
Eleanor menemani Cessa membeli pernak-pernik sekolah karena seminggu lagi Cessa akan masuk tk. Mereka hanya pergi berdua karena Liam sedang ada pekerjaan yang penting dan jangan lupakan banyak nya bodyguard yang mengikuti Eleanor dan Cessa. Karena merasa tidak enak telah diikuti bodyguard akhir nya Eleanor meminta mereka untuk mengikuti dari jauh saja.
Cessa membeli peralatan sekolah serba pink dari tas, sepatu, buku bahkan pensil dan penghapus.
"Terima kasih mama telah menemani Cessa hari ini," ujar Cessa senang karena Eleanor menemani nya hari ini.
"Sama-sama anak cantik," jawab Eleanor berjongkok lalu mencium kedua pipi menggemaskan milik Cessa.
Setelah berbelanja Cessa dan Eleanor makan siang bersama.
"Mama, Cessa mau steik dan es melon." Cessa memberitahu Eleanor pesanan nya.
"Tolong steak medium 1, steak rare 1. Untuk minum es melon dan mineral dingin, sayang ada lagi?" tanya Eleanor pada Cessa yang fokus pada tab nya.
"Tidak ada mama," jawab Cessa meletakan tab disamping nya.
"Itu saja, terima kasih."
"Cessa sangat kesal pada Jay," ujar Cessa mulai bercerita pada Eleanor. Jay adalah Jaiden tetangga Cessa sekaligus teman bermain Cessa. Sesekali Jay sering ikut Cessa main kerumah Eleanor.
"Memang nya Jay kenapa sweety?" tanya Eleanor menanggapi cerita Cessa.
"Cessa tidak suka boneka Anabel karena menyeramkan tapi Jay malah memberi hadiah untuk Cessa."
"Jay benar-benar jahil, tapi apakah Jay tahu jika Cessa tidak menyukai boneka Anabel?"
"Tentu saja Jay tahu, Jay hanya menjahili Cessa saja. Bukan kah Jay anak nakal, mama?" tanya Cessa membuat Eleanor menganggukan kepala nya.
"Benar sayang, nanti jika aunty bertemu Jay aunty akan memarahi nya,"'ujar Eleanor membuat Cessa tersenyum.
"Mama yang terbaik."
"Setelah menjahili Cessa apakah Jay meminta maaf?" tanya Eleanor membuat Cessa mengangguk.
"Tapi tidak Cessa maafkan, Jay terlalu sering menjahili Cessa. Cessa tidak suka," jawab Cessa sambil cemberut.
"Tapi kan Jay teman Cessa, kalau tidak saling memaafkan siapa teman Cessa? Nanti Cessa akan sendiri bagaimana?"
"Cessa punya mama," jawab Cessa membuat Eleanor tersenyum.
__ADS_1
"Benar Cessa punya aunty, tapi teman itu penting sayang. Jadi apakah Cessa akan memaafkan Jay atau tidak?" tanya Eleanor membuat Cessa berpikir keras.
"Cessa akan memaafkan Jay, mama. Walaupun Jay sering menjahili Jay tapi Jay selalu menuruti semua perintah Cessa," jawab Cessa sambil tersenyum lebar:
"Anak pintar."
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Cessa makan dengan lahap begitu pun dengan Eleanor. Setelah makan siang bersama Eleanor mengantar Cessa pulang.
Kurang lebih satu jam Eleanor sampai di mansion keluarga Liam.
Dengan perlahan Eleanor menggendong Cessa yang ketiduran. Anak ini seperti nya sudah kehabisan energi.
Eleanor meletakan Cessa diatas kasur, setelah memastikan Cessa tertidur nyenyak Eleanor menutup pintu kamar Cessa.
Liam belum pulang, Eleanor menitipkan Cessa dengan pengasuh Cessa. Setelah itu ia pulang, Eleanor membawa mobil nya sendiri. Tadi pagi-pagi sekali Liam mengantar Cessa ke rumah nya meminta nya untuk menemani Cessa membeli keperluan sekolah.
*
Seminggu kemudian Cessa sudah masuk sekolah ditemani oleh Liam, Eleanor tidak bisa ikut menemani Cessa karena diri nya sedang sakit. Eleanor sangat menyesal karena tidak bisa menemani Cessa padahal Eleanor sudah berjanji.
"Nona, saya membawakan bubur dan obat anda." Amel masuk ketika sudah mengetuk pintu.
