
“Sayang, kencangkan sabuk pengamanmu.” Teriak Eleanor panik sekarang membuat Cessa langsung mengencangkan sabuk pengaman nya.
“Telpon papa sekarang, katakan kalau kita sedang diikuti. Tolong sayang, cepatlah.”
“Baik mama.”
Cessa langsung menelpon Liam memberi tahu semua nya.
“Liam, maafkan aku karena tidak mendengar kata-katamu.”
“Sayang, tenang lah. Aku akan segera kesana.”
“Mama, Awh.”
Mobil itu berhasil menyerempet mobil yang di tumpangi oleh Eleanor dan Cessa. Kaki Eleanor dengan cepat menginjak rem, jika tidak maka mobil nya akan menabrak pohon.
“Sayang, kau tak apa?” tanya Eleanor cemas lalu memeluk Cessa.
“Awh kepala Cessa sakit sekali.” Cessa memegangi kepala nya yang terasa sakit, hingga tidak menyadari jika di luar mobil nya sudah ada pria berpakaian serba hitam yang menyuruh nya untuk keluar mobil.
“Sayang, apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil, oke.”
“Tapi mama.”
“Ssst, Cessa harus mendengarkan mama ya. Papa akan segera datang, jadi jangan keluar.” Cessa tidak berkata-kata ia sudah menangis dalam diam.
“Keluar,” ucap salah satu pria berpakaian serba hitam, dengan menggunakan penutup wajah.
Eleanor keluar dari mobil, ia harus membuat Cessa agar tetap aman.
“Oh God, tolong aku,” ujar Eleanor pelan.
__ADS_1
“Tolong, lepaskan aku.” Eleanor berontak ingin terlepas dari pria yang memegang bahu dan tangan nya dengan kasar, mungkin ada sekitar 6 orang berpakaian serba hitam disini.
“Tolong lepas- hmmp.” Mulut Eleanor di tutup oleh sapu tangan, hingga lama kelamaan kesadaran Eleanor mulai menghilang.
“Bagaimana dengan anak kecil yang ada didalam mobil, bos?”
“Tinggalkan saja.”
“Baik bos.”
Cessa menangis dengan keras lalu mencari ponselnya dan menelpon Liam.
*
“Sial.” Liam menahan emosi nya yang sudah menguasai diri nya, ada yang ingin berusaha mencelakai Eleanor dan Cessa, inilah alasan mengapa Liam tidak mengizinkan Eleanor untuk berpergian sendiri. Mata Liam menggelap, tangan nya mengepal sangat kuat hingga memperlihatkan urat urat nya.
“Nial.” Liam menghampiri Nial yang ada di depan pintu kerja nya, dengan tatapan tajam nya, aura Liam sangat berbeda, sangat dingin dan berbahaya.
“Jawab, cepat cari dimana keberadaan Eleanor sekarang juga, jika tidak akan ku habisi nyawa mu.” Liam menghempaskan tubuh Nial ke lantai, pukulan Liam memang sangat kencang hingga membuat wajah tampan Nial babak belur, meskipun hanya seorang bawahan Liam namun tampang Nial tidak perlu di ragukan, hampir semu bodyguard Liam memiliki tampang yang lumayan tampan.
“Tuan, Nona Cessa menelpon.”
“Papa, hiks, mama, hiks, mama dibawa orang-orang jahat.”
“Sayang tenanglah, sekarang papa akan segera menghampirimu.”
“Cepatlah papa, tolong mama.”
“Sayang, kirim lokasimu sekarang.”
Nial berusaha berdiri mengikuti langkah kaki Liam yang sudah memasuki lift.
__ADS_1
“Argh sial, siapa yang berani menyentuh Eleanor ku.” Liam memukul dinding lift, Nial tetap berdiri waspada di samping Liam.
Tapi Nial sudah mengerah bodyguard untuk mengawasi Eleanor dari kejauhan, perasaan Nial tiba tiba saja juga buruk, ia takut terjadi apa apa dengan Eleanor.
