya Angel sudah mulai kesal pada Liam.


"Melupakan atau tidak itu urusan ku An, jangan merusak kebahagian Cessa atau kau akan menerima akibat nya." Liam mengatakan dengan suara dingin.


"Wah, kau benar-benar sudah melupakan kakak ku Liam, lagian aku sangat yakin wanita itu sengaja mendekati Cessa untuk mendekatimu," ujar Angel membuat Liam memghela nafas berat.


"El, Eleanor nama nya. An, jaga ucapanmu." Liam mengeratakan gigi nya.


"Kali ini kumaafkan tapi tidak untuk kedepan nya."


"Apa kau menyukai nya?" tanya Angel pelan namun masih bisa didengar oleh Liam, Liam tidak menjawab ia meninggalkan Angel begitu saja.


Angel mengepalkan kedua tangan nya sehingga terlihat urat-urat nya.


Apa kau menyukai nya Liam? Bahkan wanita itu sudah menjerat Cessa yang polos, Angel tidak bisa membiarkan Eleanor mengambil milik nya. Sedari awal Liam adalah milik nya, jika benar Liam akan menikah lagi dan mencarikan ibu untuk Cessa orang itu adalah diri nya, hanya Angel saja yang cocok menjadi istri Liam dan ibu dari Cessa.


Angel harus segera memutuskan ekor agar milik nya tetap menjadi milik nya.


Liam masuk ke ruang kerja nya, Angel akan menyusahkan nya untuk kedepan nya. Liam menyukai Eleanor? Oh tentu saja itu lah mengapa Liam sangat gencar mendekati Eleanor melalui putri nya. Cinta? Liam tidak tahu hanya saja Liam ingin Eleanor menjadi ibu dari anak nya. Liam ingin Cessa bisa memanggil dan melihat Eleanor sepuas yang Cessa mau.


"Tuan ini yang perlu anda tandatangani," ujar Nial memberikan tumpukan berkas diatas meja Liam.


Liam langsung membuka berka satu persatu, membaca kembali lalu menandatangani nya.

__ADS_1


"Nial, tolong atur jadwalku. Minggu ini Cessa ingin pergi piknik bersama Eleanor." Liam melihat Nial yang juga sedang bekerja.


"Baik Tuan."


Tadi sebelum pulang Cessa meminta Eleanor untuk ikut piknik bersama mereka. Putri nya semakin pintar saja, Liam jadi sangat bangga.


Sedangkan itu Eleanor sedang menjenguk anak Leon dan Lia, baby R sangat tampan sekali.


"Boleh aku menggendong nya Li?" pinta Eleanor membuat Lia langsung menganggukan kepala nya.


"Baby R hallo," sapa Eleanor sambil tersenyum senang dan memegang pipi mungil baby R.


"Mengapa datang malam sekali El? Untung R belum tidur," ujar Lia membuat Eleanor menatap hangat Lia.


"Tadi aku makan malam dulu bersama Cessa," jawab Eleanor membuat Lia menganggukan kepala ya.


"Anak manis yang sering mau bicarakan itu?" tanya Lia membuat Eleanor tersenyum.


Lalu kedua nya saling mengobrol dan tertawa bersama setelah baby R sudah tertidur dengan nyenyak.


*


"Liam apa kau tidak menjemput Cessa?" tanya Angel masuk ke dalam kantor Liam. Liam melihat sekilas pada Angel lalu kembali fokus pada pekerjaan nya.


"Baiklah karena kau sibuk, jadi aku yang akan menjemput Cessa," jjar Angel bangkit dari duduk nya hendak menjemput Cessa.


"Tidak perlu An, karena Cessa akan dijemput oleh Eleanor." Liam menjawab membuat langkah Angel terhenti.


"Kenapa wanita itu yang menjemput Cessa? Dia bahkan bukan saudara, seperti nya dia sudah benar-benar mempengaruhi Cessa yang polos," ujar Angel membuat nya mendapat tatapan tajam dari Liam.


"An, jangan membuatku emosi. Sudah ku katakan nama nya Eleanor." Liam menekan suara nya membuat Angel sedikit ciut.


"Lalu kenapa dia menjemput Cesa? Jelas-jelas ada aku disini?" tanya Angel tidka terima. Ia takut sekali jika posisi ibu akan diisi oleh Eleanor.

__ADS_1


"Sudah aku katakan itu karena Cessa menyukai nya, sudah lah An. Pergilah, aku ingin bekerja." Liam mengusir Angel.


"Wanita itu, maksudku Eleanor pasti sudah memcermari pikiran polos Cessa. Mana mungkin Cessa anak yang susah akrab dengan orang-orang begitu tergantung pada Eleanor." Angel mencoba mengajak Liam bicara.


"Tidak ada yang menanyakan pendapatmu An, jadi diam lah," ujar Liam membuat darah Angel jadi naik.


"Apa Eleanor akan menjadi ibu Cessa?" tanya Angel, sebenarnya ia tidak ingin menanyakan pertanyaan ini karena Angel takut mendengar jawaban dari Liam.


"Iya, jika itu keinginan Cessa," jawab Liam membuat Angel bertambah kesal bahkan ia hampir menangis sekarang.


"Kau mencintainya?"


"Mencintai nya atau tidak yang penting Cessa mendapatkan ibu yang dia inginkan, aku tidak masalah dengan mencintai dan dicintai," jawab Liam yakin, Angel menepalkan kedua tangan nya.


"Liam kau benar-benar percaya pada wani.., maksudku pada Eleanor?" tanya Angel memastikan kembali.


"Tentu saja, dia wanita baik." Liam menjawab dengan santai.


"Baiklah, aku permisi." Angel keluar dari kantor Liam dengan perasaan yang campur aduk, sedih dan kesal menjadi satu. Eleanor adalah sumber masalah sekarang, gara-gara wanita itu posisi Angel menjadi terancam.


Angel tidak terima semua ini, ia harus segera meyakinkan Cessa dan menjauhkan Cessa dan Liam dari Eleanor. Posisi ibu hanya untuk nya, bahkan Angel sudah menunggu lama moment ini tapi Eleanor tiba-tiba datang entah dari mana membuat Angel marah dan kesal.


Sebelum perasaan Liam tumbuh dan Cessa meminta Eleanor menjadi ibu nya, Angel harus mencari jalan untuk kebahagian nya yaitu hidup bersama Liam dan Cessa sebagai istir dan ibu.


Dan Angel akan melakukan segala cara agar ia mendapatkan milik nya kembali.


Angel masuk kedalam lift lalu menelpon seseorang.


"Cari tau tentang wanita yang sedang berada didekat Cessa dan Liam, dapatkan semua informasi dan jangan tinggalkan apapun," perintah Angel lalu menutup panggilan nya.


Angel baru saja menelpon teman nya yang sangat berbakat mencari data pribadi milik orang lain dan mereka sudah berteman cukup lama.


Angel keluar dar lift dan segera pulang, ia akan memberitahu kedua orang tua nya mengenao Eleanor. Angel akan membujuk kedua orang tua nya agar menyetui ia menjadi ibu sambung Cessa. Toh, Angel bukan orang lain melainkan adik dari kakak nya sendiri yaitu ibu Cessa. Dan Angel dan Liam dulu pernah menjalin kasih, membujuk kedua orang tua nya tidak lah sulit.

__ADS_1


__ADS_2