
"Good morning mama," sapa Cessa ketika membuka matanya orang pertama yang ia lihat adalah Eleanor.
"Selamat pagi cantik," jawab Eleanor mencium kening Cessa dan memeluk Cessa.
Cessa sangat senang berada dipelukan Eleanor karena suara detak jantung Eleanor membuatnya tenang dan kembali tidur.
"Cantik mari kita bangun dan segera mandi," ujar Eleanor tapi tidak ada sahutan dari Cessa. Eleanor tersenyum ketika mengetahui Cessa tertidur. Eleanor tidak membangunkan Cessa ia turun dari tempat tidur dan pergi mandi.
15 menit, Eleanor mandi dengan cepat. Setelah selesai mandi Eleanor mengeringkan rambutnya.
"Mama," panggil Cessa membuat Eleanor menghentikan sejenak kegiatannya.
"Iya cantik," jawab Eleanor membuat Cessa turun dari tempat tidur dan menghampiri Eleanor.
"Mama tidak membangunkan Cessa." Cessa duduk diatas pangkuan Eleanor.
"Tidak mungkin aunty membangunkanmu, tidurmu sangat nyenyak aunty tidak tega." Eleanor merapikan rambut Cessa yang sedikit berantakan karena baru bangun tidur.
"Sekarang bagaimana jika aunty membantumu mandi?" tanya Eleanor membuat Cessa langsung menganggukan kepalanya. Eleanor membiarkan rambutnya yang masih setengah basah.
"Setelah mandi kita akan sarapan bersama," ujar Eleanor menggendong Cessa menuju kamar mandi.
"Cessa ingin roti selai stroberi dan susu coklat, mama," pinta Cessa membuat Eleanor mencubit gemas hidung mungil Cessa.
"Dan juga Cessa ingin nasi goreng karena Cessa tidak kenyang hanya sarapan roti saja."
Tidak bisa begini Cessa terlalu menggemaskan untuk anak berumur 4 tahun.
"Mama geli," pekik Cessa karena Eleanor terus menciumi wajahnya. Lalu keduanya tertawa bersama.
Setelah selesai mandi Eleanor mengeringkan rambut Cessa, sekalian ia memesan sarapan untuk mereka. Eleanor dan Cessa memutuskan untuk sarapan di kamar. Sepertinya Cessa melupakan papa nya ketika ia sedang bersama Eleanor.
Eleanor memasangkan jepit rambut bewarna merah muda di sisi kiri rambut Cessa.
"Manis sekali anak siapa hm," ujar Eleanor melihat Cessa dari pantulan cermin.
"Anak mama El," jawab Cessa lancar seperti tanpa dosa membuat Eleanor tersenyum.
"Baiklah, karena sarapan kita sudah sampai mari kita sarapan bersama," ujar Eleanor membuat Cessa langsung menganggukan kepala nya.
Sementara itu pekerjaan Liam sudah selesai tapi pekerjaan lain menanti nya.
Liam harus pergi ke cabang hotel yang ada di Australia karena ada kecelakaan kerja. Banyak sekali orang yang berdemo didepan hotel miliknya, jika ini dibiarkan maka masalah akan merembet kemana-mana.
Sesuai dengan perintah Liam, Nial mengumpulkan 6 orang yang mengalami kecelakaan kerja. Gudang hotel mengalami kebakaran dan 6 orang pekerja mengalami luka bakar dan cidera.
"Saya mohon maaf atas kecelakaan yang terjadi, karena kelalaian yang tidak bisa dicegah. Perusahaan akan membayar uang perawatan dan ganti rugi, sekali lagi saya mohon maaf."
__ADS_1
Semua berjalan dengan lancar, hanya saja Liam sangat marah pada management hotel yang tidak bisa menangani kasus ini hingga ada demo didepan hotel nya.
"Nial, panggil orang yang bertanggung jawab," perintah Liam membuat Nial langsung menganggukan kepala nya.
"Baik Tuan."
*
Eleanor dan Cessa mengunjungi taman rekreasi di Gold Coast. Cessa sangat senang mereka berkeliling mencari kuliner dan juga memainkan beberapa wahana. Sudah hampir 3 jam mereka bersenang-senang, terakhir Cessa dan Eleanor memutuskan untuk melihat hawab asli milik Australia. Cessa sangat senang melihat binatang. Eleanor dan Cessa berfoto bersama dan bermain lalu memberi makan hewan-hewan yang lucu.
Drtt! Drtt!
Eleanor mengangkat panggilan dari Liam sementara Cessa memberi makan hewan.
