AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 50 : END


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi oleh Liam dan Eleanor telah sampai di pelataran sebuah villa mewah yang berada di dekat pantai, bahkan langsung terhubung dengan pantai pasir putih yang memiliki air berwarna biru yang sangat jernih. Kawasan ini sedikit jauh dari daerah perkotaan sehingga udara nya masih sangat asri dan menyegarkan. Sesuatu yang sangat di sukai oleh Eleanor, jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Tidak hanya Eleanor dan Liam saja tapi Cessa juga ikut karena mereka akan berlibur. Oh, hanya memberi info sedikit sekarang Eleanor sedang mengandung 3 bulan.


Liam mengangkat tubuh Eleanor ala bridal style keluar dari mobil yang ia tumpangi. Liam tidak tega jika harus membangunkan Eleanor, karena seperti nya Eleanor sangat kelelahan dan tidurnya sangat nyenyak.


“Biarkan saya Tuan, yang menggendong Nona Eleanor.” Drex ingin memindahkan tubuh Eleanor ke dalam gendongan nya, tujuan nya hanya ingin membantu Liam. Namun yang Drex dapatkan justru tatapan tajam dari Liam.


“Tidak perlu,” jawab Liam dengan dingin, ia tidak ingin jika orang lain menyentuh tubuh Eleanor, meskipun dengan niat baik sekalipun.


“Maafkan saya Tuan.” Drex dengan cepat membungkukkan badan nya. Namun Liam hanya melewati Drex dengan menggendong Eleanor memasuki sebuah villa. Nial yang lebih dulu berjalan di depan Liam, membukkan pintu untuk Liam dan Eleanor masuk.


“Drex, tolong bawa Cessa ke kamar nya.”


“Baik Tuan.”


“Perketat keamanan Nial,” ucap Liam ketika melalui Nial.


“Baik Tuan.” Angguk Nial mengerti dengan perintah Liam.


Liam membawa Eleanor memasuki kamar yang ada villa ini, dan membaringkan tubuh Eleanor di atas ranjang dengan hati hati.


“Mmmhh.” Eleanor menggeliat ketika Liam membaringkan badan nya di atas ranjang.


“Tidurlah,” ujar Liam dengan berbisik di samping telinga Eleanor, lalu menarik selimut agar menutupi tubuh Eleanor.


Eleanor perlahan membuka mata nya, namun ia merasa asing di tempat ini. Bukankah ia tadi tertidur di dalam mobil dan kini ia sudah berada di dalam sebuah kamar.


”sejak kapan aku tertidur di atas ranjang, lalu dimana Liam,” ujar Eleanor menyandarkan tubuh nya di sisi ranjang, mata nya masih menilai sekeliling kamar ini. Dan Eleanor di buat takjub dengan design nya.


Eleanor bangkit dari ranjang karena merasa penasaran dengan pemandangan yang ada di balik tirai putih itu.


“Oh my god, ini sangat indah.” Eleanor terpana denga pemandangan yang ia lihat di depan mata nya, Eleanor sampai menutup mulut nya karena benar benar terpukau dengan hamparan pasir putih dan laut biru di depan mata nya.


Eleanor membuka pintu yang ada di balkon kamar.


“Healing,” ucap Eleanor dengan merentangkan kedua tangan nya, menghirup udara segar dalam dalam.


“Jadi Liam membawa ku ke tempat sebagus ini?”


“Ia menuruti janji nya pada ku waktu itu.” Eleanor mengingat janji Liam yang mengatakan akan membawa Eleanor ke tempat yang jauh dari perkotaan, dan ini semua sesuai seperti harapan Eleanor.


“Lalu, dimana Liam.” Eleanor bahkan sampai melupakan Liam karena terpukau dengan tempat ini.

__ADS_1


Eleanor kembali menutup pintu balkon nya, dan mencari keberadaan Eleanor.


“Liam.” Eleanor meneriaki nama Liam sehingga suara nya memenuhi kamar ini.


Eleanor mengikuti langkahnya untuk mencari keberadaan Liam, Eleanor cukup bingung dengan letak ruangan yang berada di villa ini.


Saat sedang fokus membahas pekerjaan nya dengan Nial, Liam mendengar jika Eleanor memanggil manggil nama nya.


“Kau lanjutkan, aku akan menemui Eleanor terlebih dahulu.” Liam kemudian berjalan mencari sumber suara Eleanor.


“Liam, kau dimana.” Eleanor merasa sedikit takut karena tempat ini sangat sepi.


“Liam, jangan bermain main. Aku takut.” Eleanor semakin meras takut ketika mendengar suara derap langkah mendekat ke arah nya.


“Liam aku takut.” Suara Eleanor terdengar mengecil karena ia benar benar merasa takut.


