AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 47 : Orang jahat


__ADS_3

Bruk! Bruk!


Liam menendang Angel berkali kali.


“Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka wanita lain juga tidak akan bisa memilikimu Liam.”


“Hanya aku yang boleh memiliki mu,” ucap Angel dengan terbata bata, kepala nya terasa sangat pening akibat benturan di lantai.


“Cuih.” Liam membuang ludah nya tepat di depan wajah Angel, nyaris saja mengenai wajah nya.


“Siapa yang telah membantu mu melakukan ini semua.” Liam ingin tahu siapa dalang dari ini semua, orang yang membantu Angel melakukan tindakan seperti ini dengan licik.


“Aku yang melakukan nya dengan tangan ku sendiri, kau sudah tahu itu Liam.”


“Aku yang melakukan nya, haha.” Angel tertawa lepas seperti orang yang tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun.


“Kau wanita gila, cepat katakan siapa yang telah membantu.”


“Awh. . Ahh.” Liam menarik kursi Angel lalu menendang nya kembali, hingga kembali membentur lantai.


“Sa-sakit.” Mungkin tulang Angel sudah ada yang patah karena tendangan kuat dari Liam.


Sedangkan Nial, ia hanya menikmati pemandangan ini dengan tatapan tanpa ekspresi nya. Suara jeritan dari Angel seperti alunan musik yang merdu di telinga Nial. Ia juga sangat ingin merobek mulut Angel yang terus saja membual, dan bersandiwara.


“Lepaskan ikatan nya,” perintah Liam pada Nial yang mengawasi nya tidak jauh dari posisi Liam saat ini.


“Baik Tuan.” Dengan cekatan tangan Nial melepaskan ikatan Angel di kursi. Tubuh Angel yang tidak terikat di kursi luruh begitu saja menyentuh lantai. Angel sudah tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuh nya.


“Katakan siapa yang telah membantu mu.” Liam mencoba bersabar, namun di dalam lubuk hati nya sangat ingin membunuh wanita ini.


“Uhuk. . Uhuk. . Aku lebih baik mati jika harus mengatakan nya padamu.” Angel tidak mungkin mengatakan nya pada Liam, karena ia sudah berjanji kepada Sean.


“Jadi kau ingin mati di tangan ku?”


Bruk! Bruk!


Liam kembali menendang perut dan dada Angel, hingga Angel terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya.


“Wanita ******.” Untuk terakhir kali nya Liam menendang Angel hingga terkapar dengan mulut yang penuh darah.


Meskipun Liam tidak tahu siapa orang yang telah bekerja sama dengan Angel, namun Liam merasa senang karena sudah balas dendam pada wanita licik di hadapan nya ini. Ia akan kembali menyelidiki nya.


“Tinggalkan dia.” Liam dan Nial keluar dari ruangan itu. Keadaan Liam sedikit kacau, keringat membasahi wajah tampan nya serta sepatu nya yang tidak mengkilat seperti pagi tadi.


“Kalian boleh pergi.” Liam menyuruh anak buah nya yang berada disini untuk segera pergi.

__ADS_1


“Lanjutkan misi selanjut nya,” perintah Liam pada Nial.


“Tolong lepaskan aku.” Rintih Angel, ia tidak memiliki kekuatan hanya untuk berbicara dengan lantang. Angel kini masih terkurung di gedung tua dengan posisi tangan dan kaki terikat, dengan pencahayaan yang minim, serta ruangan yang kotor. Ia bahkan hanya di beri minum sehari sekali, dan ia akan di beri makan dua hari sekali. Di luar ruangan yang di tempati oleh Angel di jaga ketat oleh bodyguard Liam, Liam sengaja membiarkan Angel tersiksa, ia akan membebaskan Angel jika wanita itu berkata jujur siapa yang sudah membantu nya. Luka luka yang ada di tubuh Angel tidak terobati bahkan darah yang keluar dari beberap bagian tubuhnya sudah mengering, keadaan Angel saat ini sangat mengenaskan.


“Argh sialan kau Eleanor.” Angel semakin menanamkan rasa dendam pada dirinya, ia tidak merasa bersalah sama sekali.


*


Entah sampai kapan Angel akan menderita di ruangan kotor ini. Jika Angel terus meracau tidak jelas maka bodyguard Liam tidak segan segan memberi tamparan atau tendangan pada tubuh Angel. Itu hanya sebagian kecil saja dari pembalasan Liam, ia suka bermain main terlebih dahulu dengan musuh nya.


“Jika aku melepaskan mu, maka kau akan menghadapi bahaya yang lebih kejam diluar sana. Apa kau ingin?” Liam melirik bodyguard nya yang berjaga di luar ruangan ini.


Seketika nyali Angel semakin menciut, ia terbebas dari terkaman singa namun ia akan menjadi mangsa dari sekumpulan cheetah di depan sana.


“Ku... Mohon lepaskan aku Liam.” Keadaan Angel jauh berbeda dari biasa nya, sangat lusuh dan berantakan.


“Katakan siapa yang telah membantu mu.” Tanya Liam lagi, ia sudah muak mengulang pertanyaan nya untuk kesekian kali nya.


Angel hanya diam, ia tidak menjawab pertanyaan dari Liam. Ia tidak bisa memberitahukan nya pada Liam.