"Terima kasih," ujar Eleanor langsung melahap bubur nya setengah lalu meminum obat nya.
"Tuan putri tidak boleh bersedih, setelah sembuh mama El akan menemani dan membuatkan bekal untuk Tuan putri," ujar Liam membuat Cessa menganggukan kepala nya dengan lesu.
"Papa akan ke kantor sebentar, Tuan putri sementata bersama pengasuh dan pengawal ya. Papa janji papa akan segera kemari setelah pekerjaan papa selesai," ujar Liam dengan nada menyesal, hari ini Liam memiliki pekerjaan yang sangat penting. Bukan berarti Cessa tidak penting hanya saja ia demi untuk masa depan Cessa juga.
"Baiklah papa, papa hati-hati ya," ujar Cessa membuat Liam langsung mencium kening Cessa.
"Cessa, ayo masuk." Jay memanggil Cessa membuat Cessa langsung menghampiri Jay setelah Liam menaiki mobil.
Di tempat lain yaitu di rumah Eleanor. Demam Eleanor sudah berangsur membaik ia melihat tanggal di ponsel nya. Tanggal 18 Juli kemudian Eleanor teringat ingatan masa lalu. Hari ini Cessa mengalami kecelakaan mobil yang membuat nya koma. Eleanor sangat ingat kejadian ini karena berita Cessa kecelakaan dan koma menyebar luas.
Dengan cepat Eleanor bangkit dari tidur nya, ia harus menyelamatkan Cessa.
"Nona, Nona mau kemana? Nona harus istirahat." Amel menghampiri Eleanor.
"Tolong antar aku ke tk Pelita, SEKARANG JUGA!" perintah Eleanor panik. Amel tidak bertanya apapun pada Nona nya, ia memantu Eleanor masuk kedalam mobil dan mengantarkan Eleanor ke tk Pelita.
__ADS_1
Sepanjang jalan Eleanor berdoa semoga Cessa baik-baik saja, Eleanor tidak bisa bernafas dengan benar. Dada nya sangat sesak membayangkan tubuh mungil dan rapuh itu terbaring koma di rumah sakit.
"Lebih cepat lagi! Aku mohol Amel!"
"Baik Nona."
Walaupun tidak tahu menahu Amel tetap melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Nona, kita telah sampai," ujar Amel membuat Eleanor langsung turun dari mobil. Eleanor masuk kedalam gedung tk dan tidak menemukan keberadaan Cessa.
"Bu guru apakah anda melihat Cessa?" tanya Eleanor langsung mengampiri guru.
"Anak-anak ada yang melihat Cessa?" tanya guru pada murid-murid yang lain.
"Cessa dan yang lain nya tadi keluar gerbang bu guru."
Eleanor tidak mengengar apapun lagi ia langsung berlari mencari Cessa.
"Ya Tuhan tolong jaga Cessa."
Dari depan gerbang Eleanor dapat melihat Cessa yang akan menyebrang.
"MAMA!" teriak Cessa berlari menghampiri Cessa.
"Jangan berlari, Aunty akan kesana!"
Namun Cessa tidak mendengarkan Eleanor ia berlari dan ketika ia mobil mengebut datang dari tikungan jalan. Eleanor segera berlari untuk menyelamatkan Cessa.
"NONA!" teriak Amel panik karena Nona nya berlari begitu saja ketengah jalan.
"CASSA!" teriak Eleanor kemudian ia berguling-guling di jalan sambil memeluk erat Cessa.
"Sayang, kau baik-baik saja? Ada yang terluka? Katakan pada Aunty." Eleanor memeriksa tubuh Cessa dan menemukan luka di disiku dan kepala Cessa.
"Ya Tuhan kau terluka sayang, bagaimana kepalamu? Pusing? Sakit?" ujar Eleanor panik membuat Cessa terdiam karena shock.
"Nona, anda dan nona kecil harus kerumah sakit sekarang." Amel, pengasuh dan bodyguard Cessa datang menghampiri bahkan guru Cessa juga datang.
"Kemana saja kalian, mengapa tidak bisa menjaga Cessa dengan baik!" Eleanor sangat marah sekarang.
__ADS_1
"Darah, mama berdarah," ujar Cessa menangis melihat darah mengalir deras dari kepala Eleanor.
Tiba-tiba saja pandangan Eleanor menjadi gelap dan Eleanor jatuh pingsan.