AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 39 : Jangan pergi baby Bear


__ADS_3

“Kau sudah bangun?”


“Hm.”


Kondisi Liam sudah lebih baik setelah tidur dan mandi, badan nya terasa lebih segar, serta kantung mata nya yang tidak terlalu terlihat. Liam kembali mendudukan dirinya di samping ranjang Eleanor. Ia menatap Eleanor, tangan terulur menyentuh tangan Eleanor lalu mengecupnya dengan lembut.


“Dimana mom dan dad?” Liam tidak melihat keberadaan mereka, saat Liam tertidur ia masih melihat keberadaan orangtua nya disini.


“Sedang pergi ke kantin rumah sakit sebentar”


“Aku ingin Americano.” Mungkin itu dapat membantu Liam menjaga kesegaran tubuh nya.


“Baiklah.”


Hanya terdengar bunyi alat yang terdengar di ruangan ini, tidak ada yang membuka. Semua nya terdiam dengan pikiran masing masing. Hingga lamunan mereka terbuyar saat mendengar pintu terbuka, dan menampilkan kedua orang tua nya. Di belakang juga ada satu bodyguard Liam yang membawa pesanan mereka.


“Kau harus makan terlebih dahulu, setelah itu kau baru kembali berada di sisi Eleanor.” Suruh Anna, Liam hanya menurut saja. Kemudian berjalan ke arah meja makan yang di sediakan.


*


Eleanor berada di suatu tempat yang sangat indah dan damai, ia tidak pernah melihat tempat yang seindah ini. Eleanor menggunakan gaun putih yang sangat cantik, tapi Eleanor merasa kesepian ia tidak melihat ada nya orang lain disini. Sepanjang mata nya memandang ia hanya melihat hamparan bunga yang sangat cantik, serta langit biru yang tak pernah ia lihat sebelum nya. Eleanor melangkahkan kaki nya, ia melihat di depan sana ada di sebuah pintu yang bercahaya. Eleanor mendekati pintu itu, tapi langkah nya terhenti ketika mendengar suara anak kecil yang memanggil nya dengan sebutan “Mama.” Eleanor menoleh mencari sumber suara itu. Namun nihil tidak ada siapa siapa di tempat ini, tapi telinga nya masih mendengar suara anak kecil yang memanggil nya dengan sebutan Mama. Eleanor melihat ada sebuah bayangan di pintu itu, Eleanor semakin penasaran. Ketika Eleanor semakin mendekati bayangan itu, ia mendengar suara isakan anak kecil, sesekali ia menyebut kata “Mama”.


Hati Eleanor tersentuh mendengar suara anak itu, ia berpikiran jika itu adalah anak nya dengan Liam.


“Mama, benarkah ini Mama?” Tanya anak itu, ia sangat cantik menggunakan gaun putih yang senada dengan Eleanor, ia mendongakkan kepala nya menatap wajah Eleanor dengan berseri seri.

__ADS_1


Eleanor melihat anak kecil di depan nya ini, seperti melihat diri nya semasa kecil,namun ada sedikit perpaduan dari wajah Liam. Eleanor tiba tiba saja mengingat Liam, dimana kekasih nya itu, sampai Eleanor mengabaikan tangisan anak kecil di hadapn nya. Kepala nya memutar, mencari keberadaan Liam, namun nihil ia tidak dapat menemukan nya. Eleanor kembali melihat anak kecil di hadapan nya, anak itu sedang menarik pakaian Eleanor.


“Mama, apa kau tidak mencintai ku?” Eleanor menundukan kepala nya ketika merasakan tarikan di gaun nya yang mengencang serta suara isak tangis anak perempuan yang berdiri sebatas pinggang nya.


Eleanor masih menatap nya dengan tatapan bingung, ia belum pernah bertemu dengan anak ini sebelum nya, tetapi mengapa anak ini terus saja menangis dan memanggil nya “Mama”. Eleanor yang tidak tega, kemudian mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh anak perempuan yang sangat cantik di hadapan nya.


“Mama.” Tangis anak itu semakin pecah, dan langsung memeluk Eleanor dengan sangat erat. Eleanor mematung, kenapa tiba tiba saja jantung nya berdegup dengan sangat cepat, ketika anak itu memeluk nya dengan erat. Seperti ada sengatan listrik yang menyentuh tubuh Eleanor. Eleanor bisa merasakan kesedihan yang di alami oleh anak itu.


