
Karena Angel mood Liam berubah menjadi sangat buruk, ia tidak menyukai jika ada orang yang menjelek jelekan Eleanor. Liam membutuh kan Eleanor sekarang, untuk membalikkan mood nya yang sangat kacau.
“Mansion,” ucap Liam ketika melewati Nial.
“Baik Tuan.”
Setelah melewatkan beberapa menit perjalan kini Liam sudah berada di depan Mansion nya.
“Nial, berikan barang nya.”
“Ini dia Tuan.” Liam menyerahkan sebuah kotak beludru bewarna hitam.
Liam kemudian membawa kotak itu dalam genggaman tangan nya, lalu Liam berjalan memasuki Mansion dan akan memberikan nya kepada Eleanor, ia ingin memberikan hadiah ini sebagai ucapan permintaan maaf pada Eleanor, meskipun Eleanor sudah memaafkan nya tapi Liam tetap ingin memberi nya hadiah.
Kini Liam menemukan Eleanor tengah berada di dapur sedang memasak sesuatu bersama Cessa.
“Kau sedang memasak rupa nya El,” ucap Liam dengan memeluk Eleanor dari belakang, dengan mencium wangi Eleanor saja sudah membuat perasaan nya menjadi lebih baik.
“Haii Liam ternyata kau sudah pulang,” balas Eleanor dengan mencium pipi Liam.
“Ya, dan aku sangat merindukan mu El,” ucap Liam manja.
“Papa tolong jangan mengganggu mama!” teriak Cessa membuat Liam langsung melepaskan pelukan nya.
“Pintar sekali anak manis ini, bagus sayang. Lucas kau pergi lah,” Eleanor mengusir Liam.
“Aku sayang merindukanmu, sangat banyak.”
“Kita hanya tidak bertemu selama beberapa jam Liam, kau tadi juga menelfon ku, bahkan memintaku untuk mengirim foto,” balas Eleanor sambil memutar bola mata nya dengan malas.
“Aku selalu memikirkan mu selama berada di kantor El,” sikap Liam sangat berbeda saat bersama dengan Eleanor, ia akan menunjukan sisi baik dan ramahnya.
“Apa kau sedang merayu ku Liam,” ucap Eleanor membalikan badan lalu memegang kedua pipi Liam dan mengecup bibir Liam sekilas.
“Astaga, papa sangat mengganggu. Pergi sana, uncle Nial tolong bawa papa pergi dari sini.”
“Ah putriku, bagaimana bisa kau memisahkan mama dan papa. Nial pergilah.” Liam mencoba mendrama.
__ADS_1
“Nona Peri, seperti nya paman tidak bisa menolong.” Nial datang kemudian pergi.
“Uncle Nial tidak boleh seperti itu! uh, sudahlah. Mata Cessa harus di jaga dengan baik, Uncle tunggu Cessa!” Cessa berlari keluar dari dapur.
“Aku berbicara serius El, apa kau tidak memikirkan ku hmm?” ujar Liam ketika hanya tinggal mereka berdua.
“Pergilah ke kamar Liam, kau harus berganti pakaian.” Eleanor mengalihkan pembicaraan.
“Kau harus ikut dengan ku El,” ajak Liam.
“Tapi aku sedang memasak Liam.” Eleanor menahan tangan Liam yang ingin mengajak nya ke kamar.
“Sebentar saja,” ucap Liam.
Mereka bergendengan menuju kamar, dan Liam akan langsung memberikan kotak beludru itu kepada Eleanor.
Mereka kini telah berada di dalam kamar, Liam memaksa Eleanor agar ikut bersama diri nya, dan kini Eleanor tengah melihat Liam sedang berganti pakaian, bahkan berganti pakaian saja meminta Eleanor agar menemani nya, sungguh bukan seperti seorang Liam Keith.
“El kemarilah.” Liam memanggil Eleanor agar lebih dekat dengan nya, karena Liam ingin memberikan kotak beludru itu sekarang untuk Eleanor.
“Ada apa Liam?” tanya Eleanor ketika sudah berada di depan Liam.
“Tapi mengapa aku harus menutup mata ku Liam, apa kau ingin macam macam pada ku hmm?” Eleanor mencurigai apa yang akan Liam lakukan ke pada nya.
“Tidak, aku tidak akan berani macam macam padamu El”
“Tutup mata mu dan jangan mengintip.” Intruksi Liam.