“Mansion, suruh semua bawahan mu agar mencari Eleanor hari ini juga, jika tidak akan ku habisi nyawa kalian semua.” Liam memasuki helikopter di ikuti oleh Nial, Liam akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Baik Tuan,” jawab Nial dengan tenang.
Liam sudah menemukan mobil Eleanor, dan mendapati putri nya yang menangis didalam mobil.
Tok! Tok!
“Sayang ini papa.”
Cessa langsung membuka pintu mobil lalu memeluk Liam dan menangis histeris.
“Papa tolong mama.”
Cessa menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya dan Eleanor membuat Liam sedikit mengerti. Cessa tertidur setelah kecapekan menangis.
Sebelum mencari Eleanor, Liam menjemput Cessa dan menitipkan nya pada kedua orang tua nya.
Liam akan mencari tahu dimana keberadaan Eleanor melalui peralatan canggih yang ada di mansion, di bantu dengan Nial sementara bodyguard yang lain juga mencari Eleanor. Liam memiliki anak buah seperti agen mata mata yang sangat handal, Liam dapat mengandalkan mereka semua. Pikiran Liam kacau, ia berusaha menahan amarah nya agar tetap berpikiran positif, ia harus fokus mencari keberadaan Eleanor. Liam tidak mendapat pesan ancaman atau yang lain nya, tapi suara tadi sudah menyakinkan Liam jika Eleanor sedang di culik.
Angel tertawa dengan sangat bahagia, karena rencana nya berhasil di lakukan, tentu saja dengan bantuan Sean. Para anak buah Sean telah berhasil menculik Eleanor, Angel sangat senang saat melihat Liam sangat khawatir ketika menyadari jika Eleanor sudah di culik, meskipun ada sedikit rasa cemburu tapi Angel tidak bisa menutupi rasa senang nya, karena sebentar lagi Eleanor akan pergi dari hidup Liam, dan sebagai ganti nya Angel akan menjadi kekasih Liam. Angel marah saat mengetahui jika Liam sudah menikahi Eleanor, begitu pula dengan Sean. Dan untuk soal gedung kantor Liam yang kebakaran, itu juga adalah bagian dari rencana Angel dan Sean, tapi karena otak licik dan pintar Sean, orang suruhan Liam belum dapat menemukan pelaku nya, tapi tidak juga, orang suruhan Liam sudah berhasil menangkap orang yang terjun langsung menyabotase cctv dan membakar gedung, tapi tidak dengan yang menyuruh mereka, Sean sudah membuat kesepakatan dengan mereka, jika tertangap maka tidak boleh memberi tahu Sean dan Angel dalang dari semua ini, jika mereka memberitahu maka Sean akan menyelekai keluarga mereka, Sean memang sangat licik. Sekitar ada 10 orang yang berhasil di tangkap oleh anak buah Liam, tetapi mereka semua nya tetap bungkam. Mereka kini di tahan di ruang bawah tanah oleh Liam, tentu saja mereka mendapat siksaan dari para anak buah Liam. Alasan Sean membakar gedung kantor cabang Keith Co karena Sean merasa di permalukan ketika Liam membatalkan kontrak kerjasama secara sepihak. Sean merasa senang karena mempunyai partner seperti Angel, yang bisa di ajak kerjasama dengan baik. Tidak kah Angel tahu jika Sean adalah orang yang sangat licik, bisa saja Angel yang akan menjadi tumbal dari ini semua.
“Hei Sean, bagaimana?” Tanya Angel dengan Sean melalui sambungan telpon.
“Jadi terserah akan kau apakan dia, tapi ingat jangan sampai membuat dia kehilangan nyawa nya.”
“Sebaiknya kau hilangkan nyawa yang ada di perut Eleanor, karena aku tidak sudi jika wanita ku mengandung anak dari pria brengsek itu.” Tambah Sean, yang sedang duduk di ruangan nya.
__ADS_1
“Baiklah, kau juga pria brengsek Sean.” Angel kemudian menutup sambungan telpon.