
Eleanor dan Lucas sudah pulang dari bulan madu mereka, Cessa masih di rumah orang tua Liam. Minggu Cessa akan diantarkan oleh mertua Eleanor.
Eleanor sudah selesai memasak, ia memasak Tacos makanan khas Mexico sebagaia menu utama, yang di dalam nya berisi daging dan juga sayur tentu nya, serta ada menu lain yang Eleanor masak.
Karena Eleanor sudah membersihkan badan jadi ia tidak perlu melakukan nya lagi, ia mungkin akan menyuruh Liam membersihkan dirinya kemudian turun untuk makan malam bersama.
“Liam kau dimana.” Panggil Eleanor ketika ia memasuki kamar nya dengan Liam, tapi tidak ada sahutan dari orang yang di panggil, Eleanor memutuskan untuk pergi ke ruang kerja Liam, ia sudah mengerti sedikit demi sedikit tentang kebiasaan Liam, crazy rich itu pasti sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
“Apa kau tidak lelah Liam bekerja sepanjang waktu?” Tanya Eleanor dengan memeluk Liam dari belakang.
“Tidak, aku suka bekerja El, kau tidak perlu khawatir,” balas Liam menarik Eleanor agar duduk di dalam pangkuan nya.
“Baiklah, kau harus rajin minum vitamin Liam, agar stamina mu terjaga dan tidak mudah sakit.” Nasihat Eleanor kepada Liam.
“Aku mengerti El,” balas Liam memeluk Eleanor dengan sayang.
“Sekarang kau harus membersihkan badan mu lalu kita akan makan malam bersama.”
“Baiklah, aku akan segera mandi” balas Liam.
“Aku akan menyiapkan pakaian mu,” ucap Eleanor, kemudian mereka kembali ke kamar, Liam membersihkan diri sedangkan Eleanor menyiapkan pakaian yang akan Liam kenakan malam ini.
Eleanor hanya menyiapkan pakaian dalam, celana santai dan juga kaos untuk Liam. Meskipun sangat sederhana tapi semua itu adalah brand dengan merek terkenal.
“El, apa sudah kau siapkan.” Tanya Liam ketika ia sudah selesai membersihkan badan. Liam kini sangat beruntung memiliki Eleanor di samping nya, yang selalu menyiapkan segala keperluan, memasak makanan untuknya serta menjadi teman tidur dan juga teman bercerita Liam. Liam menyukai sifat sederhana Eleanor, sangat menyukai nya.
“Sudah Liam,” balas Eleanor yang tengah duduk di sofa menunggu Liam dengan memainkan iPad yang ada di depan nya, meskipun Eleanor sedang tidak masuk kerja, tapi ia melakukan pekerjaan nya dari rumah.
“Apa kau sedang mengecek pekerjaan mu El?” Liam Melihat Eleanor seperti tengah serius saat mata nya memandang iPad yang ada di depan mata nya.
__ADS_1
“Hmm ya sedikit Liam, aku hanya mengirim surel pada Dewi.”
“Baiklah sudah selesai, mari kita makan malam.” ajak Eleanor dengan menggandeng tangan Liam.
Mereka makan malam dengan damai.
“Liam seperti nya aku harus pergi ke supermarket setelah ini,” ucap Eleanor di tengah tengah mengunyah makanan nya.
“Tidak perlu El, aku bisa menyuruh Nial,” balas Liam.
“Tidak Liam, aku ingin pergi berbelanja sendiri.” tidak mungkin bukan jika harus menyerahkan tugas keperluan dapur kepada Nial, itu bukan lah pekerjaan yang berat.
“Baiklah, tapi aku ikut dengan mu.”
“Tidak perlu Liam,” balas Eleanor, ia tidak yakin jika seorang Liam ikut berbelanja dengan nya, bahkan Eleanor yakin jika Liam tidak pernah pergi ke supermarket untuk berbelanja, dan Elenaor juga tidak ingin jika nanti supermarket yang ia datangi akan heboh karena kedatangan seorang billionaire tampan dan sexy.
“Baiklah jika itu mau mu.”
