AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 28 : Lamaran


__ADS_3

Eleanor berharap jika hubungan nya dengan Liam, bisa membawa nya ke dalam ikatan yang suci, Eleanor juga berharap hubungan nya dengan Liam di jauhkan dari berbagai rintangan dan selalu di berikan kebahagiaan di dalam nya.


“Liam bisakah kau tidak menggangu ku.” Omel Eleanor, setelah kejadian beberapa menit yang lalu, Eleanor kembali melanjutkan memasak nya yang sempat tertunda, dan sekarang Liam malah sibuk menggangu acara memasak nya, Liam kini tengah memeluk Eleanor dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Eleanor.


“Sebentar saja El, aku masih merindukan mu,” ucap Liam dengan manja.


“Oh god, apa kau tidak ingin makan malam ini!” Omel Eleanor karena jengah dengan sikap Liam, tetapi Eleanor juga merasa senang karena Liam bertingkah sepertu ini pada nya.


“Tidak masalah, karena aku bisa memakan mu,” ucap Liam mencium pipi kanan Eleanor kemudian berlari meninggalkan Eleanor.


Eleanor mematung dan berpikir beberapa saat apa yang di maksud oleh perkataan Liam.


“Dasar pria mesum.” teriak Eleanor.


Liam tahu jika Eleanor pasti akan berkata seperti itu, sebelum wanita nya meneriakan kata kata itu Liam lebih dahulu kabur ke dalam kamar. Liam tidak ingin tidur, tapi Liam ingin pergi ke ruangan kerja nya meninggalkan Eleanor sendirian di dapur. Meskipun baru pulang bekerja, tapi pekerjaan Liam tidak akan pernah ada habis nya, jadi meskipun ia dirumah, Liam selalu di sibukan dengan pekerjaan yang selalu datang menghampiri nya.


Bukan Liam yang mengejar uang, tapi uang lah yang mengejar Liam. Apa kalian ingin hidup seperti seoarang Liam Keith, atau ingin menjadi seorang Eleanor Jungwirth, kekasih dari seorang billionaire tampan dan sexy?


Sekarang Liam dan Eleanor tengah makan malam romantis di sebuah restaurant mewah tidak jauh dari mansion. Eleanor sangat cantik menggunakan dress berwarna putih yang sangat simple, Liam juga sangat tampan menggunakan tuxedo berwarna hitam. Dengan gila nya Liam menyewa satu lantai penuh hanya untuk diri nya dan Eleanor makan malam, sungguh gila, membuang buang uang.


“Sudah lah sayang, aku melakukan ini juga demi kau,” ucap Liam karena Eleanor masih terlihat marah, tentu saja Eleanor marah karena Liam menghamburkan uang.


“Kau menghamburkan uang Liam, oh god bahkan satu lantai ini bisa menampung sekitar 100 orang.” Eleanor benar benar tidak habis, sifat Liam yang satu ini memang sulit untuk di rubah, seperti nya sudah mendarah daging.


Tapi aneh nya di setiap meja tidak kosong, melainkan sudah di tata sedemekian rupa, tapi aneh nya hanya ada Liam dan Eleanor di lantai ini.


“Apa kau lupa siapa diri ku sayang.” Liam memasukan potongan daging ke dalam mulut nya.

__ADS_1


“Tentu saja aku tahu, crazy rich Liam, pria yang suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting,” jawab Eleanor meledek Liam, sengaja menekan pisau di daging nya lalu melahap nya kasar seperti ia sedang melahap Liam, karena kesal.


“Dan kau sangat mencintai pria gila itu, bukan?” Liam balik menggoda Eleanor, dengan mengangkat satu alis nya.


“Apa pria di depan ini adalah calon Papa mu sayang, kepercayaan diri nya sangat tinggi.” Kekeh Eleanor sembari memegangi perut nya.


“Aku percaya diri sebab aku tampan, kau selalu memuji ku jika kita sedang bercinta, apa itu hobi mu hmm,” ucap Liam yang membuat Eleanor merasa malu.


“Liam.” Mata Eleanor melotot pada Liam, apa apaan pria di depan nya ini.


Mereka menikmati acara makan malam kali ini, tidak lupa ada iringan musik yang mengalun sangat indah, makan malam kali ini sangat lah romantis, banyak lilin dan juga bunga, serta ada pemain biola.


Tiba tiba saja lampu ruangan ini mati, hanya ada lilin yang menerangi, namun tetap saja penglihatan Eleanor buruk saat gelap seperti ini, tidak dapat melihat dengan jelas.


“Liam, mengapa tiba tiba lampu nya mati,” ucap Eleanor terkejut, namun Liam tidak menjawab pertanyaan Eleanor.


“Liam.” Panggil Eleanor lagi, namun tetap saja tidak ada sahutan dari Liam.


“Liam, aku takut.” Eleanor takut jika berada di ruangan gelap, ia sangat benci itu apalagi tidak ada orang di samping nya, dan seperti Liam sudah pergi dari hadapan nya.


Namun tiba tiba saja, lampu kembali hidup, namun hanya menyorot bagian meja nya saja, di sekeliling nya masih terlihat gelap, dan Eleanor dapat melihat jika Liam tidak ada di hadapan nya, kursi di depan Eleanor kosong.


