AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 49 : Hamil?


__ADS_3

Setelah kepergian Liam, Eleanor jadi merenung. Ia memikirkan gejala gejala yang di alami nya, gejala yang sama ketika Eleanor mulai hamil dulu. Eleanor juga mengingat ingat kapan terakhir ia datang bulan, dan Eleanor pun baru sadar jika ia tidak datang bulan, hampir dua bulan lama nya.


"Apakah ini tanda tanda jika aku tengah hamil?” Tanya Eleanor kepada diri nya, sembari memegangi perut nya yang masih rata. Pasal nya dari kemarin Eleanor terus merasakan mual, dan Eleanor menginginkan sesuatu yang aneh.


Seperti malam tadi, ia menyuruh Liam untuk memijat kaki nya, hal yang tidak pernah Eleanor lakukan kepada Liam. Eleanor merasa jika kaki nya terasa pegal seperti sehabis olahraga, padahal Eleanor tidak melakukan aktivitas yang berat, ia hanya berada di dalam kamar nya, dan itu pun ia terus berada di atas ranjang, sesekali Eleanor akan duduk di sofa bersama Liam.


Eleanor kembali mengingat apa yang Liam katakan malam itu. Angel dan Sean sangat tega kepada diri nya, bukan kepada dirinya melainkan kepada seseorang yang sudah tiada. Bagaimana bisa mereka berusaha untuk menghilangkan kandungan Eleanor. Mengingat hal itu kembali membuat hati Eleanor terasa sakit, dada nya pun terasa sesak.


Dan Eleanor juga tidak menyangka jika Angel yang melakukan nya. Meski Eleanor juga tahu jika Angel sangat tidak menyukai dirinya, namun Eleanor tidak pernah berpikir jika Angel berusaha melenyapkan calon anak nya, meskipun Angel melakukan hal itu karena suruhan dari Sean. Mengetahui hal itu, Eleanor kini semakin membenci Sean, pria itu sangat kejam dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.


"Kau sangat jahat Sean, tapi aku lega karna kau sekarang sudah berada di neraka,” ucap Eleanor dengan perasaan penuh dendam dan amarah.


Liam dan Nial membahas beberapa hal hal penting, yang harus Liam ketahui. Karena ia kemarin tidak pergi ke kantor, dan di wakilkan oleh Nial.


Karena sudah hampir satu jam mereka berbicara hal penting, kini waktu nya Liam kembali ke dalam kamar, untuk melihat keadaan Eleanor. Liam terus merasa risau karena harus meninggalkan Eleanor seorang diri dari dalam kamar. Jadi Liam bergegas kembali ke kamar yang ia tempati bersama Eleanor.


Mereka kembali membicarakan hal hal penting yang lain, karena Liam tidak pergi ke kantor ia mendengarkan apa saja yang terjadi dari mulut Nial.


Eleanor sudah memiliki rencana jika setelah keadaan nya benar benar pulih ia akan membeli sebuah testpack untuk melihat apakah Eleanor benar benar hamil atau tidak. Eleanor hanya ingin memastikan nya saja, jika nanti hasil nya menunjukan garis negatif, ia tidak masalah akan hal itu. Namun Eleanor ingin menyembunyikan nya dari Liam, Eleanor akan melakukan tes tanpa sepengetahuan Liam. Eleanor tidak ingin mengecewakan Liam, jika hasil nya nanti adalah negatif.


"Tapi bagaimana cara nya untuk mendapatkan testpack itu." Eleanor mengigit jari nya sembari berpikir, ia harus memikirkan cara agar bisa mendapatkan testpack tanpa sepengetahuan orang lain. Namun hal itu sulit di lakukan, setiap langkah Eleanor yang keluar dari kamar nya, akan ada Drex yang selalu mengikuti Eleanor.


Karena terlalu sibuk dengan pikiran nya sendiri, Eleanor tidak menyadari kehadiran Liam yang berdiri di samping ranjang, Eleanor tidak mengetahui kedatangan Liam karena diri nya tidur menyamping dan membelakangi Liam, ia menatap ke arah luar jendela kaca kamar yang memperlihatkan area luar mansion yang hijau.


"Hmm, apa yang sedang kau pikirkan sayang?" Ucap Liam dengan memeluk Eleanor dari belakang. Eleanor yang tidak mengetahui kehadiran Liam pun sedikit terkejut, karena Liam yang memeluk nya dari belakang.


"Oh god, kau membuat ku terkejut Liam." Eleanor mengusap dada nya. Liam seperti nya sangat suka membuat Eleanor terkejut.

__ADS_1


"Tidak. Hanya saja, kau yang tidak mengetahui kedatangan ku."


"Apa yang sedang kau pikirkan?” Liam memeluk tubuh Eleanor dari belakang, dan sengaja memeluk Eleanor tepat di depan payudara nya. Liam sangat merindukan tubuh Eleanor, meski mereka tidur satu ranjang, namun Liam tidak bisa menyentuh Eleanor, tidak bisa menikmati tubuh sexy Eleanor, karena kekasih nya sedang sakit.


"Tidak ada yang ku pikirkan, aku hanya melihat pemandangan di luar sana,” jawab Eleanor, dengan menunjuk area luar mansion yang luas.


Liam hanya mendengar jawaban jawaban Eleanor, dan menelusup kan kepala nya ke dalam ceruk leher Eleanor.


"Liam." Panggil Eleanor, namun Liam tidak menjawab nya, tangan nya justru sedang menggoda payudara Eleanor yang terhimpit oleh tangan nya, Liam sengaja menekan nekan tangan nya karena merasa nyaman di atas benda empuk yang menjadi tempat favorit nya.