“Mengapa kau memanggil ku dengan sebutan Mama?” Eleanor melepaskan pelukan anak itu, tangan nya terulur memegang bahu anak itu dengan sangat lembut. Mata ini, mata yang di miliki oleh Liam. Hanya mata saja, wajah anak ini lebih banyak mirip kepada diri nya, tapi mengapa wajah anak ini memiliki perpaduan antara diri nya dan juga Liam.


“Apa Mama tidak mengingatku, aku baby bear,” ucap anak itu dengan suara serak nya.


*


“Apa Mama tidak mengingatku, aku baby bear,” ucap anak itu dengan suara serak nya.


“Apa maksudmu?” Tanya Eleanor dengan bingung, ia tidak mengerti maksud dari ucapan anak ini.


“Seseorang berusaha menyingkirkan ku dari kehidupan Mama dan Papa, aku takut. Aku ingin bersama Mama dan Papa.” Jelas anak itu masih dengan mata yang berkaca kaca.


Eleanor terdiam memikirkan ucapan anak ini, apa maksud nya. Eleanor tidak bisa mengingat ada kejadian apa sebelum nya, yang terjadi pada dirinya. Apa benar jika gadis kecil di hadapan nya ini adalah baby bear, tapi bagaimana bisa. Tetapi melihat nya menangis seperti ini, membuat dada Eleanor juga merasakan sesak, ia dapat merasakan kesedihan yang di alami oleh gadis kecil ini.


“Jika benar kau adalah baby bear, kau tak perlu takut dan merasa sedih sayang. Karena Mama tidak akan pernah meninggalkan mu, maafkan Mama karena tidak mengenali dirimu.” Eleanor memeluk gadis kecil itu dengan sayang, perlahan air mata nya menetes membasahi pipi mulus nya.


Mereka saling memeluk satu sama lain, gadis kecil itu memeluk Eleanor dengan sangat erat. Seperti tidak ingin kehilangan Eleanor. Sedangkan Eleanor, wanita itu memeluk gadis kecil itu dengan sayang.

__ADS_1


“Setelah ini kau bisa ikut pulang bersama Mama, dan bertemu dengan Papa.” Eleanor melepaskan pelukan nya, lalu menatap gadis kecil di hadapan nya, tangan Eleanor terulur untuk membelai rambut panjang halus nya.


“Aku sangat ingin mom, tapi aku tidak bisa. Dunia kita sekarang berbeda mom, aku takut disini sendirian, hiksss.” Gadis kecil itu kembali menangis, menundukan kepala nya menatap ke bawah.


“Apa maksudmu sayang?”


Eleanor belum mengerti jika dunia nya dan dunia baby bear sekarang sudah berbeda.


Gadis kecil itu hanya menunduk, tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang Mama.


“Jika kau tidak bisa ikut dengan Mama, maka Mama yang akan ikut dengan mu sayang. Mama tidak ingin kehilangan dirimu, Mama sangat sayang pada mu.” Eleanor kembali memeluk nya, ia tidak ingin kehilangan baby bear kesayangan nya.


“Benarkah Mama akan ikut dengan ku?” Tanya gadis itu dengan mata melebar, ia sangat bahagia.


“Tentu sayang, kemana kah kita akan pergi?” Tanya Eleanor balik, karena ia tidak tahu dimana ia sekarang berada.


“Aku akan menunjukan jalan nya mom,” jawab nya, kemudian memegang tangan Eleanor dan menuntun nya menuju ke sebuah pintu. Namun tiba tiba saja langkah nya terhenti dan kepala nya mendongak ke arah Eleanor.


“Ada apa sayang?” Eleanor mensejajarkan tubuh nya dengan gadis kecil yang memegang tangan nya.


“Bagaimana dengan Papa?” Tanya gadis itu, menatap Eleanor.


Eleanor membeku, ia melupakan Liam. Tapi Eleanor tidak ingin kehilangan baby bear, hanya gadis kecil di hadapan nya ini lah yang akan menemani Eleanor sepanjang hidup nya.


“Tidak perlu khawatir sayang, Papa akan menyusul kita,” jawab Eleanor dengan penuh keyakinan, ia akan tetap bersama sang buah hati. Meski hati nya merasa sedih dan gundah.

__ADS_1


Eleanor menegakkan tubuh nya kembali, lalu berjalan menuju pintu yang sedikit bersinar di hadapan nya. Eleanor menoleh ke belakang, memastikan apa Liam berada di belakang nya atau tidak. Namun nihil, tidak ada orang lain selain dirinya dan juga gadis kecil yang memegang tangan nya.


“Aku harap kau akan menemui kami Liam,” ucap Eleanor di dalam hati.


__ADS_2