AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 8 : Menipu


__ADS_3

Sekarang Eleanor sedang berdiri dihadapan puluhan wartawan ditemani oleh Leon pengacaranya hari ini ia akan melakukan siaran pers.


Sementara itu Nora dan Sean sedang menonton siaran pers Eleanor didalam kamar sambil menikmati wine.


“Ah, sebentar lagi kita akan hidup bahagia sayang,” ujar Nora masuk kedalam pelukan Sean.


“Keuntungan mempunyai istri bodoh, akhirnya hari ini tiba.” Sean mencium kening Nora dan mereka akan menyaksikan Eleanor yang bodoh.


Kembali lagi pada Eleanor, Leon sangat marah dengan situasi sekarang. Jika tidak ia menghampiri Eleanor atas berita yang muncul di media, Eleanor tidak akan bercerita pada nya. lebih tepatnya Leon merasa marah pada dirinya sendiri karena baru mengetahui penderitaan Eleanor selama ini. Seabagai kakak dan sahabat Leon merasa menjadi pria yang tidak berguna.


“Saya Eleanor istri dari Sean CEO EL Ent dan kakak dari Nora diva model EL Ent memohon maaf atas vidio yang beredar ke media. Saya juga baru mengetahui fakta ini, Pertama saya akan meluruskan semuanya dan saya tidak akan membuka sesi pertanyaan. Kedua vidio yang beredar itu benar suami dan adik kandung saya. Ketiga benar bahwa adik saya Nora sedang mengandung anak dari suami saya. Keempat kemarin malam suami saya meminta bercerai dengan saya karena mencintai adik dan calon anaknya. Selanjutnya yang paling penting, teruntuk adik saya yang sangat saya cintai dan juga untuk suami yang saya sayangi semoga kalian bahagia. Terima kasih pada teman-teman yang telah hadir, untuk lebih lanjut tolong jangan ganggu adik dan suami saya. Sekali lagi terima kasih.”


Setelah selesai berbicara Leon langsung memanggil bodyguard untuk mengawal Eleanor.


“Bagaimana perasaan anda setelah mengetahui perselingkuhan suami dan adik anda?”


“Apa anda akan memaafkan keduanya?”


“Apakah anda akan mengambil alih perusahaan?”


Dan masih banyak lagi pertanyaan dari wartawan yang mencoba mengejarnya, sekarang Eleanor sudah berada didalam mobil bersama Leon.


Ditempat lain, Nora menghancurkan semua barang-barang yang ada dikamarnya. Ini tidak seperti rencananya. Bagaimana bisa Eleanor melakukan ini padanya dan juga Sean.


“Aku bisa gila sekarang! Bisa-bisanya kakak mengkhianati kita,” ujar Nora marah.


Sean mengepalkan tanganya sambil menampilkan urat-uratnya, ia sangat frustasi dan marah.


“Wanita sialan itu mempermainkan kita! Berani sekali dia!” Sean berteriak frustasi dan marah.


Eleanor sampai rumah diantar oleh Leon.


“Terima kasih.” Eleanor keluar dari mobil.


“Aku akan segera menghubungimu,” ujar Leon membuat Eleanor menganggukan kepalanya, Eleanor sangat tahu kalau Leon sekarang sangat khawatir padanya.

__ADS_1


“Baiklah.”


Eleanor masuk kedalam rumah setelah mobil Leon tidak tampak lagi.


“KAKAK! KENAPA KAKAK MENIPU KAMI!” teriak Nora mengeluarkan kekesalannya.


“Bukankah semalam kita sudah sepakat, sayang?” tanya Sean membuat Eleanor tersenyum sinis.


“Bukankah kakak tahu kalau aku tidak mungkin berselingkuh dengan kakak ipar,” Nora mulai memelankan suaranya. Nora harus membujuk Eleanor.


“Sayang, dengarkan aku. Aku hanya mencintaimu, tapi mengapa kau mengkhianati kepercayaanku.” Sean datang untuk memeluk Eleanor namun Eleanor menghindar.


“Cukup. Aku tidak akan bersandiwara lagi. Yang menyebarkan foto dan vidio kalian itu aku.” Eleanor tidak ingin mendrama lagi karena ia sudah capek. Membuat kehidupan Nora dan Sean hancur sudah sedikit cukup baginya.


“Kakak...”


“Sayang.”


“Ini surat cerai kita, kau hanya tinggal tandatangan saja.”