“Heii El, aku disini,” ucap Liam yang berdiri di belakang Eleanor dengan memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya.


Eleanor membalikan badan nya ketika mendengar suara Liam.


“Kau membuat ku merasa takut.” Eleanor langsung memeluk tubuh Liam.


“Kau darimana?” Tanya Eleanor.


“Aku sedang bersama Nial di ruangan sebelah.” Liam menunjuk ruanga yang berada di sebelah kanan mereka.


“Aku pikir kau meninggalkan ku di tempat ini sendirian,” ujar Eleanor, yang membuat Liam tersenyum mendengar penuturan nya.


“Ck, kau selalu berpikiran negatif tentang diri ku sayang.” Liam tak habis pikir mengapa Eleanor memiliki pemikiran seperti itu.


“Aku takut.” Eleanor mendongak untuk menatap wajah Liam, yang sedang tersenyum senyum.


“Apa kau mentertawakan aku yang sedang ketakutan.” Eleanor melepas pelukan nya di tubuh Liam, dan memukul mukul dada Liam yang semakin tertawa.


“Awwwhhh, sakit El.” Liam berpura pura kesakitan akibat pukulan Eleanor. Bagaimana Liam tidak tertawa jika menurutnya Eleanor sangat lucu ketika sedang ketakutan.


“Kau menyebalkan.”


“Maafkan aku karena menyebalkan.” Liam kembali memeluk Eleanor, namun ia masih sedikit tersenyum.


Setelah melepaskan pelukan nya, Liam kembali membawa Eleanor memasuki kamar. Liam menunjukan walk in closet dan kamar mandi, di dalam walk in closet itu seperti biasa sudah di isi oleh berbagai jenis pakaian tas dan sepatu untuk Eleanor serta Liam.

__ADS_1


“Kau bisa mandi terlebih dahulu, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dengan Nial,” ucap Liam kemudian meninggalkan Eleanor yang kemudian memasuki kamar mandi yang menghadap langsung ke pantai.


“Wow benar benar menakjubkan.” Eleanor lagi lagi di buat terpana dengan pemandangan yang ada di depan mata nya.


Eleanor mulai melepaskan dress yang melekat di tubuh ramping nya, tak lupa ia juga melepaskan pakaian dalam yang menutupi area terlarang nya.


“Ahhh, segar sekali,” ujar Eleanor ketika tubuh nya menyentuh air hangat yang berada di dalam jacuzzi.


Ia mencoba merilekskan badan nya yang sedikit lelah akibat pergulatan panas diri nya dengan Liam di atas ranjang.


Setelah cukup berendam, Eleanor membilas tubuh nya di bawah air shower yang mengalir di atas tubuh nya. Lalu membungkus rambut basah Eleanor menggunakan handuk, dan menutupi tubuh telanjang nya menggunakan kimono sutera.


“Kamar ini lebih luas daripada kamar yang aku tempati dengan Liam di Mansion,” ujar Eleanor menuju walk in closet untuk mencari pakaian yang akan ia gunakan. Eleanor menggunakan kemeja yang melekat pas di tubuh nya lalu ia menggunakan jeans pendek di atas lutut nya.


Setelah menggunakan make up tipis dan mengeringkan rambut nya, Eleanor mencari keberadaan Liam yang kata nya sedang bersama dengan Nial.


Ia pikir Liam akan melupakan pekerjaan nya sejenak saat sedang berlibur seperti saat ini, namun dugaan Eleanor salah, Liam masih saja memperdulikan pekerjaan nya.


“Liam.” Sapa Eleanor ketika melihat Liam tengah berbicara serius dengan Nial.


“Kau sudah selesai.” Liam merentangkan kedua tangan nya, bermaksud untuk memeluk Eleanor.


“Apa kau tidak ingin mandi lebih dahulu,” ujar Eleanor ketika duduk di atas pangkuan Liam, mengabaikan Nial yang duduk di hadapan mereka.


“Setelah ini aku akan mandi.” Liam menelusupkan kepala nya di leher jenjang Eleanor, menghirup dalam dalam aroma segar Eleanor yang memabukkan.


“Baiklah.” Eleanor mengalungkan kedua tangan nya di leher Liam serta memeluk nya.


Nial yang berada di hadapan mereka hanya bisa diam tanpa berkata kata menyaksikan Tuan nya tengah bermesraan dengan kekasih nya.


“Papa!” teriak Cessa membuat Eleanor langsung melepaskan pelukan Liam.


“Kau mengganggu saja sayang, biarkan mama dan papa bersenang-senang,” ujar Liam sambil cemberut.


“Mama ayo ke pantai, jangan ajak papa!”


“ayo sayang.”


“Tidak! Kalian tidak boleh meninggalkan papa!”


End.

__ADS_1


__ADS_2