"Iya Liam?"
"Kalian dimana?" tanya Liam membuat Eleanor langsung menjawab pertanyaan dari Liam.
"Kami di Dreamworld apakah kau akan menyusul Liam?"
"Iya, aku akan segera menyusul. Tunggu aku El."
"Baiklah Liam."
Liam segera menyusul Eleanor dan Cessa setelah pekerjaannya selesai. Liam sampai di Dreamworld dan ia kembali menelpon Eleanor.
"Kami ada didekat the tower of teror 2."
"Baiklah kututup El."
Liam segera menuju the tower of teror 2 dan ia menemukan Eleanor dan Cessa diantara banyak pengunjung.
Liam langsung menghampiri Eleanor dan mengambil Cessa yang sudah tertidur digendongan Eleanor.
"Kau pasti lelah, minum ini," ujar Liam memberikan air minum pada Eleanor.
"Terima kasih Liam."
"Maaf merepotkan mu El dan terima kasih telah mengajak Cessa berlibur bersama," ujar Liam dengan nada penyesalan.
"Bukankah sudah ku katakan aku tidak masalah, kita sudah membahasnya kemarin," jawab Eleanor membuat Liam tersenyum.
"Bagaimana pekerjaanmu? Sudah selesai?"
"Hm, sudah. Apakah Cessa merepotkan mu El?"
"Tidak sama sekali Liam, ayo kembali ke hotel aku ingin segera mandi," pinta Eleanor membuat Liam menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Mereka pulang bersama, sungguh entah sudah berapa kali dikatakan tapi Liam dan Eleanor sekarang sudang seperti pasangan sungguhan.
Sesampainya di hotel Liam membawa Cessa ke kamar nya. Dan Eleanor merasa sepi karena Cessa sekarang tidak ada di kamar nya.
Tidak mau berpikir lagi Eleanor langsung berbaring dan memejamkan matan nya, ia sangat lelah sekarang Eleanor bahkan lupa tujuan awal nya pulang adalah mandi tapi sekarang Eleanor sudah terlelap hanya dalam hitungan detik saja.
Liam meletakan Cessa keatas ranjang dengan hati-hati, Liam tidak ingin tidur putri kecil nya terganggu.
"Mama," panggil Cessa mengigau membuat Liam ingin membawa Cessa pada Eleanor.
"Tunggu sebentar lagi sayang," ujar Liam sambil mencium kening Cessa.
Liam mengambil tab dan mengecek jadwal nya karena Nial sedang pergi untuk membereskan masalah hotel.
Lima belas menit lagi Liam akan ada rapat dengan Mr. Moles karena Liam sedang berada di Australia maka mereka akan rapat secara online.
Liam memakai kacamata nya lalu mereka mulai rapat secara online.
Di kamar lain Eleanor bangun karena ia kelaparan, perut karet nya ini tidak bisa diajak kompromi sedikitpun dan membiarkan Eleanor tidur.
Eleanor menelpon pelayan hotel meminta untuk membawa makanan ke kamar nya.
Eleanor tidak menunggu lama karena makanan yang ia pesan sudah datang.
"Terima kasih."
Eleanor segera mengisi perut nya ketika pelayan keluar dari kamar nya. Eleanor merasa energi nya sudah kembali ketika sudah meyuapkan makanan kedalam mulut nya.
Sesudah makan Eleanor tidak bisa tidur, ia melihat bintang lewat balkon kamar hotel. Eleanor bahkan tidak sadar kalau hari sudah malam.
Langit malam sangat gelap hanya ada sedikit bintang dan ditemani bulan yang sedang bersembunyi dibalik awan.
Tok! Tok!
Eleanor menutup balkon lalu membuka pintu.
"Liam," panggil Eleanor ketika melihat Liam dan Cessa datang mengunjungi kamar nya.
"Setelah makan malam, Cessa kembali ingin tidur denganmu El," ujar Liam tidak enak mengganggu Eleanor.
"Apakah benar cantik?" tanya Eleanor membuat Cessa menganggukan kepalanya.
"Boleh ma?" tanya Cessa membuat Eleanor menganggukan kepala nya lalu menggendong Cessa.
"Aku titip Cessa El, dan princess jangan menyusahkan aunty ya."
"Siap papa."
__ADS_1
Eleanor menutup pintu kamarnya setelah Liam pamit, Liam tersenyum senang karena rencana nya berjalan dengan lancar. Sebenarnya ini ide Liam yang membujuk Cessa agar tidur bersama Eleanor.