“Tidak mau bercerai? Yang benar saja, aku tidak menerima pria yang berselingkuh apalagi sudah mempunyai anak,” jelas Eleanor sambil menatap Nora yang sudah menangis.


“Sayang, kau tahu aku mencintaimu seluas bumi dan langit tapi adikmu datang padaku dan menggodaku. Aku khilaf sayang,” ujar Sean memohon pada Eleanor.


“Aku menggodamu? Hei, kau lah yang datang padaku karena kau tidak puas dengan kakak!” terika Nora marah.


“Diamlah wanita ******, aku sedang bicara dengan istriku.”


“Wanita ******? Wanita ****** ini sedang mengandung anakmu bangsat!” Nora menggeram kesal, ia seperti sedang direndahkan lalu dibuang. Sean sekarang sedang memutuskan ekornya dan ekor itu adalah Nora.


“Itu pasti bukan anakku, kau wanita murahan pasti tidur dengan banyak pria.” Nora menggeram kesal, selama ini Nora hanya berhubungan dengan Sean. Bagaimana bisa ia hamil anak pria lain.


“Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar bedosa dan pantas mati.” Sean memohon pada Eleanor.


“Maka mati saja,” jawab Eleanor sudah tidak peduli lagi. Lalu berjalan menuju Nora.

__ADS_1


“Apa kau yakin Sean mencintaimu? Ah, aku juga tidak ingin sampah seperti dia, jadi ambilah.” Eleanor berbisik ditelinga Nora.


“Sialan!”


“Sayang, dengarkan aku sekali ini saja. Aku juga benar-benar telah ditipu. Sayang.”


Eleanor menulikan telinganya dan masuk kedalam kamarnya, ia sangat lelah sekarang.


“Lepaskan aku, aku tidak ingin bicara padamu!” teriak Sean ketika Nora memegang tangannya sehingga Nora terbanting dan terjatuh kelantai.


“Akh, perutku. Sayang perutku sakit sekali, bagaimana kalau ada apa-apa dengan bayi kita,” ujar Nora namun Sean tidak peduli.


“Bayi kita? Apa benar itu anakku? Sudahlah, urus dirimu sendiri.” Sean meninggalkan Nora sendiri yang sedang kesakitan.


“Kau bilang kau mencintaiku melebihi cintamu pada kakak, tapi mengapa jadi seperti ini. Semua ini karna kakak, aku tidak akan memaafkanmu kak,” ujar Nora menahan rintihannya.


“Amel!” teriak Nora kencang.


“Nona Nora, ada yang bisa saya bantu?” Amel datang dengan tergesa-gesa.


“Bawa aku kerumah sakit sekarang juga!”


Amel membantu Nora dan membawanya kerumah sakit, di sekitar paha Nora sudah ada darah yang mengalir.


Sean mengepalkan tanganya, ia menggertakan giginya. Rencananya hancur, hubungan nya dengan Nora sudah ketahuan Eleanor maupun publik. Satu-satunya jalan untuknya adalah mengemis cinta pada Eleanor. Sean tahu Eleanor sangat mencintainya, tinggal dirayu sedikit pasti Eleanor menjadi miliknya lagi.


Di rumah sakit Nora menangis kencang karena ia mengalami keguguran, anaknya yang belum lahir kedunia telah diambil dari nya.


“Bagaimana bisa dok? Saya hanya terjatuh sekali, bagaimana bisa anak ku, hiks, hiks,” tangis Nora sangat kencang.


“Maafkan kami Nona, selain jatuh dan terkena benturan kencang Nona mengalami stres berat yang membuat janin tidak bisa bertahan.”


“Anaku, hiks, anakku.” Nora terus meratapi kepergian anaknya yang bahkan masih dalam bentuk darah.


“Semua ini karena kakak, kekasihku meninggalkanku karna kakak, sekarang anakku meninggal pun karena kakak. Salah kakak.” Nora berguman membuat Amel menjadi prihatin. Bagaimana ada manusia tidak ada rasa bersalah seperti ini.

__ADS_1


Sekarang dunia Nora terasa hancur, Sean. Nora harus mengambil kekasihnya, hanya Sean yang ia punya sekarang. Sumber kebahagian Nora tidak lain adalah Sean. Nora tidak tahu bahwa itu hanya obsesinya saja, obsesi pada semua milik Eleanor. Obsesi yang menghancurkan hidupnya sendiri.


__ADS_2