Eleanor kembali di kejutkan dengan Liam yang berjalan ke arah nya dengan sebuah bunga mawar merah di tangan nya, lampu sorot menyorot Liam yang berjalan ke arah nya dengan sangat gagah dan sangat tampan, kaki Eleanor refleks berdiri dan berjalan menuju Liam, hingga akhirnya langkah Liam berhenti di depan Eleanor, memberikan bunga yang ada di tangan nya kepada Eleanor, suasana kali ini sangat romantis di dukung dengan suara musik romantis yang menjadi pendukung nya, Liam tiba tiba berjongkok di hadapan Eleanor, dan yang membuat Eleanor lebih terkejut adalah, Liam membuka sebuah kotak beludru berwarna merah yang memperlihatkan sebuah cincin berlian yang sangat indah.


“Aku baru menyadari jika selama ini kau selalu menunggu ku, agar aku mengatakan ini. Mau kah kau menikah dengan ku. Aku tidak pandai merangkai kata agar kau mau menerima lamaran ku ini, tapi yang perlu kau tahu, aku mencintai mu dengan sangat dalam El. Aku tidak bisa membayangkan jika setelah ini aku bisa hidup tanpa diri mu, aku membayangkan keluarga harmonis bersama mu, yang di selingi oleh tawa anak anak kita nanti yang menghiasi mansion kita. Maafkan aku karena baru mengatakan nya sekarang, sekali lagi maukah kau menikah dengan ku,” ucap Liam dengan sangat tulus, setelah Liam berbicara kepada orangtua nya, hari ini Liam berani untuk melamar Eleanor, ia ingin menikahi Eleanor, karena Liam sangat wanita yang ada di hadapan nya ini.


Eleanor tidak bisa berkata kata, air mata nya luruh begitu saja ketika Liam mengucapkan kalimat yang sangat ia dambakan, Eleanor tidak menyangka jika Liam melakukan hal seperti ini. Eleanor sangat tersentuh dengan perlakuan manis Liam.

__ADS_1


“Terima terima.” Tiba tiba saja ada suara sorakan yang menyuruh Eleanor agar menerima lamaran Liam, Eleanor kembaki terkejut ketika lampu di ruangan ini kembali menyala penuh memperlihatkan kedua orang tua Liam, kakek Eleanor, Cessa dan terakhir ada kedua sahabat nya Leon dan Lia.


“Oh god.” Eleanor menutup mulut nya, tidak menyangka apa yang ia lihat saat ini.


Dengan perasaan gelisah, Liam menunggu jawaban dari Eleanor, ia takut jika Eleanor akan menolak lamaran nya.


“Ya, tentu saja aku ingin menikah dengan orang yang sudah mencintai ku dengan sangat tulus.” Semua orang bersorak gembira saat Eleanor selesai mengucapkan kalimat nya, lantas Liam kembali berdiri dan memakaikan cincin berlian di jari manis Eleanor di tangan sebelah kiri, kemudian Liam mencium bibir Eleanor dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan.


“Terimakasih, aku sangat mencintai mu.” Liam melepas ******* nya, lalu beralih memeluk Eleanor.


“Aku juga sangat mencintai mu,” balas Eleanor yang tidak bisa menahan air mata nya.


“Mama, Cessa juga ingin di cium,” ujar Cessa menghampiri Liam dan Eleanor.


“Kemari sayang,” ujar Eleanor memeluk dan mencium Cessa.


“Terima kasih telah mau menjadi mama Cessa, ma.”


“Terima kasih telah menerima Aunty menjadi mama mu sayang.”


“Apa kau mengundang mereka semua untuk lamaran ini Liam?” Hari ini adalah hari yang paling bahagia dan berkesan bagi Eleanor, ia tidak pernah merasa sebahagia ini seumur hidup nya.


“Aku yang mengundangnya, aku ingin memberikan kejutan untuk mu, karena ini adalah hari bahagia kita. Jadi mereka berhak tahu,” jawab Liam, membelai wajah cantik Eleanor, lalu kembali ******* bibir nya.


Semua orang yang ada di di ruangan itu mendekat ke arah Liam dan Eleanor untuk memberikan selamat atas hubungan baru mereka yang semakin serius menjalin suatu hubungan.


“Jadi kalian semua sudah mempersiapkan ini tanpa sepengetahuan ku hmm?” Tanya Eleanor pada seluruh keluarga dan sahabatnya.

__ADS_1


“Liam sangat romantis El, dia bahkan lebih romantis dari Steve. Aku tidak menyangka jika Liam bisa seromantis ini, aku kira dia akan tetap kaku seperti biasa nya,” ucap Lia yang mendapat tatapan sinis dari Liam, namun Alicia tidak menghiraukan nya, ia lalu memeluk Eleanor dan memberi kan selamat.


Tidak bisa dipungkiri bahwa hari ini adalah hari terbaik yang pernah ada, Eleanor sangat bahagia. Liam yang mencintai nya, Cessa yang menerima nya dendgan tulus, dan keluarga yang mendukung hubungan nya dengan Liam. Eleanor sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas kebahagian yang sangat luar biasa ini.


__ADS_2