AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 36 : Selamatkan


__ADS_3

Drex serta anak buah Liam yang lain kini sudah berada di depan sebuah gedung tua yang terbengkalai, dengan tangan yang memegang senjata api. Mereka mengendap endap mengepung gedung itu. Untung saja gedung itu tidak terlalu besar, orang yang menculik Eleanor seperti nya kurang cerdik, sehingga anak buah Liam dapat menemukan nya dalam waktu yang singkat. Perihal ada nya salah satu bodyguard Liam yang menyamar menjadi mata mata, anak buah Liam belum menemukan pria itu. Liam tidak akan memberi ampun pada anak buah nya yang membelot.


Mereka kini berada di posisi masing masing, dengan pistol yang mengarah ke gedung. Drex menangkap seorang wanita yang tengah keluar gedung dengan wajah yang bersinar bahagia, wanita itu menggunakan baju serba hitam dan sedang melepas ikatan di rambut nya, membuat rambut nya tergerai bebas terhembus angin. Drex mengenali wanita itu, ia adalah Angel seketaris Tuan nya. Drex memicingkan mata nya, mencoba berpikir apa yang di lakukan Angel di tempat seperti ini.


*


Angel memasuki mobil tanpa mencurigai apapun, hati nya terlalu bahagia karena berhasil menculik serta menganiaya Eleanor, Angel berharap jika Eleanor juga mengalami keguguran. Angel sudah menyelesaikan tugas nya, kini giliran anak buah Sean yang akan membawa Eleanor kepada Tuan nya. Ya, Sean memang gila, rela Eleanor terluka hanya karena tidak sudi jika wanita itu mengandung anak dari Liam. Akal sehat Sean sudah di butakan oleh keobsesian nya pada Eleanor, yang terpenting adalah Eleanor kembali dalam pelukan Sean. Mobil Angel bergerak meninggalkan gedung tua yang menjadi saksi bisu kekejaman Angel pada Eleanor. Angel tidak menyadari saat ia bertemu dengan sebuah deretan mobil mewah, karena itu adalah Liam berserta anak buah nya yang akan menjemput Eleanor. Liam sudah mendapat informasi dari Drex, jika Angel ikut terlibat dalam penculikan Eleanor. Namun Liam berusaha memendam amarah nya, ia akan berlagak tidak tahu sampai ia menemukan Eleanor. Yang ada di pikiran Liam kini adalah Eleanor, ia takut jika Angel sudah melakukan hal yang tidak tidak pada Eleanor. Jika sampai hal itu terjadi, Liam tidak akan memberikan ampun pada wanita itu.


“Bagaiman, apa semua aman?” Tanya Liam pada Nial, tangan nya mengepal sangat erat serta tatapan nya menatap tajam sebuah gedung tua yang ada di hadapan nya.


“Sudah Tuan, gedung ini sudah di kepung. Tuan hanya perlu menunggu sebentar,” jawab Nial, kemudian di ikuti oleh anak buah Liam yang perlahan memasuki gedung tua itu. Hingga terdengar suara tembakan serta baku hantam. Anak buah Sean kalah telak oleh anak buah Liam, mereka kalah dalam hal jumlah dan juga kalah soal kecerdikan.


Nial berada di depan Liam, serta anak buah yang lain berada di sisi Liam berusaha melindungi Tuan nya. Langkah mereka perlahan memasuki gedung tua itu. Detak jantung Liam berdetak kencang, ia berusaha menarik nafas dalam dalam. Ia takut melihat apa yang sudah terjadi oleh Eleanor. Hingga mata nya menatap seorang wanita cantik dengan penampilan yang sudah sangat berantakan, wajah penuh oleh lebam, dan mata Liam langsung tertunu oleh darah, darah yang keluar tubuh Eleanor.

__ADS_1


Liam mematung melihat pemandangan yang ada di depan nya, wanita nya yang tak sadarkan diri dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tangan Liam mengepal kuat, menahan emosi nya, hati Liam terasa sakit melihat kondisi Eleanor yang sangat mengenaskan seperti ini.