"Liam, hentikan!!." Kesal Eleanor, karena Liam mengabaikan nya dan justru menekan nekan payudara nya.


"Hhmm." Liam hanya membalas nya dengan gumaman saja, merasakan payudara Eleanor yang terasa empuk, membuat nafsu Liam naik seketika. Ia ingin mencicipi tubuh Eleanor, Liam sudah sangat merindukan tubuh Eleanor.


"Jika kau terus mengabaikan aku, aku tidak ingin tidur bersama mu malam ini." Ancam Eleanor, dengan mencoba melepaskan tangan Liam yang sedang memeluk nya.


"Apa yang ingin kau katakan."


"Apa aku harus mengancam mu terlebih dahulu, baru kau menanggapi ucapan ku." Terkadang Eleanor kesal terhadap Liam, ia jadi mengabaikan dirinya ketika Liam sudah memiliki posisi yang nyaman, apalagi ketika Liam sudah memeluk dan menelusup kan kepala nya di ceruk leher milik nya.


"Maafkan aku sayang, aku terbawa suasana,” ucap Liam, hanya Eleanor seorang lah yang bisa membuat Liam merasa takut akan ancaman nya, dan bertekuk lutut kepada Eleanor. Eleanor sudah membuat Liam menjadi tergila gila kepada diri nya.


Memeluk Eleanor memberikan sensasi nyaman tersendiri bagi Liam, tubuh Eleanor yang ramping sangat pas dalam dekapan Liam, dan jangan lupakan aroma wangi tubuh Eleanor.


"Kau menginginkan sesuatu?” Tanya Liam dengan membalikkan tubuh Eleanor agar menghadap ke arah nya. Dalam jarak sedekat ini Liam dapat merasakan deru nafas Eleanor yang menerpa wajah nya, begitu pula dengan Eleanor, ia dapat merasakan deru nafas Liam. Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat, Liam semakin mendekat kan wajah nya, dan berusaha mencium bibir Eleanor yang sudah sangat ia rindukan.


"Tidak." Namun tiba tiba saja saat Liam hendak mencium bibir Eleanor. Eleanor lebih dulu mendorong wajah Liam agar menjauh dari nya.

__ADS_1


"C'mon sayang, aku sangat merindukanmu,” ucap Liam dengan nada yang manja, ia terlihat seperti seorang anak kecil yang merengek kepada Mama nya karena keinginan nya tidak di kabulkan.


"Kita selalu bersama Liam, bahkan dari kemarin kau menemani ku di sini." Eleanor menghembuskan nafas kasar. Bagaimana bisa Liam merindukan Eleanor disaat mereka selalu bersama. Mungkin akan sedikit masuk akal jika Liam pulang dari kantor dan berkata merindukan Eleanor, namun sedari kemarin mereka selalu bersama. Bahkan tadi malam pun mereka tidur dengan saling berpelukan.


Sebenarnya Eleanor paham maksud dari Liam, apa yang Liam rindukan. Namun Eleanor sedang tidak ingin melakukan nya, karena badan Eleanor masih terasa lemas. Ia tidak akan bisa melayani nafsu Liam untuk saat ini, bisa bisa ia akan kembali drop. Dalam keadaan sehat saja, Eleanor tidak bisa menandingi permainan Liam, apalagi ketika keadaan nya saat ini. Mungkin Eleanor hanya bisa pasrah saja.


"Kau tahu bukan jika badan ku masih terasa lemas,” ujar Eleanor dengan menyentuh rahang Liam, ia harus memberi pengertian kepada Liam agar ia tidak salah paham. Liam seperti sudah sangat bergairah, Eleanor dapat melihat dari sorot mata Liam yang sudah tidak fokus. Jujur saja melihat tatapan Liam yang sudah seperti itu membuat Eleanor menjadi tidak tega, namun Eleanor juga tidak bisa menuruti keinginan dari Liam.


"Aku merasa bersalah kepada mu." Eleanor menatap Liam dengan tatapan sendu nya, Eleanor menjadi tidak tega kepada Liam .


"Jangan merasa bersalah sayang, aku paham bagaimana kondisi mu saat ini. Aku juga tidak mungkin memaksamu,” balas Liam, sembari menyelipkan rambut Eleanor ke belakang telinga nya.


"Lupakan."


"Apa yang ingin kau katakan tadi." Liam tidak ingin membahas hal itu lagi, karena semakin ia membahas nya, ia semakin bergairah. Dan Liam tidak ingin menerjang Eleanor begitu saja.


"Hhmm." Eleanor tampak berpikir, ia memainkan jari nya di kulit leher Liam, memberikan sensasi tersendiri bagi Liam. Liam sedang berusaha menahan gairah nya, namun Eleanor justru memancing nya dengan leher nya yang sensitif.


"Aku ingin makan pasta dengan kuah vodka yang pedas." Eleanor kembali merasa lapar lagi, padahal ia baru sarapan kurang lebih dua jam yang lalu. Namun kini ia ingin memakan pasta. Pasta yang tidak biasa, karena menggunakan campuran Vodka dalam pembuatan nya.


"Aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan nya untuk mu,” jawab Liam, ternyata ini yang ingin di katakan Eleanor sedari tadi. Ia pikir ada sesuatu yang Eleanor sembunyikan dari nya.


"Tidak mau,” jawab Eleanor, ia ingin Liam yang memasak untuk dirinya.


"Lalu kau ingin apa sayang." Liam belum mengerti maksud Eleanor.


Namun Liam akan menuruti semua permintaan Eleanor, meski Liam harus berhadapan dengan berbagai macam alat dapur yang jarang ia sentuh, Liam pergi ke dapur hanya untuk melihat atau mengganggu Eleanor yang sedang memasak.

__ADS_1


__ADS_2