AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 22 : Tidak mau


__ADS_3

Hari ini Angel sudah menunggu Cessa didepan sekolah Cessa, ia sengaja datang sebelum Cessa pulang. Angel tidak ingin keduluan oleh Eleanor. Pokoknya sebisa mungkin Angel mengambil kesempatan untuk terus bersama Cessa dan Liam.


Tidak lama kemudian anak sekolahan keluar, Angel melambaikan tangan nya ketika melihat Cessa keluar dari gerbang sekolah.


"Cessa! Aunty disini!" teriak Angel membuat Cessa ikut melambaikan tangan nya.


Cessa melihat sekitar ia mencari keberadaan Eleanor.


"Cessa, kemari sayang!" Angel kembali berteriak membuat Cessa menyebrang bersama teman-teman nya yang dibantu oleh satpam.


"Ayo Aunty akan mengantarmu pulang," ujar Angel membuat Cessa menggelengkan kepala nya.


"Why sweety? Ada teman yang sedang kau tunggu?" tanya Angel namun Cessa kembali menggelengkan kepala nya.


"Aunty akan membelikan Cessa es krim 3 rasa, bagaimana?" Angel mencoba membujuk Cessa.


"Tidak mau Aunty, Cessa akan pulang bersama mama," ujar Cessa sambil melihat-lihat mobil Eleanor.


"Sayang, Aunty Eleanor bukan mama Cessa. Jadi berhenti memanggil nya mama. Sekarang ayo pulang bersama Aunty," ujar Angel membuat Cessa menangis. Angel segera menenangkan Cessa namun tangis Cessa semakin kencang.


"Sayang, jangan menangis." Angel mencoba memeluk Cessa namun Cessa menghindar.


"Cessa benci Aunty, Aunty jahat." Cessa menangis semakin kencang.


Eleanor baru saja tiba dan melihat Cessa menangis, Eleanor langsung menghampiri Cessa dan Angel. Hari ini Eleanor terlambat menjemput Cessa karena jalanan macet karena ada kecelakaan.


"Mama!" teriak Cessa ketika melihat Eleanor datang.


"Kenapa sayang? Cessa terluka? Ada yang sakit?" tanya Eleanor cemas sambil memeriksa badan Cessa.


"Tidak ada yang sakit, Cessa mau pulang." Cessa memeluk Eleanor dan tangis nya sudah reda.


"Baiklah kita pulang sekarang, Angel kami pulang duluan," ujar Eleanor pamit pada Angel, Angel tidak menjawab ia membiarkan Cessa dan Eleanor pergi.


Angel mengepalkan kedua tanganya, ia sangat kesal sekarang. Kalah, ia kalah lagi dari Eleanor. Tapi walau begitu Angel tidak akan menyerah.


'Kau lihat saja Eleanor, aku akan mengambil milik ku kembali.'


Didalam mobil Eleanor memberikan minum pada Cessa, Eleanor tidak bertanya mengapa Cessa menangis. Tampak nya Cessa menangis karena ada hubungan nya dengan Angel.


"Sudah lega?" tanya Eleanor membuat Cessa menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"Bagus, mau ke kedai es krim terlebih dahulu?" tanya Eleanor membuat Cessa langsung mengangguk senang.


"Mau mama,lets go." Cessa berteriak karena senang.


Eleanor dan Cessa sudah berada di kedai es krim, Eleanor menunggu Cessa menghabiskan es krim nya.


"Terima kasih mama," ujar Cessa ketika Eleanor mengelap sudut bibir Cessa yang terkena es krim.


"Makan pelan-pelan saja sayang, tidak ada yang akan merebut es krim mu," ujar Eleanor membuat Cessa menganggukan kepala nya.


"Oke mama."


Setelah makan es krim Cessa dan Eleanor pulang, hari ini Cessa ingin bersama Eleanor.


*


Setelah makan siang Cessa bermain bersama Amel sedangkan Eleanor ia sedang ke kantor Liam memberikan berkas Liam yang tertinggal dirumah nya.


Eleanor langsung masuk ke dalam perusahaan Liam ketika sudah memarkirkan mobil nya dengan benar. Eleanor naik lift paling atas karena disana letak kantor Liam.


Ting!


"Selamat siang Nona Eleanor, Tuan Liam sudah menunggu Nona didalam," ujar Nial membuat Eleanor menganggukan kepala nya.