“El.” Panggil Liam dengan suara yang bergetar, Liam memangku tubuh Eleanor dalam dekapan nya. Liam memeluk nya sangat erat, ia melihat banyak darah di lantai. Badan Liam bergetar, menahan sekuat tenaga agar air mata nya tidak keluar.


“El ku mohon bertahanlah, kau dan baby bear pasti bisa bertahan,” ucap Liam dengan suara parah, pikiran Liam langsung tertuju pada kandungan Eleanor. Liam tidak ingin kehilangan mereka, Liam sangat mencintai mereka.


Nial yang melihat Liam tak berdaya seperti, ia ikut tersentuh. Ia dapat merasakan kesedihan yang di alami oleh Tuan nya, Nial juga berharap semoga Eleanor dan bayi nya dapat di selamatkan. Anak buah Sean sudah di bekuk oleh anak buah Liam, anak buah Sean akan di bawa ke dalam ruang bawah tanah yang terlihat seperti penjara neraka.


Liam memangku tubuh Eleanor yang sudah sangat pucat, pakaian yang di gunakan oleh Eleanor sudah kotor dan bercampur bercak merah, Liam tidak berhenti mengecup puncak kepala Eleanor, Liam berdoa di dalam hati nya agar Eleanor dan baby bear akan baik baik saja.


Liam tidak akan memberikan ampun pada siapapun yang sudah melukai Eleanor.


Liam memasuki sebuah rumah sakit mewah dan besar yang ada di tengah tengah kota ini. Ia menggendong Eleanor menuju ke unit gawat darurat agar Eleanor segera mendapat penanganan.

__ADS_1


“Maaf Tuan, anda tidak boleh ikut masuk. Anda bisa menunggu nya di luar,” ucap salah perawat pada Liam, karena Liam tidak ingin melepaskan pegangan nya tangan pada Eleanor.


“Tidak, aku ingin menemani Eleanor di dalam sana.” Kekeh Liam, ia ingin menemani Eleanor di dalam sana.


“Tidak bisa Tuan, itu sudah menjadi peraturan rumah sakit.” Jelas sang perawat lagi.


“Persetan dengan peraturan rumah sakit, aku bahkan bisa membeli rumah sakit ini detik ini juga,” balas Liam dengan tatapan tajam nya, yang membuat nyali sang perawat menciut.


Nial berusaha menenangkan sang Tuan nya, Liam tidak boleh ikut masuk ke dalam ruangan. Bahkan Nial dengan keberanian nya berani memukul Liam agar pria itu tersadar, dan pada akhir nya Liam pun mengalah membiarkan Eleanor di periksa oleh dokter dan perawat. Liam bahkan tidak melawan pukulan Nial sama sekali, pikiran nya sangat kacau hingga tidak merasakan sakit di pipi nya namun yang ia rasakan adalah sakit di hati nya, hati nya nyeri melihat orang yang di cintai nya terkapar dengan wajah yang sangat pucat.


“Maafkan saya Tuan,” ucap Nial dengan nada yang sangat bersalah, ia harus melakukan itu jika tidak maka Tuan nya akan tetap memaksa masuk kedalam ruangan yang ada di hadapan nya. Namun Liam hanya menatap Nial dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti, tatapan nya tajam tapi seperti terlihat takut kehilangan sesuatu. Liam hanya berdiri diam di depan pintu ruangan periksa Eleanor, pakaian nya sudah acak acakan, serta ada sedikit lebam di pipi nya akibat pukulan Nial.


Nial menyingkir dari hadapan Liam, bermaksud untuk memberi tahu kondisi Eleanor pada orangtua Liam serta orangtua Eleanor sendiri. Setelah berhasil menghubungi mereka Nial kembali ke hadapan nya Liam yang masih berdiri dengan posisi yang sama, mata nya menatap tajam pintu ruangan dimana Elenaor sedang di periksa. Nial hendak menyuruh Liam duduk di kursi, namun niat nya ia urungkan.

__ADS_1


__ADS_2