AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 16 : Angel


__ADS_3

"Tuan, Nona Angel baru saja pulang dari Jerman." Nial datang menemui Liam.


Liam hanya menganggukan kepala nya, Angel adalah adik ipar nya. Dahulu Liam pernah berpacaran dengan Angel tapi hanya sebentar karena Liam dan Mia kakak dari Angel menikah politik.


Walau begitu hubungan mereka baik, bahkan Liam sudah tidak ada perasaan lagi terhadap Angel.


Liam melanjutkan pekerjaan nya lagi. Cessa sudah bersama Eleanor sekarang, tadi Eleanor yang menjemput Cessa karena Liam ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal. Omong-omong hubungan Liam dan Eleanor sudah semakin dekat berkat putri nya yang amat cerdas. Perlahan Liam akan menembus tembok tinggi yang telah Eleanor buat.


Sedangkan itu Cessa sedang diasuh oleh Amel karena Eleanor sedang memeriksa data bulanan cafe.


"Bik, bisakah Cessa bertemu mama?" tanya Cessa pada Amel sambil meletakan mainan nya karena bosan.


"Nona masih bekerja, nanti jika Nona sudah selesai bekerja pasti akan kemari," jawab Amel membuat Cessa cemberut.


"Tapi Cessa kangen mama, tolong antar Cessa pada mama, please," pinta Cessa sambil memohon pada Amel. Amel seketika tidak bisa menolak karena Cessa sangat menggemaskan. Sekarang Amel mengerti mengapa Nona nya bisa menyayangi Cessa.


"Baiklah, tapi Cessa harus janji jika Nona sedang sibuk bekerja. Nona kecil akan bermain kembali bersama saya."


"Oke siap," jawab Cessa dengan yakin.


Tok! Tok!


"Mama? Apakah mama masih sibuk bekerja?" tanya Cessa masuk kedalam ruang kerja Eleanor.


"Maaf Nona, Nona kecil meminta saya mengangarkan nya kemari. Kata nya merindukan Nona," ujar Amel membuat Eleanor menganggukan kepala nya.


"Aunty tidak sibuk kemari lah anak manis," ujar Eleanor membuat Cesa langsung berlari dan duduk diatas pangkuan Eleanor.


"Saya permisi Nona." Amel kembali menutup pintu ruang kerja Eleanor. Pelayan di rumah Eleanor hanya tinggal 2 lagi, Amel dan juga Sekar hanya mereka yang tidak di pecat karena di rumah baru Eleanor tidak seluas dahulu.


Eleanor melanjutkan pekerjaan nya sedangkan Cessa memperhatikan Eleanor yang sedang bekerja.


"Mama sangat cantik," ujar Cessa sambil memegang dagu Eleanor.


"Benarkah?"


"Iya, mama harus percaya pada Cessa," jawab Cessa dengan sangat yakin.


"Tapi bagi Aunty, Cessa lah yang paling cantik." Eleanor tersenyum sambil mencium kepala Cessa.

__ADS_1


"Cessa cantik, mama juga cantik, hihi," ujar Cessa tertawa bersama Eleanor.


"Benar sayang semua perempuan itu cantik."


Cessa memeluk Eleanor dan mendengarkan suara detak jantung kesukaan nya,


Tidak lama kemudian Cessa tidur di pelukan Eleanor, hati Eleanor menghangat mengetahui Cessa tidur sambil mendengar detak jantung nya.


Eleanor jadi membayangkan bagaimana nanti jika Liam tahu bahwa jantung nya ini adalah milik mendiang istri yang sangat dia cintai. Apakah Liam akan marah? akan kah Liam meminta nya untuk mengembalikan jantung milik istri nya?


Eleanor menggelengkan kepala nya, apa yang sedang ia pikirkan. Tapi jika Liam ingin mengambil nya kembali sepertinya Eleanor akan memberikan nya.


Huh! Akhir nya pekerjaan Eleanor telah selesai. Eleanor mematikan ipad nya lalu memindahkan Cessa ke tempat tidur.


"Mama," panggil Cessa bangun ketika Eleanor akan meletakan Cessa diatas kasur.


"Iya cantik."


"Cessa lapar," ujar Cessa membuat Eleanor terkejut.


"Cantik belum makan siang tadi?" tanya Eleanor sambil berharap Cessa mengatakan sudah makan.