Setelah membersihkan peralatan makan kini mereka tengah bersiap untuk pergi ke supermarket. Liam tadi terus saja mengomel pada Eleanor saat wanita nya sedang mencuci piring, Liam berkata jika mereka membutuhkan seorang asisten rumah tangga agar mempermudah pekerjaan Eleanor, Liam membahas masalah itu lagi, bahkan dari awal Eleanor sudah mengatakan jika tidak ingin menggunakan asisten rumah tangga, karena ia masih bisa menangani nya, Eleanor wanita yang sangat hebat. Dan akhirnya Liam pun mengalah lagi dengan keputusan Eleanor.
Mereka kini tengah berada di dalam mobil Range Rover milik Liam bersama dengan Nial sebagai sopirnya, Eleanor menggunakan outfit casual yang membuatnya merasa nyaman begitu pun dengan outfit yang digunakan Liam, dan jangan lupakan kacamata yang mereka gunakan.
Setelah menempuh perjalan beberapa menit kini mereka telah sampai di supermarket, perjalanan tidak terasa lama karena Liam dan Eleanor asik mengobrol.
Mereka keluar mobil dengan saling bergandengan tangan, Eleanor sebenarnya merasa sedikit kurang nyaman saat pergi dengan Liam seperti ini, karena ia takut jika ada paparazzi yang memotret mereka dan menjadikan nya bahan untuk berita media. Eleanor juga menjinjing tas mahal nya begitu keluar dari mobil, dan juga di belakang mereka ada Nial yang selalu mengawasi dan menjaga mereka.
“Biar aku saja El,” ucap Liam saat Eleanor mendorong keranjang belanja.
“Baiklah.”
__ADS_1
Lalu Eleanor berjalan dengan melihat lihat apa saja yang akan ia beli. Eleanor kini berhenti di depan berbagai jenis seafood, dan melihat lihat apa yang ingin ia masak nanti nya.
“Liam apa kau menyukai seafood?” Tanya Eleanor pada Liam yang ada di samping nya.
“Suka,” jawab Liam dengan melipat kedua tangan di depan dada nya.
“Baiklah,” gumam Eleanor dengan pelan, lalu mengambil beberapa jenis seafood. Eleanor bergeser sedikit ke tempat berbagai jenis ikan.
“Apa kau menyukai ikan Liam?” tanya Eleanor lagi.
“Tidak, aku tidak makan ikan El,” jawab Liam, ia bukan nya alergi jika makan ikan, tapi memang Liam tidak menyukai rasa dan juga tekstur ikan, Liam bilang rasanya aneh. Apanya yang aneh, justru dia lah yang aneh bukan?
“Hmm baiklah, kita pergi ke tempat daging.” Ajak Eleanor dengan berjalan ke tempat penjualan berbagai jenis daging, ia kira Liam akan merasa bosan jika berada di tempat seperti ini, tapi dugaan nya adalah salah. Liam bahkan terlihat sangat antusias. Setelah memilih beberap daging mereka kini beralih menuju tempat sayur sayuran dan buah buahan segar, dan setelah itu mencari berbagai jenis kebutuhan yang lain.
“Liam kau tunggu disini sebentar, aku ingin pergi kesana.” Tunjuk Eleanor ke tempat berbagai jenis yogurt.
“Biar aku saja El, kau ingin mengambil yogurt bukan.” Tawar Liam.
“Biar aku saja Liam, hanya sebentar,” ucap Eleanor kemudian berjalan mendekati rak itu.
Saat tangan Eleanor hendak mengambil yogurt yang sangat ia sukai, tiba tiba saja ada tangan lain yang ingin mengambil yogurt itu juga, dan sialnya yogurt itu hanya tersisa satu saja. Eleanor kemudian memandang wajah orang yang hendak mengambil yogurt incaran nya, ternyata adalah seorang pria yang cukup tampan tapi masih lebih jauh tampan seorang Liam Keith.
“Silahkan ambil saja Nona,” ucap pria itu kepada Eleanor.
“Tidak tidak Tuan, anda saja yang mengambilnya,” balas Eleanor pada pria yang ada di hadapan nya, tiba tiba saja Liam datang dengan memeluk Eleanor dari samping.
“Ada apa El?” Tanya Liam kepada Eleanor.
“Ah tidak ada Liam, hanya saja pria ini ternyata juga menginginkan yogurt yang ingin ku ambil,” balas Eleanor menjelaskan apa yang sudah terjadi, ia tidak ingin jika Liam akan marah pada nya nanti.
__ADS_1