“Kau seperti seorang anjing yang sangat penurut pada Tuan mu Angel, apa Tuan mu itu juga menikmati tubuh mu, ah sudah pasti kalian sering bersetubuh.” Liam sudah tahu apa yang di lakukan oleh Angel, wanita murahan yang rela tubuh nya di jamah oleh pria hidung belang.


“Apa kau pikir aku wanita murahan Liam!!?” Angel berontak tidak terima atas ejekan dari Liam.


“Ah ternyata aku salah, kau adalah seorang pelacur.”


“Cuihhh.” Liam membuang saliva nya di depan tubuh Angel.


Angel sadar jika dirinya memang wanita murahan, namun ia tak terima jika Liam menghina nya seperti ini.


“Kau harus melepaskan wanita itu Liam, jika tidak Eleanor akan terus mendapat masalah.” Angel berkata dengan jujur, ia tahu jika Liam pasti tidak akan mempercayai nya.


“Hahaaa, apa kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu.”


“Oh, apa ini adalah ancaman untuk ku?” Liam tertawa hambar, meskipun ada bahaya yang akan mengancam Eleanor, Liam tidak akan pernah melepas Eleanor dengan begitu saja. Meskipun nyawa yang menjadi taruhan nya.


“Kau harus percaya padaku Liam!!.” Teriak Angel, kali ini ia benar benar berkata dengan jujur.


“Jika kau tidak ingin memberitahuku siapa yang telah membantu mu, lebih baik kau diam Angel!!!.” Bentak Liam, ia sudah sangat muak dengan omong kosong Angel.


“Nial.” Tangan Liam seperti sedang meminta sesuatu pada Nial. Nial memberikan gunting nya pada Liam.


Angel yang mengetahui jika Liam sedang memegang gunting, ia merasa panik, ia takut jika Liam akan melukai nya dengan gunting itu.


“Tidak, ku mohon jangan lukai aku dengan gunting itu Liam.” Angel berusaha bergerak mundur, namun gerakan nya terbatas karena dirinya yang terikat oleh rantai. Liam berjalan perlahan mendekati Angel dengan memainkan gunting yang ada di tangan nya.

__ADS_1


Kepala Liam bergerak memberi perintah pada Nial agar memegang kedua sisi badan Angel agar tidak bergerak.


“Tidak, jangan lukai aku dengan itu Liam.” Badan Angel berusaha berontak ketika Nial memegang bahu nya dengan cengkraman yang kuat. Ia tidak dapat banyak bergerak, ia kalah kuat dengan kekuatan Nial.


“Ah, aku sangat jijik memegang ini.” Liam menarik rambut panjang Angel yang sudah sangat berantakan.


“Tidak Liam, ku mohon.” Angel takut dan panik jika Liam memotong rambut indah nya.


“Aku hanya membantu mu merapikan rambut ini Angel, rambut mu seperti seorang gelandangan yang ada pinggir jalan.”


Krekkk.


Liam mulai menggerakan tangan nya memotong rambut Angel.


“Tidak!!!.” Eleanor berteriak agar Liam menghentikkan gerakan nya, ia menggerak gerakan kepala nya.


“Jika kau terus bergerak aku akan menggunduli kepala mu Angel!!.” Liam memegang rahang Angel dengan sangat kuat, kemudian melanjutkan memotong rambut Angel hingga terlihat seperti seorang pria, dengan potongan yang berantakan.


Angel hanya pasrah menerima perlakukan dari Liam. Ia mengumpat dalam hati nya, karena telah membangunkan seekor singa yang tengah tertidur.


“Ku mohon, hentikan Liam.” Badan Angel semakin terasa lemas.


“Kau beruntung karena aku tidak menggunduli kepala mu.” Liam kemudian berdiri dan melihat keadaan Angel.


“Dan kau beruntung karena aku tidak membunuh mu.”


Plakkk!


Liam menampar pipi Angel dengan sangat kuat sebelum meninggalkan ruangan ini, Angel kembali terkapar di atas lantai dengan potongan rambut nya yang berceceran.


“Kau seorang devil Liam.” Angel mengucapkan nya dengan sangat pelan, sehingga hanya dirinya yang dapat mendengar.


“Awhhh.” Rintih Angel karena kembali merasakan sakit di tubuh nya.


“Bawa dia kemari,” perintah Liam lalu tidak lama kemudian Nial masuk membawa Sean. Angel terkejut melihat Sean sudah babak belur hingga wajah nya sudah tidak terbentuk lagi, tapi Angel yakin itu adalah Sean.


“Huh, bakar mereka hidup-hidup!” perintah Liam.


“Liam, tolong bermurah hatilah.”


Liam menulikan telinganya, ia tidak ingin mendengar rintihan yang memuakan.


Liam melepas sarung tangan hitam yang membungkus tangan nya, ia merapikan kembali penampilannya sebelum memasuki mobih mewah nya.


Masalah keluarga dari mendiang istri nya terdahulu, orang tua Angel menyerahkan semua keputusan di tangan nya. Mereka tidak bisa ikut campur karena jika mereka juga terlibat maka mereka akan tamat ditangan Liam.

__ADS_1


Hubungan mereka pun hanya ada pada Cessa, nenek dan kakek bagi Cessa selebih dari itu tidak ada hubungan lagi


__ADS_2