AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 26 : Tidak setuju


__ADS_3

Eleanor sudah sadar dan perlahan kembali pulih, ia harus di rawat inap hingga benar-benar sembuh.


“Mama, apel.” Cessa menyuapi Eleanor apel yang telah Liam kupas.


“Terima kasih cantik,” ujar Eleanor tersenyum.


“Sama-sama mama, kata dokter mama harus banyak makan buah agar mama cepat sembuh,” ujar Cessa kembali menyuapi Eleanor


“Iya sayang, Cessa makan juga ya.” Eleanor menyuruh Cessa untuk makan apel juga.


“Tidak, Cessa bisa makan apel nanti sekarang mama yang lebih penting.”


Ucapan Cessa barusan membuat hati Eleanor menghangat, ia sangat bersyukur ada Cessa disisi nya.


“Cessa jaga mama sebentar, papa akan menemui paman Nial di bawah,” ujar Liam membuat Cessa menganggukan kepala nya.


“Siap papa!”


Lucas sampai di lobi rumah sakit dan menemui Nial.


“Bagaimana? Apakah pelaku nya sudah dapat?” tanya Liam membuat Nial menganggukan kepala nya.


“Nona Angel yang sudah merencakan hal jahat pada Nona Eleanor, Angel segaja menyewa agent dari pihak luar negeri untuk menyabotase mobil Nona Eleanor.”


“Sial, dimana Angel sekarang?” tanya Liam sangat kesal, ternyata orang terdekat nya lah yang sudah bermain-main dengan nyawa Eleanor.


“Nona Angel sudah ditangkap polisi atas laporan dari Tuan Jarvis. Jadi kami tidak bisa menindaklanjuti kasus ini, semua nya telah diserahkan pada polisi.”


“Sialan! Kerja bagus, terus awasi pergerakan Angel.”


“Baik Tuan.”


Drtt. Drtt.


Liam mengangkat panggilan dari ibu nya, ada apa tumben sekali ibu nya menelpon.


“Hallo ma, tumben mama menelponku,” ujar Liam mulai pembicaraan.


“Pulang sekarang! Ada yang mama harus beritahu padamu.”


“Aku tidak bisa ma, nanti saja bagaimana?” tanya Liam bagaimana pun sekarang ia ingin menjaga Eleanor.


“Sekarang Liam! Atau mama akan menyeretmu pulang!”

__ADS_1


“Baik lah ma aku pulang sekarang.”


Walau pun tidak tahu apa yang sedang terjadi Liam tetap menuruti ibu nya. Bisa gawat jika ibu nya menghampiri nya dengan segudang bodyguard.


“Aku akan menyetir sendiri, kau jaga Eleanor dan Cessa.” Perintah Liam membuat Nial menganggukan kepalanya.


“Baik Tuan.”


Sedangkan di ruang rawat inap Eleanor sekarang sudah ada Jarvis, Jarvis sangat senang dengan kehadiran Cessa di sini. Mereka mengobrol bersama, tepat nya Eleanor dan Jarvis yang mendengarkan Cessa bercerita dengan semangat.


Liam baru saja sampai di mansion keluarga nya, ia memarkirkan mobil lalu masuk kedalam mansion.


Liam mengerutkan keningnya ketika ia melihat Tom dan Jill juga berada di mansion, ada apa gerangan kah ini.


“Putuskan wanita itu.” Anna membuka pembicaraan membuat Liam mengerutkan kening nya.


“Hah? Maksud mama apa? Putuskan siapa?” tanya Liam penasaran karena sekarang ia sedang tidak menjalin kasih dengan siapapun, kalau menyukai seseorang Liam mempunyai itu.


“Mama mendengar berita kalau kau berkencan dengan janda yang telah mendapat donor jantung dari mendiang istrimu,” ujar Anne membuat Liam paham mengapa ibu nya bisa protes begini. Ini semua ulah keluarga Angel.


“Mama juga mendengar bahwa dia adalah wanita penggoda yang sengaja mendekatimu.”


“Ma, tolong kata-kata mama. El bukan wanita penggoda, kami bahkan belum berkencan tapi sudah ada gosip miring tentang nya. Aku lah yang menyukai Eleanor ma, aku yang mengejar-ngejar cinta nya.” jelas Liam membuat Anna tertegun.


“Tidak bisa begini besan, jelas Angel kami lebih baik dari janda itu. Bukan kah kita sudah sepakat tadi?” ujar Jill mencoba menyakin kan Anna.