Tapi Cessa menggelengkan kepala nya.


"Cessa mau makan bersama mama," jawab Cessa membuat Eleanor menghangat, tapi tetap saja ini tidak benar.


"Anak manis, dengar kan Aunty. Cessa harus makan ketika sudah lapar. Nanti kalau Cessa sakit Aunty sedih lho."


"Dan jangan ragu untuk memberihu Aunty jika Cessa lapar, mau aunty sesibuk apapun pasti aunty akan menemani Cessa makan," lanjut Eleanor membuat Cessa menganggukan kepala nya.


"Maafkan Cessa mama, Cessa akan mendengarkan nasehat mama."


"Anak pintar, aunty akan membuatkan Cessa omlet terenak seluruh dunia," Eleanor mengajak Cessa untuk segera malan bersama.


Setelah makan Eleanor dan Cessa menonton film kartun kesukaan Cessa. Dulu Eleanor sangat tidak suka film kartun karena bagi nya itu sangat kekanakan tapi berkat Cessa sekarang film kartun sangat menyenangkan.


"Nona, Tuan Liam baru saja tiba." Amel datang memberitahu Eleanor kedatangan Liam.


"Katakan kami akan segera turun," ujar Elenoar.

__ADS_1


"Baik Nona."


"Sayang, mari bersiap. Kata papa Cessa tadi kalian akan berkunjung ke rumah nenek bukan," ujar Eleanor ketika Amel sudah keluar.


"Iya mama, tapi Cessa ingin tetap bersama mama."


"Dengarkan mama, Cessa bisa datang lagi besok dan kapan pun ke rumah aunty," jawab Eleanor tersenyum pada Cessa.


"Huff, oke mama." Cessa menurut lalu bersiap turun.


"Maaf menunggu lama Liam," ujar Eleanor membuat Liam menggelengkan kepala nya.


"Tidak apa El, tuan putri ayo kita pulang." Liam beralih pada Cessa yang sekarang sedang cemberut.


"Iya papa."


"Terima kasih El, kami pamit pulang."


"Sama-sama Liam."


"Mama Cessa pulang dulu ya, kiss mama." Cessa menghampiri Eleanor.


Eleanor dengan senang hati mencium pipi Cessa, lihat lah betapa menggemaskan sekali Cessa.


"Hati-hati dalam berkendara Liam," ujar Eleanor membuat Liam menganggukan kepala nya.


"See you besok mama." Cessa melambaikan tangan nya.


"See you soon sayang."


Liam sudah pulang bersama beberapa bodyguard yang Liam perintahkan untuk menjaga Cessa di seketira rumah Eleanor. Tersisa dua, kata Liam ini untuk keamanan Eleanor ketika Eleanor menolak nya.


Dan Eleanor juga tahu Liam diam-diam mengirim bodyguard ketika ia dan Cessa sedang pergi kemana-mana. Bahkan ketika tidak bersama Cessa pun Eleanor tetap di jaga oleh bodyguard Liam dari jauh.


Eleanor makan malam sendiri, rasa nya sangat sepi karena tidak ada celotehan lucu Cessa. Aduh, ini sangat gawat karena Eleanor sangat merindukan Cessa yang sangat menggemaskan.


Setelah makan malam Eleanor melanjutkan pekerjaan yang baru di kirim oleh Sari. Eleanor bergadang padahal pekerjaan nya sudah selesai tapi ia tidak mengantuk. Eleanor mengambil wine dan keluar menuju balkon kamar nya.


Eleanor memandangi langit sambil menikmati wine nya. Eleanor seakan merindukan seseorang yang Eleanor sendiri tidak tahu.

__ADS_1


Udara malam semakin dingin, Eleanor masuk ke dalam kamar mengambil sweter lalu kembali memandang langit. Eleanor tidak tahu semenjak kapan ia menyukai pemandangan langit malam. Awal nya Eleanor hanya menyukai langit di sore hari dan sekarang Eleanor menyukai langit malam dengan bulan dan bintang. Sayang nya malam ini langit terlihat gelap karena tidak ada bintang dan bulan sedang bersembunyi dibalik awan, namun walau begitu Eleanor tetap menyukai langit malam yang membuat perasaan nya menjadi tenang.


Setelah puas melihat langit, Eleanor masuk kedalam kamar. Ia sudah mengantuk dan pergi untuk tidur.


__ADS_2