AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 32 : Ngidam


__ADS_3

Mereka kini telah berada di sebuah rumah sakit. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, sesekali Liam mengecup hangat puncak kepala Eleanor. Tentu saja di belakang mereka ada Nial yang selalu mengawasi mereka.


Lalu tangan Liam terulur untuk membuka pintu sebuah ruangan, mempersilahkan Eleanor agar masuk kemudian di susul oleh dirinya sendiri.


“Selamat datang Mr.Liam Keith dan -,” ucapan nya terputus saat tidak mengetahui siapa wanita yang berada di sisi Liam.


“Eleanor Keith.”


“Baiklah, selamat datang Mr.Liam Keith dan juga Mrs.Eleanor Keith,”


“Silahkan duduk,” ucap dokter itu mempersilahkan mereka duduk di hadapan nya.


Mereka semua duduk dan menjelaskan apa yang telah terjadi hari ini, kemudian dokter itu menyuruh Eleanor agar berbaring di atas ranjang rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.


“Baik mari kita lihat,” ucap dokter wanita setengah baya itu dengan membuka baju Eleanor yang memperlihatkan perutnya.


Liam tidak sabar ingin melihat benihnya yang selalu ia tanam di rahim Eleanor selama ini, Liam berdiri di samping Eleanor dengan tangan yang menggenggam erat tangan Eleanor, Liam menatap Eleanor seperti mengatakan “semua akan baik baik saja”, Elenaor hanya tersenyum hangat.


Dokter itu mengoleskan gel ke perut Eleanor lalu meratakan nya, dan mengambil sebuah alat yang di tempelkan ke perut rata Eleanor.


“Lihatlah,” ucap dokter itu menunjuk ke sebuah layar yang memperlihatkan seperti sebuah biji.


“Mengapa sebuah biji ada di dalam perut Eleanor?” Tanya Liam polos, geez.


“Itu adalah calon janin Mrs. Eleanor, ia terlihat masih sebesar biji karena usia nya baru menginjak 4 minggu,” jelas dokter itu.

__ADS_1


“Oh god, benarkah aku tengah mengandung Liam?” Tanya Eleanor dengan perasaan yang tidak dapat di ucapkan.


“Akhirnya kau mengandung benih cintaku El.” Balas Liam mengecup Eleanor sayang. Liam sangat bahagia melihat calon anaknya yang tumbuh di dalam rahim Eleanor. Ia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.


*


Seminggu sudah berlalu, namun kondisi Eleanor semakin memburuk, ia bahkan tidak bisa memasukan makanan ke dalam perutnya, jika satu suap makanan masuk ke dalam mulutnya maka ia akan memuntahkan nya kembali, Liam sangat khawatir dengan keadaan Eleanor saat ini, ia bahkan rela tidak pergi ke kantor dan menyerahkan pekerjaan nya kepada Nial, karena ia harus mendampingi Eleanor.


Eleanor terkadang juga meminta hal aneh kepada Liam, pernah tengah malam Eleanor terbangun dari tidurnya lalu mengatakan jika dirinya menginginkan makanan spicy chicken wings dari brand ternama dan sangat terkenal di seluruh dunia, Liam yang tengah tertidur pulas pun akhirnya menuruti permintaan Eleanor, kalian tahu jika Liam tidak menurutinya maka Eleanor akan menangis dan juga tidak ingin melihat wajah Liam, geez Liam seperti ingin mencekik Eleanor, namun Liam rela melakukan ini dan itu demi sang anak. Banyak perubahan yang Eleanor alami, mulai dari mudah menangis, lebih sensitif, dan juga ia terkadang menjadi sangat manja dan tiba tiba berubah sangat galak. Perubahaan mood Eleanor sangat drastis. Kali ini Eleanor meminta Liam agar menyuruh kedua sahabatnya Leon dan Lia agar berkunjung ke penthouse mereka, Eleanor berasalan jika sangat merindukan kedua sahabatnya itu. Meskipun dengan kondisi Eleanor saat ini, Liam akan menuruti permintaan nya, ia berharap jika kehadiran Leon dan Lia dapat membuat Eleanor merasa senang.


“Apa kau sudah menghubungi mereka Liam?” Tanya Eleanor mendekap tubuh kekar Liam.


“Mungkin sebentar lagi mereka akan datang, bersabarlah sayang.” Jawab Liam dengan mata yang masih fokus pada iPad nya.


“Apakah Baby R akan datang juga pa?” tanya Cessa membuat Liam menganggukan kepalanya.


