
“Tentu saja aku tahu, untuk apa aku mengeluarkan banyak uang jika tidak tahu kegiatan mu apa,” jawab Liam sembari menikmati perjalanan nya, ia masih dalam mobil menuju lokasi yang akan ia tuju.
“Karena kau adalah crazy rich Liam, membuang uang adalah hobi mu.” Cibir Eleanor sembari menyesap minuman nya, Liam hanya tertawa di sebrang telpon nya.
“Cepatlah kembali ke Mansion dan beristirahat lah,” ucap Liam dengan nada memerintah.
“Setelah aku menghabiskan minuman ku.”
“Apa kau belum sampai di kantor?” Karena masih terdengar suara mesin mobil.
“Sebentar lagi sampai, jika begitu aku tutup telpon nya. Berhati hati lah.” Liam kemudian mematikan sambungan telpon nya, ia tidan ingin Eleanor bertanya lebih banyak lagi.
“Ck, dasar.” Omel Eleanor karena Liam lebih dulu mematikan sambungan telpon.
Mobil yang di tumpangi Liam berhenti di depan sebuah gedung tua yang tak terawat, tangan nya mengepal kuat berusaha meredam emosi nya. Karena disini lah tempat dimana Eleanor di culik dan di siksa oleh Angel. Liam akan membuat Angel merasakan apa yang sudah di rasakan oleh Eleanor, bahkan Liam akan membalas nya lebih kejam lagi. Liam sudah menyuruh anak buah nya untuk membawa Angel ke tempat ini, tentu saja mudah bagi mereka untuk membawa nya ke tempat ini. Sebelum masuk ke dalam gedung tua itu, Liam lebih dahulu memakai sarung tangan hitam, ia tidak ingin kulit tangan nya bersentuhan langsung dengan wanita licik nan gila itu. Ia juga melepas jas mahal nya, dan hanya menyisakan kemeja putih polos yang melekat pas di tubuh nya.
“Silahkan Tuan.” Nial menunduk hormat pada Liam.
Liam terlihat sangat tampan dengan sarung tangan hitam yang menutupi tangan nya, serta kemeja yang ia gulung sebatas siku. Liam menggerakan kepala nya ke kiri dan ke kanan, seperti sedang melakukan pemanasan. Sudah lama ia tidak melakukan olahraga seperti ini, Liam tidak memandang fisik pria ataupun wanita, jika sudah mengganggu apa yang ia punya, maka harus bersiap menghadapi kekejian seorang Liam Keith.
“Semua nya sudah aman Tuan.” Nial memberikan informasi tentang keadaan saat ini, tidak akan ada orang yang mampu menolong Angel, karena tempat ini jauh dari pusat keramaian.
“Kau ikut bersama ku, dan suruh yang lain berjaga di luar,” perintah Liam, ia kemudian berjalan memasuki gedung tua itu dengan tatapan dingin, aura Liam sangat berbeda saat ia bersama dengan Eleanor beberapa saat yang lalu, aura di sekitar gedung ini terasa mencengkam.
Kini ia sudah berdiri di depan sebuah pintu, ruangan yang menjadi saksi bisu Eleanor berteriak menjerit kesakitan dan saksi bisu jika ia telah kehilangan anak nya.
“Sial.” Hanya dengan membayangkan nya saja sudah membuat emosi Liam memuncak, tangan nya terkepal sangat kuat hingga terlihat urat tangan nya yang menonjol keluar. Tatapan menjadi sangat dingin dan mematikan bagi siapa saja yang melihat nya.
Nial sudah biasa dengan hal seperti ini, karena Nial juga sama bengis nya dengan Liam. Ia mampu melumpuhkan lawan Liam hanya menggunakan tangan kosong nya.
“Suruh mereka keluar.” Di dalam ada dua anak buah Liam yang bertugas menjaga Angel.
“Baik Tuan.” Nial memasuki ruangan itu kemudian berbicara pada dua orang pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitam untuk segera keluar.
__ADS_1
“Wanita itu belun sadarkan diri Tuan,” ucap salah satu anak buah Liam, mereka memberikan obat bius agar Angel pingsan.
“Kalian tunggu disini, dan kau Nial ikut aku ke dalam.” Langkah kaki Liam memasuki ruangan yang minim cahaya itu, tempat itu sangat kotor dan berdebu, di sisi dinding nya sudah di tumbuhi oleh lumut hijau.