“Jelaskan lah, apa wanita itu bukan wanita penggoda atau bekerja di bar?”


“Aku tidak tahu dari mana mama mendengar berita itu, tapi percayalah ma. Eleanor adalah wanita baik-baik dan bukan golongan wanita yang mama sebutkan tadi.”


“Angel lebih baik? Sebentar lagi kalian akan mendengar kabar bahwa Angel sekarang sudah berada di kantor polisi,” lanjut Liam membuat Jill melototkan mata nya.


“Tidak mumkin, Angel kami adalah wanita baik jadi dia tidak akan berurusan dengan polisi, benar kan pa,” ujar Jill.


“Istriku benar nak Liam, besan bukan nya kita telah sepakat untuk menjodohkan Liam dengan Angel,” ujar Tom membuat Liam tertawa keras.


“Mama dan papa harus tahu sekarang Cessa sedang menemani Eleanor dirumah sakit, Eleanor mengalami kecelakaan karena Angel menyabotase mobil Eleanor. Keluarga kita dekat? yang benar saja, aku bisa memutuskan segala macam hubungan yang kita miliki.” Liam menatap sinis pada pasangan suami istri itu.


“Itu bukan untuk kepentinganmu Liam, ini untuk kepentingan Cessa. Hanya Angel saja yang cocok untukmu.”


“Hei, kalau bicara yang sopan. Setelah kupikir-pikir kami tidak akan melanjutkan perjodohan ini,” ujar Anna membuat Jimmy menganggukan kepala nya.


“Nyonya besan, bagaimana kalau kita tanya Cessa siapa yang akan Cessa pilih menjadi ibu sambung nya,” usul Jill membuat Liam menganggukan kepala nya dengan percaya diri.

__ADS_1


Liam menelpon Nial agar menyerahkan ponsel pada Cessa.


“Hallo papa,” ujar Cessa setelah panggilan tersambung.


Liam menspeaker panggilan sehingga semua nya dapat mendengar suara Cessa.


“Kapan papa kemari, Mama sudah tidur sedangkan kakek sedang bekerja. Cessa sangat bosan.”


“Sayang bagaimana kalau Aunty Angel menemanimu?” ujar Liam lalu menatap Jill yang sekarang sudah tersenyum.


“Tidak mau, dari pada Aunty Angel mending Cessa bermain dengan Uncle Nial.”


“Oh, iya papa tadi kata mama, mama ingin makan pizza. Nanti tolong bawakan kalau papa kemari lagi.”


“Baiklah sayang.”


“Cessa cantik, kenapa kau memanggil wanita itu mama? Apa papa yang mengajarimu?” tanya Jill membuatnya mendapat pelototan dari Liam.


“Karena mama adalah mama, papa tidak mengajari Cessa. Karena memang mama adalah mama Cessa.”


“Sayang, apa kau menyukai mamamu?” tanya Anna membuat Cessa langsung menjawab.


“Tentu saja Cessa sangat menyanyangi dan menyukai mama, oma. Apakah oma akan kemari bersama papa?”


“Tentu, oma akan membawakan pizza untuk mama dan untukmu.”


“Uwaaa, terima kasih oma. Oma sudah dulu ya, mama sudah bangun.”


“Iya sayang.


“Seperti nya tidak ada yang harus kita bicarakan lagi Jill, Tom.” Anna mempersilahkan Jill dan Tom pergi dari mansion nya.


“Liam, kau bilang Angel berada di kantor polisi kan. Kalian segera kunjungi putri kesayangan kalian.”


“Apakah mama tetap melarangkan untuk mendekati Eleanor?”


“Tentu saja tidak, pernikahan atau apa pun itu mama dan papa merestui kalian,” jawab Anna membuat Jimmy menganggukan kepala nya.


“Besan, kau tidak boleh seperti ini.” teriak Jill tidak terima.


“Oh, mulai sekarang perusahaan kita tidak akan menjalin kerja sama apa pun itu,” ujar Jimmy membuat Tom dan Jill semakin marah.


Tidak lama kemudian Jill mendapat telpon yang mengabarkan Angel sedang berada di kantor polisi atas tuduhan perencanaan pembunuhan terhadap Eleanor.

__ADS_1


Jill dan Tom keluar dari mansion keluarga Liam dengan terburu-buru, rencana mereka sudah hancur berantakan dan sekarang putri satu-satu nya mereka sedang berada di kantor polisi.


Tbc


__ADS_2