“Hmm baiklah,” ucap Eleanor kemudian menutup kedua bola mata nya, ia tidak tahu apa yang akan Liam lakukan, tapi Eleanor berharap bukan sesuatu yang buruk.
Liam kemudian mengambil kotak beludru yang ada di dalam kantong setelan kerja nya, lalu membuka nya dan mengambil benda yang ada di dalam kotak itu, Liam kemudian berjalan untuk lebih dekat dengan Eleanor dan memasangkan nya di leher jenjang milik Eleanor, ya tentu saja Liam itu sebuah kalung, Liam memberikan Eleanor sebuah kalung berlian yang terlihat simple tapi mempunyai harga yang sangat fantastis.
Eleanor merasakan seperti ada sesuatu yang sengaja di letakan di lehernya, mungkin seperti sebuah kalung, itu hanya dugaan Eleanor saja, karena ia tidak tahu itu apa, ia tidak dapat melihat karena Liam menyuruh nya untuk memejamkan kedua mata nya.
“Jangan buka mata mu dulu El,” perintah Liam, kemudian ia membawa Eleanor ke depan cermin yang besar agar bisa melihat kalung yang ia berikan, Liam berharap Eleanor menyukai kalung pemberian nya ini.
“Baiklah, buka mata mu El,” ucap Liam dengan memegang kedua bahu Eleanor.
__ADS_1
Ketika Eleanor membuka mata, pandangan nya masih sedikit buram, kemudian ia dikejutkan ketika melihat sebuah kalung berlian bertengger di leher jenjang nya.
“Oh god, cantik sekali kalung ini Liam, apa kau memberikan nya pada ku?” tanya Eleanor dengan bahagia, tangan nya memegang liontin yang ada di kalung itu, Eleanor memperhatikan jika liontin nya bertuliskan EL, ia berpikir jika itu adalah nama panggilan nya.
“Tentu saja El, itu adalah sebagaia hadiah permintaan maaf dari ku El,” jawab Liam.
“Terimakasih Liam, aku sangat menyukai nya,” balas Eleanor dengan memandang wajah Liam kemudian memeluk pria itu.
“Aku senang jika kau menyukai nya El,” balas Liam dengan memeluk Eleanor.
“Apa EL ini adalah arti dari panggilan nama ku Liam, atau ada arti lain dari liontin ini?” Tanya Eleanor, melepaskan pelukan dari Liam.
“Eleanor Liam,” jawab nya.
“Oh god, aku tidak menyadari jika nama panggilan ku adalah gabungan dari huruf depan nama kita Liam.”
“Kau senang bukan?” Tanya Liam.
“Tentu saja aku sangat senang Liam, terimkasih.”
“Tapi tunggu sebentar, apa kau mengeluarkan banyak uang ketika membeli ini Liam?” tanya Eleanor tiba tiba mengingat ini adalah sebuah kalung berlian.
“Apa kau lupa jika Keith Co juga memiliki bisnis perhiasan El, uang tidak masalah bagi ku El.”
“Kau jangan khawatir.”
“Ya baiklah Tuan Crazy Rich.” Ejek Eleanor, kemudian mengecup bibir Liam lagi.
Saat Eleanor ingin melepaskan ciuman itu, tapi Liam menahan tengkuk Eleanor dan mendorong nya agar kembali mencium bibirnya, mereka saling ******* bibir satu sama lain seperti saling menyalurkan rasa sayang mereka.
“I love you Eleanor,” ucap Liam ketika menyudahi ciuman mereka, Liam akhirnya menyadari jika ia telah jatuh cinta pada seorang Eleanor Jungwirth.
Eleanor mematung seketika saat mendengar Liam mengucapkan 3 tiga kata itu kepada dirinya, apa Liam benar benar mencintai nya, Eleanor masih ragu, dan ia bingung harus merespon bagaimana. Eleanor memandang Liam seperti bertanya, apa ini sungguhan.
“Balas perkataan ku El,” ucap Liam sedikit memaksa kemudian ******* bibir manis Eleanor lagi.
“Aku mencintai mu El,” ujar Liam lagi, dengan memandang Eleanor dengan tatapan dalam, ia ingin menyakinkan jika dirinya serius kepada Eleanor dan tidak sedang bermain main.
__ADS_1
“I love you My Crazy Rich,” ucap Eleanor dengan yakin setelah melihat ketulusan dan cinta dari tatapan Liam.