“Hahaa.” Liam tersenyum miring melihat Angel yang tak sadarkan diri terikat di sebuah besi, ia meregangkan otot tangan nya hingga terdengar suara tulang yang tertarik.
Plak!
Liam menampar pipi Angel tanpa aba aba, hingga membuatnya terguling ke lantai yang kotor.
“Awhh sakit.” Rintih Angel yang langsung tersadar saat merasakan panas dan sakit yang menyerang pipi nya. Pandangan nya masih kabur hingga ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang tengah berdiri di depan nya.
“Bagaimana dengan tidur mu, seperti nya sangat nyenyak?” Liam berjongkok dengan menarik rambut Angel dengan sangat kuat, hingga membuat kepala Angel terangkat ke belakang.
“Li-Liam apa yang sedang kau lakukan, lepaskan Liam ku mohon.” Angel masih bersandiwara dengan Liam, tarikan Liam pada rambut Angel sangat lah sakit.
“Apa yang sedang aku lakukan?” Tanya ulang Liam dengan semakin menarik rambut Angel.
“Awhh, sakit Liam, ini benar benar sakit.” Angel semakin merintih kesakitan, badan nya tidak bisa bergerak karena terikat langsung dengan kursi.
“Apa kau ingat, oh haha.”
“Tentu saja kau ingat Angel, bukan kah kau sangat senang.” Liam menendang badan Angel hingga bergerak ke belakang.
“Awh, apa yang kau bicarakan Liam.” Angel mulai terlihat ketakutan, ingatan nya kembali memutar hari dimana ia menyiksa Eleanor.
“Apa kau masih terus bersandiwara dengan ku.”
Bruk!
Liam kembali menendang Angel hingga terdengar suara kursi yang menabrak dinding.
“Awh, aku benar benar tidak tahu apa yang kau bicarakan Liam.” Angel masih mencoba membungkam mulut nya, tidak mungkin bagi dirinya jika harus berkata jujur, itu sama saja seperti mencari mati di tangan Liam.
__ADS_1
“Wanita licik.” Liam mencengkram erat kedua pipi Angel hingga wanita itu terdengar merintih kesakitan.
Plak!
Liam kembali menampar pipi Angel dengan sangat kuat.
“Ahh.” Telinga Angel sampai berdengung karena tamparan kuat tangan Liam di pipi nya, sudut bibir nya terasa perih karena sedikit robek dan mengeluarkan darah.
“Apa kau tidak ingin berkata dengan jujur, hah?!.”
“Sial, bruk.” Liam kembali menendang perut Angel seperti yang wanita itu lakukan pada Eleanor, menendang perut Eleanor berkali kali hingga membuatnya keguguran.
“Ku mohon, he-hentikan.” Badan Angel terasa remuk, perut nya terasa sangat sakit, serta pipi nya terasa perih dan panas.
“Aku tidak akan berhenti sebelum kau mengakui kejahatan mu.” Liam kembali berjongkok dan memegang dagu Angel mengggunakan dua jari nya, keadaan Angel kali ini sangat kacau, lebih kacau dari keadaan Eleanor.
“Hahaa, aku melakukan itu semua karena aku mencintai mu Liam.” Angel tertawa sumbing mengingat Liam yang tak pernah memandang diri nya.
“Tapi kenapa kau tidak pernah menganggapku dan kau justru bersama wanita murahan itu.”
“Kenapa Liam?!!!!.” Angel berteriak mengeluarkan emosi nya, ia sudah gila karena berani melakukan hal seperti ini.
“Kau Angel, kau adalah wanita murahan, bukan Eleanor.”
“Apa kau tidak ingat kegiatan mu semalam bersama seorang pria tua di sebuah hotel, hahaa kau memang seorang ******.”
“Dan kau pikir aku tidak tahu dengan isi otak kotormu ini, hah?!.” Liam mendorong kepala Angel hingga membentur keras nya lantai.
“Kau hanya mencintai harta ku, dan aku juga tidak sudi memiliki hubungan dengan wanita ****** seperti mu.” Sekali lagi, Liam menendang perut Angel hingga membuat nya terbatuk-batuk. Angel bahkan tidak mampu untuk mengeluarkan suara nya lagi, seluruh tubuh nya terasa hancur merasakan kesakitan ini.
“Dan kau telah berani menyakiti Eleanor serta membuat kandungan nya mengalami keguguran.”
“Kau memang ******.”
__ADS_1
Tbc