Tok! Tok!


"Liam aku masuk," ujar Eleanor setelah mengetuk pintu dan masuk kedalam kantor Liam.


"Terima kasih El," ujar Liam menghampiri Eleanor.


"Sama-sama Liam," jawab Eleanor namun nampak nya Liam sedang tidak fokus, ia terus memandangi bibir Eleanor yang lipstik nya sudah tidak rata. Tanpa sadar Liam memegang bibir Eleanor dan menyingkirkan setengah lipstik Eleanor hingga hilang.


Ah, Eleanor ingat setelah makan siang tadi Eleanor lupa membenarkan lipstik nya.


Merah muda, warna bibir Eleanor sekarang sangat menggoda. Liam ingin sekali mencium bibir merah muda itu.


Perlahan namun pasti Liam mendekatkan wajah mereka, melihat Eleanor yang tidak menghindar membuat Liam menjadi semakin berani.


Liam menempelkan bibir mereka, Eleanor melotot karena ia terkejut. Eleanor pikir Liam tidak akan mencium nya, biasa nya Liam hanya menggoda nya saja tapi sekarang mereka sedang berciuman.


Liam menggigit bibir Eleanor membuat Eleanor reflek membuka mulut nya. Liam tidak membuang kesempatan nya ia mulai mencium bibir Eleanor dengan leluasa.

__ADS_1


Ciuman Liam sangat memabukan hingga membuat Eleanor mengalungkan tangan nya dileher Liam.


Mereka berciuman sangat intents, Liam mencium Eleanor dengan rakus hingga Eleanor kehabisan udara. Eleanor memukul dada Liam karena ia sudah kehabisan oksigen.


"Huh. Huh." Eleanor mulai bernafas dengan perlahan, Liam menempelkan kening mereka. Eleanor dan Liam sekarang saling bertatapan.


Eleanor segera menghindar karena suara detak jantung nya begitu kencang. Eleanor tidak ingin Liam mendengar nya. Liam yang melihat Eleanor menjauh segera menghampiri Eleanor. Menggoda Eleanor adalah kesukaan nya sekarang.


Tok! Tok!


Gagal sudah, siapa yang mengganggu nya sekarang. Padahal Liam lebih ingin melihat wajah memerah Eleanor.


"Permisi Tuan, saya membawa kan kopi anda." Seorang perempuan masuk dengan membawa kopi, wanita itu adalah Anna sekretaris Liam. Selain Nial sekretaris yang merangkup tangan kanan nya, Liam juga mempunyai Anna sektretaris di kantor yang membantu Nial.


"Liam aku pulang dulu, Cessa sudah mencari ku," ujar Eleanor menampakan ponsel nya yang sedang menelpon Cessa.


"Baiklah, hati-hati El," ujar Liam menghampiri Eleanor dan mencium kening nya.


"Hm," jawab Eleanor menatap balik Anna yang sedang menatap nya tidak suka.


"Kau masih disini? Letakan saja diatas meja." Liam kembali duduk dan memeriksa berkas yang baru saja Eleanor bawa tadi.


Anna meletakan kopi diatas meja lalu ia keluar, Anna tidak bisa mengajak Liam bicara karena Liam sedang fokus pada pekerjaan nya.


"Saya permisi Tuan."


Liam tidak melihat kepergian Anna, karena itu tidak lebih penting daripada pekerjaan nya.


Sedangkan didalam lift sekarang Eleanor sedang memegang jantung nya yang berdetak tidak karuan. Rasa nya jantung Eleanor akan melompat keluar jika tidak ia pegang.


Gila, Eleanor merasa hilang akal ketika ia berciuman dengan Liam. Eleanor bahkan memegang bibir nya yang masih terasa panas.


Eleanor menutup wajah nya dengan tangan karena ia kembali membayangkan ciuman bersama Liam.


"Ya Tuhan, tolong. Seperti nya benar aku jatuh cinta pada Liam."


Ting!


Eleanor mengatur ekspresi wajah nya lalu keluar dari lift, tidak akan ada yang tahu bahwa Eleanor sekarang sedang bahagia. Detak jantung Eleanor sudah kembali normal. Eleanor bernafas lega. Lalu melanjutkan perjalanan nya.


Cessa sudah menunggu nya di rumah, mengingat Cessa. Eleanor sangat merindukan anak menggemaskan itu.

__ADS_1


__ADS_2