Liam sekarang hanya bisa memantau pekerjaan nya dari penthouse, untung saja Nial dapat di handalkan dengan baik. Terkadang pekerjaan Liam juga terhambat karena Eleanor yang marah karena kata nya Liam lebih mementingkan pekerjaan nya daripada dirinya dan juga anak nya, Liam benar benar harus extra sabar menghadapi sikap Eleanor.


Bel mereka berbunyi, dan ternyata itu adalah Leon dan Lia yang datang dengan tangan yang memegang paperbag berisi makanan permintaan Eleanor, Eleanor tadi menitipkan satu bucket fried chicken dan masih banyak lagi, Eleanor adalah chicken addict, ia sangat menyukai fried chicken.


“Baby R, ayo bermain bersama kakak,” ujar Cessa senang menghampiri Baby R.


“Boleh kan Aunty? Paman?” tanya Cessa membuat Lia menganggukan kepala nya.


“Tentu saja boleh sayang, tolong bermain bersama mereka ya,” ujar Lia pada baby sitter nya.

__ADS_1


“Taraaaa.” Ucap Lia dengan mengangkat paperbag yang berada di tangan nya.


“Oh god, terimakasih.” Balas Eleanor dengan memeluk Lia senang, sedangkan Leon langsung saja memasuki Penthouse dan berbincang dengan Liam, tanpa memperdulikan Lia dan Eleanor.


“Leon, kau sungguh jahat padaku. Kau bahkan tidak menoleh ke arah ku.” Ucap Eleanor tiba tiba, saat mereka akan menduduki sofa.


“Kau harus berbuat baik kepada nya Leon, kondisi mood Eleanor berubah ubah, bisa bisa kau terkena amukan nya.” Bisik Liam tepat di telinga Leon, mendengar itu membuat Leon bergirik ngeri.


“Maafkan aku El, aku tadi tidak ingin mengganggu mu dengan Lia.” Balas Leon berhati hati.


“Baiklah Uncle Leon, aku memaafkan mu.” Ucap Eleanor menirukan suara anak kecil dengan memegang perut rata nya.


“El apa aku boleh menyentuh nya?” Tanya Lia, penasaran. Lia yang mendengar jika Eleanor sedang hamil, ia begitu antusias dan bahagia.


“Tentu saja boleh Aunti Lia, kemarilah.” Balas Eleanor, kemudian Eleanor mendekat ke arah Eleanor yang duduk di samping Liam.


“Hi keponakan aunti Lia, baik baik disana, aunti tidak sabar ingin bertemu dengan mu.” Ucap Lia sambil mengelus perut rata Eleanor, Eleanor tersenyum saat tangan Lia menyentuh perut rata nya.


“Apa aku juga boleh menyentuh nya El?” Kini giliran Leon yang jug ingin menyentuh nya, namun ia langsung mendapat tatapan tajam dari Liam.


“Oh baiklah, seperti sang daddy tidak mengizinkan ku untuk menyentuh nya.” Ucap Leon ketika melihat tatapan tajam Liam.


Sedangkan itu Cessa dan Baby R sedang bermain bersama.


Pagi hari tadi Liam membawa Eleanor ke rumah sakit, karena kondisi Eleanor yang semakin menurun, ia bukan hanya mengkhawatirkan Eleanor namun ia juga mengkhawatirkan kandungan Eleanor. Eleanor bahkan tidak mampu untuk berjalan sendiri, karena kondisi tubuhnya sangat lemah. Saat Eleanor selesai memuntahkan isi perutnya, Liam segera menghubungi Drex agar menyiapkan mobil dan menggendong Eleanor ala bridal style menuju mobil kemudian pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Eleanor terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan tangan yang tertancap selang infus, matanya terpejam dengan wajah yang terlihat pucat. Di sisi ranjang terdapat Liam yang sangat khawatir dan tidak tega melihat Eleanor seperti ini, hati nya sangat sakit menyaksikan orang yang di cintainya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ini juga karena dirinya yang menginginkan seorang anak dari Eleanor, tidak, Liam tidak membenci janin yang di dalam perut Elenaor, ia hanya merasa bersalah. Liam juga sudah menghubungi orangtua Eleanor dan juga orangtua nya sendiri, mereka akan datang siang atau sore nanti. Di dalam ruang inap hanya ada Liam dan Eleanor saja, sedangkan diluar ada Drex dan dua bodyguard lain yang sedang berjaga.


__ADS_2